Selaput Lidah

Selaput Lidah dan Delapan Prinsip

Saya telah banyak membahas selaput lidah di artikel-artikel sebelumnya. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas sifat selaput lebih dalam.

Penilaian selaput lidah penting dalam melakukan diagnosis menurut delapan prinsip (yin yang, panas dingin, luar dalam, ekses defisiensi). Selaput lidah yang tebal menunjukkan ekses, dan selaput tipis menunjukkan defisiensi. Contoh : dalam kasus defisiensi lambung dan yin ginjal, maka selaput lidah akan hilang, dengan otot lidah merah. Defisiensi yang limpa dan ginjal dapat menyebabkan akumulasi lembab, perkembangan ganggguan ekses terwujud dalam selaput putih, tebal dan licin. Otot lidah biasanya pucat dan bengkak.

Aturannya, selaput putih mencerminkan hadirnya dingin dan selaput kuning munculnya panas. Diagnosis selaput lidah adalah sangat penting bila penyakit disebabkan faktor PPL (angin, panas, lembab, kering, dingin, api). Dalam beberapa kasus, selaput lidah mencerminkan kaulitas dan dalamnya penetrasi patogen. Sehingga, dalam kasus PPL angin dingin, selaput akan berwarna putih, sementara PPL angin panas, selaput berwarna kuning. Jika muncul serangan dingin dangkal oleh PPL angin dingin, maka selaput berwarna putih dan tipis, di mana mirip dengan selaput lidah normal.

Saat dingin sudah mengikat, maka selaput lidah akan tebal dalam satu dua hari. Penjelasannya, selaput lidah umumnya mulai berubah warna dan ketebalan saat patogen menyerang tubuh. Jika selaput lidah berubah warna menjadi kuning, maka menunjukkan patogen angin dingin berubah menjadi panas di dalam tubuh.

Perubahan ini terwujud dalam selaput lidah: di ujung depan lidah menunjukkan patogen berdada di tubuh luar; sementara di tengah dan belakang lidah menunjukkan patogen sudah berada di dalam. Dalam kasus PPL angin dingin yang sudah mengikat, biasanya selaput lidah kelihatan di ujung depan lidah. Pada tahap ini, selaput lidah masih tipis, sehingga tidak kelihatan. Ini menunjukkan faktor patogen masih di lapisan luar tubuh dan belum masuk ke tubuh dalam. Jika selaput tipis juga bahasa, kemungkinan fungsi qi paru-paru sedikit terganggu.

Dalam kasus patogen masuk ke level lebih dalam, selaput akan terletak di tengah lidah. Jika selaput berwarna kuning dan kering, menunjukkan panas dalam dan tahap mulai melukai cairan tubuh. Sehingga, warna, ketebalan, kelembaban dan lokasi selaput akan menyediakan informasi tentang gangguan yang disebabkan oleh faktor patogen luar (angin, dingin, kering, panas, lembab, api). Penyebaran selaput lidah yang menarik dapat ditemukan pada kasus akut di tahap shao yang dari enam tahap penyakit. Satu sisi bagian kanan, selaput berwarna putih, licin atau basah menunjukkan patogen berada di setengah luar setengah dalam badan. Jika bagian sisi kanan lidah kering dan kkuning, maka menunjukkan penyimpanan phlegm-panas atau panas lembab di kandung empedu. Sebaliknya, jika sisi kiri saja berwarna kuning berindikasi panas organ hati. Terakhir, garis-garis kuning di bagian sisi lainnya menunjukkan panas lembab yang sangat kuat di organ hati dan kandung empedu.

Aspek Lain dari Selaput Lidah

Ekses dan patogen tercermin dari tebalnya selaput. Namun, selaput tidak mengenali penyebabnya. Contoh:  selaput tebal dapat muncul dalam bentuk PPL maupun PPD. Di antara penyebab internal, lembab, phlegm, stagnasi makanan, panas dalam, dan dingin adalah paling menonjol. Di antara faktor eksternal, PPL angin-panas, angin-dingin, panas adalah faktor utama.

Ringkasan, dalam kasus akut khususnya penting dalam mencatat selaput lidah. Jika titpis saat serangan penyakit dan mulai menebal, ini adalah indikasi penetrasi lebih dalam dari faktor patogen. Jika selaput lidah dari tebal menjadi tipis, merupakan tanda bahwa patogen penyakit lebih lemah dan wei qi (qi pertahanan) kembali kuat.

Tingkat kelembaban (basah) lidah mencerminkan kondisi cairan tubuh. Lidah normal agak sedikit lembab, menandakan sirkulasi cairan yang tepat. Selaput lidah kering, layu menandakan cairan tubuh terkuras.

Dalam bab ini, kita akan membahas tentang sifat selaput lidah dan kelembababn.

Selaput Lidah Basah dan Licin

Selaput lidah basah menunjukkan akumulasi lembab disebabkan defisiensi qi dan yang limpa, atau yang ginjal. Sehingga, otot lidah berwarna pucat dan bengkak, dan selaput berwarna putih. Selaput lidah basah, putih dan tipis juga berindikasi masuknya PPL angin dingin.

Jika selaput lidah sangat basah, berminyak atau agak lengket, ini menunjukkan licin. Selaput mewakili tahap lebih lanjut dari evolusi selaput basah dan menunjukkan defisiensi yang lebih serius; khususnya jika putih, mewakili akumulasi lembab-dingin. Dalam kasus ini,otot lidah berwarna pucat. Sehingga, tipe lidah ini menunjukkan penetrasi lebih jauh dari patogen ke tubuh.

Jika selaput lidah lici, tebal dan agak berminyak, ini menandakan akumulasi lembab terjadi. Jika selaput sedikit lengket, patogen lembab sudah berubah menjadi phlegm. Jika selaput berwarna kuning dan licin, lembab sudah berubah menjadi panas lembab. Tipe lidah ini sering terlihat di disharmoni antara organ hati dan kandung empedu, atau antara limpa dan lambung.

Selaput Lidah Berminyak

Selaput lidah kuning tidak hanya mengungkapkan penetrasi patogen luar (angin, panas, lembab, kering, dingin), tetapi juga mencerminkan disharmonis di dalam tubuh (PPD). Selaput lidah lengket dan kering, dalam kasus penyakit berasal dari interior, mencerminkan akumulasi panas lembab atau phlegm panas. Jika selaput semakin kuning dan kering daripada lengket, berarti panas lebih dominan. Jika panas bertemu dengan akumulasi lembab di dalam tubuh, dalam satu waktu menjadi phlegm panas. Proses lembab berubah menjadi phlegm tercermin dari selaput yang kasar atau lengket. Jika selaput tipis dan berwarna kuning muda, faktor dominan adalah lembab.

Dalam kasus stagnasi makanan akut, selaput akan berminyak dan berwarna kuning muda atau agak abu. Dalam beberapa kasus, biasanya terletak di tengah lidah dan mencerminkan stagnasi qi di ciao tengah. Jika disharmoni ini bertahan selama beberapa tahun, selaput bertambah tebal, umumnya berkaitan bertambahnya gejala.

Selaput lidah putih, tebal dan berminyak berkaitan dengan lembab-dingin atau phlegm-dingin. Tipe selaput lidah ini

 

 

Iklan

Tanda Lidah Yang Berkaitan Dengan Gangguan Panas

Bintik-Bintik Merah di Ujung Lidah

Bintik-bintik merah di ujung lidah dapat merupakan tanda dari PPL angin-panas atau panas toksin. Bintik-bintik merah berupa butiran kasar sering sebagai awal mula pencetusnya meriang, dan kadang kala terlihat satu atau dua hari sebelum munculnya penyakit. Seharusnya praktisi tidak ragu-ragu tentang bintik-bintik yang terwujud dalam panas di jantung. Dalam kasus selanjutnya, bintik-bintik ini diposisikan sangat dekat satu dengan lainnya seperti pasir halus, tidak menonjol kasar dan warnanya merah lebih muda (bukan pink). Tetapi, akan berkembang menjadi warna merah tua. Sebaliknya, bintik-bintik merah berkaitan dengan PPL angin-panas atau toksin panas cenderung lebih besar, lebih menonjol kasar, dan warna merah tua. Karena letaknya tidak berdekatan satu dengan lainnya, bintik-bintik terlihat lebih kasar. Saat bintik ini mengindikasikan panas di jantung hanya bisa terlihat di ujung lidah. Tetapi jika bintik ini menandakan PPL angin panas, maka terletak di sepertiga ujung depan lidah. Dan jika panas toksin muncul, maka bintik ini kadang kala menutupi seluruh badan lidah.

PPL angin panas masuk ke tubuh melalui hidung dan mulut. Gejala meliputi demam, tenggorokan sakit, sakit kepala dan haus. Sering akut, PPL angin panas menembus langsung ke paru-paru dan mengganggu qi paru-paru, terwujud dalam batuk. Serangan seperti penyakit, selaput lidah putih atau kuning, nadi cepat dan mengambang. Jika panas terlalu kuat, bintik-bintik merah akan muncul dan menyebar dari ujung hingga sepertiga depan lidah.

Munculnya panas toksin juga terwujud dalam bintik-bintik merah, tetapi berbeda dengan PPL angin panas, bintik merah ini muncul di seluruh badan lidah. Biasanya, bintik-bintik ini cenderung lebih besar dan warna lebih gelap, tetapi jika panas toksin ini sangat kuat. Dalam kasus ekstrim, duri-duri muncul di permukaan lidah, terlihat seperti duri duri kecil yang disebabkan oleh panas ekstrim yang melukai papila dan mendorong muncul ke permukaan lidah dan menonjol.

Panas toksin dapat timbul dari PPL panas yang tersangkut di interior dan berubah menjadi panas toksin yang dipaksakan oleh patogen lembab atau phlegm. Ini juga bisa dibentuk oleh akumulasi internal panas. Faktor yang mendukung toksin panas adalah sering minum alkohol, makanan berlemak dan pedas, yang memperberat panas lembab atau panas phlegm yang sudah ada sebelumnya. Panas ini dipaksa oleh lembab atau phlegm dalam sistem dan akhirnya berubah menjadi api, dan dalam jangka waktu sangat pendek, berkembang menjadi panas toksin. Perkembangan ini sangat jelas terlihat dalam selaput lidah tebal, berminyak dan kuning. Pasien dengan disposisi yang berdasarkan menahan dan mengumpulkan panas lembab atau panas dahak dapat berkembang menjadi panas toksin dengan cepat setelah terkena PPL/patogen luar. Dalam beberapa kasus selaput lidah tebal, berminyak dan kuning serta bintik-bintik merah/tua di lidah akan muncul bersamaan.

Penyakit infeksi seperti meningitis, hepatitis atau AIDS dicirikan oleh wabah qi beracun. Wabah penyakit angin-panas seperti : campak, gondok, cacar dan demam berdarah juga menimbulkan panas toksin. Karena panas kuat dalam penyakit ini maka panas ini menembus ke level darah dan terbentuk dalam ruam kulit, demam dan gejala lain. Konjungtivitis akut, demam tonsilitis akut, bisul, dan akut infeksi saluran kemih akut dapat juga disebabkan oleh panas toksin.

Karena gejala ini berbeda, maka sangat mudah membedakan antara PPL angin panas dan panas toksin. Gejala penting lain yang mengindikasikan angin panas adalah : demam, bantuk, tenggorokan sakit, sakit kepala, selaput lidah putih atau kuning, nadi mengambang dan cepat.

Tipikal manifestasi dari akumulasi panas toksin meliputi : malaise parah, demam tinggi, bisul bernanah, merah, panas dan nyeri; furuncle, carbuncle, abscess; abses parah di tonsil, mastitis akut; tinja bernanah dan berdarah; selaput lidah kuning dan bintik-bintik merah tersebar luas di lidah.

Otot Lidah Merah

PPL panas menembus masuk dalam ke badan dan berubah menjadi panas ekses atau api. Jika level qi atau yang ming terkena, maka gejala seperti demam tinggi, keringat banyak, takut panas, haus, gampang tersinggung, otot lidah merah adalah tanda panas di dalam. Otot lidah akan kering karena panas mengeringkan cairan dan selaput lidah menjadi kuning dan kering, menunjukkan hadirnya panas dan melukai cairan tubuh.

Jika level nutrisi terkena, otot lidah berubah warna menjadi merah tua dan menjadi kering. Tanda lidah ini tercermin dalam panas intensif di dalam. Hanya sebagian panas yang menetap di level qi sehingga selaput lidah tetap berwarna kuning. Namun, jika panas menembus lebih dalam ke level nutrisi, lidah akan sangat kering atau tidak memiliki selaput lidah. Sehingga, selaput lidah harus dipertimbangkan untuk mendapatkan diagnosis akurat sejauh mana patogen panas menembus masuk ke tubuh. Karateristik gejala panas di level nutrisi adalah demam panas yang makin parah saat malam, indistinct erythema, insomnia dan gelisah hati.

Demam panas, ruam kulit, tiba-tiba mimisan atau perdarahan di mulut, dan adanya darah di tinja atau urine adalah karakter dari panas menembus level darah. Di sini, darah bergerak ugal-ugalan, sehingga darah keluar dari pembuluh darah, yang terwujud dalam perdarahan tiba-tiba. Karena panas ekses, otot lidah berubah menjadi warna merah tua. Dan mungkin muncul duri-duri di permukaan lidah; tidak memiliki selaput lidah, atau menunjukkan sisa selaput lidah lama.  Warna lidah merah tua sering menunjukkan penyakit infeksi menular atau virus atau penyakit septik.

Tanda Lidah Berkaitan Dengan Panas Lembab

Selaput lidah kuning, tebal dan berminyak menandakan hadirnya panas lembab. Kualitas selaput dapat ditentukan dari kekuatan lembab dan panas yang hadir : Jika lembab lebih dominan, maka selaput akan lebih berminyak; dan jika panas lebih dominan, warna selaput akan lebih kuning. Jika warna kuning kusam yang muncul, maka panas-lembab sudah muncul di tubuh dalam waktu lama dan umumnya terletak di meridian yang ming.

PPL panas lembab dapat menimbulkan penyakit akut, khususnya di musim panas dan cuaca yang panas, lembab dan tropis. Panas lembab dapat menembus ke wei qi dan level qi, menyebabkan demam yang semakin parah saat sore, sakit kepala, tubuh terasa berat, dan badan pegal, ngilu. Saat serangan penyakit ini timbul, selaput lidah tetapi putih. Jika pengaruh patogen kuat atau menembus ke interior, maka selaput akan menjadi kuning dan berminyak, khususnya di lidah tengah.

Defisiensi qi limpa juga menuntun pembentukan panas lembab. Cairan berkumpul dan berubah menjadi lembab. Lembab yang dihasilkan dari dalam tubuh (bukan PPL), menghambat mekanisme qi di ciao tengah. Ini mengganggu fungsi lambung dalam menggerakkan hasil pencernaan padat dan cair keruh ke bawah. Akumulasi lembab dan stagnasi qi di ciao tengah menimbulkan panas. Proses ini biasanya terjadi pada pasien yang suka makanan berminyak, goreng, dan pedas. Konsumsi alkohol juga berkontribusi dalam proses ini. Jika akumulasi panas lembab berdasarkan defisiensi qi limpa, maka otot lidah menjadi pucat dan selaput kuning, berminyak dan terletak di ujung belakang lidah.

Panas lembab dapat berkumpul di seluruh tubuh. Karena sifatnya berat, panas lembab cenderung berkumpul di ciao bawah dan mengganggu aliran qi. Panas lembab biasanya mempengaruhi usus dan kandung kemih. Karakteristik  lidah dari patologi ini adalah selaput lidah kuning, berminyak, tebal di ujung belakang lidah dengan bintik-bintik merah besar menyebar.

Diagnosis lidah bukan merupkan alat yang sangat tepat untuk menunjukkan lokasi di mana letak panas lemba tersebut, saat gejala meliputi urin kuning, keruh dan sedikit, atau diare panas, berbau. Hadirnya selaput kuning, tebal, berminyak di ujung belakang lidah hanya memastikan hadirnya panas lembab, tetapi tidak menunjukkan lokasi di mana, di kandung kemih atau usus. Informasi hanya dapat diperoleh dari diagnosis lidah dan nadi tangan serta gejala yang diperoleh. Di ciao tengah, panas lembab menyebabkan sensasi penuh di epigastrium dan abdomen seperti abdomen kembung. Saat mempengaruhi lambung dan usus, gejala meliputi diare berbau busuk atau konstipasi; selaput lidah kuning, tebal, dan berminyak, khususnya di lidah tengah, mencerminkan akumulasi panas lembab di lambung.

Saat lembab berubah menjadi phlegm disimpan di paru-paru. Pembentukan phlegm panas di paru-paru dapat menghubungkan yang lain ke api membuat cairan menjadi mandek yang berdasarkan defisiensi qi limpa, atau PPL panas yang terkunci di paru-paru. Merokok atau konsumsi makanan pedas, panas memperberat patologi ini. Phlegm dan panas menarik aksi qi paru-paru yang bergerak ke bawah, hasilnya batuk keras dengan phlegm banyak dan kuning. Di sini, selaput lidah kuning dan berminyak; kadang kala sepertiga ujung depan lidah bengkak.

Organ hati dan kandung empedu khususnya rentan terhadap akumulasi panas lembab. Semua faktor yang disbutkan di atas, qi hati tegang dapat menyebabkan akumulasi panas lembab di meridian hati dan kandung empedu, atau hanya kandung empedu saja. Gejala kahs meliputi rasa pahit di mulut, rasa penuh dan nyeri di dada dan di bawah iga, mual, muntah, pusing dan penyakit kuning. Selaput lidah juga berwarna kuning, tebal dan berminyak. Sebuah variasi menarik yang muncul adalah garis bilateral di dekat tengah lidah, berindikasi panas lembab (panas dominan) di hati dan kandung empedu.

Tambahan, dalam kasus rematik– nyeri bi, ditandai dengan sendi yang bengkak dan panas– selaput lidah sering kuning dan berminyak. Disamping nyeri, merah, bengkak dan gerakan terbatas di sendi yang sakit, pasien sering merasakan sensasi berat di tubuh. Cuaca lembab dapat memperparah nyeri sendi pasien.

Lidah bengkak, berwarna merah/tua juga berindikasi panas lembab, walaupun jarang kelihatan. Jenis lidah ini sering terlihat bagi pasien yang konsumsi makanan berlemak atau alkohol banyak. Panas menyebabkan lidah merah, dan lembab menimbulkan bengkak di lidah.

Tanda Lidah Berkaitan Dengan Darah Statis

Otot Lidah Berwarna Keunguan/ Kebiruan

Darah statis biasanya bertanggung jawab terhadap kondisi meliputi nyeri. Saat pergerakan darah menjadi terganggu atau lambat, pasien akan merasakan nyeri tetap, tajam dan di titik yang sama, nyeri akan semakin parah saat malam atau istirahat. Ini dapat terjadi di tubuh bagian manapun. Contoh : jika terjadi di ciao atas, maka di daerah dada, jantung atau bahu. Jika di ciao tengah, maka akan terjadi nyeri tetap di perut atau ulu hati. Jika di ciao bawah, maka terjadi nyeri di perut bawah atau nyeri menstruasi yang sangat parah. Gumpalan keras, menetap atau tumor umumnya menandakan darah statis.

Warna otot lidah  biasanya secara akurat mencerminkan gangguan dari pergerakan darah. Warna alami lidah mengindikasikan aliran energi yang mengalir di tubuh. Jika qi lemah, maka darah tidak cukup mengalir di lidah sehingga otot lidah pucat. Sementara yang ekses, darah bergerak cepat dan keras ke seluruh tubuh, kepala dan lidah, sehingga otot lidah menjadi merah. Saat darah statis, pergerakan darah terganggu, sehingga otot lidah berwarna kebiruan. Kadang kala, kuku dan bibir juga kebiruan.

Dasar warna otot lidah menyediakan informasi tentang penyebab asal usul darah statis. Lidah pucat dan kebiruan mencerminkan defisiensi qi, di mana qi tidak kuat untuk menggerakkan darah; atau defisiensi darah, di mana darah statis disebabkan oleh perdarahan hebat. Lidah pucat, kebiruan, dan bengkak memberikan kesan darah statis berkaitan dengan akumulasi dingin inner (di dalam) hasil dari defisiensi yang ginjal; akibatnya : pergerakan darah tergganggu.

Pengaruh PPL (Penyebab Penyakit Luar) khususnya dingin, dapat menyerang lapisan terluar tubuh dan menyebabkan stagnasi darah di jaringan, otot dan sendi. PPL dingin juga dapat menembus lapisan lebih dalam di tubuh dan menyebabkan contoh : darah statis di rahim. Dingin mengentalkan darah dan menghalangi aliran menstruasi, menyebabkan menstruasi terlambat atau darah gelap, membeku.

Patogen panas bekerja melalui cara yang berbeda. Darah dikentalkan oleh penguapan di mana panas terjadi di level darah, terjadi penguapan cairan, dan darah menjadi kental. Patogen panas melukai cairan dan menipiskan darah. Sehingga, darah menjadi kurang, tipis dan kental, menghasilkan darah statis. Dalam kasus ini, otot lidah menjadi merah kebiruan.

Warna kebiruan kadang kala muncul di sebagian lidah, artinya, sisa otot lidah memiliki warna normal. Dalam kasus ini, sinshe harus melihat detail gambar topografi lidah untuk menentukan area yang terkena dampak. Warna kebiruan di ujung lidah mengindikasikan darah jantung statis. Jika otot lidah berwarna pucat, maka penyebab dasarnya adalah defisiensi yang jantung. Jika sisi lidah berwarna merah kebiruan, maka ini adalah darah hati statis dengan panas hati muncul. Prosedur diagnostik dapat diterapkan pada titik-titik biru atau noda tunggal di lidah. Namun, ada pengecualian pada setiap aturan, dan area yang berubah warna sebagai hasil dari darah statis di organ tertentu tidak selalu muncul di area lidah yang berkaitan dengan organ tersebut. Contoh dari pengalaman praktek saya.

Seorang pasien datang karena merasa kelelahan. Lidah memiliki bentuk normal, dan warnanya pucat. Di samping ujung depan lidah, terlidah noda kebiruan. Karena letaknya, saya menduga bahwa ini adalah bentuk darah statis di ciao atas. Pasien diminta melakukan pemeriksaan umum (general examination) dan tes darah di laboratorium. Hasilnya, tidak ditemukan masalah/kejanggalan di ciao atas, tetapi dua fibroid uterus ditemukan. Dalam kedokteran Cina, uterine fibroid berkaitan dengan darah statis di rahim. Noda biru di lidah, menunjukkan darah statis, tetapi bukan di area lidah yang seharusnya –ujung belakang lidah. Menariknya, tiga tahun kemudian, pasien kembali datang dan membawa foto rontgen dan menderita sirosis hati (tanpa diketahui asal penyebabnya). Contoh ini menggambarkan bahwa sinshe/praktisi tidak harus kaku dalam mendiagnosis lidah.

Sumber penyebab penting darah statis termasuk luka, patah tulang, operasi dan aborsi. Jika luka sangat serius, maka otot lidah menunjukkan perubahan warna kebiruan dalam beberapa hari. Tapi harus ditekankan bahwa warna lidah tidak selalu berubah, meskipun ada kemungkinan berbeda dengan luka fisik akibat darah satis. Dalam beberapa kasus, darah statis hanya terlihat di pembuluh sublingual lidah buncit, dan warna otot lidah tidak berubah. Tambahan, walaupun lidah menunjukkan area kebiruan, pembuluh sublingual buncit, belum pasti menunjukkan darah statis. Sinshe/praktisi harus melihat diagnosis lain untuk menentukan jenis penyakit.

Diskusi : Darah statis seringkali muncul dari ketegangan qi hati. Jika pasien tidak menyelesaikan tekanan emosi, maka ada bahaya ketegangan qi menjadi darah statis. Pada wanita, patologi ini muncul dalam bentuk nyeri menstruasi. Dalam jangka panjang, darah statis berkontribusi dalam akumulasi ‘material’ yang meletakkan dasar dari gumpalan : uterine fibroids, benjolan, tumor

Perubahan Warna Kebiruan Pada Sebagian Lidah

Darah berkumpul di setiap jaringan dan organ. Pergerakan qi yang kurang melewati organ, khususnya jantung, hati, lambung, dan rahim, berkontribusi terhadap perkembangan darah statis. Lokasi darah statis seringkali dapat disimpulkan dari area, bintik tunggal atau banyak, serta bercak kebiruan di lidah.

Patogen panas dalam jangka panjang melukai darah, khususnya komponen cairan, dapat berkontribusi terhadap darah statis di organ jantung. Nyeri di tulang dada tiba-tiba, perasaan sempit di dada, sesak nafas, bibir kebiruan, dan muka kebiruan adalah ciri-ciri jenis patogen panas. Darah statis di jantung dengan dasar panas, ujung lidah akan berwarna merah kebiruan, atau ada bintik kebiruan atau merah tua. Emosi ekstrim bertahun-tahun, guncangan jiwa, konsumsi alkohol dan nikotin kebanyakan adalah penyebabnya.

Saat darah statis jantung berkaitan dengan dasar defisiensi yang jantung, maka ujung lidah akan berwarna pucat semburat kebiruan. Defisiensi yang jantung hanya dapat berasal dari defisiensi yang ginjal. Kurangnya gerakan yang dalam beberapa kasus mengganggu sirkulasi darah. Nyeri di dada adalah salah satu efeknya. Namun, pola ini berbeda dari darah statis jantung di mana tangan kaki dingin dan takut dingin. Pasien akan merasa mudah capek dan sedikit pergerakan daripada yang menderita darah statis jantung.

Penyebab lain darah statis adalah ketegangan qi hati. Di sini, darah statis hati tercermin dalam warna kebiruan pada sisi lidah, dengan warna otot merah atau pucat. Emosi yang tidak terselesaikan, perasaan tertekan dan keinginan yang tidak terpenuhi mengganggu aliran qi hati. Karena organ hati memerintah penyimpanan darah dan distribusi darah, ketegangan qi hati dapat mencetuskan pergerakan darah tak terkontrol. Sehingga, darah statis hati, di satu sisi menyebabkan mimisan tak terduga, dan di sisi lain siklus menstruasi terlambat. Organ hati memiliki hubungan dekat dengan organ CV dan chong mai. Darah statis organ hati dapat mempengaruhi fungsi meridian ini, contoh : nyeri menstruasi. Mekanisme yang sama dapat ditemukan dalam formasi uterine fibroids, juga tumor jinak menurut kedokteran Cina di mana darah menjadi mengental, membeku dan mandek. Pembuluh lidah sublingual yang buncit dan lekukan di ujung luar lidah, sering ditemukan pada wanita yang menderita penyakit ini. Cukup menarik, warna kebiruan di sisi lidah sangar jarang terjadi dalam kasus ini, walaupun sisi lidah mencerminkan fungsi organ hati, dan pembentukan uterine fibroids berkaitan erat dengan darah statis organ hati dan stagnasi meridian chong mai.

Warna kebiruan di sisi lidah dengan otot lidah merah mengindikasikan panas di organ hati, yang dapat menyebabkan darah statis organ hati. Dalam kasus ini, panas mengentalkan dan menggumpalkan darah. Pasien dengan hepatitis B atau C, pinggir lidah sering merah dan menggulung karena panas di organ hati. Jika sisi lidah berwarna merah tua atau kebiruan, berarti darah stasis hati berkembang. Satu penelitian menemukan bahwa sirosis mulai berkembang pada sel hati.

Penelitian lain menunjukkan bahwa area kebiruan di sisi lidah mengarah ke patologi organ hati; tetapi tidak menyimpulkan bahwa pasti adanya tumor jinak muncul. Namun, terapis/sinshe harus mencatat intensitas kebiruan di lidah serta diagnosis lain untuk mengetahui indikasi seberapa parahnya penyakit.

Nyeri lambung parah dan tajam dapat menunjukkan darah statis di lambung. Diagnosis ini ditegaskan dengan adanya warna kebiruan di tengah lidah. Karena ini adalah kondisi ekses, maka konsumsi makanan, atau memijat (menekan) atau menghangatkan akan memperberat rasa nyeri.

Pembuluh Sublingual Buncit

Kita akan membahas pembuluh yang berada di bawah lidah. Ada dua pembuluh darah menonjol, berada di sisi frenulum. Jika ujung lidah digulung sampai ke langit-langit, dua pembuluh terlihat sedikit. Praktisi/Sinshe dapat mengumpulkan informasi tentang darah statis dari warna, ukuran dan tingkat kebuncitan pembuluh sublingual. Tanda ini, memberikan informasi sedikit tentang lokasi darah statis. Kedokteran Barat melihat pembuluh vena sublingual buncit sebagai tanda statis di vena balik terjadi, seperti : defisiensi jantung kanan. Kedokteran Cina, juga menilai pembuluh darah ini sebagai darah statis di ciao atas.

Intensitas warna dan buncit pembuluh sublingual, kombinasi dengan tanda lidah lain, menyediakan gambar tentang tingkatan darah statis di seluruh tubuh. Tingkat keparahan darah statis tergantung dari warna lidah dan besarnya buncitnya pembuluh darah. Kadang kala, pembuluh ini tebal, keras dan bengkak. Jika berwarna biru tua, berarti darah statis sangat parah.

Otot lidah kebiruan, juga tanda darah statis, tidak selalu muncul saat pembuluh sublingual. Bahkan, penyakit yang mengancam jiwa seperti metastizing carcinomas, umumnya bergabung dengan darah statis kronis, otot lidah belum tentu berubah warna biru. Dalam kasus ini, umumnya pembuluh sublingual buncit.

Maciocia memandang pembuluh vena sublingual buncit yang muncul dengan kombinasi warna lidah normal adalah indikasi awal gangguan qi dan darah. Ini dapat diperluas lebih lanjut. Wanita dengan fibroid uterus atau kanker serviks positif biasanya memiliki warna, bentuk lidah normal, tapi pembuluh vena sublingual sangat besar. Pembuluh darah terlihat juga terlihat saat meridian chong mai menderita darah statis jangka panjang, seperti : pelecehan seksual atau aborsi banyak. Namun, jika pembuluh vena tipis dan warnanya terang, darah statis tidak serius. Bukti diagnosis harus diperhitungkan saat memeriksa pasien yang menderita gangguan menstruasi, keguguran atau ketidaksuburan.

Luka seperti patah tulang atau puntiran di otot, tendon mengganggu sirkulasi darah, menghasilkan stagnasi darah lokal di meridian, otot atau sendi. Jenis darah statis ini dangkal dan biasanya ditemukan secara sepihak. Jika muncul di lidah sepihak, pembuluh sublingual bengkak. Sekali lagi, sisi yang terluka dan pembuluh sublingual buncit tidak bersamaan.

Akumulasi phlegm atau panas lembab di tubuh mudah diamati di pembuluh sublingual. Pada kasus ini, pembuluh sublingual merah kebiruan dan berkilau.

Tanda lain meliuputi bintik bintu, hitam atau gelap. Tanda ini mengindikasikan darah jantung statis yang terwujud dalam penyakit jantung koroner, atau penyakit organ hati seperti hepatitis kronis, sirosi hati, atau kanker hati.

Lidah yang Berhubungan dengan Ketidakharmonisan di Organ Hati

Lidah yang berhubungan dengan naiknya Yang hati dan api hati

Di artikel sebelumnya telah dibahas bentuk lidah yang berhubungan dengan defisiensi yin  dari organ yin dan lambung. Pola organ hati, adalah pengecualian karena tidak ada pola defisiensi yin hati yang independen/mandiri. Yin jantung dan hati memiliki akar dan intisari yang sama, yang menutrisi kedua organ yin. Defisiensi yin ginjal selalu menimbulkan defisiensi yin hati; dan defisiensi darah hati dalam jangka panjang juga menimbulkan defisiensi yin hati.

Jika yang hati tidak terkontrol oleh yin ginjal dan hati, maka akan naik ke kepala. Dengan demikian, defisiensi yin bisa berkembang menjadi kondisi ekses; naiknya yang hati. Sakit kepala, pusing dan tinnitus adalah beberapa gejala karakter dari naiknya yang hati. Gejala lain seperti mulut dan tenggorokan kering mungkin muncul sebagai konsekuensi dari defisiensi yin hati dan ginjal.

Karena sifat dinamis dari yang, api, qi dan darah menderita dari naiknya yang hati atau api hati yang menyebabkan semuanya (api, qi, darah, yang) bergerak hebat yang menimbulkan amarah, mimisan, muka merah atau tiba-tiba pusing. Pergerakan ini tercermin dalam bentuk dan warna otot lidah. Otot lidah akan berwarna merah, khususnya kasus api hati, mencerminkan panas ekstrim karena darah bergerak ugal-ugalan. Bentuk lidah akan membengkak karena pergerakan intens cairan. Semua akan terlihat di sisi lidah, yang bertanggung jawab terhadap hati. Sehingga, kasus naiknya yang hati atau api hati, sisi lidah menjadi lebih merah dari otot lidah, dan sisi lidah lebih bengkak.

Sangat susah membedakan antara naiknya yang hati dan api hati berdasarkan diagnosis lidah saja, karena ini adalah masalah tingkatan. Tepi lidah cenderung lebih berwarna merah (tua) dan kering pada kasus api hati daripada naiknya yang hati. Yang pertama ditandai dengan panas ekses di hati. Lidah kering muncul dari panas intens yang melukai cairan. Tambahan, naiknya yang hati terutama berkembang dari defisiensi yin ginjal, sehingga otot lidah mungkin muncul retakan atau selaput lidah yang tidak berakar.

Kadang-kadang, ada bintik-bintik merah di sepanjang garis di tepi lidah. Ini mungkin menunjukkan hadirnya api hati atau naiknya yang hati, atau panas berkembang di organ hati. Bintik-bintik merah harus dibedakan dari area yang muncul. Jika muncul di tengah lidah, berarti panas lambung, kondisi yang tidak umum.

Jika yin, khususnya yin hati, tidak dinutrisi dengan tepat oleh darah hati, panas akan berkembang di organ hati dan yang hati akan naik. Di samping kondisi ekses hati, otot lidah sering tetap pucat dan tipis. Tetapi di tepi sisi lidah, sering merah dan adanya bintik-bintik merah. Wanita yang kehilangan banyak darah karena menstruasi akan berkembang kondisi defisiensi darah hati, atau tidak lama sesudahnya, defisiensi yin hati. Sakit kepala di dahi dan pelipis atau migrain yang terjadi saat menstruasi, menunjukkan naiknya yang hati.

Ringkasan, lidah tidak selalu mencerminkan munculnya naiknya yang hati. Diagnosis nadi tangan dan gejala yang muncul harus diikutsertakan untuk pemeriksaan diagnosis.

Diskusi : Defisiensi yin ginjal jangka panjang bisa menimbulkan naiknya yang hati dan hambatan qi hati dapat menimbulkan api hati. Patologi nyata terlihat dalam perubahan sisi tepi lidah: merah atau merah tua dan sisi lidah melengkung, atau bintik-bintik merah tua. Kombinasi dari hambatan qi yang sudah ada sebelumnya dan seringnya konsumsi makanan berlemak dan alkohol dengan cepat membentuk panas lembab di hati dan kandung empedu. Patologi tercermin dalam selaput lidah kuning, berminyak,  tebal dan kering.

Tanda Lidah Berhubungan dengan Hambatan Qi hati dan perkembangan panas

Banyak orang mengalami tekanan hidup sehari-hari sehingga menghambat aliran qi hati. Frustasi, marah dan tertekan menimbulkan stagnasi hati, yang terbentuk dalam gejala sakit cemas, merasa sesuatu tersangkut di tenggorokan, suasana hati berubah-ubah. Hambatan qi hati jangka panjang dengan mudah berubah menjadi panas hati. Panas mewakili tahap menengah antara api hati dan naiknya yang hati.

Qi hati bisa mengikat qi di ciao tengah, sehingga dada dan perut terasa penuh/tertekan. Panas dalam berkembang saat qi tidak mengalir bebas, dan qi yang terhambat tidak bisa mengalir. Ini menghambat sirkulasi qi di anggota gerak (kaki, tangan), sehingga jari tangan dan kaki dingin. Dalam situasi ini, badan pasien terasa hangat (tidak dingin) dan pasien tidak merasakan kedinginan. Proses ini terlidah dari lidah yang merah dan sisi lidah melengkung.

Intensitas hambatan qi hati tergantung pada situasi tertentu; gejala terkait juga terjadi dalam fluks/aliran konstan. Kadang-kadang pasien mengeluh kentut, BAB susah, keras dan kering. Di hari lain pasien menderita depresi dan feses lembek.

Diskusi : Saat qi hati terhambat karena tekanan mental, ini menjadi patologi utama walaupun adanya kelemahan qi limpa di saat yang bersamaan. Tipe lidah ini adalah otot lidah pucat, sisi lidah merah dan melengkung. Gejala meliputi rasa penuh di perut, kentut, konstipasi, rasa nyeri di bawah rusuk. Ketidakseimbangan energi dapat cepat memproduksi panas, dalam kasus ekstrim meliputi api hati seperti pusing dan cepat marah.

Karena pemberontakan tranversal qi hati, kondisi defisiensi juga bisa berkembang terutama jika adanya defisiensi qi limpa. Dalam kasus otot lidah pucat dengan tepi lidah meringkuk, dengan warna sama. Gejala utama meliputi kurang nafsu makan, lelah, feses lembek, rasa sakit atau tertekan di bawah tulang rusuk.

Lidah Yang Berhubungan Dengan Angin Yang Dihasilkan Internal

Gejala sering tiba-tiba terjadi dan ditandai oleh gemetar dan tremor, kejang, vertigo, otot gerenyet, tiba-tiba kebas, atau tertawa terbahak-bahak menandakan pergerakan internal angin. Penyakit disebabkan angin yang dihasilkan internal dapat menyebabkan kerusakan serius di belakangnya. Namun, ada sedikit peringatan yang memberi tanda pada pendekatannya, salah satunya lidah yang bergerak terus: ketika lidah dijulurkan, lidah bergerak dari satu sisi ke sisi lain. Kalau tidak, pasien tidak mampu menjulurkan lidah sepenuhnya, dan akan menarik kembali untuk dijulurkan lagi.

Otot lidah yang terasa kaku, berwarna sangat merah atau selaput lidah yang tebal, berminyak juga mencerminkan pembentukan angin internal. Ini adalah tanda lidah yang penting, terutama dirangkaikan dengan simtom lain yang sesuai.

Secara klinis, angin yang dihasilkan internal sering terjadi pada paseien yang mengalami defisiensi yin ginjal jangka panjang, yang bisa menyebabkan naiknya yang hati. Seringkali kemarahan atau pertengkaran yang parah cukup untuk memicu pergerakan angin internal yang tidak terkendali, yang menyebabkan lidah miring.  Tiba-tiba pingsan, kejang atau mata dan mulut menyimpang (sejenis stroke) merupakan ciri-ciri khas angin dihasilkan internal. Sebagai aturan, otot lidah merah dan kering karena defisiensi yin ginjal sebagai dasarnya.

Otot lidah pucat dan miring berarti defisiensi darah hati menghasilkan angin dalam. Lidah pucat mencerminkan defisiensi darah hati, sementara lidah miring menunjukkan angin dalam. Gejalanya tipe defisien angin dalam tidak separah tipe ekses. Gejala meliputi rasa kebas di anggota gerak, tics (gerakan tidak terkontrol dan terus berulang), dan sedikit tremor di kepala dan tangan.

Lidah yang pucat dan miring dapat juga terjadi pada kasus PPL angin dingin yang memblokir jaringan di muka, yang menyebabkan facial paralysisi. Saat angin phlegm menyebabkan pusing, kesemutan, sakit kepala bahkan angin stroke, lidah mungkin miring dan selaput lidah tebal, dan berminyak.

Angin dalam dapat juga muncul dari PPL panas ekses. Ini menyebabkan penyakit yang ditandai oleh demam tinggi. Panas menembus hingga level darah dan menimbulkan ruam kulit, seperti petechia yang muncul di penyakit meningitis. Angin dalam bertanggung jawab atas kejang atau kaku di leher. Lidah juga miring dan berwarna merah, dengan bintik-bintik merah yang menujukkan panas di darah dan hadirnya toksin panas.

Diskusi : Angin dalam hanya terjadi saat disharmoni energi di badan dalam jangka panjang. Semua faktor penyebabyang menyebabkan defisiensi yin dan darah ginjal dapat menyebabkan terbentuknya angin hati internal, atau berkontribusi terhadap pergerakan angin dalam di jaringan. Darah statis, phlegm, panas lembab merupakan faktor lain yang berperan dalam pembentukan angin dalam. Karena darah statis, otot lidah menjadi kaku atau miring dan warna kebiruan. Panas lembab dan phlegm berkaitan dengan selaput lidah kuning dan berminyak.

Jenis Lidah Berkaitan Dengan Defisiensi Darah Hati

Defisiensi qi limpa jangka panjang biasanya menyebabkan defisiensi darah. Ini khususnya mempengaruhi hati, organ yin yang berfungsi penting dalam menyimpan darah. Jika darah terlalu sedikit diproduksi, atau terlalu banyak darah terbuang (contoh perdarahan menstruasi), organ hati dapat berkembang menjadi defisiensi darah. Jika ketidakmampuan organ CV dan chong mai untuk menyuplai darah, maka darah menstruasi menjadi sedikit atau tidak ada menstruasi sama sekali. Karena darah memiliki fungsi melembabkan, defisiensi darah hati dapat menyebabkan kekeringan di rambut, mata, kulit sehingga mata menjadi kabur dan kuku menjadi rapuh.

Defisiensi terwujud dalam otot lidah pucat dan kering dengan sisi lidah pucat; dalam kasus yang parah menjadi warna jingga/oranye. Ini berindikasi defisiensi darah sangat parah sehingga yin ginjal juga terpengaruh. Ini terjadi karena darah adalah bagian dari yin. Defisiensi yin ginjal, dalam satu waktu mempengaruhi esensi cing. Jika ini terjadi, otot lidah menjadi tipis, mengindikasikan berdasarkan defisiensi darah, dengan otot lidah merah dan tepi lidah pucat.

Defisiensi darah, khususnya setelah kehilangan darah banyak, menyebabkan defisiensi qi. Saat qi kurang, maka pergerakan darah menjadi lambat dan dalam jangka panjang menjadi darah statis. Otot lidah pucat dengan pembuluh sublingual biru mengindikasikan patologi ini.

Lidah Yang Berkaitan Dengan Masalah Jantung

Defisiensi yin jantung sering muncul pada orang lanjut usia. Gejala yang disebabkan oleh defisiensi ini cenderung mengalami gangguan tidur, mulut kering (saat malam), dan meningkatnya gelisah/cemas. Kekuatan yin ginjal yang berkurang, kurang mampu menutrisi yin jantung, adalah sifat fisiologis dari umur tua. Jantung berunsur api dan dekat dengan patogen panas. Sebagai pendinginan, kualitas yin penenang berkurang, panas cenderung meningkat cepat. Defisiensi yin jantung dapat juga terjadi pada orang muda dan berkaitan dengan masalah emosional jangka panjang, kegembiraan konstan dan agitasi, stress, gaya hidup sibuk, penggunaan narkoba, atau kondisi badan lemah karena jantung.

Penting untuk memeriksa bentuk dan warna ujung lidah, karena ini mencerminkan energi organ jantung. Ujung lidah yang bengkak dan berwarna merah menunjukkan panas yang menyala dari defisiensi jantung. Otot lidah merah, ada retakan di ujung lidah; atau retakan panjang di tengah lidah serta selaput lidah terkelupas dan otot merah, menunjukkan defisiensi yin jantung.

Defisiensi darah, umumnya ditemukan pada wanita, dapat menimbulkan defisiensi darah jantung. Jantung tergantung kepada kecukupan darah untuk menyokong fungsi menyimpan jiwa/shen. Saat jantung dirampas dari asupan nutrisi, maka pasien akan measa gelisah dan/ atau insomnia. Umumnya, defisiensi darah jantung dan yin jantung memiliki gejala simtom yang mirip seperti palpitasi, gelisah, pelupa, mimpi berjalan. Namun, keduanya dapat dibedakan dari cara tidur dan tanda lidah. Dalam kasus defisiensi darah jantung, pasien merasa susah tidur, tetapi dia akan teruus tidur selama malamnya. Karena darah tidak mampu menutrisi lidah, maka warna otot lidah pucat. Sedangkan, dalam kasus defisiensi yin jantung, pasien akan sering terbangun saat malam dan gelisah. Warna otot lidah juga cenderung merah.

Dalam jangka panjang, defisiensi darah jantung  dapat berubah menjadi panas dari defisiensi jantung. Karena darah adalah bagian dari yin, maka satu waktu defisiensi darah jantung dapat mempengaruhi yin jantung. Keduanya dapat dilihat dari lidah, ujung depan lidah berwarna merah dan otot lidah keseluruhan berwarna pucat (defisiensi darah jantung dengan panas menyala dari defisiensi) atau patologis dapat dilihat dari perubahan bentuk di ujung depan lidah.

Gejala panas atau api dari defisiensi jantung adalah mudah gelisah, palpitasi dengan rasa cemas, insomnia, mudah tersinggung, serta mulut dan tenggorokan kering– lebih banyak muncul pada defisiensi yin jantung daripada defisiensi darah jantung. Dalam kasus-kasus sebelumnya, otot lidah akan merah dan ujung lidah yang sangat merah, atau dengan tambahan, selaput terkelupas dengan retakan panjang di tengah lidah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tanda lidah berhubungan dengan lemahnya jantung. Kondisi ini ikut berkontribusi membentuk panas di jantung atau defisiensi yin jantung.

Dalam kasus defisiensi yang jantung, otot lidah menjadi pucat, bengkak dan basah. Disamping capek dan kelelahan, pasien akan sering mengalami nafas pendek setelah beraktivitas. Jika defisiensi yang ginjal juga ada, maka pasien akan merasa tubuhnya kedinginan.

Tanda Lidah Berkaitan Dengan Kelemahan Jantung

  • Otot Lidah Panjang

Otot lidah panjang, besar dan warna otot pucat / merah pucat masih menandakan kondisi tubuh normal hingga kuat. Dalam aturan, harusnya lidah itu tipis/ kecil. Jika ujung lidah mengarah ke warna merah,, biasanya menunjukkan kelemahan jantung. Jika otot lidah merah atau merah di permukaan lidah, ini mengindikasikan munculnya panas dalam. Panas tidak hanya mengeringkan cairan tubuh, tetapi juga menggerakan qi dan darah dengan kuat. Pergerakan qi dan darah menyebabkan lidah lebih lebih panjang dari normal saat dijulurkan. Mekanisme yang berlawanan saat lidah pendek dan pucat. Dingin melambatkan aliran qi dan darah sehingga lidah berkerut dan pendek.

Otot lidah panjang, berwarna merah sering muncul bersama dengan otot lidah kaku. Panas jangka panjang menguras yin dan cairan, menyebabkan otot lidah kaku, kering dan keras. Di sisi lain, akumulasi yin (lembab) bertanggung jawab terhadap otot lidah lembek dan bengkak.

Diagnosis panas di jantung ditegaskan dengan munculnya otot lidah panjang dengan ujung depan merah. Ini tidak mengejutkan, sehingga sering otot lidah panjang bergabung dengan warna otot lidah merah. Tingkat ketipisan (sempit) lidah tergantung dari berapa banyak cairan dan yin yang terluka. Umumnya, otot lidah panjang, merah dan kaku cenderung menunjukkan defisiensi yin. Lebih jauh, karena defisiensi yin menghasilkan panas dari defisiensi, dengan mudah mempengaruhi jantung, oto lidah panjang secara khusus menunjukkan ketidakseimbangan unsur api.

Lidah dengan retakan panjang di tengah lidah sampai ujung depan

Retakan di tengah lidah sering diterjemahkan sebagai defisiensi yin lambung. Biasanya retakan muncul di pertengahan lidah, panjang dan dalam. Konstitusi jantung lemah juga dapat muncul berupa retakan panjang di tengah lidah. Tetapi, retakan ini lebih panjang dari biasanya. Retakan ini muncul dari ujung belakang sampai ujung depan lidah. Jika otot lidah pucat atau normal, dan retakan tipis, kemungkinan tidak ada patologi. Retakan mungkin menunjukkan adanya kelemahan konstitusi di jantung. Jika otot lidah berwarna sangat merah dan retakan di tengah lidah sangat dalam, kemungkinan munculnya api jantung. Biasanya muncul rasa gelisah, gampang tersinggung, palpitasi, dan sariawan. Jika selaput lidah berwarna kuning, berminyak, ini berarti api phlegm  mengganggu jantung. Dalam kasus ini pasien akan gelisah, kacau, temperamen, dan gila. Terakhir, otot lidah merah tanpa berujung atau selaput lidah terkelupas dengan retakan panjang di tengah lidah menunjukkan defisiensi jantung dan yin ginjal.

Kelemahan konstitusi jantung tidak berarti kelemahan organik jantung. Dalam tipe lidah di atas cenderung menunjukkan kelemahan mental atau emosional, sering melankolis, menangis, emosi tidak stabil, ketakutan sejak anak-anak, depresi. Namun, jika dengan gaya hidup yang tepat, gejala simtom ini tidak akan muncul atau tidak parah walaupun hadirnya retakan di tengah lidah.

Catatan : Retakan di tengah lidah sampai ujung depan adalah indikasi dari konstitusi lemah dari jantung cenderung berkembang menjadi panas jantung. Pasien dengan tipe lidah ini cenderung menderita gelisah dan kehidupan overaktif. Jika kondisi ini diperparah dengan phlegm-panas, pasien akan menderita emosi yang tidak tepat, dalam kasus ekstrim menjadi gangguan jiwa.

Tanda Lidah Berkaitan Dengan Defisiensi Darah Jantung

Defisiensi darah akan menurunkan suplai darah ke lidah, sehingga lidah menjadi pucat dan kering. Ada tiga manifestasi yang terlihat dari patologi lidah ini:

  1. Ujung lidah normal adalah berwarna merah atau banyak titik merah, kecil dan halus sehingga lidah kelihatan pucat atau merah pucat. Ujung depan lidah berwarna agak merah adalah normal dan penting, mencerminkan komunikasi baik antara api ming men dan jantung. Fisiologis api ming men menyebabkan sedikit merah pada ujung lidah. Tetapi, jika warna merah yang sangat kuat di ujung lidah berarti menunjukkan adanya panas di jantung. Semakin merah ujung lidah menunjukkan kekuatan panas, yang tercermin dalam gejala yang terkait.
  2. Otot lidah pucat atau merah pucat dengan ujung lidah sedikit keriting ke bawah menunjukkan defisiensi jantung. Saat bergabung dengan otot lidah pucat, suasana hati cenderung depresi.
  3. Dalam penilaian saya, otot lidah pucat dengan ujung lidah mengerut juga mencerminkan defisiensi darah jantung dan cenderung defisiensi yin jantung. Tanda ini juga mencerminkan kurangnya “zat” yang mengisi di ujung lidah, sehingga ldah mengecil dariukuran biasa. Patologi yang berbeda meliputi lidah yang panjang dan ujung lidah runcing masuk ke dalam (membentuk huruf W). Dalam kasus ini, panas melukai darah, yin, cairan, merampas “zat” di ujung lidah. Munculnya panas atau api di jantung membuatnya lebih kuat dan bertenaga , hasilnya benjolan ekstrim di lidah, terbalik dengan otot lidah pucat dan kering.

Ujung lidah depan yang menderita gangguan emosi dalam jangka panjang seperti depresi umumnya ujung lidah mengerut. Walaupun tidak ada referensi untuk bentuk lidah ini dalam kepustakaan, mungkin ada cara lain untuk menafsirkannya dalam praktek klinis. Ujung lidah yang mengerut (bentuk W) dapat menunjukkan disfungsi rahim (bao mai). Ini adalah fungsi dari meridian chong mai, yang mengirimkan qi dan darah jantung ke rahim. Saat meridian internal terbebas dari hambatan apapun, darah menstruasi akan mengalir bebas dan jantung dapat berkomunikasi bebas dengan rahim. Karena hubungan antara jantung dan nrahim, saat defisiensi darah jantung, maka terjadi malnutrisi di rahim. Ujung lidah mengerut (bentuk W) dapat juga berindikasi hambatan di meridian chong mai, mengganggu kelancaran darah jantung ke rahim. Sering menemukan jenis lidah ujung lidah mengerut (bentuk W), bengkak, dan pembuluh vena sublingual biru, yang berarti kemungkinan darah statis di rahim. Pasien dengan jenis lidah ini mengalami gangguan masalah menstruasi, khususnya nyeri dan fibroid uterus.

Catatan : Umumnya, dapat dibilang bahwa defisiensi qi limpa tidak hanya menyebabkan akumulasi lembab saja tetapi juga berkontribusi terhadap defisiensi darah jantung. Ini khusus terjadi pada pasien yang mengalami ketegangan fisik dan mental ekses. Lekukan di ujung lidah (huruf W) adalah indikasi penting dari defisiensi qi limpa dan darah jantung.

Tanda Lidah Berhubungan dengan Panas Jantung

Warna sedikit merah di ujung lidah karena papila lidah kemerahan. Ini menandakan normal saat lidah berwarna merah pucat. Ini menunjukkan komunikasi antara jantung dan ming men berfungsi. Ming men menghangatkan jantung dan menyokong jantung merumahkan shen/ jiwa. Lidah pucat tanpa ujung lidah sedikit merah menunjukkan jiwa yang lemah atau defisiensi yang jantung.

Ujung lidah merah muncul saat sakit adalah hasil dari faktor internal (contoh : ketegangan dan depresi qi jangka panjang, tekanan emosi kuat dan konsumsi obat-oobatan seperti kokain dan ekstasi) menunjukkan adanya api atau panas di jantung. Tingkat intensitas warna merah di otot lidah memiliki pengaruh diagnostik signifikan terhadap ujung lidah merah. Jika ujung lidah sangat merah atau merah tua, intensitas merah di otot lidah mencerminkan parahnya patologi. Tipe lidah ini bergabung dengan palpitasi jantung kuat, sariawan, rasa panas di tubuh, gelisah dan insomnia. Munculnya api jantung juga menghasilkan agitasi yang menguat dan kejernihan mental berkurang.

Tambahan warna merah sangat kuat di ujung lidah, dalam kasus ekstrim ujung lidah sedikit bengkak. Di sini, panas ekstrim menggumpalkan cairan yang berubah menjadi api-phlegm di jantung, yang bisa menjadi gangguan kejiwaan yang sangat serius.

Gejala berhubungan dengan panas dari defisiensi yin jantung tidak separah dengan api jantung. Dalam kasus ini, ujung lidah akan merah, tetapi otot lidah sering merah dengan selaput lidah terkelupas  karena defisiensi yin jantung berkaitan erat dengan defisiensi yin jantung.

Defisiensi darah jantung dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan defisiensi yin jantung, yang dapat menimbulkan panas dari defisiensi jantung. Ini akan tercermin dalam otot lidah tidak merah, tetapi ujung lidah terlihat sangat merahatau ujung lidah menggulung ke atas.

Panas di jantung umumnya disebabkan terlalu banyak stress dan gaya hidup sibuk, khususnya jika bergabung dengan kehidupan emosi yang tidak terpenuhi. Konstan, rasa penyesalan dan cemas jangka panjang lambat laun menyebabkan pembentukan panas di jantung. Banyak pasien dengan tipe lidah ini menderita insomnia. Penyesalan dan cemas ekses, dalam jangka pendek, menyebabkan panas di jantung, mengganggu fungsi menyimpan jiwa, dan terwujud dalam ujung lidah yang lebih merah.

Secara umum, penting untuk menilai kemerahan ujung lidah dalam kaitannya dengan intensitas kemerahan otot lidah. Api jantung memiliki akibat lebih serius jika otot lidah merah dibandingkan berwarna pucat.

Juga penting membedakan warna ujung lidah merah yang disebabkan panas di jantung dengan bintik-bintik merah di ujung lidah yang disebabkan angin panas internal. Contoh : Infeksi akut seperti tonsilitis atau bronkitis. Lebih sering, bintik-bintik ini terlihat lebih segar, lebih besar dan kasar daripada bintik-bintik yang dihasilkan oleh panas dari jantung. Tambahan, bintik-bintik ini berkaitan dengan angin panas eksternal yang tidak terletak pada ujung lidah saja tetapi juga di sepertiga lidah depan yang mencerminkan fungsi paru-paru. Penampilan bintik-bintik merah menunjukkan panas masih tertinggal di lapisan luar tubuh.

Otot lidah merah tua dengan ujung lidah sangat merah disebabkan toksin panas masuk ke level nutrisi dan darah. Untuk membedakan bintik merah ini dengan paragraf di atas tidaklah sulit. Gejala akut dari toksin panas adalah demam panas, ruam kulit, mimisan, darah di urin, gelisah bahkan pingsan dan koma.

Diagnosis lain arti dari bintik merah lidah diuji coba dari 500 pasien di rumah sakit Gui Yang. Hasilnya, ditemukan bahwa bintik merah di ujung lidah merupakan ekspresi hambatan qi hati. Investigasi menunjukkan korelasi langsung antara bintik merah dengan ketidakmampuan beberapa pasien dalam menunjukkan emosi mereka. Ini tidak mengejutkan, karena hambatan qi hati dalam jangka panjang menimbulkan pembentukan panas yang akhirnya mengganggu jantung.

Investigasi klinis lain menunjukkan hubungan antara bintik merah di ujung lidah dengan menstruasi. Ini diamati antara tiga hingga tujuh hari datangnya menstruasi dengan papila lidah yang membengkak, penuh dengn darah dan berubah merah. Hasil pengamatan, papila lidah menjadi semakin merah saat hari pertama menstruasi; dan papila lidah semakin mengecil dan pucat saat menstruasi di hari ketiga hingga ketujuh. Tetapi, tidak ada diagnosis signifikan dari munculnya bintik merah sebelum datangnya menstruasi.

Dalam kasus panas di jantung jangka panjang, di samping ujung lidah lebih merah, patologis mungkin berubah di bentuk lidah. Ada dua hal yang bisa mengubah bentuk lidah :

  1. Panas menguapkan cairan. Darah yang terbentuk di jantung ditipiskan oleh cairan (jin ye); sehingga darah tetap cair dan berkontribusi terhadap lidah–khususnya ujung lidah– lembut, elastis dan agak bulat. Namun, jika adanya panas konstan, ujung lidah tidak akan menerima nutrisi dari darah dan cairan, sehingga bentuk agak bulat menjadi hilang dan menjadi runcing.
  2. Panas dengan kuat menggerakkan cairan yang tersisa. Proses ini mendorong ujung lidah menjadi keluar dan menghasilkan bentuk lidah yang berbeda (proses ini sama dengan kasus lidah panjang). Panas menggerakkan darah dengan hebat, di samping lidah semakin merah; ujung lidah juga memiliki bentuk yang tidak biasanya.

Pasien dengan tipe lidah ini sering mengalami gangguan jiwa, pasien akan mudah kehilangan keseimbangan mental.

Catatan : Ujung lidah runcing dengan warna sangat merah menunjukkan panas atau api di jantung. Umumnya, pasien akan merasa sangat cemas, gelisah atau depresi.

Lidah Berkaitan dengan Disharmoni Paru-Paru

Dalam artikel sebelumnya, disebutkan bahwa defisiensi yin paru-paru dapat berkembang saat penyakit muncul, tergantung dari kekuatan tubuh pasien, juga dari defisiensi yin ginjal. Pada artikel ini fokus membahas tahap awal dan akhir dari defisiensi yin ginjal dan dapat berkembang menjadi defisiensi yin ginjal. Faktor penyebab penting terjadinya defisiensi yin paru-paru adalah merokok. Dalam jangka panjang, merokok menghasilkan panas di paru-paru, menyebabkan penggumpalan cairan paru-paru. Patologi ditandai dengan batuk, yang umumnya terjadi pada pagi hari dan meludah reak kental dan jernih. Merokok bertahun-tahun menyebabkan batuk kering dan perih, hasil dari pengeringan cairan. Panas di paru-paru ditunjukkan pada otot lidah merah pada ujung depan lidah saja. Dalam tahap lebih tinggi, di mana yin paru-paru terluka, maka otot di ujung depan lidah menjadi kecil dan ada retakan kecil. Dalam beberapa kasus, warna lidah umumnya menjadi lebih merah.

Bertahun-tahun bekerja dalam kondisi kering, berdebu juga dapat menyebabkan defisiensi yin paru-paru. Koki masak, petambang, contohnya, sering menderita patologi ini. Yin paru-paru juga bisa disebabkan PPL panas, contoh dari cuaca kering atau pemanas. Kering di paru-paru terwujud dalam batuk kering dan tenggorokan/mulut kering. Saat simtom/gejala defisiensi yin paru-paru muncul, simtom tambahan seperti suara serak, tenggorokan gatal, reak kental kadang bercampur darah, serta rasa panas di tubuh atau demam (subfebrile) di sore hari muncul. Paru-paru kering terbentuk dalam lidah kering. Warna lidah yang semakin merah akan muncul saat defisiensi yin paru-paru dan ginjal hadir.

Guru, penyanyi dan aktor sering menderita defisiensi qi atau yin paru-paru. Terlalu banyak menggunakan suara dapat melemahkan zong qi . Energi ini mengatur kekuatan suara dan mempengaruhi percakapan, serta menyokong qi jantung dan paru-paru. Tanda awal defisiensi zong qi adalah depresi pada ujung dpan lidah dan warna pucat. Contoh : Orang yang cenderung meriang atau memiliki masalah dengan suara. Defisiensi zong qi biasanya bergabung dengan gejala yang menunjukkan defisiensi qi paru-paru dan jantung. Kadang-kadang, tanda lidah ini muncul pada pasien yang mengalami kesedihan dan penyesalan dalam jangka panjang. Kesedihan membubarkan qi paru-paru dan melemahkan qi jantung. Jika kesedihan dan penyesalan tidak bisa diselesaikan dalam tahunan, defisiensi qi paru-paru dapat berkembang menjadi defisiensi yin paru-paru.

Otot lidah merah dengan banyak retakan kecil dan depresi (tekanan) di sepertiga ujung depan lidah dapat berindikasi serangan defisiensi yin paru-paru. Pasien yang menderita defisiensi yin lambung juga sering menunjukkan tanda defisiensi yin paru-paru. Jika cairan di lambung terluka/kelelahan, yin paru-paru menjadi kurang nutrisi. Defisiensi yin lambung menimbulkan defisiensi yin paru-paru terbentuk dalam retakan vertikal di tengah lidah serta retakan-retakan kecil di ujung depan lidah.

Sering sakit yang disebabkan angin-panas, sering terwujud dalam tenggorokan sakit atau batuk (suara keras) juga dapat menunjukkan defisiensi yin paru-paru. Batuk menetap, dan jangka panjang, dapat melukai qi paru-paru, dan akhirnya berpengaruh ke yin paru-paru. Dalam kasus demam panas, di mana panas memasuki qi level dan tinggal di paru-paru dan lambung, maka otot ujung depan lidah berwarna merah. Ini menunjukkan adanya panas beracun/ panas di paru-paru. Secara alamiah, semua penyakit dapat menghasilkan defisiensi yin paru-paru, di mana panas melukai cairan di lambung dan paru-paru.

Tanda Lidah Berkaitan dengan Paru-Paru Lemah

Dua retakan  pararel di ujung depan lidah menunjukkan sifat lemah yang diwariskan terhadap paru-paru. Jika orang tua atau kakek nenek telah terjangkit atau meninggal karena tuberculosis, tanda lidah akan muncul selama satu atau dua generasi. Dalam pengalaman saya, retakan mengacu pada sering munculnya penyakit kronis pada sistem pernafasan, contoh : asma bronkitis. Retakan cenderung menunjukkan defisiensi yin dan qi paru-paru. Dalam beberapa kasus, diagnosis lidah menyediakan informasi penting tentang kondisi badan pasien. Saat adanya dua retakan paralel di ujung lidah, sinshe harus bertanya tentang sejarah keluarga. Jawaban positif menunjukkan kondisi paru-paru lemah, yang harus dipertimbangkan saat menentukan rencana pengobatan.

Tanda spesial di Lidah

Lidah bengkak di ujung depan berindikasi penyimpanan phlegm di paru-paru. Umumnya, tipe lidah ini muncul dengan warna otot lidah pucat. Patogen lembab-phlegm dalam kasus ini berkaitan dengan defisiensi qi limpa. Cairan berkumpul dan membentuk phlegm jika qi limpa terlalu lemah untuk mengubah dan mengirimkan sari padat dan cair.  Phlegm tertinggal di paru-paru dan mengganggu mekanisme qi, menyebabkan batuk dengan reak putih dan kental. Di lidah, selaput akan berwarna putih dan licin. Lidah bengkak di ujung lidah menunjukkan sifat patologi kronis.

Jika tanda ini muncul bergabung dengan otot lidah merah dan selaput kuning berminyak, ini menunjukkan phlegm panas. Pasien akan batuk dengan reak kuning dan kental.

Lidah yang Berhubungan dengan Ketidakharmonisan Lambung dan Limpa

Hubungan antara lidah dan defisiensi yin telah dibahas di artikel sebelumnya. Pada artikel kali ini, akan lebih membahas tentang defisiensi cairan dan yin membentuk tanda lidah khusus yang menunjukkan ketidakharmonisan limpa dan lambung.

Yin di tubuh berasal dari ginjal.. Semua organ dan jaringan dinutrisi oleh energi kontruktif. Defisiensi yin secara umum berakhir pada malnutrisi di paru-paru, hati, jantung, lambung dan tingkat yang lebih rendah, limpa. Bergantung kepada kondisi tubuh pasien, defisiensi yin ginjal, dapat menyebabkan defisiensi yin jantung atau paru-paru.

Satu organ yin dapat mengalami defisiensi yin ginjal tanpa partisipasi atau mencakup defisiensi yin ginjal. Contoh : defisiensi yin lambung tidak berarti harus disebabkan oleh defisiensi yin ginjal. Tetapi dalam jangka panjang, defisiensi yin ginjal dapat menimbulkan defisiensi yin ginjal.

Tanda Lidah Berkaitan dengan Defisiensi Yin Lambung

  1. Lidah merah, kering dan retak

Lambung memiliki peranan penting dalam memproduksi energi dan cairan. Lambung merupakan satu satunya organ berongga (yang) yang menunjukkan defisiensi yin sejati. Lambung memiliki hubungan dekat dengan lima organ yin (hati, jantung, limpa, paru-paru, ginjal).

Dalam Kedokteran Cina klasik, lambung digambarkan sebagai “lautan cairan dan biji”. Makanan padat dan minuman diterima, diproses (dibusukkan dan dimatangkan) oleh lambung. Agar berfungsi dengan baik, lambung memerlukan kondisi lembab, sehingga ada pepatah : “Lambung menyukai lembab dan membenci kering.”

Lambung mengembunkan bagian tak murni dari saripati makanan, yang kemudian merupakan bagian dari cairan tubuh. Lapisan lidah mencerminkan kualitas qi lambung dan kondisi lembab lambung. Jika selaput lidah putih, tipis dan lembab, ini merupakan tanda qi lambung sehat dan fungsi kerja lambung harmonis dan baik.

Saat konsumsi makanan gorengan/panggang, makanan pedas atau minuman panas (kopi) terlalu banyak, ini akan mengeringkan cairan di lambung. Dalam kondisi awal, lidah tengah menjadi kering. Setelah itu, jenis makanan ini akan melukai yin labung. Dan ini akan berkembang membentuk otot lidah yang berbeda. Pertama, lidah tengah kering, yang menunjukkan sedikit defisiensi cairan. Jika lidah ini menjadi merah, berarti berkembang panas lambung. Rasa lapar khas yang menyertai patologi ini akan dibahas dalam bab 20 Divine Pivot (Ling Shu): “Saat patogen terletak di lambung dan limpa, pasien akan menderita nyeri otot dan daging. Saat yang qi (lambung) ekses dan yin qi (limpa) defisiensi, akan ada sensasi panas di ciao tengah dan pasien akan selalu lapar.”

Seseorang yang menderita defisiensi yin lambung akan mengalami konstipasi, mulut dan tenggorokan kering, haus (tanpa niat minum). Retakan di tengah lidah, kecil, tidak teratur dan horizontal bergabung dengan warna otot lidah pucat, menunjukkan defisiensi yin lambung dan cairan. Retakan dapat muncul agak cepat sebagai hasil dari makan tidak teratur, tetapi saat kebiasaan ini hilang, retakan lidah akan segera hilang. Retakan pada otot lidah merah sering muncul tambah dalam dibandingkan otot lidah pucat karena defisiensi yin bergabung dengan perkembangan panas.

Defisiensi cairan akan menghasilkan selaput lidah yang sedikit, seperti selaput lidah terkelupas atau selaput lidah yang muncul tidak teratur (seperti polkadot)). Jika tipe lidah ini hanya muncul di tengah lidah, sudah pasti menunjukkan defisiensi yin lambung.

Ringkasan :

  • Dalam kasus defisiensi yin lambung, selaput di lidah tengah akan terpengaruh : akan terkelupas, kering atau tanpa akar.
  • Dalam kasus defisiensi yin ginjal : selaput lidah tanpa akar, selaput tidak beraturan akan menyebar dan muncul di otot lidah merah.

Selaput di lidah tengah seharusnya lembab dan ada tertutup sedikit lapisan. Dalam kasus defisiensi yin lambung, retakan atau lidah kering akan muncul di lidah tengah. Kebiasaan makan tidak baik seperti makan terburu-buru, telat, tidak teratur menjadi faktor penting berkembangnya defisiensi ini. Jika otot lidah pucat, defisiensi yin lambung akan cepat terobati dalam waktu mingguan atau bulanan. Tapi jika otot lidah merah, ini menunjukkan defisiensi yin lambung dan ginjal, dan pengobatan ini membutuhkan waktu lama.

Retakan vertikal di tengah lidah

Otot lidah merah dengan retakan vertikal panjang di tengah lidah sepanjang sepertiga lidah menunjukkan defisiensi yin lambung. Ini benar-benar tanda sejati bahwa lidah tengah itu kering. Diagnosis defisiensi yin lambung dan yin ginjal adalah pasti jika ada retakan vertikal di tengah lidah, otot lidah berwarna sangat merah dan ada/tidak adanya selaput terkelupas.

Dalam praktik klinis, retakan di tengah lidah sering terlihat pada pasien dengan otot lidah pucat dan bengkak. Dalam kasus ini, patogenesis cukup rumit. Otot lidah bengkak menunjukkan akumulasi lembab, yang muncul dari defisiensi atau lemahnya qi limpa. Defisiensi qi limpa dan lambung muncul bersamaan. Defisiensi qi limpa menurunkan fungsi organ untuk pengiriman, dengan demikian ada kekurangan energi transport melewati qi lambung. Kurang nafsu makan, feses hancur, atau anggota gerak lemah adalah simtom umum dari patologi ini. Melewati jangka panjang, defisiensi qi limpa dan lambung berkembang menjadi defisiensi yin. Tambahan, simtom defisiensi qi, gejala defisiensi yin juga muncul, seperti, nyeri epigastrium, mulut dan tenggorokan kering khususnya sore, haus terus menerus tanpa niat minum. Defisiensi yin terwujud dalam retakan vertikal sepanjang lidah tengah.

Jika retakan vertikal muncul di lidah tengah dengan warna dan bentuk lidah normal dan selaput lidah normal, ini dapat dicuekin, khususnya jika pasien tidak mengalami gejala apapun berkaitan dengan fungsi limpa dan lambung. Hal ini cukup sering dibuktikan pada orang dewasa, pada masa remaja mengalami defisiensi yin lambung dan panas yang berkembang, namun saat ini telah sembuh karena gaya hidup yang berubah lebih baik dan teratur dengann bertambahnya usia. Penafsiran lain dengan tanda lidah ini dapat ditemukan dalam kepustakaan : Otot lidah pucat dengan retakan vertikal di tengah lidah berarti mengalami defisiensi yin lambung.

Catatan : Otot lidah merah, dengan retakan vertikal dalam di tengah lidah berarti defisiensi yin lambung dan panas dalam yang naik. Pada otot lidah pucat dengan retakan vertikal bisa jadi menunjukkan luka tua, yang sudah sembuh dari defisiensi yin lambung. Tetapi juga, dapat menunjukkan lemahnya qi lambung dan limpa serta berkembangnya defisiensi yin lambung.

Lidah yang Berkilau dan Seperti Cermin

Lidah seperti ini tidak memiliki selaput lidah. Seluruh lidah mulus, seperti kulit yang terkelupas sempurna. Ini memberikan kesan kemilau, tetapi kenyataan lidah ini kering.

Otot lidah seperti cermin kadang kala disebut lidah berkilau, walaupun keduanya memiliki perbedaan. Otot lidah berkilau selalu berwarna merah atau merah tua dan selalu menunjukkan defisiensi yin ginjal. Otot lidah sering menunjukkan retakan dan kering; otot lidah berkilau mencerminkan defisiensi yin lambung dan ginjal serta kurangnya cairan tubuh yang parah. Jika hanya defisiensi cairan, lambung menjadi kering dan tidak ada selaput yang terbentuk. Jika di tengah lidah terlihat berkilau, ini menunjukkan defisiensi yin lambung. Jika seluruh lidah bersinar, ini menunjukkan defisiensi yin ginjal. Umumnya jenis lidah ini sering muncul pada penyakit parah seperti kanker, sirosis hati, atau TBC. Pada tipe penyakit ini ditandai defisiensi parah pada cairan dan yin. Jika lidah berkilau ini ditemukan saat sakit, kondisi pasien semakin memburuk.

Lidah seperti cermin ditandai dengan papillae lidah (tonjolan kecil) pada lidah menghilang, sehingga seperti cermin. Papila lidah tergantung dari zheng qi, cairan dan yin pada organ untuk nutrisi. Jika cairan dan yin kering, qi juga berkurang, sehingga papila lidah tidak ternutrisi dengan baik. Papila lidah menjadi kecil dan kecil, hilang sehingga permukaan lidah bersinar seperti cermin.

Sehingga jelas bahwa tipe lidah seperti cermin bukan hanya menunjukkan defisiensi cairan dan yin tetapi juga qi. Lidah seperti cermin menunjukkan kombinasi defisiensi qi dan yin. Seperti diharapkan, warna dan selaput lidah akan menunjukkan patologi mana yang dominan.

Lidah cermin pada warna lidah pucat juga mengindikasikan defisiensi darah parah karena defisiensi qi lambung dan limpa jangka panjang.

Dalam kasus ini, qi lambung terlalu lemah untuk membentuk selaput lidah, dan defisiensi darah yang parah menyebabkan lidah tidak terlembabkan dengan baik. Lidah cermin pada warna lidah pucat dan kering menunjukkan defisiensi qi dan yin serta munculnya patologi panas. Lidah cermin pada otot lidah merah dan nyeri menunjukkan defisiensi yin dengan api berkobar. Lidah cermin pada otot lidah ungu menunjukkan stagnasi dan obstruksi qi dan darah.

Tanda Lidah Berkaitan dengan Defisiensi Qi Limpa

Retakan yang berada di sisi lidah menunjukkan bukti defisiensi qi limpa dan defisiensi yang dalam jangka panjang. Dalam praktiknya, jenis lidah ini sering muncul dalam kelelahan fisik yang amat sangat. Dalam kasus lidah pucat dan bengkak, ini menunjukkan defisiensi qi limpa. Namun, proses ini bertanggungjawab terhadap munculnya retakan ini kurang dipahami. Aturannya, retakan akan muncul saaat panas atau kering melukai cairan dan terakhir yin.

Mengejutkan, defisiensi yin limpa dibahas sangat sedikit dan hanya berperan sedikit dalam berbagai sekolah TCM. Ini semua lebih mengejutkan karena organ yin yang bertanggung jawab terhadap penyimpanan dan konservasi esensi cing dan cairan, umumnya memiliki patologis spesifik terhadap aspek yin masing-masing. Kelalaian ini mungkin saja timbul karena defisiensi qi limpa dan yang, mudah terjadi pada siapapun. Namun, ini lebih mungkin merupakan hasil Li Dong Yuan, penulis terkenal abad 13 “Discussion of the Spleen and Stomach (Pi Wei Lun)”. Li dan pengikutnya  sangat menekankan menguatkan qi dan yang limpa dengan makanan dan herbal hangat dan manis. Meskipun demikian, ada aliran sekolah lain membahas secara mendalam tentang tanda, simtom, pengobatan dan metode pengobatan yang berkaitan dengan patologi yin limpa.

Yin limpa menjadi penting dalam pengobatan Cina dalam beberapa waktu. Contoh : dalam Bab 8 “Divine Pivot (Ling Shu)”.

“Qi nutrisi disimpan dalam limpa… Ini adalah yin limpa yang membentuk dasar dari qi nutrisi dan darah. Yin lambung mengontrol cairan tubuh dan dianggap sebagai lautan cairan. Yin limpa menyokong produksid darah dan cairan, sehingga memiliki kemampuan melembabkan dan menyokong yin lambung.”

Meskipun berbagi banyak simtom, ada perbedaan antara yin limpa dan yin lambung. Kelelahan yin limpa berkembang sangat lambat, dan membutuhkan bertahun-tahun untuk menjadi penyakit serius. Sedangkan defisiensi yin lambung berkembang agak cepat, contoh : saat terserang demam atau kebiasaan makan tidak baik. Simtom yang muncul dari kelelahan yin lambung meliputi sariawan, bibir dan mulut kering, konstipasi, sakit maag, haus dan hanya ingin minum sedikit.

Defisiensi qi limpa yang telah ada dalam jangka panjang dan menjadi fondasi/dasar dari defisiensi yin limpa. Karenanya, simtom utama terwujud dalam masalah pencernaan. Di samping gejala berupa defisiensi qi limpa (feses lembek, kurang nafsu makan, capek, anggota badan lemah), gejala lain meliputi defisiensi yin limpa adalah bibir kering, susah menaikkan berat badan, dan kurus.

Melewati satu waktu, defisiensi yin menyebabkan hilangnya zat yang terbentuk dalam retakan melintang di sisi lidah. Jika retakan ini muncul bersamaan dengan otot lidah merah, dan simtom lain juga muncul, maka diagnosis defisiensi yin limpa adalah benar.

Defisiensi yin limpa dan lambung dapat juga bertanggung jawab terhadap selaput lidah yang terkelupas. Dalam kasus ini, otot lidah pucat atau merah menunjukkan penyebaran selaput yang tidak teratur. Selaput lidah yang terkelupas seperti cermin, dan papila lidah tidak tampak.