Feses Dan Urin Menurut TCM (Traditional Chinese Medicine)

Bab 21 Huang Di Nei Jing menyatakan :”Saat cairan masuk ke lambung, cairan akan dibawa ke limpa dan mengalami fungsi transformasi dan transportasi. Cairan berubah menjadi sari nutrisi dan dikirim ke paru-paru; kemudian paru-paru merubah dan menyesuaikan di saluran air, di mana cairan lagnsung turun ke ginjal dan kandung kemih. Hasilnya, seluruh proses memungkinkan air menguap dan menyebar ke seluruh pori-pori kulit dan mengairi semua meridian organ. Pernyataan ini tercermin dari cairan tubuh yang terbuat dari sari nutrisi yang diserap oleh lambung dan limpa dan disebarkan oleh paru-paru ke seluruh tubuh. Terakhir, ginjal mengumpulkan “air kotor”  atau cairan tubuh yang tersisa. Jika tubuh tidak bisa menggunkan ulang cairan ini lagi, cairan tubuh akan dibawa ke kandung kemih sebagai gudang, dikeluarkan sebagai urin. TCM (Traditional Chinese Medicine) menjelaskan pembentukan urin di ginjal dan kandung kemih sebagai proses penguapan.

Proses pembentukan feses juga sama. Setelah makanan diolah dan diubah oleh lambung, akan dikirim oleh limpa. Sari nutrisi murni pergi dari limpa ke jantung dan paru-paru untuk didistribusikan ke seluruh tubuh; sari (yang kotor) akan menuju ke usus halus untuk memisahkan anatra sari murni dan tidak murni (kotor). Terakhir, sari kotor menuju ke usus besar. Usus besar akan menerima buangan sari kotor dan menyerap air. Akhir proses, feses terbentuk dan dibuang melalui anus.

Segala sesuatu saling bergantungan dan berinteraksi menurut teori TCM. Pembentukan dan ekskresi urin dan feses didukung oleh setiap bagian dari seluruh sistem internal. Di antara organ-organ, ginjal dan liver secara aktif terlibat satu sama lain. Fungsi penguapan ginjal memastikan distribusi cairan tubuh dengan tepat dan ekskresi urin oleh kandung kemih; bahkan, ginjal mendorong dan menghangatkan, menguatkan fungsi limpa, lambung dan usus. Karena liver mengatur pergerakan qi, fungsi mengalir dan menyebarkan adalah sangat penting bagi kesehatan limpa.

Periksa Feses Anda

Normalnya, seseorang mampu buang air besar satu sampai dua kali sehari tanpa ngeden (memaksa). Feses juga tidak terlalu keras atau lembek dan tidak berbau. Feses juga tidak mengandung nanah, lendir, darahatau sisa makanan yang tidak tercerna. Sinshe biasanya mencatat frekuensi, bentuk dan warna feses serta perasaan sebelum BAB.

Ciri-ciri feses :

  1. Jika feses berbau busuk biasanya menandakan akumulasi panas.
  2. Feses kering dan coklat tua menandakan panas ekses muncul di usus besar.
  3. Feses yang lembek dan sedikit hancur  dengan bau busuk berarti dingin ekses di usus.
  4. Feses yang sangat kering dan keras biasanya menandakan defisiensi darah atau cairan tubuh.
  5. Feses yang hancur tanpa bentuk biasanya karena defisiensi dingin di limpa dan lambung.
  6. Awal keluar feses keras kemudian feses hancur menandakan akumulasi lembab karena defisiensi limpa.
  7. Keluarnya feses kering dan hancur berselang seling karena disharmoni hati dan limpa.
  8. Feses dengan sebagian sisa makanan yang tidak terurai beserta bau busuk disebabkan oleh asupan makanan yang salah, yang menyebabkan retensi makanan. Pasien juga akan mengeluarkan gas kentut.
  9. Feses yang mengandung sisa makanan yang tidak terurai karena Yang ginjal lelah.
  10. Feses dengan mukus kuning dan tenemus berarti panas lembab sudah terakumulasi di usus besar.
  11. Feses jika mengandung darah dan nanah berarti disentri.
  12. Feses asam pada anak-anak karena retensi makanan tanpa mencerna dengan tepat.

Konstipasi 

Konstipasi merujuk kepada susah defekasi atau tidak sering BAB dan kemungkinan fesesnya kering atau keras. Menurut TCM, konstipasi biasanya karena panas berakumulasi di usus atau kekurangan cairan tubuh. Ini menyebabkan usus tidak bisa membuat gerak peristaltik. TCm membedakan konstipasi dalam empat kategori :

1) Tipe panas : Ini dikarenakan panas ekses menghisap cairan tubuh membuat feses tidak bisa mengalir lancar, feses kering atau keras. Bergabung gejala pipi memerah, demam tipe rendah, haus, nafas bau, perut penuh dan sakit perut yang tidak hilang walau sudah ditekan.  Dalam pemeriksaan, otot lidah merah, selaput lidah kuning kering, nadi cepat.

2) Tipe dingin : Pasien susah defekasi dengan feses normal atau kering. Gejala lainnya meliputi sakit perut yang tidak kunjung reda walau sudah dipencet/ditekan di area perut,, muka pucat, kaki tangan dingin, tidak suka cuaca dingin dan suka minum air hangat. Pada pemeriksaan, otot lidah pucat; nadi dalam dan lambat. Ini adalah serangan dingin yang menghasilkan depresi Yang Qi dan sembelit qi usus.

3) Tipe qi : Pasien merasakan konstipasi atau susah defekasi walau mendesak. Biasanya bergabung gejala rasa penuh di dada dan iga, sering bersendawa dan tidak nafsu makan. Dalam pemeriksaan, selaput lidah tipis dan berminyak, nadi tegang.

4) Tipe defisiensi : Pasien mendesak ingin buang air besar, tetapi susah walalupun mencoba sekuat tenaga untuk melepaskan feses. Dalam beberapa kasus, feses sangat keras dan kering seperti feses domba. Gejala lainnya biasanya muka pucat, pusing dan lelah. Dalam pemeriksaan, otot lidah pucat,nadi lemah dan ragu-ragu. Ini adalah bentuk kekurangan darah dan cairan tubuh; atau karena defisiensi yin dan qi. Ini sering terjadi pada penyakit kronis, orang tua dan wanita yang baru melahirkan.

Diare

Diare berarti sering defekasi dengan feses cair atau hancur. TCM percaya gejala ini terutama disebabkan oleh serangan PPL, makan tidak benar, atau defisiensi Yang di limpa dan ginjal, yang membuat air turun dan disfungsi di usus. TCM membagi kondisi ini menjadi 6 tipe :

1) Tipe lembab dingin : Pasien merasakan diare dengan ciri-ciri feses berair dan hancur. Warna feses kuning pucat dan berbau busuk. Gejala lain adalah rasa lembek di mulut, rasa penuh di epigastrium, sakit perut, usus bersuara, dan kurang nafsu makan. Mungkin juga terdapat demam dan meriang bergantian disertai sakit kepala, hidung tersumbat dan nyeri umum. Dalam pemeriksaan, selaput lidah putih tebal, nadi lambat dan ragu-ragu.

2) Tipe panas lembab : Biasanya dimulai dari sakit perut disertai diare, dan feses hancur dan berbau busuk dengan frekuensi sangat sering. Gejala lain: usus berbunyi, lelah, haus dan rasa terbakar di anus. Dalam pemeriksaan, otot lidah merah, selaput kuning tebal dan berminyak, nadi cepat.

3) Tipe retensi makanan : Pasien dengan diare berbau busuk, muntah dengan rasa asam dan busuk, epigastrium penuh, usus berbunyi, sakit perut hilang setelah defekasi, kurang nafsu makan dan demam. Dalam pemeriksaan, selaput lidah tebal dan berminyak, nadi tergelincir. Ini disebabkan konsumsi makanan tidak higienis dan tidak tepat.

4) Tipe defisiensi Yang limpa : Pasien diare atau melepaskan feses hancur dan lembek; ada sisa makanan di tinja. Gejala lain meliputi nafsu makan kurang, sering BAB setelah konsumsi makanan berlemak, sakit perut, rasa begah di atas pusar perut, muka pucat, lelah dan lemas.

5) Hiperaktif qi liver menyerang limpa : Pasien sakit perut dan diare disertai gangguan emosional. Perut tidak nyaman dan berkurang setelah defekasi. Gejala lain meliputi : rasa penuh di dada dan iga, nafsu makan hilang, rasa pahit di mulut, muntah rasa asam, muka pucat dan lelah. Dalam pemeriksaan, otot lidah pucat dan besar; nadi dalam dan lemah.

Darah di tinja

  • Tinja bercampur darah segar dan berbau busuk biasanya karena serangan panas di meridian dan pembuluh darah.
  • Disentri : Darah dan lendir muncul di feses. INi adalah hasil panas lembab di usus besar. Gejala lain meliputi sakit perut, demam, tenesmus dan perut mules.
  • Hitam karena darah statis, mengindikasikan perdarahan di sistem pencernaan bagian atas.
  • Merah, berdarah mengindikasikan perdarahan di sistem pencernaan bagian bawah.
  • Darah di tinja harus dievaluasi oleh terapis/dokter karena bisa menunjukkan gejala penyakit serius.

Tidak bisa menahan feses : Ini terjadi di saat pasien tidak dapat mengontrol defekasi dan feses keluar spontan. Ini menandakan defisiensi Yang di limpa dan ginjal.

Memeriksa Urine 

Dalam kondisi normal, seseorang seharusnya buang air kecil sebanyak 4-6 kali per hari, dan dianggap normal jika terbangun malam hari untuk kencing sekali per hari. Banyaknya urin yang keluar adalah 1,5 – 2 liter per hari. Frekuensi dan banyaknya urin tergantung dari kebiasaan minum kita, suhu udara, banyaknya keringat, dan umur. Dengan memeriksa urin kita setiap hari, kita dapat mengetahui kondisi cairan tubuh kita dan juga keadaan organ yang terkait. Mari kita lihat bagaimana TCM menerjemahkan kualitas urin.

Sifat urin

  • Urin kuning tua berarti akumulasi panas.
  • Bau urin yang kuat karena hiperaktif panas di jantung dan kandung kemih.
  • Urin kuning keruh dan bau busuk berarti panas lembab turun ke kandung kemih.
  • Warna jernih, banyak dan tidak berbau berarti sindrom defisiensi dingin.
  • Urin banyak dan jernih berarti penyakit PPL yang belum masuk ke tubuh dalam.
  • Saat urin menjadi jernih pada penyakit demam,, berarti pasien akan segera sembuh.
  • Urin merah mengandung aliran darah dan meridian tergganggu oleh panas.

Volume urin :

  • Banyak, jernih dan polyuria di malam hari karena insufiensi Yang ginjal.
  • Diabetes ditandai dengan ekses haus dan polyuria.
  • Sedikit, kuning tua dapat disebabkan panas ekses, berkeringat berlebihan, muntah dan diare karena terlalu banyak konsumsi cairan tubuh.
  • Urin sedikit bergabung dengan oedema (bengkak umum) dapat dilihat sebagai defisiensi Yang di paru-paru, limpa atau ginjal; karena organ tidak mampu menguapkan cairan tubuh dan retensi air dan lembab.

Frekuensi Perkemihan :

  • Sering berkemih dengan jumlah banyak dan warna jernih karena qi ginjal gagal mengikat urin di kandung kemih.
  • Sering berkemih, terburu-buru dan jumlah sedikit dengan warna kuning tua atau berdarah atau nyeri berarti panas lembab di kandung kemih.
  • Peningkatan berkemih saat malam hari dengan warna jernih sering terlihat pada penyakit ginjal stadium akhir atau orang berumur karena Yang ginjal gagal mengontrol ekskresi urin.

Susah Berkemih

Perkemihan ditandai oleh urin yang menetes karena susah berkemih disebut dysuria di TCM. Masalah ini disebabkan oleh beberapa hal:

  • Panas lembab di kandung kemih : Kondisi ini ditandai dengan urin sedikit dan warna kuning tua, tergesa-gesa, rasa nyeri dan menusuk selama berkemih. Gejala lain meliputi rasa pahit di mulut, haus tapi tidak ingin minum, perut bawah kembung dan konstipasi. Dalam pemeriksaan,otot lidah merah, selaput lidah kuning dan berminyak; nadi cepat.
  • Panas ekses di paru-paru : Pasien susah berkemih atau berkemih menetes dalam jumlah sedikit dengan warna urin kuning tua. Gejala lain tenggorokan kering, gampang marah, hasu dan minum banyak, nafas pendek dan cepat, atau batuk. Dalam pemeriksaan, selaput lidah kungin tipis; nadi cepat.
  • Stagnasi qi di hati: Pasien susah berkemih muncul dari gaangguan emosi; gejala lain perut dan sisi iga kembung, gampang tersinggung dan mudah marah. Dalam pemeriksaan, otot lidah merah dengan selaput kuning tipis dan nadi tegang.
  • Defisiensi qi di ciao tengah : Pasien tergesa-gesa untuk berkemih tetapi tidak bisa buang air atau hanya sedikit yang keluar. Gejala lain adalah rasa berat dan kembung di perut bawah, nafsu makan kurang, capek,nafas pendek, dan bicara lemah dengan suara pelan. Dalam pemeriksaan, otot lidah pucat dengan selaput tipis, nadi tipis seperti benang dan lemah.

KI-21 (Youmen/ Hidden Gate/ Gerbang Neraka)

Letak : Setengah cun bagian luar meridian CV, setinggi titik CV-14.

Cara menusuk : tegak lurus sedalam 0.5- 1 cun.

Keistimewaan : Titik pertemuan meridian ginjal dan chong.

Aksi :

  • Menguatkan limpa, menyelaraskan lambung dan pemberontakan di ciao bawah.
  • Menyebarkan qi hati, bermanfaat untuk dada dan payudara serta mengurangi nyeri.

Indikasi :

  • Sakit perut dan perut bawah, urgensi perut, muntah, mual dan qi memberontak; muntah busa, air liur dan muntah saat hamil, muntah tanpa nafsu makan, susah menelan, gangguan api di bawah jantung, rasa penuh dan agitasi di bawah jantung, darah dalam tinja, disentri, diare.
  • Nyeri dada, nyeri area iga lateral, nyeri dada dan iga menyebar ke punggung, batuk berdarah.
  • ASI tidak mengalir, payudara bernanah.
  • Nyeri jantung pada wanita, ingatan lemah, mata merah berasal dari inner canthus.

Pengobatan :

  • Muntah : KI-21, SP-5 shangqiu, BL-66 zutonggu
  • Ingatan lemah : KI-21, DU-11 shendao, LU-7 lieque, BL-43 gaohuangshu.

Penjelasan :

Menurut Classic of Difficulties, “Saat meridian chong sakit, qi akan berbalik arah dan perut urgensi”. Seperti banyak titik meridian ginjal di perut, KI-21 (titik terakhir meridian chong di meridian ginjal) berindikasi untuk qi yang berbalik arah seperti mual, muntah, dan batuk. Urgensi perut merujuk pada sensasi akut kram di perut, biasanya bergabung dengan disentri.

Seperti pada umumnya titik meridian chong di meridian ginjal, KI-21 berindikasi untuk mata merah yang berasal dari inner canthus. Tidak ada penjelasan sederhana tentang gejala ini; perlu dicatat meskiupun beberapa deskripsi dari meridian chong menerangkan bahwa meridian ini berakhir di bibir, ilustrasi dan catatan dari jalannya meridian umumnya menunjukkan berakhir di mata bagian dalam.

KI-13 (Qixue/ Qi Cave/ Sumber Energi )

Lokasi : setengah cun bagian luar meridian CV, 3 cun di atas KI-11. Teknik menusuk : tegak lurus sedalam 0.3-1 cun. Keistimewaan : titik pertemuan meridian ginjal dan chong. Catatan : Penusukan dalam akan menembus kandung kemih sehingga pasien disarankan BAK terlebih dahulu sebelum terapi. Aksi :

  • Mengatur meridian CV dan chong.
  • Mengatur ciao bawah.

Pengobatan :

  • Menstruasi tidak teratur dan mandul : KI-13 qixue, BL-23 shenshu, CV-6 qihai, SP-6 sanyinjiao, SP-5 shangqiu.

Indikasi :

  • Amenorrhea, menstruasi tidak teratur, perdarahan rahim, leukorrhea, mandul (wanita).
  • Susah BAK, diare terus menerus, sakit perut, running piglet qi, sakit pinggang, mata merah di canthus dalam, sensasi naik turun di tulang belakang.

Penjelasan : KI-13 (seperti KI-14 siman dan KI-15 zhongzhu) adalah titik penting dalam mengobati running piglet qi. Menurut Zhang Zhong Jing di “Essential From The Golden Cabinet”, bahwa gangguan running piglet qi muncul dari perut bawah, kemudian naik cepat ke tenggorokan dengan ganas sehingga pasien merasa dekat dengan kematian. Sifatnya menyerang kemudian mengirimkkan. Running piglet qi membawa ketakutan. Di buku “Classic of Difficulties”, running piglet qi dikelompokkan salah satu dalam ‘lima akumulasi’ yang berkaitan dengan ginjal.

Running piglet qi terutama muncul saat qi hati stagnan berubah menjadi panas, atau defisiensi Yang ginjal menyebabkan akumulasi dingin di ciao bawah. Dalam kedua kasus ini, qi habis terpakai dengan hebat dan bergerak ke atas dengan cepat sepanjang meridian chong. Dalam praktek, running piglet qi mungkin ditemukan dalam berbagai jenis, semua yang melibatkan sensasi bergerak tergesa-gesa (cepat) umumnya ke atas, sepanjang tubuh depan, punggung atau tangan dan kaki. Menurut Classic of Difficulties, “Saat meridian chong sakit, qi akan mengalir berlawanan arah.” Penerapan KI-13 , KI-14 siman dan KI-15 zhongzhu, dalam pengobatan ini tercermin dalam lokasi ketiganya di meridian ginjal dan status mereka juga sebagai titik meridian chong; yang naik ke abdomen dan menyebar di dada, masuk ke tulang belakang dan mengalir di punggung. Banyak daftar sumber kuno Baomen (Gate of Uterus) dan Zhu (Child’s Door) sebagai nama alternatif dari titik ini. Menurut ‘The  Supplement To The Thousand Ducat Formulas’, cukup jelas bahwa nama-nama ini mirip dengan ST-28 shuidao, mengacu pada titik ini yang terletak 2 cun di sisi kiri dan kanan CV-4 guanyuan.

KI-12 (Dahe/ Great Luminance/ Tulang Melintang)

Lokasi  : 1/2 cun bagian luar meridian CV, 1 cun di atas KI-11 Cara menusuk : Tegak lurus sedalam 0.5-1 cun. Catatan : Penusukan dalam akan menembus ke kandung kemih sehingga pasien disarankan BAK terlebih dahulu. Keistimewaan : Titik pertemuan meridian KI dan meridian chong. Aksi : Menguatkan ginjal dan menajamkan esensi jing Indikasi :

  • Alat kelamin sakit, penis nyeri, retraksi penis, impoten, mani emisi, leukorhea, leukorhea merah, prolaps rahim, mata merah berasal dari inner canthus.

Pengobatan :

  • Mani emisi dan retraksi penis : KI-12 dahe dan KI-2 rangu.

Penjelasan : Aksi KI-12 dalam menajamkan esensi tercermin dalam penggunaan KI-12 untuk mani emisi dan leukorhea. Mani emisi (Kehilangan sperma tanpa kendali) dapat terjadi karena berbagai sebab.. Fungsi ejakulasi adalah aspek dari aliran liver yang lancar dan bebas, sementara ginjal menguasai “gerbang esensi”. Jika ada panas yang tidak semestinya (contoh : api liver, api jantung, panas dari defisiensi yin ginjal), ini akan menyerang air mani muncrat sembarangan. Kemungkinan lain, defisiensi ginjal menciutkan fungsi melemahkan gerbang esensi sehingga air mani bocor. Menurut Zhu Dan Xi, mani emisi dengan mimpi basah (erotis) secara khusus dikuasai oleh panas; sementara pepatah tradisional jika karena dingin dan defisiensi, tidak akan terjadi mimpi basah. Apapun penyebabnya, KI-12 (seperti titik-titik meridian ginjal lainnya di perut bawah) adalah titik penting untuk mengobati mani emisi.

Meninjau masalah leukorrhea, perlu dicatat walaupun terutama penyebabnya karena lembab, panas lembab, atau panas racun, leurkorrhea dapat juga terjadi karena defisiensi qi ginjal atau Yang ginjal; dan jenis leukorrhea ini menyebabkan hilangnya esensi jing pada wanita di mana sama banyaknya dengan pria yang kehilangan mani emisi.

KI-10 (Yingu/ Yin Valley/ Jurang Yin)

Keistimewaan : titik he dan titik air meridian ginjal.

Lokasi : sisi dalam, setinggi BL-40 (weizhong)

Teknik menusuk : tegak lurus sedalam 0.8-0.9 cun.

Aksi :

  • Membersihkan panas lembab di ciao bawah.
  • Bermanfaat untuk ginjal.
  • Mengaktifkan meridian dan mengurangi nyeri.

Indikasi :

  • Susah BAK, Kebelet BAK dengan rasa nyeri menjalar ke paha, sakit saat BAK, warna urin tua, diare.
  • Impoten, alat kelamin gatal, skrotum gatal
  • Gangguan shan, nyeri hipogastrium menjalar ke alat kelamin dan paha dalam, gangguan perut, sakit perut, periumbilical nyeri.
  • Perdarahan rahim, leukorrhea, susah hamil.
  • Gangguan mania, depresi mania, lidah menjulur dengan air liur menetes.
  • Nyeri lutut dan tidak bisa bergerak, paha dalam sakit.

Pengobatan :

  • Ereksi tidak tertahankan dengan susah BAK : KI-10 Yingu, LR-1 dadun, LR-15 qimen, BL-40 weizhong, BL-39 weiyang.
  • Perdarahan rahim banyak dan tidak berhenti : KI-10 yingu, KI-8 jiaoxin, SP-6 sanyinjiao, LR-3 taichong.
  • Nyeri panggul : KI-10 yingu, GB-30 huantiao, BL-65 shugu, KI-8 jiaoxin, SP-6 sanyinjiao.
  • Suara hilang : KI-10 yingu, KI-2 rangu, CV-22 tiantu, HT-4 lingdao, KI-7 fuliu, ST-40 fenglong.

Penjelasan :

KI-10 adalah titik he dan titik air meridian ginjal. KI-10 berbagi dengan titik he meridian yin kaki lainnya. LR-8 ququan terutama beraksi di sistem alat kelamin (didominasi oleh meridian liver) dan SP-9 yinlingquan berdasarkan hubungan intim antara limpa dan lembab, mampu mengobati semua gangguan lembab di ciao bawah. KI-10 terutama membersihkan panas lembab dari sistem urogenital dan berindikasi unuk sulit atau sering BAK, warna urin tua, leukorrhea, dan alat kelamin gatal. Akumulasi panas lembab dapat menghambat aliran lancar qi dan menimbulkan rasa nyeri; ini tercermin dalam pepatah kuno :”Tanpa pergerakan muncul rasa nyeri; adanya pergerakan, tidak timbul nyeri”. KI-10 berindikasi untuk nyeri saat BAK, alat kelamin sakit, sakit periumbilical (sekitar pusar), dan nyeri hipogastrium menjalar ke paha dalam dan alat kelamin. Sementara impoten paling umum disebabkan menurunnya api mingmen, atau juga dapat disebabkan oleh akumulasi panas lembab yang menimbulkan kelemahan. Panas lembab impoten bisa timbul dari panas lembab meridian liver atau organ limpa yang turun ke alat kelamin, atau serangan berulang-ulang PPL panas lembab di kandung empedu. KI-10 terutama berindikasi untuk impoten panas lembab tipe ekses. Pada wanita, panas lembab menyebabkan perdarahan rahim dan susah hamil.

Ada hubungan dekat antara panas lembab ciao bawah dengan defisiensi ginjal. Jika defisiensi yin ginjal menimbulkan panas, ini dapat bergabung dengan lembab membentuk panas lembab; sementara panas lembab berkepenjangan akan menghisap yin ginjal (pertama) dan Yang ginjal. Bentuk ganda dari defisiensi ginjal dan panas lembab biasanya ditemukan pada pasien dengan gangguan perkemihan (BAK) berulang-ulang. Karena aksi kedua dari KI-10 yang bermanfaat untuk ginjal, KI-10 berindikasi untuk kedua jenis penyakit ini.

Tingkat kemampuan KI-10 untuk menutrisi Yin ginjal sering dijadikan subyek diskusi. Walaupun dianggap menutrisi yin secara signifikan oleh para ahli modren, tetapi pemeriksaan/pengujian terhadap indikasi kuno KI-10 tidak menunjukkan pandangan/hasil luas secara historis.

KI-9 (Zhubin/ Guest House/ Tepi Sungai)

Lokasi : lima cun di atas titik KI-3.

Teknik menusuk : tegak lurus sedalam 0,5-0,8 cun.

Keistimewaan : titik xi meridian istimewa yinwei.

Aksi :

  • Membersihkan jantung dan mengubah reak(phlegm)
  • Mengatur qi dan mengurangi nyeri.

Indikasi :

  • Gila, mania, depresi mania, meracau, marah dan mengutuk, mulut berbusa, lidah menjulur keluar, sakit gondok
  • Gangguan shan, gangguan shan pusar pada bayi.
  • Kaki bagian dalam nyeri, kontraksi otot betiss, kaki lemah.

Pengobatan :

  • Lidah menjulur : KI-9 zhubin dan ST-23 Taiyi
  • Mulut keluar liur berbusa : KI-9 zhubin dan HT-3 shaohai.
  • Marah-marah dan muntah : KI-9 zhubin, SI-5 yanggu, DU-19 houding, DU-18 qiangjian, DU-17 naohu, BL-8 luoque, BL-9 yuzhen.
  • Gangguan mania, meracau, marah dan mengutuk : KI-9 zhubin, CV-15 juque.

Penjelasan :

KI-9 adalah titik xi meridian yinwei yang berhubungan dengan meridian yin tangan dan kaki serta CV. Meridian yinwei memiliki aksi khusus di jantung, sehingga Classic of Difficulties berkata :”Saat yinwei sakit, jantung akan terasa nyeri.” Indikasi tradisional untuk titik KI-9 tidak termasuk nyeri jantung, tetapi dengan jelas mengungkapkan pola reak atau api reak menghambat jantung menyebabkan kegilaan, mania, depresi mania, meracau, marah dan mengutuk, dan muntah berbusa. Reak dan qi mengental di area leher menimbulkan penyakit gondok, sementara lidah menjulur (dimana lidah sering menjulur keluar seperti lidah ular) mungkin merupakan akumulasi panas di jantung dan limpa.

KI-8 (Jiaoxin/ Exchange Belief/ Pertukaran Surat)

Letak : Setinggi KI-7, 0.5 cun di depannya.

Cara menusuk : tegak lurus sedalam 0.5 – 1 cun.

Keistimewaan : titik xi meridian yinciao.

Aksi :

  • Mengatur meridian CV dan meridian cong serta menstruasi.
  • Menghentikan perdarahan rahim
  • Membersihkan panas dan mengeringkan lembab dari ciao bawah

Indikasi :

  • Perdarahan rahim, menstruasi tidak teratur, dysmenorrhoea, amenorrhoea, uterine prolapse.
  • Testiskel bengkak dan nyeri, alat kelamin gatal, alat kelamin berkeringat, shan disorder, keringat malam.
  • Diare, disentri, susah BAK dan BAB, retensi urin, 5 jenis disfungsi nyeri perkemihan, disfungsi nyeri perkemihan (Qi).
  • Nyeri pinggang, tungkai kaki dalam sakit.

Pengobatan :

  • Perdarahan rahim banyak dan tidak berhenti : KI-8 jiaoxin, KI-10 yingu, LR-3 taichong, SP-6 sanyinjiao.
  • Qi berkurang karena perdarahan rahim : KI-8 jiaoxin dan BL-55 heyang.
  • Nyeri pangkal paha : KI-8 jiaoxinab, GB-30 huantiao, BL-6 shugu, SP-6 sanyinjiao, KI-10 yingu.

Penjelasan :

KI-8 adalah titik xi meridian istimewa yinciao yang berasal dari KI-6 zhaohai. Titik xi meridian yin memiliki aksi istimewa mengobati darah, khususnya mengatasi darah statis, membersihkan panas di darah dan menghentikan perdarahan. Walaupun meridian yinciao tidak masuk ke rahim, seperti semua meridian istimewa, meridian yinciao memiliki hubungan dekat dengan ginjal, dan menurut Essential Questions :”Pembuluh darah rahim berhubungan dengan ginjal.” Peran dimainkan oleh ginjal dalam mempertahankan darah uterus tetap di tempatnya, ini ditegaskan oleh Hua Tuo (sinshe dinasti Han) yang berkata :”Ginjal untuk pria, fungsinya untuk mengunci esensi; sedangkan pada wanita untuk membungkus darah.” KI-8 berindikasi untuk berbagai gangguan menstruasi, dan paling utama untuk perdarahan rahim.

Perdarahan rahim dapat terjadi karena berbagai sebab. Jika ginjal terluka oleh aktivitas seksual (muda) berlebihan, gemar berhubungan seks, hamil kembar, dll, yang membuat Yin ginjal atau Yang ginjal menjadi defisien sehingga meridian CV dan chong menjadi lemah. KI-8 terutama mengobati defisiensi perdarahan rahim, khususnya defisiensi ginjal. KI_8 sebagai titik xi dan aksi sekunder untuk mengeringkan panas lembab membuatnya (KI-8) cocok untuk mengobati perdarahan rahim karena darah stasis, pergerakan darah panas ugal-ugalan, dan panas lembab.

KI- memiliki aksi kedua untuk mengeringkan panas lembab dari ciao bawah. Di area kelamin, KI-8 dapat mengobati gangguan kelamin seperti gatal, bengkak, berkeringat atau nyeri. Di sistem perkemihan, KI-8 dapat mendorong perkkemihan dan membersihkan panas untuk pengobatan retensi urin, susah BAK, dan disfungsi perkemihan nyeri khususnya disfungsi nyeri perkemihan Qi. Untuk usus, KI-8 berindikasi untuk pengobatan diare, disentri dan susah BAB.