Indikasi Nadi

Hua Tuo menggambarkan indikasi nadi :

Denyut nadi adalah pelopor dari qi dan darah. Jika qi dan darah bergairah, maka nadi pun bergairah. Jika qi dan darah lemah, maka nadi pun melemah. Saat qi dan darah panas, maka nadi pun cepat. Jika qi dan darah dingin, maka nadi pun lambat. Jika qi dan darah normal, maka nadi pun cukup.

Bahkan, berbagai nadi cepat mengindikasikan panas; jenis nadi lambat berindikasi dingin; jenis nadi ketat mengindikasikan nyeri; nadi mengambang berarti angin; nadi licin berarti kosong/defisiensi; nadi terpendam berindikasi bergerombol; nadi panjang berarti penuh; nadi pendek berarti kosong/defisiensi. Lebih, semua nadi pendek, berombak, tenggelam, lambat, terpendam berarti yin. Sementara nadi cepat, licin, panjang, mengambang, dan ketat berarti yang.

Indikasi Kedokteran Cina tentang nadi tangan :

  1. Fu mai, nadi mengambang : Karakter nadi yang. Biasanya menggambarkan PPL angin. Jika mengambang dan tidak bertenaga, berarti defisiensi.
  2. Chen mai, nadi tenggelam : Karakter nadi yin. Hal ini sebagian besar terlihat pada pasien yang yang memiliki qi jahat yang tersembunyi secara internal . Ini juga bisa dilihat pada pola stagnasi qi atau defisiensi.
  3. Chi mai, nadi lambat : Karakter nadi yin. Ini terlihat pada jenis penyakit internal, organ, yin dan dingin. Jika mengambang dan lambat, berarti defisiensi yang eksternal. Jika tenggelam dan lambat, berarti kelemahan api internal.
  4. Shu mai, nadi cepat : Karakter nadi yang. Paling banyak terlihat dalam jenis penyakit internal, organ, yin dan dingin. Jika mengambang dan lambat, berarti defisiensi eksternal. Jika tenggelam dan lambat, berarti kelemahan api internal.
  5. Hua mai, nadi licin : Ada dua hal yang menimbulkan nadi hua mai. 1) Darah melimpah sehingga nadi licin, tanpa hambatan. Nadi ini juga merupakan nadi orang hamil atau tidak berpenyakit. 2) Patologi, menunjukkan phlegm, akumulasi makanan berhenti secara internal, atau qi jahat yang serius. Ini adalah nadi penyakit.
  6. Se mai, nadi berombak : Nadi ini terlihat pada pasien yang kekurangan darah atau esensi cing rusak. Hal ini bisa juga dilihat dengan stagnasi qi atau dingin lembab.
  7. Xu mai, nadi kosong : Nadi ini mengambang, besar, lambat dan lemah. Ini menunjukkan defisiensi darah dan juga rusak akibat panas (musim panas).
  8. Shi mai, nadi meluap : Nadi ini bertenaga, panjang, besar dan ketat. Ini sering dilihat patogen yang kuat, jenis patogen api yang kuat, atau patogen jahat yang berkumpul dan mengikat.
  9. Chang mai, nadi panjang : Nadi ini sering terlihat pada qi yang berlawanan, api yang besar. Ini juga termasuk nadi bukan penyakit.
  10. Duan mai, nadi pendek : Nadi pendek digambarkan susah diraih. Ini karena sumber qi kosong dan lemah.
  11. Hong mai, nadi bergelombang : Nadi ini patogen meluap hiperaktivitas api. Jika bergelombang dan tidak bertenaga berarti kosong/defisiensi bergelombang. Ini manifestasi dari api mengambang dan air mengering.
  12. Wei mai, nadi pingsan : Nadi ini adalah kolapsnya/kelemahan luar biasa yang, qi dan darah. Dalam keadaan darurat, nadi ini menunjukkan tidak dapat memulihkan kondisi.
  13. Jin mai, nadi ketat : Nadi ini terlihat pada jenis patogen dingin dan rasa nyeri.
  14. Huan mai, nadi santai : Nadi huan mai umumnya bukan nadi penyakit. Nadi ini menunjukkan adanya qi lambung. Namun, patogen lembab mungkin juga manifestasi dari nadi ini.
  15. Kou mai, nadi daun bawang : Nadi ini menunjukkan kehilangan darah dalam jumlah sangat besar seperti hematemesis, epistaxis, beng lou (seperti banjir dan bocor), dll.
  16. Xian mai, nadi tali busur/tegang : Nadi ini terlihat pada jenis penyakit angin hati/liver. Juga terlihat adanya phlegm rheum dan rasa nyeri.
  17. Ge mai, nadi kulit drum : Nadi ini besar dan tegang. Nadi ini bisa terasa saat disentuh tetapi hilang saat ditekan. Ini berarti bagian luar tegang/ketat tetapi dalamnya kosong. Ini terlihat dari jenis dingin luar ekses ekstrim. Pada pria, ini menunjukkan esensi darah dikonsumsi hingga rusak. Pada wanita, berarti keguguran.
  18. Lao mai, nadi terbatas : Nadi ini besar, tegang dan penuh tetapi hanya dapat dirasakan saat ditekan kuat (tenggelam). Ini merupakan tipe penyakit akumulasi dan berkumpul.
  19. Ru mai, nadi lembek : Nadi ini halus, lembek dan mengambang. Ini adalah tipe defisiensi yin. Ini juga terlihat pada defisiensi ginjal, sumsum habis, dan kerusakan esensi.
  20. Ruo mai, nadi lemah : Nadi ini terlihat pada jenis penyakit kelemahan yang. Dalam penyakit kronis, ini tidak selalu kritis.
  21. San mai, nadi tersebar : Nadi ini terlihat di kelemahan qi ginjal dan kerusakan. Jika seseorang sedang mengidap penyakit dengan nadi ini, pasien ini dipastikan akan meninggal.
  22. Xi mai, nadi halus : Nadi ini terlihat pada jenis kelemahan qi. Juga pada pasien mengidap lembab. Jika adanya defisiensi, kerusakan atau keracunan, berarti penyakit ini serius.
  23. Fu mai, nadi tersembunyi : Nadi ini terlihat saat patogen penyakit telah menembus sangat dalam ke interior.
  24. Dong mai, nadi mengaduk : Nadi ini terlihat pada jenis nyeri dan juga penyakit disebabkan ketakutan.
  25. Cu mai, nadi lompat : Nadi melompat adalah nadi cepat tetapi ada satu ketukan nadi yang hilang. Ini menunjukkan jenis penyakit api dan juga divisi qi yang diblokir.
  26. Jie mai, nadi terikat : Nadi ini lambat dan kadang kala ada satu ketukan berhenti. Ini menunjukkan akumulasi, stagnasi, statis dan obstruksi.
  27. Dai mai, nadi terputus teratur : Nadi ini menunjukkan kelemahan dan kerusakan yang qi. Jika ditemukan dalam penyakit, pasien dalam keadaan kritis dan bahaya.
  28. Ji mai, nadi lari/sangat cepat : Jika nadi ini timbul saat pasien dalam sakit, maka ini menunjukkan yang qi ekstrim ekses dan yin qi sedang mengering.

Indikasi dari gabungan gambaran nadi

Kutipan berikut dari Zhu Dan Xi di Ge Zhi Yu Lun (Extra Treaties Based on Investigation & Inquiry) :

Jika sinshe bermaksud untuk menentukan apakah darah dan qi sakit atau tidak, mereka tidak memiliki cara lain selain mendapatkan pengetahuan dari meraba denyut nadi. Denyut nadi menghadirkan sejumlah gambar yang berbeda, dan jenis yang tercatat di Mai Jing (pulse classic) yaitu 24 jenis nadi, yaitu : mengambang, tenggelam, daun bawang, licin, penuh, tegang, ketat, berombak, pingsan, santai, terkejut,, lambat, tersembunyi, lembek, lemah, cepat, halus, terikat, kosong, melompat, terikat, teratur terputus, kulit drum, dan berserakan. Biasanya lebih dari satu gambar yang terlihat dalam kombinasi.

1 . Fu mai, nadi mengambang :

Nadi mengambang mengindikasikan PPL, penyakit di luar. Juga mengindikasikan penyakit lain-lain karena defisiensi darah. Lebih jauh, juga menunjukkan defisiensi kerusakan yang qi mengambang yang ke luar. Nadi mengambang dan lambat berarti PPL angin. Nadi mengambang dan cepat berarti PPL panas. Nadi mengambang dan ketat berarti PPL dingin. Nadi mengambang dan kuat berarti meluap eksterior. Nadi mengambang tanpa kekuatan berarti kosong/defisiensi eksterior.

2. Chen mai, nadi tenggelam :

Nadi tenggelam menunjukkan penyakit di interior. Nadi tenggelam dan cepat berarti panas dalam. Nadi tenggelam, lambat menunjukkan dingin dalam. Nadi tenggelam, licin menunjukkan phlegm rheum. Nadi tenggelam dengan kekuatan berarti interior meluap/ekses dan juga akumulasi dan stagnasi, dingin mengental, dll. Nadi tenggelam, tidak bertenaga berarti defisiensi (kosong) interior, khususnya yang qi kosong dan rusak.

3. Chi mai, nadi lambat :

Nadi lambat menunjukkan penyakit dingin. Juga mengindikasikan pengumpulan dan penggumpalan, akumulasi. Nadi lambat, bertenaga menunjukkan jenis nyeri dingin kaku. Nadi lambat, tidak bertenaga berarti dingin kosong. Nadi lambat dan lemah menunjukkan defisiensi yang dan yin melimpah. Nadi lambat dan licin berarti phlegm dingin.

4. Shu mai, nadi cepat :

Indikasi nadi shu mai adalah panas. Nadi mengambang, cepat berindikasi panas luar. Nadi tenggelam, cepat berindikasi panas dalam. Nadi cepat dan bertenaga adalah panas meluap.

5. Xu mai, nadi kosong :

Nadi kosong berindikasi kosong/defisiensi, terutama defisiensi darah dan qi, rusak oleh panas, demam kosong, defisiensi esensi cing, dan darah sedikit, dll.

6. Shi mai, nadi meluap :

Nadi shi mai berindikasi ekses. Pada dasarnya menunjukkan api meluap dan luar biasa bersemangan, dan qi dan darah statis dan terikat. Nadi meluap juga mengindikasikan akumulasi makanan, konstipasi karena panas yang terikat di lambung dan usus, nyeri qi, racun yang, muntah, mania, ucapan mengingau, dan pola lainnya.

7. Kou mai, nadi daun bawang :

Nadi kou mai berarti patologi kehilangan darah, termasuk muntah darah, hematuria, distentri berdarah, tinja berdarah, menstruasi banyak (menometrorrhagia).

8. Xian mai, nadi tali busur (tegang) :

Nadi xian mai berindikasi penyakit liver-kandung empedu. Juga berindikasi phlegm rheum, dingin kronis, dan sakit nyeri. Nadi tegang, besar dan licin berarti jenis penyakit yang. Nadi tegang, ketat dan halus berarti penyakit yin. Nadi tegang, mengambang berarti cabang rheum. Nadi tegang dan tenggelam berarti rheum tergantung. Nadi tegang, cepat berarti panas ekstrim. Nadi tegang dan lambat berarti dingin ekstrim. Nadi tegang, besar berarti kerusakan dan defisiensi. Nadi tegang dan kecil berarti hypertonicity. Jika satu tangan tegang, ini berarti rheum menjadi banyak yang sukar dipahami. Jika kedua tangan tegang umumnya dingin kronis. Nadi tegang dan kronis berarti penyakit serius. Nadi tegang dan halus berarti penyakit ringan.

9. Hong mai, nadi bergelombang :

Nadi hong mai berarti penyakit dengan panas hebat. Paling sering, nadi bergelombang muncul bersama nadi cepat, yang berindikasi api jantung berkobar, panas mengental di paru-paru, panas hebat di yang ming, yang liver ekses, yin ginjal defisiensi, defisiensi yin diare dan disentri, dll.

10. Wei mai, nadi pingsan :

Nadi wei mai berindikasi penyakit dengan defisiensi qi dan darah. Dapat juga berarti defisiensi qi paru-paru, defisiensi yang jantung, defisiensi qi lambung-limpa, defiensi sumber ginjal, dll. Nadi wei mai paling umum bertanggung jawab terhadap defisiensi kerusakan organ dan usus.

11. Hua mai, nadi licin :

Nadi hua mai berarti phlegm rheum, akumulasi makanan jangka panjang, muntah, asam lambung naik dan muntah, lidah kaku, batuk, panas hati, haus, disentri, tui shan (bulging mounting), tercekik. Ini juga berindikasi penyakit pada wanita setelah kehilangan darah dan qi sehabis kuret uterus atau postpartum. Nadi hua mai pada wanita juga berindikasi hamil. Juga berindikasi nadi normal selama tidak bergabung dengan nadi sakit lainnya.

12. Se mai, nadi berombak :

Nadi se mai berarti defisiensi darah, kelemahan esensi cing, stagnasi qi, darah statis, yin kolaps, dan penyakit lainnya. Nadi se mai juga berindikasi bi dada, defisiensi kelemahan limpa lambung, reflux lambung, kelainan inti darah vakum ganda, rasa tercekik, angin usus dengan darah turun, kehilangan darah, spermatorrhea, dan defisiensi diare. Ini dapat juga berindikasi angin stroke dengan hemiplegia, konkresi dan penggumpalan, dll.

13. Jin mai, nadi ketat :

Nadi jin mai berindikasi dingin. Nadi ketat, mengambang berarti PPL dingin. Nadi ketat, tenggelam berarti dingin interior. Nadi ketat paling umum berindikasi paru-paru dingin, bersin dan batuk; organ hati dingin angin epilepsi, organ limpa dingin muntah phlegm dingin; serta patogen dingin menghasilkan rasa nyeri.

14. Huan mai, nadi santai :

Nadi huan mai berarti tipe angin, lembab atau defisiensi limpa. Nadi santai dan mengambang berarti angin stroke (defisiensi/eksterior). Nadi santai, tenggelam berarti stagnasi lembab di jaringan meridian. Nadi santai, halus dan lambat berarti defisiensi limpa/lambung lemah. Nadi santai umumnya berindikasi berkumpul dan menggumpal, torticollis, pusing dan vertigo, diare berlendir, angin bi atau gagap bicara, tungkai kaki layu dan lemas, dll.

15. Fu mai, nadi tersembunyi :

Fu mai berindikasi depresi dan patogen/penyakit terikat di interior, obstruksi dan hambatan di jaringan dan pembuluh darah, serta qi dan darah statis dan stagnasi. Ini juga berindikasi akumulasi makanan, akumulasi rheum, phlegm lama; serta muntah akut dan diare.

16. Xi mai, nadi halus :

Nadi xi mai berindikasi kerusakan internal, defisiensi, racun serta yin dan yang kosong. Ini juga berindikasi qi dan darah kosong; racun kelemahan kerusakan dari pengaruh tujuh emosi; penyakit ginjal, berkeringat spontan, dll.

17. Jie mai, nadi terikat :

Nadi jie mai berindikasi defisiensi yang, ekses yin. Ini juga menunjukkan stagnasi qi dan darah statis, phlegm lama terikat dan stagnasi, akumulasi, konkresi dan menggumpal, menggunung seperti (shan) qi, yong atau pembengkakan abses, dll.

18. Ruo mai, nadi lemah :

Nadi lemah berindikasi yin dan yang kosong , yang qi kosong dan lemah. Atoni (kehilangan kekuatan) tulang, atoni otot, palpitasi, keringat spontan, nafas pendek karena kelelahan memperngaruhi organ sehingga yang qi lemah dan kosong; esensi yin ciao bawah ekstrim kosong dan lemah.

19. Ruan mai (disebut juga ru mai), nadi lembek :

Nadi lembek berindikasi defisiensi yin, darah juga penyakit lembab. Ini juga berindikasi defisiensi yang, berkeringat spontan dan qi pusat kurang. Lautan sumsum kosong dan kurang, pembentukan darah sedikit dan kurang, pencuri yin (kurang) keringat malam; darah dan esensi rusak, bone steaming, demam pasang surut, banjir dan bocor, limpa lembab diare berlendir.

20. Da mai, nadi berhenti teratur :

Nadi da mai berindikasi kelemahan dan kekosongan qi organ, serta sumber yang kurang. Ini juga berindikasi penyakit angin, nyeri, tujuh emosi dan ketakutan, luka traumatis. Defisiensi qi lambung limpa dengan muntah dan diare, sakit perut yang kosong, diare dan disentri.

Nadi berdasarkan kategori

Nadi mengambang :

  1. Nadi fu mai (mengambang)
  2. Nadi hong mai (bergelombang)
  3. Nadi kou mai (daun bawang)
  4. Nadi ge mai (kulit drum)
  5. Nadi ru mai (lembek)
  6. Nadi xu mai (kosong)

Nadi tenggelam :

  1. Nadi chen mai (tenggelam)
  2. Nadi fu mai (tersembunyi)
  3. Nadi lao mai (terbatas)
  4. Nadi ruo mai (lemah)

Nadi lambat :

  1. Nadi chi mai (lambat)
  2. Nadi huan mai (santai)
  3. Nadi se mai (berombak)

Nadi cepat :

  1. Nadi shu mai (cepat)
  2. Nadi hua mai (licin)
  3. Nadi dong mai (mengaduk)
  4. Nadi ji mai (lari)

Nadi pendek :

  1. Nadi duan mai (pendek)
  2. Nadi Wei mai (pingsan)
  3. Nadi xi mai (halus)

Nadi panjang :

  1. Nadi chang mai (cepat)
  2. Nadi xian mai (tegang)
  3. Nadi jin mai (ketat)
  4. Nadi shi mai (penuh)

Nadi terputus :

  1. Nadi san mai (terserak)
  2. Nadi jie mai (terikat)
  3. Nadi cu mai (terlompat)
  4. Nadi dai mai (terputus teratur)

Gao Bao Heng, rektor akademi kerajaan, dalam kata pengantar Mai Jing (Pulse Classic) menyatakan, “Manifestasi denyut nadi sulit dibedakan, dan terlepas dari ini, ada yang membingungkan bahwa beberapa jenis pulsa muncul bersamaan, sementara beberapa kategori penyakit berbeda dapat menunjukkan tipe denyut nadi yang sama. Jika hanya mengandalkan denyut nadi saja tidak dapat sepenuhnya menyingkapkan yang tersembunyi (di tubuh)… memberi petunjuk ke kata lain (yaitu, keterikatan antara suara, warna, bentuk dan nadi) untuk menentukan kehidupan dan kematian secara pasti mengarah pada diagnosis benar tanpa satu kesalahan pun.”

1. Fu mai, nadi mengambang :

Nadi mengambang berindikasi patogen luar, bergabung dengan gejala penyakit jangka pendek, tidak suka dingin, demam, sakit kepala, nyeri, leher kaku, pilek, batuk, bersin; selaput lidah putih tipis, dll.

2. Chi mai,  nadi lambat :

Saat nadi lambat berindikasi patogen dingin, bergabung dengan gejala tidak suka dingin, muram, muka pucat, feses hancur, urin banyak dan jernih, lidah pucat dengan selaput putih lembab, dll.

3. Shu mai, nadi cepat :

Nadi cepat berindikasi panas, bergabung dengan gejala demam, panas, muka merah, bibir merah, konstipasi, lidah merah dengan selaput kuning, dll.

4. Xu mai, nadi kosong; Xi mai, nadi halus; Ruan mai, nadi lembek; Ruo mai, nadi lemah :

Semua tipe nadi ini berindikasi kosong/defisiensi. Bergabung dengan gejala tidak semangat, tidak bertenaga, badan lelah, muka pucat/putih, tubuh kurus, nafas lemah dan malas berbicara, jantung berdebar, nafas pendek, kehilangan tidur, pelupa, berkeringat spontan, berkeringat malam, tidak tahan BAK, badan sakit dan nyeri ingin dipijat, lidah pucat tanpa selaput, dll.

5. Shi mai, nadi penuh :

Nadi  berindikasi ekses. Bergabung dengan gejala hiperaktivitas dan bersemangat, suara keras, parau; dada dan perut penuh dan kembung, badan sakit dan nyeri menolak tekanan, konstipasi, BAK terhambat, tenesmus, selaput lidah tebal dan berlendir, dll.

6. Fu jin mai, nadi ketat dan mengambang:

Nadi mengambang dan ketat berindikasi PPL dingin. Bergabung gejala tidak suka dingin, demam, tidak berkeringat, sakit kepala, leher kaku, sendi sakit dan nyeri, selaput lidah putih, dll.

7. Fu huan mai, nadi mengambang dan santai :

Nadi mengambang dan santai berindikasi defisiensi eksterior. Bergabung gejala demam, tidak suka angin, pilek, berkeringat spontan, lidah pucat dengan selaput putih, dll.

8. Fu shu mai, nadi mengambang dan cepat :

Nadi ini berindikasi PPL panas. Bergabung gejala demam, sedikit tidak suka dingin, haus, urin kuning, sedikit berkeringat, selaput lidah kuning, dll.

9. Chen chi mai, nadi lambat dan tenggelam :

Nadi ini berindikasi dingin interior. Bergabung gejala  tubuh kedinginan, tangan kaki menggigil, muka pucat dan muram, tidak haus atau haus ingin minuman panas; phlegm jernih dan encer, feses hancur, urin banyak dan jernih, lidah pucat dengan selaput putih dan mengilap, dll.

 

 

 

 

 

 

Iklan

Penafsiran Nadi

1 . Fu mai, nadi mengambang : Nadi ini bisa dirasakan saat jari tangan menyentuh ringan dan hilang saat ditekan kuat. Nadi ini mencerminkan yang qi. Nadi fu mai berarti energi yang qi tinggi di tubuh dan berkumpul di eksterior. Ada beberapa hal yang menyebabkan fu mai. Pertama, PPL telah menyerang tubuh dan terkunci di tubuh luar atau wai wei. Wei qi (qi pertahanan) sedang berjuang melawan PPL. Tambahan, PPL menyerang tubuh bagian atas.

Kedua, adanya defisiensi yin, sehingga yang qi melawan arus ke luar dan ke atas. Ini karena sifat alami yang qi. Nadi akan terasa mengambang.

Ketiga, juga kemungkinan qi atau yang kosong sehingga kehilangan akar di sumber bawah (tubuh bawah). Dalam kasus ini, yang qi naik ke atas dan ke permukaan sehingga menghasilkan nadi mengambang.

2. Chen mai, nadi tenggelam : Ini menandakan bahwa yang qi pasien terdapat di interior atau tingkat bawah di tubuhnya. Ini terjadi karena dua faktor. Baik karena yang qi tidak cukup untuk mendorong nadi ke atas atau sesuatu menghambat kelancaran aliran yang qi sehingga tidak mampu bergerak ke atas dan ke luar. Adanya nadi tenggelam juga karena yang qi kosong atau qi penyakit terkunci di interior. Dalam kasus kedua, yang qi terfokus di dalam di mana sedang berjuang melawan penyakit.

3. Chi mai, nadi lambat : Tingkat ketukan nadi juga merupakan fungsi yang qi. Sifat yang qi adalah hangat sehingga kecepatan nadi juga menentukan hadirnya panas tubuh. Nadi lambat biasanya indikasi dari dingin. Dingin dapat penuh atau kosong, terletak di luar atau dalam tubuh. Contoh : nadi lambat, ketat, bertenaga mengindikasikan dingin penuh; sedangkan nadi lambat, halus, tidak bertenaga mengindikasikan dingin kosong.

4. Shu mai, nadi cepat : Jika nadi lebih cepat dari normal, berarti yang qi atau panas lebih banyak. Panas ini bisa penuh atau kosong tergantung dari nadi dan gejala. .Jika terdapat phlegm panas, maka nadi akan menjadi licin dan cepat. Harus diingat  juga bahwa nadi dikontrol oleh organ jantung.

5. Xi mai, nadi halus : Kehalusan mendeskripsikan volume kandungan nadi. Kandungan nadi atau meridian dan pembuluh darah adalah qi, darah dan cairan. Sehingga hadirnya nadi halus berarti defisiensi/lemahnya qi dan darah, juga yin.  Ditekankan bahwa defisiensi darah, yin dan qi cairan menghasilkan nadi halus dan tidak bertenaga.

6. Hua mai, nadi licin : Nadi licin bisa muncul karena tiga mekanisme. Pertama, nadi licin dihasilkan oleh darah berputar melalui jaringan dan pembuluh darah. Sehingga, nadi licin dapat disebut nadi normal yang menunjukkan qi dan darah yang berlimpah di mana qi dan darah mengalir tanpa hambatan.

Kedua, nadi licin bisa disebabkan panas. Dalam Kedokteran Cina, disebutkan bahwa panas menggerakkan darah. Ini karena panas tak lain adalah qi  banyak yang berkumpul di area yang padat.

Ketiga, nadi licin adalah manifestasi dari phlegm, lembab dan makanan yang stagnan. Phlegm dan lembab memiliki sumber yang sama. Sumbernya adalah kemampuan limpa dalam mengirimkan dan mengubah cairan. Jika limpa gagal dalam pengiriman dan pengubahan, maka cairan berkumpul, menjadi kental dan membentuk phlegm. Ini berarti bahwa cairan lebih banyak mengalir di jaringan dan pembuluh darah.

7. Xian mai, nadi tegang/tali busur : Nadi tali busur adalah tegang, kencang dan terpaksa. Ini terjadi karena qi tidak mampu mengalir lancar. Pertama, organ yang bertanggung jawab terhadap kelancaran aliran qi, yaitu organ hati. Jika stress, frustasi, dendam dan marah, menyebabkan qi tidak mengalir bebas, sehingga nadi tegang dan terpaksa.. Organ hati harus menerima darah yang cukup untuk menutrisi, melunakkan dan menyelaraskan. Jika terjadi defisiensi darah, maka organ hati kehilangan fungsi dalam mengalir dan pemakaian qi.

Kedua, organ limpa adalah akar dari qi dan darah di mana organ limpa menghasilkan dan mengubah makanan menjadi darah dan qi. Jika pola makan salah, terlalu banyak mikir dan cemas, organ limpa menjadi lemah, sehingga tidak menghasilkan qi dan darah yang cukup untuk menggerakkan darah, serta tidak cukup darah untuk menutrisi organ hati. Sehingga defisiensi qi limpa ikut berkontribusi terhadap stagnasi qi. Ketiga, api ming men berfungsi menghangatkan dan memberdayakan organ hati. Jika yang ginjal kosong, secara tidak langsung memperberat depresi stagnasi qi hati.

Faktor kedua kurangnya kelancaran aliran karena obstruksi yin. Lembab, makanan, phlegm, darah menjadi statis dan stagnan sehingga menghalangi dan menghambat aliran qi.

8. Duan mai, nadi pendek : Nadi pendek hanya dirasakan di posisi guan dan chi. Nadi pendek berindikasi yang qi berkumpul di ciao tengah. Menurut Qi Bo Wei, salah satu kemungkinan muncul nadi ini karena stagnasi makanan. Ini adalah salah satu faktor potensi penyebab penghambat qi dan darah di ciao tengah.

Kemungkinan kedua dari definisi nadi pendek adalah ketukan tidak sampai di posisi guan atau chi. Cun, guan dan chi bertanggung jawab atas ciao atas, tengah dan bawah. Jika yang qi tidak dapat mencapai cun, maka qi dada kekurangan. Qi dada bersumber dari limpa. Sehingga defisiensi qi dada sama dengan defisiensi qi limpa. Namun, daripada jatuh ke bawah, gejala lebih berkaitan dengan defisiensi qi paru-paru dan jantung. Ini adalah gambaran nadi yang mudah untuk dikenali dan juga mudah untuk diobati/diperbaiki.

9. Jin mai, nadi ketat : Nadi jin mai mirip nadi xian mai (nadi busur) tetapi nadi jin mai lebih besar dan bertenaga. Nadi xian mai (busur) berkaitan dengan defisiensi darah. Seperti nadi xian mai, nadi jin mai juga nadi terhambat yang menunjukkan aliran qi yang kurang. Ada dua hal yang bertanggung jawab dalam manifestasi nadi jin mai.

Pertama, yang sudah jelas panas menggerakkan darah, dingin mengerutkan pembuluh darah sehingga darah membeku. Sehingga darah jin mai terjadi karena dingin membekukan menghambat aliran lancar. Kedua, saat seseorang merasakan nyeri parah, ini adalah reaksi alami menjadi tegang atau mengerut. Sehingga nadi tegang bisa disebabkan oleh reaksi dari nyeri parah.

10. Huan mai, nadi santai : Sebagai nadi penyakit, nadi santai di ambang sedikit lambat. Kecepatan nadi merupakan fungsi dari yang qi karena yang qi menggerakkan darah dan bertanggung jawab atas ketukan nadi. Nadi huan mai muncul karena defisiensi qi yang tidak cukup mendorong darah dengan cepat. Karena jantung mengontrol darah, jantung menggerakkan darah, maka nadi huan mai adalah tanda dari defisiensi qi jantung. Karnea qi jantung dan qi limpa berkaitan erat, ini bisa juga defisiensi jantung dan limpa.

11. Ru mai, nadi lembek : Nadi ru mai (lembek) atau  ruan mai (halus) dikategorikan sebagai nadi halus, mengambang, tipis, kurang bertenaga. Nadi ru mai muncul karena defisiensi qi dan darah atau lembab berkumpul. Jika karena defisiensi qi dan darah, nadi tipis dan mengambang karena kurangnya darah untuk mengisi pembuluh darah dan akar dari qi, dan nadi halus dan tidak bertenaga karena kurangnya qi, sumber tenaga. Saya percaya nadi ru mai karena akumulasi lembab, karena limpa kehilangan kekuatan untuk transportasi dan transformasi, sehingga lembab dan air meluap ke ruang antara kulit dan daging. Ini menghambat aliran yang qi ke luar (kulit), sehingga nadi mengambang.

JIka nadi ru mai terasa di guan tangan kanan, maka menunjukkan defisiensi limpa yang menghasilkan defisiensi qi dan darah dan lembab meluap. Jika ru mai terasa di cun atau chi saja, maka bukti dari defisiensi qi dan yin tanpa hadirnya lembab.

12. Xu mai, nadi kosong; Hong mai, nadi bergelombang; kou mai, nadi tangkai daun bawang; gu mai, nadi kulit drum; san mai, nadi terserak : Ini adalah berbagai jenis nadi mengambang. Penyebabnya adalah yang qi yang bergerak berlawanan yang naik ke atas dan keluar. Qi bergerak berlawanan karena kehilangan akarnya di darah, yin atau ginjal atau karena sifat alami yang panas yang bergerak ke atas dan keluar. Jika nadi xu mai (kosong) hanya mengambang, besar dan tidak bertenaga, ini berarti defisiensi darah dan/atau yin dalam waktu yang lama. Nadi hong mai (bergelombang) muncul bukan karena defisiensi yin dan darah saja tetapi juga karena munculnya panas. Panas ini bisa penuh atau kosong tergantung dari kasus. Nadi gu mai (kulit drum) mengambang karena kehilangan darah dan/atau yin dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Namun, masih ada sisa qi yang mengambang ke atas dan keluar sehingga membuat nadi menjadi tegang dan keras. Jika pembelotan darah dan yin parah, maka qi juga ikut membelot sehingga nadi menjadi terserak (san mai). Bian Mai Pian (Writing on Discriminating the Pulse) menulis, “Jika defisiensi ini parah, maka menghasilkan nadi terserak (san mai).”

13. Fu mai, nadi tersembunyi; lao mai, nadi terbatas : Nadi fu mai dan lao mai adalah tipe nadi tenggelam. Ini berarti yang qi tidak naik ke atas dan keluar sesuai sifatnya. Ini mungkin karena defisiensi yang qi atau sesuatu menghalangi yang qi. Nadi fu mai sangat tenggelam, halus dan  tidak bertenaga. Nadi ini tenggelam karena qi kosong. Karena qi menggerakkan darah, maka jika qi berhenti, darah juga berhenti. Sehingga, qi kosong menyebabkan darah statis dan stagnasi qi. Nadi lao mai (terbatas) adalah bertenaga. Nadi ini tegang, menunjukkan nadi ini terbatas. Karena nad ini kuat, kita tahu bahwa tenggelammnya nadi ini karena ada sesuatu yang menghambat aliran yang qi. Sehingga nadi lao mai sering terjadi karena pengentalan dan stagnasi dingin lembab menghambat aliran bebas yang qi.

14. Wei mai, nadi pingsan; rou mai, nadi lemah : Nadi wei mai adalah sangat lemah, kecil dan cepat berlalu. Ini sangat cepat hilang walau dengan sedikit tekanan jari. Ini adalah defisiensi qi dan darah yang ekstrim. Nadi rou mai juga halus, tenggelam dan tidak bertenaga. Tenggelamnya nadi ini karena kurangnya qi untuk mengangkat yang jernih.

15. Cu mai, nadi meloncat : Nadi cu mai memiliki dua karakter. Pertama, nadi ini cepat. Kedua, ketukan nadi ini melompat tidak beraturan. Ini disebabkan dua faktor. Di satu sisi, “Jika hanya yang sangat bersemangat, yin tidak mampu menyeimbangkan.” Ini berarti qi terpisah dari darah yin dan berdetak meloncat. Ini bisa jadi karena hambatan dan ringatan. Jika nadi berdetak melompat dan bertenaga, ini berarti panas yang hiperaktif dan bersemangat dan diperumit oleh kemacetan organ internal. Jika nadi berdetak melompat dan tidak bertenaga, ini berarti pembelotan dan defisiensi. Rintangan ini bisa karenea qi, darah, phlegm, rheum atau makanan.

16. Jie mai, nadi terikat : Nadi jie mai adalah nadi lambat atau santai, dengan ada detakan yang loncat dan tidak teratur . Ini juga disebabkan dua faktor. Pertama, karena hambatan dan rintangan sehingga nadi menjadi lambat dan nadi meloncat. Jika hambatan itu sederhana, seperti stagnasi qi dan/ atau darah statis, nadi menjadi terikat dan bertenaga. Kedua, jika benar-benar lambat, karena defisiensi yang qi menyebabkan dingin kosong. Dalam kasus ini, nadi loncat (hilang) karena dingin mengental menyebabkan statis berubah menghalangi aliran qi dan darah yang lancar. Jika nadi santai, karena defisiensi qi jantung diperumit oleh/ atau menyebabkan darah statis. Kualitas santai karena defisiensi qi tidak menggerakkan darah sehingga menjadi darah statis. Darah statis menghambat kebebasan aliran qi dan darah.

17. Dai mai, nadi teratur terputus : Ini disebabkan kesakitan qi yang mendalam dan pingsan. Sehingga qi dan darah sangat kosong. Dalam kasus ini, qi menjadi kosong sehingga tidak memiliki tenaga untuk menggerakkan darah. Qi menggerakkan darah beberapa jarak dan berhenti sejenak untuk mengembalikan kekuatannya. Contoh : 1, 2, 3, 4, 5, hilang, 1, 2, 3, 4, 5, hilang. Sehingga nadi dai mai seperti nadi lansia yang bergerak sebentar kemudian harus istirahat untuk mengembalikan kekuatan. Karena qi terlalu lemah untuk menggerakkan darah, komplikasi oleh darah, phlegm, depresi lembab.

18. Se mai, nadi berombak : Nadi se mai juga nadi terhambat (meski bukan nadi yang meloncat/terputus). Kehalusan dan perlambatan nadi paling utama karena  defisiensi qi dan darah atau yin dan yang. Faktanya, nadi mengalir karena darah statis menghambat aliran. Dalam Kedokteran tradisional Cina, bahwa darah statis baru atau lama menghambat pembentukan darah baru. Darah statis umumnya terjadi karena defisiensi darah dan qi. Tambahan, penyakit yang diderita lama yaitu statis merusak ginjal; darah dan esensi berbagi sumber yang sama. Ini berarti  defisiensi darah berkaitan dengan darah statis diperumit oleh defisiensi yin dan esensi. Nadi se mai merupakan gabungan defisiensi dan ekses, darah statis menjadi penuh dan qi, darah, yin, dan / atau esensi yang membuat keruntuhan/defisiensi.

19. Ji mai, nadi berlari : Nadi ji mai adalah nadi yang sangat cepat, ini adalah panas ekstrim dan konsumsi yin. Sehingga yin tidak sanggup memerintah yang dan lepas kendali.

20. Da mai, nadi berhenti teratur :

Nadi da mai berindikasi kelemahan dan kekosongan qi organ, serta sumber yang kurang. Ini juga berindikasi penyakit angin, nyeri, tujuh emosi dan ketakutan, luka traumatis. Defisiensi qi lambung limpa dengan muntah dan diare, sakit perut yang kosong, diare dan disentri.

Nadi berdasarkan kategori

Nadi mengambang :

  1. Nadi fu mai (mengambang)
  2. Nadi hong mai (bergelombang)
  3. Nadi kou mai (daun bawang)
  4. Nadi ge mai (kulit drum)
  5. Nadi ru mai (lembek)
  6. Nadi xu mai (kosong)

Nadi tenggelam :

  1. Nadi chen mai (tenggelam)
  2. Nadi fu mai (tersembunyi)
  3. Nadi lao mai (terbatas)
  4. Nadi ruo mai (lemah)

Nadi lambat :

  1. Nadi chi mai (lambat)
  2. Nadi huan mai (santai)
  3. Nadi se mai (berombak)

Nadi cepat :

  1. Nadi shu mai (cepat)
  2. Nadi hua mai (licin)
  3. Nadi dong mai (mengaduk)
  4. Nadi ji mai (lari)

Nadi pendek :

  1. Nadi duan mai (pendek)
  2. Nadi Wei mai (pingsan)
  3. Nadi xi mai (halus)

Nadi panjang :

  1. Nadi chang mai (cepat)
  2. Nadi xian mai (tegang)
  3. Nadi jin mai (ketat)
  4. Nadi shi mai (penuh)

Nadi terputus :

  1. Nadi san mai (terserak)
  2. Nadi jie mai (terikat)
  3. Nadi cu mai (terlompat)
  4. Nadi dai mai (terputus teratur)

Gao Bao Heng, rektor akademi kerajaan, dalam kata pengantar Mai Jing (Pulse Classic) menyatakan, “Manifestasi denyut nadi sulit dibedakan, dan terlepas dari ini, ada yang membingungkan bahwa beberapa jenis pulsa muncul bersamaan, sementara beberapa kategori penyakit berbeda dapat menunjukkan tipe denyut nadi yang sama. Jika hanya mengandalkan denyut nadi saja tidak dapat sepenuhnya menyingkapkan yang tersembunyi (di tubuh)… memberi petunjuk ke kata lain (yaitu, keterikatan antara suara, warna, bentuk dan nadi) untuk menentukan kehidupan dan kematian secara pasti mengarah pada diagnosis benar tanpa satu kesalahan pun.”

1. Fu mai, nadi mengambang :

Nadi mengambang berindikasi patogen luar, bergabung dengan gejala penyakit jangka pendek, tidak suka dingin, demam, sakit kepala, nyeri, leher kaku, pilek, batuk, bersin; selaput lidah putih tipis, dll.

2. Shu mai, nadi lambat :

Saat nadi lambat berindikasi patogen dingin, bergabung dengan gejala tidak suka dingin, muram, muka pucat, feses hancur, urin banyak dan jernih, lidah pucat dengan selaput putih lembab, dll.

3.

 

 

 

 

 

Empat Dasar Nadi

Su Wen (Simple Questions) menyatakan, “Nadi sebaiknya diperiksa saat pagi pagi sekali.” Karena saat pagi sekali, manusia belum melakukan aktivitas apapun termasuk makan yang berefek ke badan; dan secara tradisional dipercaya bahwa pagi hari yin dan yang relatif seimbang sebelum fajar berakhir.

Bin Hu Mai Xue (Lakeside Master’s Study of the Pulse) menyatakan ada empat pokok utama dalam nadi, yaitu :

  1. Mengambang
  2. Tenggelam
  3. Lambat
  4. Cepat

Zhu Dan Xi di buku Ge Zhi Yu Lun (Extra Treatises Based on Investigation& Inquiry) berkata, “Penyakit manusia dibedakan menjadi empat katogeri yaitu dingin, panas, penuh, kosong. Di dalam nadi, juga dibedakan menjadi mengambang, tenggelam, lambat dan cepat dalam mendiagnosis penyakit. Ini adalah prinsip yang tidak dapat diubah.”

Orang gemuk umumnya bernadi tenggelam. Orang kurus rata-rata bernadi besar.

Nadi pria lebih kuat. Nadi wanita lebih lemah dan halus karena setiap bulan mengalami menstruasi serta menyusui. Saat mengandung, nadi wanita licin dan cepat karena akumulasi darah dan yin serta yang qi janin.

Dalam buku Bin Hu Mai Xue menulis bahwa wanita lebih yin dan pria lebih yang karena sisi kanan tubuh adalah yin dan sisi kiri tubuh adalah yang, sehingga nadi pria bagian kiri lebih besar dan nadi wanita bagian kanan lebih besar. Nadi wanita lebih kecil di posisi guan dan chi karena menstruasi.

Nadi menurut musim :

musim modren kuno
chun/ semi xian/ tegang xian/ tegang
xia/ panas hong/ gelombang gou/ berkait
qiu/ gugur fu/ mengambang mao/ rambut
dong/ dingin chen, tenggelam shi/ batu

Jumlah ketukan nadi berdasarkan umur :

  • Bayi yang baru lahir : 120-140 ketukan per menit
  • Bayi berumur satu tahun : 110-120 ketukan per menit
  • Bayi berumur empat tahun : 110 ketukan per menit
  • Anak berumur delapan tahun : 90 ketukan  per menit
  • Remaja berumur empat belas tahun : 75-80 ketukan per menit

Di dalam 29 jenis nadi, semuanya dimasukkan menjadi empat kategori saja.

Mengambang Tenggelam Lambat Cepat
Fu mai/mengambang Chen mai/tengeglam Chi mai/lambat Shu mai/ cepat
Kou mai/batang bawang Fu mai/tersembunyi Jie mai/terikat Cu mai/lompat
Ge mai/kulit drum Lao mai/terbatas Dai mai/terputus teratur Ji mai/lari
Ruan mai/tipis Ruo mai/ lemah Shi mai/terkejut Dong mai/adukan
Xu mai/kosong Huan mai/santai
Hong mai/gelombang
San mai/tersebar

Divisi Nadi Tangan

Tiga macam kendala untuk menguasai diagnosis denyut nadi :

  1. Bakat tidak mencukupi
  2. Perspektif intelektual yang salah
  3. Pendekatan pendidikan yang tidak tepat.

Manfred Porkert menjabarkan bakat yang kurang karena dua alasan : 1) Jari tangan kurang sensitif dan kapabilitas konsentrasi; 2) Bakat yang kurang dalam mengobservasi.

Perspektif intelektual yang salah, karena Kedokteran Barat memandang skeptis tentang pemeriksaan nadi cara Cina. Jika seorang terapis ragu-ragu maka tidak akan belajar serius tentang pemeriksaan nadi ini.

Nadi Tangan

Nadi tangan terbagi atas tiga bagian : cun/depan, guan/tengah, chi/ujung. Jika meraba, nadi cun dirasakan di jari telunjuk, nadi guan di jari tengah dan nadi chi di jari manis.

kiri kanan
cun luar usus kecil usus besar
dalam jantung paru-paru
guan luar kandung empedu lambung
dalam hati limpa
chi luar kandung kemih sanciao
dalam ginjal perikardium
kiri kanan
cun luar tangan tai yang tangan yang ming
dalam tangan shao yin tangan tai yin
guan luar kaki shao yang kaki yang ming
dalam kaki jue yin kaki tai yin
chi luar kaki tai yang tangan shao yang
dalam kaki shao yin tangan jue yin

Di bab 18 Nan Jing dijelaskan nadi cun kou dibedakan menjadi sembilan divisi dari dangkal hingga dalam. Bagian paling dangkal atau atas berhubungan dengan surga, bagian tengah berhubungan dengan manusia, dan bagian dalam berhubungan dengan bumi. Menurut penulis buku Nan Jing, bagian surga berhubungan dengan penyakit di dada sampai kepala; bagian tengah berhubungan dengan penyakit di diafragma hingga pusar; bagian dalam berhubungan dengan penyakit di bawah pusar hingga kaki. Karena terbagi atas tiga bagian besar, semuanya berjumlah sembilan.

Sistem di atas tidak digunakan lagi di TCM modren, tetapi masih digunakan di Jepang, Vietnam, Taiwan.

Penulis Wang Shu He (210-285 M) dalam buku Mai Jing (Pulse Classic) menjelaskan  bahwa usus dan organ pencernaan berhubungan dengan tangan dan kaki, yin dan yang, membentuk dasar dari sistem pembacaan nadi. Kemudian cara modren berdasarkan  buku Bin Hu Mai Xue (The Lakeside Master’s Study of the Pulse). Buku Si Yan Ju Yao (Gathered Essentials in Four Characters) ditulis oleh Cui Jia Yan, dan edisi kedua diperbaiki oleh Li Yan Wen (ayah dari Li Shi Zhen). Edisi kedua ini menjabarkan 27 jenis nadi besarta definisi, indikasi dan penjelasannya. Buku inilah yang menjadi sumber belajar nadi tangan hingga hari ini.

Menurut Nan Jing, posisi cun mewakili kepala hingga dada; posisi guan mewakili area dari diafragma hingga pusar; posisi chi mewakili area di bawah pusar hingga kaki.

Nadi normal atau sehat disebut ping mai, sedangkan nadi sakit disebut bing mai.

Yang disebut nadi ping mai/sehat memiliki tiga karakter :

  1.  You shen/ memiliki jiwa.
  2. You wei/ memiliki qi lambung. Zaman dulu, jika nadi tegang, sangat cepat, atau hilang kekuatan dan harmonis, disebut wu wei qi, tanpa nadi qi lambung, ini disebut zheng zang mai, tanda kematian.
  3. You gen/ memiliki akar. Ini berarti nadi chi harus terasa.

Nadi juga harus memiliki kekuatan (you li) dan detakan sekitar 64-90 per menit, disebut ping mai.

Bing mai, Nadi Penyakit

1 . Fu mai, nadi mengambang : terletak di luar, dangkal. Saat jari ditekan ringan, nadi terasa kuat, mengambang. Tapi saat ditekan dalam, nadi terasa lemah. Saat jari menekan ringan lagi, nadi kembali kuat dan mengambang.

Penulis Fundamentals of Chinese Medicine menerangkan, “Nadi langsung terasa saat jari menempel di pergelangan tangan, tetapi nadi menjadi lemah bahkan hilang saat jari menekan kuat.” Ini seperti sebatang kayu yang mengambang di air. Saat ditekan, kayu tenggelam, tetapi jika tekanan dihilangkan, kayu kembali mengambang ke permukaan air. Nadi ini menerangkan kosong di ciao tengah (kong zhong),

2. Ge mai, nadi kulit drum : tegang dan besar dengan kosong di tengah (kong zhong), merasa seperti kepala drum. Nadi ge mai adalah nadi mengambang; seperti tangkai daun bawang, besar tetapi kosong di dalam. Ini berarti saat jari tangan menekan kuat nadi, nadi menghilang. Tapi saat jari menekan ringan, nadi terasa tegang dan mengambang. Nadi ge mai termasuk nadi mengambang, besaer dan keras.

3. Hong mai, nadi bergelombang : mengambang, besar, datang dengan kuat, pergi dengan lemah.

Menurut tabib Liu Yi Ren, dinasti Qing, nadi ini bertenaga dan mengambang. Tabib Hua Bo Ren di buku Yi Xue Ru Men menulis, “nadi ini besar, mengambang dan penuh, tetapi saat ditekan kuat, nadi ini tidak bertenaga.” Di buku Su Wen bab 19 dijabarkan “Nadi musim panas seperti kaitan/cantelan. Berhubungan dengna api dan selatan, musim panas adalah musim di mana semua makhluk berkembang. Qi-nya datang dengan bertenaga dan pergi dengan lemah. Sehingga dibilang seperti kaitan/cantelan.” Nadi mengambang dan kuat ini hanya terasa di nadi cun, tetapi melemah di nadi guan dan chi.

4. Xu mai, nadi kosong : 1) semua tipe nadi tidak bertenaga. 2) nadi mengambang, besar, lambat, kosong, lemah, tidak bertenaga.

Tabib Liu Yi Ren, dinasti Qing, penulis buku Yi Xue Chuan Xin Lu (Record Transmitting the Heart of the Study of Medicine) berkata, “Jika nadi mengambang dan tidak bertenaga, artinya nadi kosong.”

5. Kou mai, nadi tangkai daun bawang : mengambang, lembek, nadi besar, tetapi kosong, seperti daun bawang.

Nadi seperti daun bawang, yaitu berongga. Nadi mengambang, lembek, tidak bertenaga dan besar. Saat ditekan kuat, nadi hilang.

6. San mai, nadi terpencar : nadi besar, mengambang, tanpa akar; dengan tekanan ringan, nadi mudah tidak teratur, terpencar dan semrawut. Dengan tekanan kuat, nadi hilang.

Qin Bo Wei menjelaskan :”Datangnya jumlah nadi tidak seragam.” Beberapa penulis berkata, nadi ini besar, tersebar, tidak berisi (bu she) atau tidak dibatasi (bu lian). Nadi ini dibilang tidak jelas (bu ming) untuk detakan nadi yang tidak teratur (bu ding).

7. Ruan mai, nadi lembek (ru mai) : mengambang, halus, tipis, lembek, lemas. Bisa dirasakan dengan tekanan ringan tetapi tidak terasa dengan tekanan kuat.

Qin Bo Wei menjelaskan,” Nadi ini mengambang dan sangat tidak bertenaga seperti benang sutra di air.”

8. Chen mai, nadi tenggelam : terletak di dekat tulang. Dengan tekanan ringan tidak terasa, tetapi dengan tekanan kuat, nadi terasa.

9. Ruo mai, nadi lemah : tenggelam, tipis, halus seperti benang.

10. Fu mai, nadi tersembunyi : susah terasa, di bawah otot,tidak jelas, dengan tekanan kuat sampai ke tulang baru terasa.

11. Lao mai, nadi terbatas : ditekan ringan, nadi ini tidak terasa, tetapi ditekan kuat, baru terasa. Nadi ini  keras, kuat, tidak berubah, penuh, tegang, besar dan panjang. Nadi ini termasuk nadi tenggelam.

12. Chi mai, nadi lambat : di bawah 60 detakan per menit atau 4 ketukan per nafas.

13. Huan mai, nadi santai : 1) jika ini nadi sehat, nadi ini harmonis, santai dan bertenaga. 2) Jika nadi ini sakit, nadi ini santai, longgar, kendur, lambat.

14. Shu mai, nadi cepat : ketukan nadi di atas 90 per menit atau 5 ketukan per nafas.

15. Ji mai, nadi balapan (sangat cepat) : ketukan di atas 120 per menit atau 7-8 ketukan per nafas.

16. Shi mai, nadi penuh : 1) Nadi bertenaga . 2) Nadi panjang, tegang, besar, keras dan penuh baik nadi mengambang atau tenggelam.

17. Xian mai, nadi tegang : seperti tali busur/senar, tipis, panjang, memiliki kekuatan.

18. Jin mai, nadi ketat : ketat, bertenaga, seperti tali yang tegang/kencang.

Hua Bo Ren berkata, “Nadi xian mai (tegang) seperti tali busur yang ditari, sedangkan nadi jin mai (ketat), seperti tali yang melintir.”

19. Chang mai, nadi panjang : nadi yang panjang, terasa hingga di luar lokasi. Nadi ini terasa seperti jalan raya yang panjang.

20. Duan mai, nadi pendek : tidak tercapai di lokasi.

Penulis buku Fundamentals of Chinese Medicine menulis, “Nadi ini hanya terasa di titik guan atau chi saja.” Penulis Chen Xiu Yan dalam buku Yi Xue Shi Zai Yi (The Study of Medicine is Easy) berkata ,”Duan mai tidak terasa di titik cun, dan juga tidak terasa di titik chi.”

21. Dong mai, nadi adukan : licin, cepat, bertenaga, nadinya seperti kacang.

Beberapa sumber mengartikan nadi seperti kacang : nadi hanya terasa di posisi guan saja. Qin Bo Wei berkata, ” tidak memiliki kepala atau ekor.” Karena nadi hanya terasa di posisi guan sehingga disebut nadi adukan (seperti mengaduk bahan, hanya di satu sisi saja, tanpa berpindah).

22. Hua mai, nadi licin :  datang dengan mulus tanpa hambatan, seperti mutiara meluncur di piring.  Nadi ini teratur, tiada berhenti dan terputus.

23. Se mai, nadi berombak : lambat, santai, mandek, susah, tipis, kadang berhenti tetapi kembali pulih lagi. Nadi ini tidak mulus berdetak. Seperti sepotong bambu tergores pisau. Kadang nadi ini terasa lima ketukan per nafas, kadang tiga ketukan per nafas, tidak teratur.

24. Xi mai, nadi tipis : halus, terasa seperti benang sutra, lemah, tanpa kekuatan, tetapi teguh.

25. Wei mai, nadi pingsan : tidak bertenaga, sangat halus, lemah, tipis, hampir tidak teraba. Kadang terasa dan kadang hilang.

26. Da mai, nadi besar : besar, terasa di tiga ujung jari, bertenaga.

Penulis buku Fundamentals of Chinese Medicine mengatakan, “…Perlu dicatat bahwa ‘besar’ hanya mengacu pada besarnya pembuluh darah  saat jari menyentuh nadi. Ini tidak mengandung konotasi kekuatan.”

27. Jie mai, nadi terikat : lambat, santai, berhenti dengan interval tidak teratur.

28. Dai mai, nadi teratur yang terputus-putus : Nadi yang agak lambat dan lemah, berhenti dengan ketukan yang teratur. Contoh : ketukan 1, 2, 3, 4,.. berhenti, 1, 2, 3, 4, berhenti. Jadi nadi ini teratur tetapi ada ketukan yang hilang.

20. Cu mai, nadi melompat atau nadi cepat yang terputus tidak teratur : cepat dan berhenti dengan interval tidak teratur.

 

 

 

Selaput Lidah

Selaput Lidah dan Delapan Prinsip

Saya telah banyak membahas selaput lidah di artikel-artikel sebelumnya. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas sifat selaput lebih dalam.

Penilaian selaput lidah penting dalam melakukan diagnosis menurut delapan prinsip (yin yang, panas dingin, luar dalam, ekses defisiensi). Selaput lidah yang tebal menunjukkan ekses, dan selaput tipis menunjukkan defisiensi. Contoh : dalam kasus defisiensi lambung dan yin ginjal, maka selaput lidah akan hilang, dengan otot lidah merah. Defisiensi yang limpa dan ginjal dapat menyebabkan akumulasi lembab, perkembangan ganggguan ekses terwujud dalam selaput putih, tebal dan licin. Otot lidah biasanya pucat dan bengkak.

Aturannya, selaput putih mencerminkan hadirnya dingin dan selaput kuning munculnya panas. Diagnosis selaput lidah adalah sangat penting bila penyakit disebabkan faktor PPL (angin, panas, lembab, kering, dingin, api). Dalam beberapa kasus, selaput lidah mencerminkan kaulitas dan dalamnya penetrasi patogen. Sehingga, dalam kasus PPL angin dingin, selaput akan berwarna putih, sementara PPL angin panas, selaput berwarna kuning. Jika muncul serangan dingin dangkal oleh PPL angin dingin, maka selaput berwarna putih dan tipis, di mana mirip dengan selaput lidah normal.

Saat dingin sudah mengikat, maka selaput lidah akan tebal dalam satu dua hari. Penjelasannya, selaput lidah umumnya mulai berubah warna dan ketebalan saat patogen menyerang tubuh. Jika selaput lidah berubah warna menjadi kuning, maka menunjukkan patogen angin dingin berubah menjadi panas di dalam tubuh.

Perubahan ini terwujud dalam selaput lidah: di ujung depan lidah menunjukkan patogen berdada di tubuh luar; sementara di tengah dan belakang lidah menunjukkan patogen sudah berada di dalam. Dalam kasus PPL angin dingin yang sudah mengikat, biasanya selaput lidah kelihatan di ujung depan lidah. Pada tahap ini, selaput lidah masih tipis, sehingga tidak kelihatan. Ini menunjukkan faktor patogen masih di lapisan luar tubuh dan belum masuk ke tubuh dalam. Jika selaput tipis juga bahasa, kemungkinan fungsi qi paru-paru sedikit terganggu.

Dalam kasus patogen masuk ke level lebih dalam, selaput akan terletak di tengah lidah. Jika selaput berwarna kuning dan kering, menunjukkan panas dalam dan tahap mulai melukai cairan tubuh. Sehingga, warna, ketebalan, kelembaban dan lokasi selaput akan menyediakan informasi tentang gangguan yang disebabkan oleh faktor patogen luar (angin, dingin, kering, panas, lembab, api). Penyebaran selaput lidah yang menarik dapat ditemukan pada kasus akut di tahap shao yang dari enam tahap penyakit. Satu sisi bagian kanan, selaput berwarna putih, licin atau basah menunjukkan patogen berada di setengah luar setengah dalam badan. Jika bagian sisi kanan lidah kering dan kkuning, maka menunjukkan penyimpanan phlegm-panas atau panas lembab di kandung empedu. Sebaliknya, jika sisi kiri saja berwarna kuning berindikasi panas organ hati. Terakhir, garis-garis kuning di bagian sisi lainnya menunjukkan panas lembab yang sangat kuat di organ hati dan kandung empedu.

Aspek Lain dari Selaput Lidah

Ekses dan patogen tercermin dari tebalnya selaput. Namun, selaput tidak mengenali penyebabnya. Contoh:  selaput tebal dapat muncul dalam bentuk PPL maupun PPD. Di antara penyebab internal, lembab, phlegm, stagnasi makanan, panas dalam, dan dingin adalah paling menonjol. Di antara faktor eksternal, PPL angin-panas, angin-dingin, panas adalah faktor utama.

Ringkasan, dalam kasus akut khususnya penting dalam mencatat selaput lidah. Jika titpis saat serangan penyakit dan mulai menebal, ini adalah indikasi penetrasi lebih dalam dari faktor patogen. Jika selaput lidah dari tebal menjadi tipis, merupakan tanda bahwa patogen penyakit lebih lemah dan wei qi (qi pertahanan) kembali kuat.

Tingkat kelembaban (basah) lidah mencerminkan kondisi cairan tubuh. Lidah normal agak sedikit lembab, menandakan sirkulasi cairan yang tepat. Selaput lidah kering, layu menandakan cairan tubuh terkuras.

Dalam bab ini, kita akan membahas tentang sifat selaput lidah dan kelembababn.

Selaput Lidah Basah dan Licin

Selaput lidah basah menunjukkan akumulasi lembab disebabkan defisiensi qi dan yang limpa, atau yang ginjal. Sehingga, otot lidah berwarna pucat dan bengkak, dan selaput berwarna putih. Selaput lidah basah, putih dan tipis juga berindikasi masuknya PPL angin dingin.

Jika selaput lidah sangat basah, berminyak atau agak lengket, ini menunjukkan licin. Selaput mewakili tahap lebih lanjut dari evolusi selaput basah dan menunjukkan defisiensi yang lebih serius; khususnya jika putih, mewakili akumulasi lembab-dingin. Dalam kasus ini,otot lidah berwarna pucat. Sehingga, tipe lidah ini menunjukkan penetrasi lebih jauh dari patogen ke tubuh.

Jika selaput lidah lici, tebal dan agak berminyak, ini menandakan akumulasi lembab terjadi. Jika selaput sedikit lengket, patogen lembab sudah berubah menjadi phlegm. Jika selaput berwarna kuning dan licin, lembab sudah berubah menjadi panas lembab. Tipe lidah ini sering terlihat di disharmoni antara organ hati dan kandung empedu, atau antara limpa dan lambung.

Selaput Lidah Berminyak

Selaput lidah kuning tidak hanya mengungkapkan penetrasi patogen luar (angin, panas, lembab, kering, dingin), tetapi juga mencerminkan disharmonis di dalam tubuh (PPD). Selaput lidah lengket dan kering, dalam kasus penyakit berasal dari interior, mencerminkan akumulasi panas lembab atau phlegm panas. Jika selaput semakin kuning dan kering daripada lengket, berarti panas lebih dominan. Jika panas bertemu dengan akumulasi lembab di dalam tubuh, dalam satu waktu menjadi phlegm panas. Proses lembab berubah menjadi phlegm tercermin dari selaput yang kasar atau lengket. Jika selaput tipis dan berwarna kuning muda, faktor dominan adalah lembab.

Dalam kasus stagnasi makanan akut, selaput akan berminyak dan berwarna kuning muda atau agak abu. Dalam beberapa kasus, biasanya terletak di tengah lidah dan mencerminkan stagnasi qi di ciao tengah. Jika disharmoni ini bertahan selama beberapa tahun, selaput bertambah tebal, umumnya berkaitan bertambahnya gejala.

Selaput lidah putih, tebal dan berminyak berkaitan dengan lembab-dingin atau phlegm-dingin. Tipe selaput lidah ini bergabung dengan gejala rasa berat di tubuh, rasa penuh di dada dan epigastrium, atau kurang nafsu makan.

Selaput Kering dan Putih/Kering.

Tidak tergantung dari warna, selaput kering atau kasar selalu berindikasi cairan yang terkuras. Contoh : selaput lidah putih, berminyak, kering atau kasar mungkin berindikasi defisiensi qi limpa dan lambung, karena kelemahan qi limpa dan lambung, adanya akumulasi lembab, memberikan selaput berminyak. Di sisi lain, defisiensi cairan di lambung berarti lidah tidak menerima kelembaban yang seimbang, sehingga kering.

Jika selaput berwarna kuning dan kering tanpa berminyak atau lengket, berarti indikasi cairan terluka oleh panas dalam, yang akan semakin tebal dengan adanya akumulasi lembab atau phlegm di interior. Hasilnya, selaput kering dan kasar serta berwarna kuning yang mungkin menunjukkan hadirnya panas.

Selaput Lidah Hitam

Selaput lidah hitam sering berindikasi penyakit serius. Aturannya, hasil dari patologi bertahun-tahun. Ini mengindikasikan panas ekstrim juga dingin ekstrim.

Jika selaput hitam ini licin, ini mencerminkan defisiensi yang limpa dan ginjal dengan dingin internal ekses. Jika selaput lidah ini hanya terlihat di tengah lidah, sedangkan sisi selaput lidah tetap berwarna putih, ini mengindikasikan defisiensi yang limpa dengan akumulasi lembab-dingin.

Jika selaput hitam ini kering dan retak, diduga berkembang menjadi penyakit tetap, yang beridnikasi yin menurun, berkembang menjadi pemisahan yang. Pasien dalam bahaya sejak selaput hitam mencerminkan panas ekstrim yang memakan cairan tubuh. Selaput yang lebih hitam dan lebih kering, semakin parah yin dan cairan tubuh yang habis.

Selaput lidah kuning di sisi, selaput hitam di tengah dan berminyak, menunjukkan ekstrim panas di lambung. Selaput lidah kuning yang menetap konsisten mencerminkan retensi panas lembab dalam jangka lama. Panas ekstrim di lambung membakar cairan tubuh menyebabkan selaput menjadi hitam, seperti terbakar.

Selaput seperti tofu (tahu)

Selaput ini seperti tahu atau keju asam. Selaput ini besar, serpihan berbutir kasar dan terbentang di permukaan lidah. Selaput ini mencerminkan ekstrim yang dan panas ekses di interior.

Ada penafsiran lain tentang selaput ini dalam literatur “naiknya zat keruh seperti stagnasi makanan atau phlegm keruh.” Ini berarti bahwa stagnasi makanan serta retensi panas lembab dapat menyebabkan jenis lidah ini.

Tanda Lidah Yang Berkaitan Dengan Gangguan Panas

Bintik-Bintik Merah di Ujung Lidah

Bintik-bintik merah di ujung lidah dapat merupakan tanda dari PPL angin-panas atau panas toksin. Bintik-bintik merah berupa butiran kasar sering sebagai awal mula pencetusnya meriang, dan kadang kala terlihat satu atau dua hari sebelum munculnya penyakit. Seharusnya praktisi tidak ragu-ragu tentang bintik-bintik yang terwujud dalam panas di jantung. Dalam kasus selanjutnya, bintik-bintik ini diposisikan sangat dekat satu dengan lainnya seperti pasir halus, tidak menonjol kasar dan warnanya merah lebih muda (bukan pink). Tetapi, akan berkembang menjadi warna merah tua. Sebaliknya, bintik-bintik merah berkaitan dengan PPL angin-panas atau toksin panas cenderung lebih besar, lebih menonjol kasar, dan warna merah tua. Karena letaknya tidak berdekatan satu dengan lainnya, bintik-bintik terlihat lebih kasar. Saat bintik ini mengindikasikan panas di jantung hanya bisa terlihat di ujung lidah. Tetapi jika bintik ini menandakan PPL angin panas, maka terletak di sepertiga ujung depan lidah. Dan jika panas toksin muncul, maka bintik ini kadang kala menutupi seluruh badan lidah.

PPL angin panas masuk ke tubuh melalui hidung dan mulut. Gejala meliputi demam, tenggorokan sakit, sakit kepala dan haus. Sering akut, PPL angin panas menembus langsung ke paru-paru dan mengganggu qi paru-paru, terwujud dalam batuk. Serangan seperti penyakit, selaput lidah putih atau kuning, nadi cepat dan mengambang. Jika panas terlalu kuat, bintik-bintik merah akan muncul dan menyebar dari ujung hingga sepertiga depan lidah.

Munculnya panas toksin juga terwujud dalam bintik-bintik merah, tetapi berbeda dengan PPL angin panas, bintik merah ini muncul di seluruh badan lidah. Biasanya, bintik-bintik ini cenderung lebih besar dan warna lebih gelap, tetapi jika panas toksin ini sangat kuat. Dalam kasus ekstrim, duri-duri muncul di permukaan lidah, terlihat seperti duri duri kecil yang disebabkan oleh panas ekstrim yang melukai papila dan mendorong muncul ke permukaan lidah dan menonjol.

Panas toksin dapat timbul dari PPL panas yang tersangkut di interior dan berubah menjadi panas toksin yang dipaksakan oleh patogen lembab atau phlegm. Ini juga bisa dibentuk oleh akumulasi internal panas. Faktor yang mendukung toksin panas adalah sering minum alkohol, makanan berlemak dan pedas, yang memperberat panas lembab atau panas phlegm yang sudah ada sebelumnya. Panas ini dipaksa oleh lembab atau phlegm dalam sistem dan akhirnya berubah menjadi api, dan dalam jangka waktu sangat pendek, berkembang menjadi panas toksin. Perkembangan ini sangat jelas terlihat dalam selaput lidah tebal, berminyak dan kuning. Pasien dengan disposisi yang berdasarkan menahan dan mengumpulkan panas lembab atau panas dahak dapat berkembang menjadi panas toksin dengan cepat setelah terkena PPL/patogen luar. Dalam beberapa kasus selaput lidah tebal, berminyak dan kuning serta bintik-bintik merah/tua di lidah akan muncul bersamaan.

Penyakit infeksi seperti meningitis, hepatitis atau AIDS dicirikan oleh wabah qi beracun. Wabah penyakit angin-panas seperti : campak, gondok, cacar dan demam berdarah juga menimbulkan panas toksin. Karena panas kuat dalam penyakit ini maka panas ini menembus ke level darah dan terbentuk dalam ruam kulit, demam dan gejala lain. Konjungtivitis akut, demam tonsilitis akut, bisul, dan akut infeksi saluran kemih akut dapat juga disebabkan oleh panas toksin.

Karena gejala ini berbeda, maka sangat mudah membedakan antara PPL angin panas dan panas toksin. Gejala penting lain yang mengindikasikan angin panas adalah : demam, bantuk, tenggorokan sakit, sakit kepala, selaput lidah putih atau kuning, nadi mengambang dan cepat.

Tipikal manifestasi dari akumulasi panas toksin meliputi : malaise parah, demam tinggi, bisul bernanah, merah, panas dan nyeri; furuncle, carbuncle, abscess; abses parah di tonsil, mastitis akut; tinja bernanah dan berdarah; selaput lidah kuning dan bintik-bintik merah tersebar luas di lidah.

Otot Lidah Merah

PPL panas menembus masuk dalam ke badan dan berubah menjadi panas ekses atau api. Jika level qi atau yang ming terkena, maka gejala seperti demam tinggi, keringat banyak, takut panas, haus, gampang tersinggung, otot lidah merah adalah tanda panas di dalam. Otot lidah akan kering karena panas mengeringkan cairan dan selaput lidah menjadi kuning dan kering, menunjukkan hadirnya panas dan melukai cairan tubuh.

Jika level nutrisi terkena, otot lidah berubah warna menjadi merah tua dan menjadi kering. Tanda lidah ini tercermin dalam panas intensif di dalam. Hanya sebagian panas yang menetap di level qi sehingga selaput lidah tetap berwarna kuning. Namun, jika panas menembus lebih dalam ke level nutrisi, lidah akan sangat kering atau tidak memiliki selaput lidah. Sehingga, selaput lidah harus dipertimbangkan untuk mendapatkan diagnosis akurat sejauh mana patogen panas menembus masuk ke tubuh. Karateristik gejala panas di level nutrisi adalah demam panas yang makin parah saat malam, indistinct erythema, insomnia dan gelisah hati.

Demam panas, ruam kulit, tiba-tiba mimisan atau perdarahan di mulut, dan adanya darah di tinja atau urine adalah karakter dari panas menembus level darah. Di sini, darah bergerak ugal-ugalan, sehingga darah keluar dari pembuluh darah, yang terwujud dalam perdarahan tiba-tiba. Karena panas ekses, otot lidah berubah menjadi warna merah tua. Dan mungkin muncul duri-duri di permukaan lidah; tidak memiliki selaput lidah, atau menunjukkan sisa selaput lidah lama.  Warna lidah merah tua sering menunjukkan penyakit infeksi menular atau virus atau penyakit septik.

Tanda Lidah Berkaitan Dengan Panas Lembab

Selaput lidah kuning, tebal dan berminyak menandakan hadirnya panas lembab. Kualitas selaput dapat ditentukan dari kekuatan lembab dan panas yang hadir : Jika lembab lebih dominan, maka selaput akan lebih berminyak; dan jika panas lebih dominan, warna selaput akan lebih kuning. Jika warna kuning kusam yang muncul, maka panas-lembab sudah muncul di tubuh dalam waktu lama dan umumnya terletak di meridian yang ming.

PPL panas lembab dapat menimbulkan penyakit akut, khususnya di musim panas dan cuaca yang panas, lembab dan tropis. Panas lembab dapat menembus ke wei qi dan level qi, menyebabkan demam yang semakin parah saat sore, sakit kepala, tubuh terasa berat, dan badan pegal, ngilu. Saat serangan penyakit ini timbul, selaput lidah tetapi putih. Jika pengaruh patogen kuat atau menembus ke interior, maka selaput akan menjadi kuning dan berminyak, khususnya di lidah tengah.

Defisiensi qi limpa juga menuntun pembentukan panas lembab. Cairan berkumpul dan berubah menjadi lembab. Lembab yang dihasilkan dari dalam tubuh (bukan PPL), menghambat mekanisme qi di ciao tengah. Ini mengganggu fungsi lambung dalam menggerakkan hasil pencernaan padat dan cair keruh ke bawah. Akumulasi lembab dan stagnasi qi di ciao tengah menimbulkan panas. Proses ini biasanya terjadi pada pasien yang suka makanan berminyak, goreng, dan pedas. Konsumsi alkohol juga berkontribusi dalam proses ini. Jika akumulasi panas lembab berdasarkan defisiensi qi limpa, maka otot lidah menjadi pucat dan selaput kuning, berminyak dan terletak di ujung belakang lidah.

Panas lembab dapat berkumpul di seluruh tubuh. Karena sifatnya berat, panas lembab cenderung berkumpul di ciao bawah dan mengganggu aliran qi. Panas lembab biasanya mempengaruhi usus dan kandung kemih. Karakteristik  lidah dari patologi ini adalah selaput lidah kuning, berminyak, tebal di ujung belakang lidah dengan bintik-bintik merah besar menyebar.

Diagnosis lidah bukan merupkan alat yang sangat tepat untuk menunjukkan lokasi di mana letak panas lemba tersebut, saat gejala meliputi urin kuning, keruh dan sedikit, atau diare panas, berbau. Hadirnya selaput kuning, tebal, berminyak di ujung belakang lidah hanya memastikan hadirnya panas lembab, tetapi tidak menunjukkan lokasi di mana, di kandung kemih atau usus. Informasi hanya dapat diperoleh dari diagnosis lidah dan nadi tangan serta gejala yang diperoleh. Di ciao tengah, panas lembab menyebabkan sensasi penuh di epigastrium dan abdomen seperti abdomen kembung. Saat mempengaruhi lambung dan usus, gejala meliputi diare berbau busuk atau konstipasi; selaput lidah kuning, tebal, dan berminyak, khususnya di lidah tengah, mencerminkan akumulasi panas lembab di lambung.

Saat lembab berubah menjadi phlegm disimpan di paru-paru. Pembentukan phlegm panas di paru-paru dapat menghubungkan yang lain ke api membuat cairan menjadi mandek yang berdasarkan defisiensi qi limpa, atau PPL panas yang terkunci di paru-paru. Merokok atau konsumsi makanan pedas, panas memperberat patologi ini. Phlegm dan panas menarik aksi qi paru-paru yang bergerak ke bawah, hasilnya batuk keras dengan phlegm banyak dan kuning. Di sini, selaput lidah kuning dan berminyak; kadang kala sepertiga ujung depan lidah bengkak.

Organ hati dan kandung empedu khususnya rentan terhadap akumulasi panas lembab. Semua faktor yang disbutkan di atas, qi hati tegang dapat menyebabkan akumulasi panas lembab di meridian hati dan kandung empedu, atau hanya kandung empedu saja. Gejala kahs meliputi rasa pahit di mulut, rasa penuh dan nyeri di dada dan di bawah iga, mual, muntah, pusing dan penyakit kuning. Selaput lidah juga berwarna kuning, tebal dan berminyak. Sebuah variasi menarik yang muncul adalah garis bilateral di dekat tengah lidah, berindikasi panas lembab (panas dominan) di hati dan kandung empedu.

Tambahan, dalam kasus rematik– nyeri bi, ditandai dengan sendi yang bengkak dan panas– selaput lidah sering kuning dan berminyak. Disamping nyeri, merah, bengkak dan gerakan terbatas di sendi yang sakit, pasien sering merasakan sensasi berat di tubuh. Cuaca lembab dapat memperparah nyeri sendi pasien.

Lidah bengkak, berwarna merah/tua juga berindikasi panas lembab, walaupun jarang kelihatan. Jenis lidah ini sering terlihat bagi pasien yang konsumsi makanan berlemak atau alkohol banyak. Panas menyebabkan lidah merah, dan lembab menimbulkan bengkak di lidah.

Tanda Lidah Berkaitan Dengan Darah Statis

Otot Lidah Berwarna Keunguan/ Kebiruan

Darah statis biasanya bertanggung jawab terhadap kondisi meliputi nyeri. Saat pergerakan darah menjadi terganggu atau lambat, pasien akan merasakan nyeri tetap, tajam dan di titik yang sama, nyeri akan semakin parah saat malam atau istirahat. Ini dapat terjadi di tubuh bagian manapun. Contoh : jika terjadi di ciao atas, maka di daerah dada, jantung atau bahu. Jika di ciao tengah, maka akan terjadi nyeri tetap di perut atau ulu hati. Jika di ciao bawah, maka terjadi nyeri di perut bawah atau nyeri menstruasi yang sangat parah. Gumpalan keras, menetap atau tumor umumnya menandakan darah statis.

Warna otot lidah  biasanya secara akurat mencerminkan gangguan dari pergerakan darah. Warna alami lidah mengindikasikan aliran energi yang mengalir di tubuh. Jika qi lemah, maka darah tidak cukup mengalir di lidah sehingga otot lidah pucat. Sementara yang ekses, darah bergerak cepat dan keras ke seluruh tubuh, kepala dan lidah, sehingga otot lidah menjadi merah. Saat darah statis, pergerakan darah terganggu, sehingga otot lidah berwarna kebiruan. Kadang kala, kuku dan bibir juga kebiruan.

Dasar warna otot lidah menyediakan informasi tentang penyebab asal usul darah statis. Lidah pucat dan kebiruan mencerminkan defisiensi qi, di mana qi tidak kuat untuk menggerakkan darah; atau defisiensi darah, di mana darah statis disebabkan oleh perdarahan hebat. Lidah pucat, kebiruan, dan bengkak memberikan kesan darah statis berkaitan dengan akumulasi dingin inner (di dalam) hasil dari defisiensi yang ginjal; akibatnya : pergerakan darah tergganggu.

Pengaruh PPL (Penyebab Penyakit Luar) khususnya dingin, dapat menyerang lapisan terluar tubuh dan menyebabkan stagnasi darah di jaringan, otot dan sendi. PPL dingin juga dapat menembus lapisan lebih dalam di tubuh dan menyebabkan contoh : darah statis di rahim. Dingin mengentalkan darah dan menghalangi aliran menstruasi, menyebabkan menstruasi terlambat atau darah gelap, membeku.

Patogen panas bekerja melalui cara yang berbeda. Darah dikentalkan oleh penguapan di mana panas terjadi di level darah, terjadi penguapan cairan, dan darah menjadi kental. Patogen panas melukai cairan dan menipiskan darah. Sehingga, darah menjadi kurang, tipis dan kental, menghasilkan darah statis. Dalam kasus ini, otot lidah menjadi merah kebiruan.

Warna kebiruan kadang kala muncul di sebagian lidah, artinya, sisa otot lidah memiliki warna normal. Dalam kasus ini, sinshe harus melihat detail gambar topografi lidah untuk menentukan area yang terkena dampak. Warna kebiruan di ujung lidah mengindikasikan darah jantung statis. Jika otot lidah berwarna pucat, maka penyebab dasarnya adalah defisiensi yang jantung. Jika sisi lidah berwarna merah kebiruan, maka ini adalah darah hati statis dengan panas hati muncul. Prosedur diagnostik dapat diterapkan pada titik-titik biru atau noda tunggal di lidah. Namun, ada pengecualian pada setiap aturan, dan area yang berubah warna sebagai hasil dari darah statis di organ tertentu tidak selalu muncul di area lidah yang berkaitan dengan organ tersebut. Contoh dari pengalaman praktek saya.

Seorang pasien datang karena merasa kelelahan. Lidah memiliki bentuk normal, dan warnanya pucat. Di samping ujung depan lidah, terlidah noda kebiruan. Karena letaknya, saya menduga bahwa ini adalah bentuk darah statis di ciao atas. Pasien diminta melakukan pemeriksaan umum (general examination) dan tes darah di laboratorium. Hasilnya, tidak ditemukan masalah/kejanggalan di ciao atas, tetapi dua fibroid uterus ditemukan. Dalam kedokteran Cina, uterine fibroid berkaitan dengan darah statis di rahim. Noda biru di lidah, menunjukkan darah statis, tetapi bukan di area lidah yang seharusnya –ujung belakang lidah. Menariknya, tiga tahun kemudian, pasien kembali datang dan membawa foto rontgen dan menderita sirosis hati (tanpa diketahui asal penyebabnya). Contoh ini menggambarkan bahwa sinshe/praktisi tidak harus kaku dalam mendiagnosis lidah.

Sumber penyebab penting darah statis termasuk luka, patah tulang, operasi dan aborsi. Jika luka sangat serius, maka otot lidah menunjukkan perubahan warna kebiruan dalam beberapa hari. Tapi harus ditekankan bahwa warna lidah tidak selalu berubah, meskipun ada kemungkinan berbeda dengan luka fisik akibat darah satis. Dalam beberapa kasus, darah statis hanya terlihat di pembuluh sublingual lidah buncit, dan warna otot lidah tidak berubah. Tambahan, walaupun lidah menunjukkan area kebiruan, pembuluh sublingual buncit, belum pasti menunjukkan darah statis. Sinshe/praktisi harus melihat diagnosis lain untuk menentukan jenis penyakit.

Diskusi : Darah statis seringkali muncul dari ketegangan qi hati. Jika pasien tidak menyelesaikan tekanan emosi, maka ada bahaya ketegangan qi menjadi darah statis. Pada wanita, patologi ini muncul dalam bentuk nyeri menstruasi. Dalam jangka panjang, darah statis berkontribusi dalam akumulasi ‘material’ yang meletakkan dasar dari gumpalan : uterine fibroids, benjolan, tumor

Perubahan Warna Kebiruan Pada Sebagian Lidah

Darah berkumpul di setiap jaringan dan organ. Pergerakan qi yang kurang melewati organ, khususnya jantung, hati, lambung, dan rahim, berkontribusi terhadap perkembangan darah statis. Lokasi darah statis seringkali dapat disimpulkan dari area, bintik tunggal atau banyak, serta bercak kebiruan di lidah.

Patogen panas dalam jangka panjang melukai darah, khususnya komponen cairan, dapat berkontribusi terhadap darah statis di organ jantung. Nyeri di tulang dada tiba-tiba, perasaan sempit di dada, sesak nafas, bibir kebiruan, dan muka kebiruan adalah ciri-ciri jenis patogen panas. Darah statis di jantung dengan dasar panas, ujung lidah akan berwarna merah kebiruan, atau ada bintik kebiruan atau merah tua. Emosi ekstrim bertahun-tahun, guncangan jiwa, konsumsi alkohol dan nikotin kebanyakan adalah penyebabnya.

Saat darah statis jantung berkaitan dengan dasar defisiensi yang jantung, maka ujung lidah akan berwarna pucat semburat kebiruan. Defisiensi yang jantung hanya dapat berasal dari defisiensi yang ginjal. Kurangnya gerakan yang dalam beberapa kasus mengganggu sirkulasi darah. Nyeri di dada adalah salah satu efeknya. Namun, pola ini berbeda dari darah statis jantung di mana tangan kaki dingin dan takut dingin. Pasien akan merasa mudah capek dan sedikit pergerakan daripada yang menderita darah statis jantung.

Penyebab lain darah statis adalah ketegangan qi hati. Di sini, darah statis hati tercermin dalam warna kebiruan pada sisi lidah, dengan warna otot merah atau pucat. Emosi yang tidak terselesaikan, perasaan tertekan dan keinginan yang tidak terpenuhi mengganggu aliran qi hati. Karena organ hati memerintah penyimpanan darah dan distribusi darah, ketegangan qi hati dapat mencetuskan pergerakan darah tak terkontrol. Sehingga, darah statis hati, di satu sisi menyebabkan mimisan tak terduga, dan di sisi lain siklus menstruasi terlambat. Organ hati memiliki hubungan dekat dengan organ CV dan chong mai. Darah statis organ hati dapat mempengaruhi fungsi meridian ini, contoh : nyeri menstruasi. Mekanisme yang sama dapat ditemukan dalam formasi uterine fibroids, juga tumor jinak menurut kedokteran Cina di mana darah menjadi mengental, membeku dan mandek. Pembuluh lidah sublingual yang buncit dan lekukan di ujung luar lidah, sering ditemukan pada wanita yang menderita penyakit ini. Cukup menarik, warna kebiruan di sisi lidah sangar jarang terjadi dalam kasus ini, walaupun sisi lidah mencerminkan fungsi organ hati, dan pembentukan uterine fibroids berkaitan erat dengan darah statis organ hati dan stagnasi meridian chong mai.

Warna kebiruan di sisi lidah dengan otot lidah merah mengindikasikan panas di organ hati, yang dapat menyebabkan darah statis organ hati. Dalam kasus ini, panas mengentalkan dan menggumpalkan darah. Pasien dengan hepatitis B atau C, pinggir lidah sering merah dan menggulung karena panas di organ hati. Jika sisi lidah berwarna merah tua atau kebiruan, berarti darah stasis hati berkembang. Satu penelitian menemukan bahwa sirosis mulai berkembang pada sel hati.

Penelitian lain menunjukkan bahwa area kebiruan di sisi lidah mengarah ke patologi organ hati; tetapi tidak menyimpulkan bahwa pasti adanya tumor jinak muncul. Namun, terapis/sinshe harus mencatat intensitas kebiruan di lidah serta diagnosis lain untuk mengetahui indikasi seberapa parahnya penyakit.

Nyeri lambung parah dan tajam dapat menunjukkan darah statis di lambung. Diagnosis ini ditegaskan dengan adanya warna kebiruan di tengah lidah. Karena ini adalah kondisi ekses, maka konsumsi makanan, atau memijat (menekan) atau menghangatkan akan memperberat rasa nyeri.

Pembuluh Sublingual Buncit

Kita akan membahas pembuluh yang berada di bawah lidah. Ada dua pembuluh darah menonjol, berada di sisi frenulum. Jika ujung lidah digulung sampai ke langit-langit, dua pembuluh terlihat sedikit. Praktisi/Sinshe dapat mengumpulkan informasi tentang darah statis dari warna, ukuran dan tingkat kebuncitan pembuluh sublingual. Tanda ini, memberikan informasi sedikit tentang lokasi darah statis. Kedokteran Barat melihat pembuluh vena sublingual buncit sebagai tanda statis di vena balik terjadi, seperti : defisiensi jantung kanan. Kedokteran Cina, juga menilai pembuluh darah ini sebagai darah statis di ciao atas.

Intensitas warna dan buncit pembuluh sublingual, kombinasi dengan tanda lidah lain, menyediakan gambar tentang tingkatan darah statis di seluruh tubuh. Tingkat keparahan darah statis tergantung dari warna lidah dan besarnya buncitnya pembuluh darah. Kadang kala, pembuluh ini tebal, keras dan bengkak. Jika berwarna biru tua, berarti darah statis sangat parah.

Otot lidah kebiruan, juga tanda darah statis, tidak selalu muncul saat pembuluh sublingual. Bahkan, penyakit yang mengancam jiwa seperti metastizing carcinomas, umumnya bergabung dengan darah statis kronis, otot lidah belum tentu berubah warna biru. Dalam kasus ini, umumnya pembuluh sublingual buncit.

Maciocia memandang pembuluh vena sublingual buncit yang muncul dengan kombinasi warna lidah normal adalah indikasi awal gangguan qi dan darah. Ini dapat diperluas lebih lanjut. Wanita dengan fibroid uterus atau kanker serviks positif biasanya memiliki warna, bentuk lidah normal, tapi pembuluh vena sublingual sangat besar. Pembuluh darah terlihat juga terlihat saat meridian chong mai menderita darah statis jangka panjang, seperti : pelecehan seksual atau aborsi banyak. Namun, jika pembuluh vena tipis dan warnanya terang, darah statis tidak serius. Bukti diagnosis harus diperhitungkan saat memeriksa pasien yang menderita gangguan menstruasi, keguguran atau ketidaksuburan.

Luka seperti patah tulang atau puntiran di otot, tendon mengganggu sirkulasi darah, menghasilkan stagnasi darah lokal di meridian, otot atau sendi. Jenis darah statis ini dangkal dan biasanya ditemukan secara sepihak. Jika muncul di lidah sepihak, pembuluh sublingual bengkak. Sekali lagi, sisi yang terluka dan pembuluh sublingual buncit tidak bersamaan.

Akumulasi phlegm atau panas lembab di tubuh mudah diamati di pembuluh sublingual. Pada kasus ini, pembuluh sublingual merah kebiruan dan berkilau.

Tanda lain meliuputi bintik bintu, hitam atau gelap. Tanda ini mengindikasikan darah jantung statis yang terwujud dalam penyakit jantung koroner, atau penyakit organ hati seperti hepatitis kronis, sirosi hati, atau kanker hati.