Lidah (2)

  1. Warna lidah pucat dan bengkak.

Warna otot lidah pucat dengan bentuk normal, selaput lidah normal menunjukkan defisiensi qi paru-paru dan limpa. Qi tidak kuat mengangkut darah ke lidah sehingga warnanya menjadi pucat. Warna lidah pucat menunjukkan tahap tingkatan defisiensi. Semakin pucat warnanya, semakin serius defisiensi qi dan yang.

Otot lidah pucat dan bengkak adalah sangat umum ditemukan. Warna pucat karena yang qi terlalu lemah untuk mengangkut darah ke lidah. Otot lidah bengkak karena hasil dari defisiensi qi dan yang, sehingga tidak mampu merubah cairan tubuh. Karena tidak mampu merubah, akhirnya cairan berkumpul dan menjadi lembab. Tingkatan otot lidah bengkak tergantung dari seberapa lemah yang dan qi. Bekerja fisik terlalu berat, olahraga berlebihan, konsumsi makanan mentah dan produk susu kebanyakan membuat defisiensi qi limpa dan yang.

Otot lidah pucat dan bengkak biasanya bergabung dengan adanya cetakan gigi. Semakin dalam bentuk cetatakn gigi, semakin lemah qi lambung dan limpa, serta yang ginjal dan limpa.

2. Otot lidah pucat dengan depresi/tekanan di akar lidah.

Dengan bantuan delapan prinsip dan diagnosis lidah, bentuk penyakit akut dan kronis dapat dianalisis secara akurat.Diagnosis lidah untuk menggali kondisi energi pasien saat ini dan masa lalu. Bentuknya berupa retakan dalam, cetakan gigi, rongga, kerutan atau celah di otot lidah. Bentuk, warna, selaput serta tanda spesifik paling utama disebabkan defisiensi  energi yang lama dan dalam, contoh : defisiensi qi kronis limpa dan lambung, atau yin lambung. Defisiensi, dalam jangka panjang, menyebabkan penipisan atau kekurangan nutrisi esensi.

Esensi jing sangat langka dan padat walaupun sifatnya cairan. Esensi memiliki potensi untuk membangun dan menutrisi tubuh, juga memasok bahan energi untuk pembangunan fisik dan mental saat masa anak-anak, serta perkembangan dan fungsi sistem reproduksi. Kualitas dan kekuatan esensi jing juga sangat penting dalam memproduksi sumsum tulang belakang dan mengontrol fungsi otak, sumsum tulang belakang dan saraf tulang belakang. Akhirnya, esensi jing keluar lebih banyak untuk mengimbangi trauma dan shock karena kecelakaan.

Jika seseorang gaya hidupnya teratur, esensi jing akan turun secara perlahan-lahan hingga umur tua; mula-mula pendengaran mulai bermasalah hingga gigi lepas. Saat umur mulai menua, akan menunjukkan tanda-tanda esensi jing melemah.

  • Nutrisi tidak memadai yang kronis
  • Bekerja berlebihan kronis
  • Kurang tidur kronis
  • Terlalu banyak hamil dan melahirkan
  • Jangka waktu melahirkan satu dan lainnya dekat.
  • Kehilangan sperma ekses.
  • Menstruasi terlalu banyak.
  • Penyakit serius kronis.
  • Sering demam dan flu.
  • Shock serius
  • Operasi terlalu banyak.
  • Badan lemah, baik penyakit fisik dan mental bawaan.
  • Pola makan tidak cocok dengan musim.
  • Makan tidak teratur.
  • Kurang istirahat sehabis operasi, infeksi atau penyakit lain.

Esensi jing bertanggung jawab terhadap penyimpanan dan kualitas “zat” dan defisiensi esensi berarti kehilangan “zat” dan ini terlihat dalam tulang rapuh dan tanggalnya gigi.

Ambil contoh : Seorang wanita menderita penyakit anorexia nervosa dalam jangka panjang. Gejalanya meliputi berhentinya menstruasi dan munculnya osteoporosis. Kecenderungan melaparkan diri menyebabkan pengurasan esensi postnatal, sehingga gagal mengisi kembali esensi jing. Hilangnya zat esensi terbentuk dalam tulang yang rapuh.

Terapis/sinshe diharuskan melihat sejarah pasien dan gejala yang terkait dengan defisiensi esensi jing, juga melihat nadi pasien. Untuk membuat diagnosis dan prognosis akurat, sangat penting untuk menilai kualitas dan kekuatan esensi jing, dengan menanyakan semua informasi termasuk diagnosis lidah dan nadi tangan serta pertanyaan lainnya.

Bersifat cairan dan

 

 

Dasar Dari Diagnosis Lidah

Hubungan antara Lidah dengan Tubuh

Aspek luar seseorang dapat dilihat dari kekuatan, kesuburan, bentuk tubuh, dan kualitas rambut dan kulit, dimana merefleksikan kondisi energi di dalam tubuh. Tubuh didukung/dinutrisi oleh qi, darah dan cairan tubuh. Karena lidah berada antara “eksterior dan interior”, maka lidah sangat cocok sebagai alat diagnosis.

Lidah berhubungan dekat dengan organ limpa dan lambung. Makanan dan minuman diterima oleh lambung dan diubah oleh energi limpa. Lambung dianggap sebagai sumber cairan dan juga memiliki kemampuan memproduksi cairan, sehingga direfleksikan dalam bentuk kelembaban lidah. Kualitas qi nutrisi dan darah tergantung dari kekuatan qi limpa untuk menyuling sari makanan, direfleksikan dalam warna otot lidah.

Lidah berhubungan luar dengan organ jantung, sehingga qi jantung berkomunikasi dengan lidah. Organ jantung memerintah rasa makanan dan pengucapan. Qi jantung mengontrol sirkulasi darah dan menyokong lidah dengan darah sehingga berpengaruh dalam warna otot lidah.

Organ ginjal berhubugan dengan akar lidah. Organ hati dan kandung kemih, lambung, dan sanciao juga mencapai lidah. Hanya organ paru-paru , usus besar, usus kecil dan kandung kemih tidak memiliki koneksi langsung dengan lidah, hanya hubungan tidak langsung yang berkaitan dengan organ lainnya.

Topografi lidah :

Lidah dibagi menjadi tiga bagian :

  • Anterior lidah (sepertiga lidah) menggambarkan kondisi ciao atas, yaitu : organ jantung, paru-paru dan perikardium.
  • Lidah bagian tegnah menggambarkan kondisi ciao tengah, yaitu : organ limpa, lambung, hati dan kandung empedu.
  • Posterior lidah menggambarkan kondisi ciao bawah yaitu : organ ginjal, kandung kemih, usus kecil, usus besar, dan ming men.

Berlawanan dengan nadi tangan yang banyak dibahas di buku kedokteran tradisional Cina, topografi lidah jarang diperdebatkan.

Tiga cara prosedur memeriksa lidah :

  1. Pertama, sinshe harus memberi kesan umum. Dalam diangosis lidah, ini berarti mengamati kekuatan lidah.
  2. Kedua, mengumpulkan dan mengenali ciri-ciri lidah dari warna, bentuk dan selaput. Harus melihat peta topografi lidah.
  3. Ketiga, mengevaluasi kembali kesan umum dalam ciri-ciri lidah yang dikumpulkan. Maka diagnosis akan dihasilkan.

Saat memeriksa lidah pasien, pasien harus dalam keadaan santai. Jika pasien gugup atau ketakutan, umumnya lidah akan tegang dan sedikit terulur. Gunakan cahaya senter untuk melihat lebih jelas warna otot dan selaput lidah. Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang membuat warna lidah menjadi tidak jelas seperti kopi, teh hitam, rempah (kari), cabe atau alkohol dan obat-obatan.

Pasien yang sering merokok biasanya otot lidah kering dan warna selaputi lidah kuning. Kebiasaan suka minum teh/kopi membuat selaput lidah berwawrna coklat. Sedangkan makanan berminyak membuat selaput lidah berminyak. Jika sering minum air, otot lidah menjadi lembab dan basah. Dan pasien yang jarang minum air, otot lidah menjadi kering.

Warna otot lidah melihat kualitas darah, yin, yang dan qi. Defisiensi qi limpa menyebabkan otot lidah pucat, karena qi tidak mampu untuk membawa darah ke lidah. Dalam kasus lebih serius, defisiensi qi dan darah, darah tidak sanggup mengalir cukup, sehingga terjadi darah statis, warna otot lidah menjadi pucat kebiruan. Dalam kasus defisiensi yin, otot lidah berwarna merah. Gangguan panas dan dingin juga memberikan warna otot lidah yang berbeda. Jika pasien mengalami sindrom panas, otot lidah berwarna merah hingga merah tua. Jika dingin menghambat qi dan yang, otot lidah berwarna pucat. Pasien yang terkena demam tinggi, biasanya otot lidah berwarna merah.

Hubungan warna otot lidah dan bentuk otot lidah

Warna otot lidah dan bentuk otot lidah berhubungan sangat erat, keduanya menunjukkan kekuatan zheng qi. Umumnya, warna otot lidah menunjukkan, dengan pengecualian penyakit akut, yang mendasari ketidakharmonisan dalam tubuh pasien.

Warna otot lidah pucat menunjukkan defisiensi yang ginjal, jika otot lidah merah menunjukkan defisiensi yin ginjal. Jika warnanya sangat jauh dari warna lidah sehat, terlalu pucat atau merah, menunjukkan penyakit serius. Jika pasien mengalami sindrom defisiensi yin ginjal, tetapi merasa kedinginan (dingin palsu), lihatlah otot lidah sebagai indikator yang akurat.

Bentuk otot lidah akan berubah saat patologi berlangsung lama. Otot lidah pucat dan bengkak menunjukkan qi di tubuh berkurang dalam jangka waktu tertentu. Ini menunjukkan qi tidak hanya gagal membawa darah ke lidah tetapi juga gagal mengubah dan mengangkut cairan tubuh.

Warna otot lidah merah dengan bentuk normal menunjukkan awal dari defisiensi yin ginjal atau patogen panas masuk dalam level darah. Otot lidah merah , bentuk kecil, dan mengerut, menandakan defisiensi yin ginjal dengan kehilangan cairan tubuh yang parah. Kombinasi warna dan bentuk otot lidah  menunjukkan yin telah kelelahan dalam jangka waktu lama; defisiensi yin menaikkan panas, melukai cairan tubuh, sehingga otot lidah mengerut.

Gabungan warna otot dan bentuk lidah menyediakan informasi tepat tentang kondisi qi, darah, yin, yang dan cairan tubuh. Dalam delapan prinsip TCM (yin yang), warna dan bentuk otot lidah merefleksikan keadaan yin yang dalam hadirnya panas dan dingin. Defisiensi yin menimbulkan panas, berupa otot lidah merah, dan dalam kasus parah, otot lidah mengerut. Sebaliknya, defisiensi yang menghadirkan otot lidah pucat, dengan bentuk bengkak.

Retakan, depresi, dan bengkak di sisi tertentu menunjukkan ketidakharmonisan energi pada organ tubuh tertentu. Contoh : Jika lidah bagian depan bengkak, berarti adanya phlegm di paru-paru.

Membandingkan diagnosis antara nadi tangan dan lidah

Qi menggerakkan darah. Kualitas dan dinamika pergerakan qi terungkap dari nadi tangan. Nadi tangan menggambarkan kondisi energi pasien saat ini. Contoh : seorang nenek berumur 60 tahun, yang selalu mengutamakan orang lain sebelum dirinya, tetapi mengeluh tentang ketegangan batin. Setelah diperiksa, lidahnya normal. Nadinya tegang (xian) dan tipis (xi). Dari nadi ketahuan bahwa nenek ini mengalami ketegangan qi hati. Pengobatannya berupa memenuhi kebutuhan nenek terlebih dahulu daripada orang lain. Perlahan-lahan, nadi tegang berkurang dan rasa bahagia mulai muncul dalam dirinya.

Dalam kasus nadi, lebih menggambarkan keadaan energi sebenarnya daripada diagnosis lidah. Hanya nadi tidak bisa menggambarkan seberapa dalam stagnasi qi hati. Dalam beberapa kasus, menjelaskan bahwa diagnosis nadi bisa lebih akurat daripada diagnosis lidah. Lidah menggambarkan kondisi darah, cairan tubuh dan esensi lebih jelas daripada nadi.

Kadang-kadang tanda-tanda nadi dan lidah bisa berbeda satu sama lain. Contoh : jika otot lidah pucat dan bengkak, sinshe biasanya menebak nadi akan lambat atau tenggelam. Tetapi jika nadi cepat dan mengambang, ini bisa berarti tanda pasien ketakutan, shock, atau minum kopi, atau sedang berobat. Nadi berubah begitu cepat tergantung dari kegiatan sehari-hari pasien, sedangkan belum tentu berubah.

Lidah normal

Lidah normal menunjukkan keadaan yang, yin, qi, darah, dan cairan tubuh yang baik. Bentuk otot lidah, warna otot dan selaput lidah menunjukkan lidah normal atau tidak.

  1. Warna otot lidah normal adalah merah muda.

Warna merah muda menunjukkan bahwa qi dan yang cukup untuk membawa darah ke lidah. Ini menunjukkan kualitas dan kuantitas sirkulasi darah di tubuh. Warna merah muda karena sokongan cairan tubuh yang dibawa dari lambung ke lidah. Karena cairan tubuh membuat warna merah darah menjadi memudar. Jika terjadi defisiensi cairan, maka lidah menjadi lebih merah. Dalam tubuh yang sehat, warna lidah adalah campuran dari darah dan cairan.

2. Bentuk otot lidah adalah tidak terlalu tebal atau tipis.

Bentuk otot lidah tidak terlalu lembek, juga tidak terlalu kaku. Permukaan lidah haruslah halus mulus tanpa ada retakan. Ukurannya juga tidak terlalu kecil atau besear. Otot lidah juga tidak terlalu tebal atau tipis. Bentuk otot lidah menunjukan kondisi perkembangan energi dalam jangka waktu lama. Kadang bentuk lidah membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuat lidah menjadi sangat bengkak atau mengerut atau ada retakan.

  1. Selaput lidah normal adalah putih dan tipis.

Selaput lidah putih dan tipis menunjukkan kondisi badan  yang sehat, walaupun juga bisa menandakan penyakit akut, PPL angin dingin. Jika lidah tidak ada selaput, tetapi mulus dan warna normal, ini berarti lidah normal dan tidak ada patologi. Jika selaput lidah sedikit tebal, warna kuning pucat di akar lidah menunjukkan aktivitas fisiologis qi lambung karena proses pencernaan. Fermentasi makanan dan minuman menghasilkan “uap” yang membentuk selaput keruh mulus di lidah. Selaput lidah ini paling tebal di akar lidah dan dan paling tipis di ujung lidah. Karena keruh (kuning) muncul di lidah, ini adalah hal yang normal selama warnanya kuning pucat. Jika selaput lidah kuning hanya di ujung dan tengah lidah tapi tidak di ujung lidah, berarti ada penyakit. Ini disebut “tanpa akar” yang berasal dari defisiensi qi lambung, yin lambung dan yin ginjal.

  1. Pembuluh vena di bawah lidah tidak menonjol

Untuk lidah normal dan sehat, warna pembuluh vena sublingual harus terang, bukan biru tua atau ungu. Jika kelihatan atau tidak pembuluh vena, bukan merupakan penyakit. Saat memeriksa pasien, biarkanlah pasien istirahat. Terlalu banyak bicara, warna lidah menjadi kebiruan.

 

 

 

 

 

Minuman Alkohol, Kopi dan Teh

Minuman alkohol

  • Sifat energi : tergantung dari kandungan alkohol. Semakin tinggi kandungan alkohol, semakin hangat/panas. 1) Brandy : panas. 2) Wine : hangat. 3) Beer : sejuk, khususnya bir gandum.
  • Rasa : pedas, manis dan pahit.
  • Organ : jantung, hati, paru-paru, lambung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : logam.
  • Efek : menggerakkan qi, mengusir dingin, menghilangkan stagnasi qi hati.
  • Cara menyajikan : minum dalam jumlah sedikit, atau sebagai bumbu masakan.
  • Kandungan : ethanol, asam lemak, asam, mungkin gula.
  • Indikasi :  1) Defisiensi qi jangka pendek : kelelahan. 2) Darah statis dan kedinginan : kaki tangan dingin, menggigil, perut sakit. 3) Defisiensi darah : muka pucat, insomnia, pelupa, kelelahan. 4) Red wine dalam jumlah sedikit menguatkan energi ginjal, meringankan rasa nyeri dan tegang di pinggang. 5) Stagnasi qi hati : fisik dan mental tegang, depresi, melankolis, dysmenorrhea. 6) Serangan angin dingin : takut dingin, menggigil, kaki tangan sakit, dada dan punggung nyeri.
  • Alkohol menyeimbangkan qi, menguatkan paru-paru, limpa dan jantung. Dengan kombinasi yang tepat dengan herbal, alkohol memiliki efek menguatkan dan memperlancar. Saat musim dingin, minumlah sedikit alkohol.
  • Kontra indikasi : 1) Defisiensi yin hati. 2) Sindrom panas. 3) Panas lembab. 4) Minum alkohol secara rutin dalam jumlah banyak merusak qi, shen dan menghancurkan yin.

Kopi

  • Sifat energi : hangat ke panas
  • Rasa : pahit dan manis.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : api.
  • Efek : menghangatkan dan menguatkan jantung, merangsang kapasitas mental, diuretik, detoks setelah minum alkohol kebanyakan, mengeringkan cairan tubuh.
  • Cara menyajikan : diseduh dengan air panas, ditambah gula dan susu.
  • Kandungan : sukrosa, polisakarida, lemak, protein, kafein kalium.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi dan yang : kelelahan, sensasi dingin di dalam badan, sakit kepala, pusing khususnya jantung. 2) Setelah minum alkohol, mabuk. 3) Defisiensi yang limpa : kelelahan, gangguan pencernaan, kaki tangan dingin.
  • Kontra indikasi : kopi mengeringkan cairan tubuh, dapat menyebabkan defisiensi darah, dan saat minum kebanyakan, merusak organ ginjal.
  • Minum dalam jumlah sedikit (satu dua gelas) sebagai terapi. Efek negatif muncul saat minum kebanyakan (empat hingga lima gelas).

Teh

  • Reaksi teh tergantung dari jenis tenis, cara proses dan menyajikan. Perbedaan dasar dapat dibuat antara teh hitam fermentasi dan teh hijau/putih yang belum difermentasi. Teh hijauh dianjurkan untuk pengobatan di negara Cina.
  • Sifat energi : Teh hijau dan putih : sejuk ke dingin. Teh hitam : sejuk ke agak hangat.
  • Rasa : pahit dan manis.
  • Organ : jantung, ginjal, paru-paru, lambung.
  • Unsur : kayu, tanah, api (tidak jelas).
  • Efek : Membersihkan panas,khususnya kepala; menghilangkan haus, diuretik, menurunkan qi, menghilangkan hambatan pencernaan, menyegarkan otak, merubah phlegm dan lembab, detoks; menyelaraskan lambung (teh hitam).
  • Cara menyajikan : diseduh, sebagai bedak atau jamu.
  • Kandungan : kafein, tannin, minyak esensial, vitamin C dan karoten, vitamin B1 dan B2, mineral.
  • Indikasi : 1) Gangguan angin dingin : gatal, mata gatal; pandangan kabur, sakit kepala, sensasi panas dan kepala pusing. 2) Panas dalam dan sangat haus. 3) Gejala panas : haus, gugup, agitasi, setelah minum alkohol kebanyakan. 4) Gangguan panas lembab : diare atau disentri. 5) Panas lembab : kelelahan, kaki tangan berat. 6)Angin panas dalam (internal) : pusing, pandangan buram, mata gatal, kepala panas.
  • Kontra indikasi : 1) Dingin dan defisiensi lambung limpa. 2) Gangguan tidur. 3) Minum teh kebanyakan mengeringkan cairan tubuh, khususnya darah. Hati-hati khusus defisiensi darah.

Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian

Kacang dan biji mengandung nutrisi tinggi dan kebanyakan bersifat hangat. Kacang dan biji cocok untuk membentuk qi dan yang. Kacang dengan cepat mengembalikan defisiensi energi.

  • Untuk mengobati ekses : wijen putih.
  • Untuk mengobati defisiensi : kacang tanah, kacang kastanye, kacang pinus, kacang kenari.
  • Untuk mengobati sindrom panas : hindari kacang dan biji, pilihlah kecambah (tauge).
  • Untuk mengobati sindrom dingin : kacang kastanye, kacang kenari.
  • Untuk mengobati sindrom kering : biji bunga matahari.

Kacang Almond

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : paru-paru, usus besar, limpa.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : melembabkan paru-paru, mengobati batuk, menurunkan qi, mengubah phlegm, melembabkan usus besar.
  • Cara menyajikan : mentah, dipanggang, atau sebagai bahan jamu.
  • Kandungan : kaya akan protein, lemak, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, kayak akan vitamin A; vitamin B kompleks, C, enzim.
  • Indikasi : 1) Defisiensi paru-paru dan kering : batuk dengan masalah pernafasan, bersin, mulut dan tenggorokan kering. 2) Usus besar kering : konstipasi. 3) Defisiensi limpa : kurang nafsu makan, tidak ada tenaga.
  • Kontra indikasi : gangguan lembab dan phlegm.

Wijen Hitam

  • Sifat energi : netral ke sejuk; wijen yang digoreng sifatnya lebih hangat daripada mentah.
  • Rasa : manis.
  • Organ : hati, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong hati dan ginjal, melembabkan kering.
  • Cara menyajikan : mentah, diongseng, dimasak bersama bubur, sebagai bubum, atau menjadi minyak dan mentega.
  • Kandungan : kaya  akan asam lemak esensial, karbohidrat, protein, fosfor, vitamin E, kalsium, zat besi, selenium, asam silikat, lecithin.
  • Indikasi : 1) Defisiensi ginjal dan hati : tidak ada tenaga, lutut dan pinggang lemahh, nyeri otot, tangan kaki lemah, tinnitus, vertigo, impoten. 2) Defisiensi darah dan hilangnya cairan : masalah ASI, pusing, pelupa. 3) Hambatan angin : rematik (arthritis), batuk kering, usus besar kering (konstipasi). 4) Menyeimbangkan hati dan ginjal, menguatkan otot, urat dan tulang; untuk lengan, kaki dan pinggang yang lemah.
  • Kontra indikasi : untuk diare, dan gunakan hati-hati untuk gejala panas.

Kacang Kastanye

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : lambung, limpa, ginjal.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong ginjal, menyokong qi dan darah, menghilangkan stagnasi qi dan dingin, menguatkan otot dan urat, menyeimbangkan lambung dan limpa.
  • Cara menyajikan : mentah, dipanggang, sebagai bubur atau jamu.
  • Kandungan : sedikit lemak dan protein dibandingkan kacang lain; mengandung kalsium, fosfor, kalium, belerang, magnesium, besi, karoten, vitamin B1, B2, C dan E.
  • Indikasi : 1) Defisiensi ginjal : panggul, lutut dan pinggang lemah dan nyeri. 2) Defisiensi yang limpa dan ginjal : diare, tangan kaki dingin, kurang tenaga, impoten, pinggang sakit. 3) Penggunaan luar : untuk luka, bengkak karena aliran darah terhambat.
  • Kontra indikasi : Konsumsi berlebihan menyebabkan kentut dan perut kembung.

Kacang Kenari

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, lambung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyelaraskan ciao tengah, mengatur qi.
  • Cara menyajikan : mentah, diongseng, atau sebagai margarin kacang.
  • Kandungan : kaya akan lemak sehingga tinggi asam lemak tak jenuh, karbohidrat, protein, kalsium, besi, magnesium, belerang, kaya akan vitamin B, vitamin C, tannin, kaya akan lecithin.
  • Indikasi :  Defisiensi organ limpa pankreas : lelah, kurang nafsu makan.

Kacang Tanah

  • Sifat energi : netral. Mentah : sejuk. Diongseng atau direbus : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, paru-paru.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong ciao tengah, menyelaraskan lambung, melembabkan paru-paru, menghilangkan batuk, mendorong ASI, melembabkan usus besar.
  • Cara menyajikan : mentah, diongseng, direbus.
  • Kandungan : sangat kaya akan protein dan lemak; kaya akan vitamin B. Catatan : mengandung jumlah besar asam linoleat, vitamin E, kalium, fosfor, mangan, kalsium, seng, magnesium, asam amino esensial — tryptophane (penting untuk tidur).
  • Indikasi : 1)Defisiensi limpa : kurang nafsu makan, tidak ada tenaga. 2) Defisiensi paru-paru dan kering : batuk kering dengan reak sedikit, tenggorokan kering, batuk terus menerus. 3) Usus besar kering : konstipasi. 4) Defisiensi qi dan darah : Sehabis melahirkan dan aliran ASI sedikit.
  • Kontra indikasi : konsumsi kebanyakan menyebabkan lembab, phlegm dan diare.

Kacang Pinus

  • Sifat energi : netral, cenderung hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : paru-paru, hati, usus besar.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : melembabkan paru-paru dan usus besar, membentuk cairan tubuh, mengusir angin dingin.
  • Cara menyajikan : mentah, diongseng, sebagai pasta atau pil.
  • Kandungan : kaya akan asam lemak esensial, kalsium, fosfor, besi, paling tinggi vitamin B1 dari semua kacang.
  • Indikasi : 1) Defisiensi paru-paru dan kering : tenggorokan kering, batuk dengan sedikit atau tanpa reak, batuk yang sering kambuh. 2) Usus besar kering : konstipasi. 3) Patogen angin (feng bi) atau angin hati internal : rematik, pusing, mengantuk.
  • Kontra indikasi : konsumsi ekses menyebabkan lembab dan produksi phlegm.

Biji Bunga Matahari

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : paru-paru, usus besar.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong limpa, memperkaya yin, melembabkan usus besar.
  • Cara menyajikan : mentah, dipanggang, dijadikan minyak.
  • Indikasi : 1) Defisiensi organ limpa/pankreas : tidak ada tenaga, diare, kurangnya dorongan. 2) Hyperlipidemia (kolesterol tinggi), tekanan darah tinggi, arteriosclerosis.
  • Kontra indikasi : hati-hati dengan gejala panas.

 

Produk Olahan Susu, Telur, Minyak Dan Lemak

Susu dan turunannya tidak umum/jarang dikonsumsi dalam pola makan nutrisi Cina dibandingkan Barat. Susu dan turunannya memiliki rasa manis dan sifatnya netral hingga dingin, efeknya melembabkan kering dan memperkaya yin. Konsumsi berlebihan, dapat menimbulkan gangguan phlegm (pilek yang selalu berulang dengan produksi phlegm, sinusitis frontal, bronkitis; sakit kepala kronis dengan rasa berat dan tumpul).

Ciao tengah khususnya menderita “kekenyangan” produks susu dan memproduksi lembab dan akhirnya menjadi phlegm di tubuh. Anak-anak khususnya beresiko konsumsi produk susu berlebihan, ditambah buah “dingin” (jeruk, jus), dan berlemak serta makanan pembentuk phlegm (soda, junk food). Anak-anak di bawah usia delapan, ciao tengah belum terbentuk sempurna, sehingga kurang bisa mengimbangi/menahan beban dari makanan dingin, lembab dan phlegm.

Keju, atau keju keras, menghasilkan sedikit patogen lembab, dan sifat energinya hangat. Cottage cheese, sifatnya sejuk, sedangkan Parmesan sifatnya netral hingga hangat.

Lemak dan minyak umumnya suhu energinya netral saat mentah, tetapi menjadi hangat/panas ketika dipanaskan (digoreng). Minyak melembabkan kering (konstipasi) dan menutrisi yin. Konsumsi berlebihan menyebabkan lembab dan phlegm, atau phlegm panas jika minyak dipanaskan.

Perhatian : Hindari produk susu dan minyak dalam kasus defisiensi qi dan yang limpa.

  • Untuk mengobati sindrom ekses : yogurt.
  • Untuk mengobati sindrom defisiensi : mentega, krim, keju, susu, telur.
  • Untuk mengobati sindrom panas : hindari produk susu.
  • Untuk mengobati sindrom lembab : hindari produk susu.
  • Untuk mengobati sindrom kering : mentega, krim, minyak, keju, susu.

Susu yang dipasteurisasi sifatnya lebih hangat dari susu mentah, krim, atau keju dari susu mentah. Beberapa komponen nutrisi susu hilang saat susu dipanaskan melebihi suhu ruangan.

Mentega dan Krim

  • Sifat energi : hangat, netral
  • Rasa : manis
  • Organ : limpa, hati, paru-paru, ginjal, usus besar.
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi, yin, darah; melembabkan kering; menghilangkan darah statis.
  • Cara menyajikan : mentah atau dimasak.
  • Kandungan : kaya akan protein, lemak, karbohidrat, mineral
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi : lelah fisik, lelah mental. 2) Defisiensi yin : tenggorokan dan mulut kering, batuk kering, kulit kering, konstipasi, gugup.
  • Kontra indikasi : 1) Hindari sindrom darah panas : kulit gatal. 2) Ekses dapat melemahkan limpa dan menyebabkan lembab dan phlegm : Dalam bentuk krim.

Susu Sapi

  • Sifat energi : netral, sejuk.
  • Rasa : manis.
  • Organ : paru-paru, lambung, jantung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : Menyokong qi, darah dan yin; menyokong paru-paru, lambung dan jantung; membentuk cairan tubuh, melembabkan usus dan kulit, detoksifikasi.
  • Cara menyajikan : mentah, direbus atau sebagai bubur.
  • Kandungan : kaya akan protein, mineral, vitamin, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B1, B2, B6 dan C.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi dan darah : fisik lelah, mental lelah, pusing, akit paru-paru (khususnya umur lansia), overexertion. 2 Defisiensi yin lambung : tenggorokan dan mulut kering, kurang nafsu makan, konstipasi.
  • Kontra indikasi : Konsumsi susu berlebihan gampang melemahkan organ limpa lambung dan sering menimbulkan lembab dan phlegm khususnya pada anak-anak: jenuh, kepala berat, konsentrasi kurang, lelah kronis, diare, feses hancur, infeksi yang berulang-ulang : pilek, sinusitis, bronkitis, infeksi telinga.

Keju Susu Sapi

  • Sifat : netral, sejuk (keju biru : hangat)
  • Rasa : manis, asam
  • Organ : limpa, lambung, paru-paru, hati.
  • Arah : naik ke atas dan turun ke bawah.
  • Unsur : tanah, kayu.
  • Efek : menyokong dan menggerakkan qi, menutrisi yin, melembabkan, obat pencahar.
  • Cara menyajikan : mentah atau dilelehkan.
  • Kandungan : kaya akan lemak dan protein, mineral
  • Indikasi : 1) Defisiensi yin, khususnya defisiensi yin paru-paru : batuk kering, suara serak, kulit kering, tenggorokan sakit, berkeringat malam. 2) Usus besar kering : konstipasi.
  • Kontra indikasi : keju, khususnya keju biru dapat menyebabkan lembab dan phlegm saat makan berlebihan.

Telur Ayam

  • Sifat energi : mentah : netral, sejuk; masak : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : putih telur : paru-paru; kuning telur : ginjal, jantung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi dan darah, menutrisi yin, melembabkan; menenangkan janin. Putih telur: melembabkan paru-paru, membersihkan panas. Kuning telur : memperkaya yin dan darah, melembabkan.
  • Cara menyajikan : mentah, direbus, digoreng, dikocok.
  • Kandungan : kaya akan protein, lemak khususnya lecithin, kolesterol dan triglycerides; juga vitamin A, D, zat besi dan fosfor.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi : (kuning telur) –> kelelahan, lemah karena habis penyembuhan, malnutrisi. 2) Defisiensi yin dan darah : gugup, gangguan tidur, palpitasi jantung, pusing, buta senja. 3) Defisiensi yin paru-paru : tenggorokan sakit, suara parau, batuk kering, suara hilang. 4) Defisiensi yin lambung : kurang nafsu makan. 5) Gejala panas : (putih telur) –> mata merah, gerakan kuat dari janin, haus sehabis melahirkan.
  • Kontra indikasi : 1) Gangguan angin : kulit ruam. 2) Stagnasi qi. 3) Panas-lembab

Susu Kambing dan Domba

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : paru-paru, lambung, sebagian ginjal dan jantung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menghangatkan dan melembabkan limpa dan lambung.
  • Cara menyajikan : mentah atau direbus.
  • Kandungan : kaya akan protein, lemak, mineral, khususnya kalsium dan fosfor.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi : lelah, lemah, gangguan pencernaan, kurus. 2) Defisiensi yin lambung : mulut dan tenggorokan kering, kurang nafsu makan, konstipasi.

Keju Susu Kambing dan Domba

  • Sifat energi : hangat, netral.
  • Rasa : asam, asin, manis.
  • Organ : lambung, limpa, paru-paru , hati, jantung, ginjal.
  • Arah : naik ke atas dan turun ke bawah.
  • Unsur : tanah, kayu.
  • Efek : menyokong dan menggerakkan qi, menghangatkan limpa dan lambung, menutrisi yin.
  • Cara menyajikan : mentah atau dilelehkan.
  • Kandungan : kaya akan protein dan lemak, mineral.
  • Indikasi : 1) Defisiensi limpa dan lambung : gangguan pencernaan. 2) Unsur kering di usus besar : konstipasi.
  • Kontra indikasi : konsumsi kebanyakan akan menyebabkan lembab dan phlegm.

Minyak Kacang Tanah

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : usus besar, paru-paru, lambung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong ciao tengah, melembabkan paru-paru dan usus besar, anti parasit.
  • Cara menyajikan : untuk menggoreng.
  • Kandungan : kualitas tinggi atas asam lemak esensial, khususnya asam linoleat, vitamin B
  • Indikasi : 1) Defisiensi limpa lambung : kurang nafsu makan. 2) Unsur panas di paru-paru atau usus besar : batuk kering dengan sedikit reak , konstipasi.
  • Kontra indikasi : Konsumsi berlebihan menyebabkan pembentukan phlegm.

Minyak Wijen

  • Sifat energi : sejuk.
  • Rasa : manis.
  • Organ : usus besar, hati, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : melembabkan usus, obat pencahar, detoks.
  • Cara menyajikan : sebagai bumbu atau  untuk salad, kadang kala sebagai minyak goreng.
  • Kandungan : Tinggi akan asam lemak tak jenuh, lecithin, vitamin E.
  • Indikasi : 1) Usus kering : konstipasi, gangguan pencernaan. 2) Defisiensi qi dan darah hati dan ginjal : otot, urat dan tulang lemah.
  • Kontra indikasi : Konsumsi ekses –> Melemahkan limpa/pankreas, menyebabkan diare.

Minyak Kacang Kedelai

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : pedas, manis.
  • Organ : usus besar.
  • Unsur : tanah, logam.
  • Arah : naik ke atas.
  • Efek : melembabkan usus, menghilangkan darah statis, laxative, antiparasit.
  • Cara menyajikan : untuk digoreng.
  • Kandungan : tinggi akan asam lemak tak jenuh, asam linoleat, asam oleat, kaya akan vitamin E; minyak kedelai dingin-ditekan mirip minyak gandum dalam potensi dan kualitas.
  • Indikasi : konstipasi.

Yogurt

  • Sifat energi : sejuk, dingin.
  • Rasa : manis, asam.
  • Organ : hati, paru-paru, usus besar (tergantung sumbernya).
  • Unsur : tanah, kayu.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Efek : Menutrisi yin, membersihkan panas, mengendurkan hati, melembabkan paru-paru, menghilangkan rasa haus.
  • Cara menyajikan : mentah.
  • Kandungan : protein, lemak, karbohidrat, mineral.
  • Indikasi : 1) Gejala panas : gelisah, gugup, gangguan tidur, haus. 2) Panas lambung : sakit di epigastrium, gastritis, radang lambung, mulas. 3) Panas di hati, yang hati naik ke atas : gelisah, pemarah, sakit kepala tiba-tiba, pusing, mata merah gatal. 4) Usus besar panas dan kering : konstipasi. 5) Penggunaan luar : Erupsi kulit dengan rasa gatal, kasar; kulit kering karena terbakar matahari.
  • Kontra indikasi : 1) Gejala dingin di ciao tengah. 2) Diare. 3) Jika makan kebanyakan, membentuk gejala lembab dan phlegm.

 

Ikan/ Hewan Laut

Ikan (air tawar) umumnya memiliki rasa manis/asin dan suhu energinya netral hingga hangat. Ikan air tawar gampang dicerna dan menguatkan qi, darah dan yang khususnya ciao tengah (limpa, lambung) dan ginjal.

Ikan air laut biasanya memiliki rasa asin dan sifatnya sejuk hingga dingin. Ikan air laut mempengaruhi organ ginjal, haiti serta menutrisi yin.

  • Untuk mengobati sindrom ekses : gurita/ cumi-cumi.
  • Untuk mengobati sindrom defisiensi : belut, ikan sarden, remis, tiram.
  • Untuk mengobati sindrom panas : cumi-cumi, gurita.
  • Untuk mengobati sindrom dingin : ikan salmon, udang, ikan forel, udang karang.
  • Untuk mengobati sindrom lembab : ikan karper, ikan kembung.
  • Untuk mengobati sindrom kering : tiram.

Ikan Teri

  • Suhu energi : netral.
  • Rasa : manis, asin.
  • Organ : lambung, limpa.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : Menutrisi qi  dan darah, menghangatkan limpa dan lambung.
  • Cara menyajikan : digoreng, dipanggang, dikukus.
  • Kandungan : protein, lemak, vitamin B1 dan B2.
  • Indikasi : Defisiensi qi dan yang lambung limpa : kurang nafsu makan, tidak ada tenaga, gangguan pencernaan.
  • Kontra indikasi : kondisi panas ==> khususnya gangguan kulit.

Ikan Karper

  • Suhu energi : netral
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong limpa dan lambung, menyokong qi dan darah, mengusir lembab, menurunkan qi, mengurangi bengkak.
  • Cara memasak : dikukus, direbus.
  • Kandungan : kaya akan vitamin D dan vitamin.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi limpa dan yang limpa : edema, bengkak. 2) Defisiensi qi dan darah : ASI sedikit, masa penyembuhan (dari penyakit), tidak ada tenaga. 3) Defisiensi paru-paru : batuk kronis, rasa penuh di dada, nafas pendek.
  • Kontra indikasi : gangguan kulit.

Kepiting

  • Sifat energi : dingin.
  • Rasa : asin
  • Organ : hati, lambung.
  • Unsur : air.
  • Efek : membersihkan panas, menggerakkan darah, menguatkan otot, urat dan tulang.
  • Indikasi : 1) Stagnasi darah : Nyeri setelah terluka di otot, urat dan tulang (bengkak, patah/retak tulang, kesedihan). 2) Sakit perut setelah melahirkan, untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  • K0ntra indikasi : Saat hamil dan gangguan kulit.

Belut

  • Sifat energi : netral, hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, hati, ginjal.
  • Unsur : air.
  • Arah : naik ke atas.
  • Efek : menyokong qi dan yang, mengatur angin dan lembab.
  • Cara menyajikan : digoreng, direbus atau dijadikan sup.
  • Kandungan : protein, tinggi lemak, kalsium, fosfor
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi dan yang : lemah, lelah, nafas pendek. 2) Gangguan angin lembab : anggota gerak tubuh bengkak dan sakit, kaki dan paha lemah (rematik disebabkan angin lembab).
  • Kontra indikasi :  Gangguan phlegm, diare disebabkan defisiensi limpa lambung.

Ikan Haring

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, paru-paru.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi lambung, limpa dan paru-paru.
  • Cara memasak : digoreng, dipanggang, dibakar, direbus.
  • Kandungan : protein, lemak, mineral.
  • Indikasi : 1)Defisiensi qi lambung dan limpa : kurang nafsu makan, lemah, gangguan pencernaan kronis. 2) Defisiensi qi paru-paru : nafas pendek, gampang berkeringat, cepat lelah.
  • Kontra indikasi : gangguan kulit.

Ikan Kembung

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : lambung, hati.
  • Arah : mengambang.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi dan darah, menghilangkan lembab.
  • Indikasi : bengkak, edema, rematik (shi bi)

Remis

  • Sifat energi : hangat, netral.
  • Rasa : asin.
  • Organ : hati, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : air.
  • Efek : memperkaya yin dan yang ginjal dan hati, menutrisi jing dan darah.
  • Indikasi : 1)Defisiensi yang ginjal : impoten, nyeri pinggang, pinggang lemah. 2)Defisiensi yin : Berkeringat malam dan pusing.

Tiram

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : asin, manis.
  • Organ : ginjal, hati.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah, air.
  • Efek : menyokong qi dan darah, menutrisi darah, memperkaya yin dan yang ginjal, melembabkan kering, mendinginkan darah.
  • Cara menyajikan : mentah, digoreng, direbus.
  • Kandungan : kaya akan mineral.
  • Indikasi : 1)Defisiensi yin : gangguan tidur, gugup, defisiensi cairan, defisiensi darah, keringat berlebihan, berkeringat malam, konsumsi alkohol berlebihan. 2) Defisiensi organ ginjal : kelelahan, ejakulasi dini, spermatorrhea.
  • Kontra indikasi : gangguan kulit.

Udang/Lobster

  • Sifat energi : hangat
  • Rasa : manis.
  • Organ : hati, ginjal.
  • Arah : mengambang.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : Memperkaya yang, khususnya yang ginjal; menyokong qi dan darah; mengusir dingin, menghilangkan darah statis, mengusir angin dan lembab.
  • Cara menyajikan : digoreng, dibakar, dipanggang, direbus.
  • Kandungan : protein, mineral.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yang ginjal : impoten, ejakulasi dini, libido lemah, tidak ada tenaga, sakit pinggang. 2) Defisiensi qi dan darah : sehabis melahirkan, merangsang keluarnya ASI.
  • Kontra indikasi : Darah panas –> dapat menimbulkan bercak merah di kulit.

Ikan Sarden

  • Sifat energi : netral, hangat.
  • Rasa : manis, asin.
  • Organ : ginjal, limpa, lambung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah, air.
  • Efek : menyokong qi, yang dan darah; menghangatkan lambung dan limpa; menyokong ginjal.
  • Cara menyajikan : digoreng, dipanggang, direbus.
  • Kandungan : protein, lemak, mineral.
  • Indikasi : 1)Defisiensi limpa dan lambung : kurang nafsu makan, tidak ada tenaga, gangguan pencernaan, edema. 2) Defisiensi organ ginjal : impotensi, libido kurang, pinggang sakit dan lemah, sendi dan tulang lemah.
  • Kontra indikasi : gangguan panas, gangguan kulit.

Cumi-cumi / Gurita

  • Sifat energi : dingin.
  • Rasa : manis, asin.
  • Organ : ginjal, kandung kemih, hati.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : air.
  • Efek : menutrisi yin, menguatkan qi dan darah, membersihkan panas.
  • Cara menyajikan : digoreng, dipanggang, direbus.
  • Kandungan : protein, lemak, mineral.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yang dan panas berakar dari defisiensi yin hati atau ginjal : pusing, tinnitus, menorrhargia yang banyak, sakit menstruasi yang kuat dengan darah terang. 2) Darah panas : kulit gatal. 3) Panas lambung disebabkan ekses hati : mulas, gastritis, radang lambung dan usus.
  • Kontra indikasi : Hindari gangguan panas dengan tidak menggoreng, membakar, memanggang cumi-cumi.

Ikan Forel

  • Sifat energi : hangat, panas.
  • Rasa : manis.
  • Organ : lambung, limpa.
  • Arah : naik ke atas/mengambang.
  • Unsur : kayu.
  • Efek : memperkaya yang, mengatur qi, mengusiri dingin, menghangatkan lambung limpa.
  • Cara menyajikan : direbus, digoreng, dibakar, dipanggang.
  • Kandungan : protein, mineral.
  • Indikasi : 1) Defisiensi lambung dan limpa : kurang nafsu makan, lelah, perut kembung, diare. 2) Defisiensi yang dan qi : lelah, lemah, tangan kaki dingin, nafas pendek.
  • Kontra indikasi : gangguan angin-panas, ruam kulit.

Tuna

  • Karena mengandung unsur racun logam tinggi, tuna direkomendasikan dalam terapi nutrisi.

Daging

Kebanyakan suhu energi jenis daging adalah hangat ke panas, dan luar biasa dalam menambah qi dan yang. Daging harus dikonsumsi terutama saat cuaca dingin. Daging memperkuat energi tubuh dan memberikan “tingkat agresivitas” pada tubuh. Daging sangat cocok untuk mengembalikan energi yang defisit (sehabis kerja fisik berat, melahirkan, atau masa penyembuhan). Konsumsi daging berlebihan akan mengotori tubuh dengan racun dan mendukung gangguan phlegm.

  • Untuk mengobati ekses (orang yang kuat, suara kuat, kolerik, sifat choleric, extrovert, lidah merah, selaput tebal) : Hindari daging, tidak konsumsi daging selama 4-6 minggu; tingkatkan padi-padian, buah dan sayur.
  • Untuk mengobati defisiensi/kosong (orang yang lemah, suara lemah, nadi lemah) : Daging sapi, ayam, rusa.
  • Untuk mengobati panas (lidah merah, nadi cepat, muka merah, mata merah, gugup) : Tidak ada daging untuk empat hingga enam minggu; tingkatkan padi-padian, buah dan sayur.
  • Untuk mengobati dingin (lidah bengkak, pucat; nadi lemah, lambat; takut dingin) : Semua daging rusa, kambing, juga ayam, sapi.
  • Untuk mengobati lembab (edema, gangguan phlegm) : Hindari daging selama empat hingga enam minggu; tingkatkan biji-bijian/padi-padian yang sifatnya kering.
  • Untuk mengobati kering (bibir kering, kulit kering, konstipasi) : tingkatkan padi-padian, buah dan sayur.

Daging Sapi

  • Sifat energi : hangat, netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, lambung, bagian tertentu juga ginjal.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi dan darah, menyokong limpa lambung, menguatkan yang, menguatkan otot, urat dan tulang.
  • Cara menyajikan : dikukus, direbus, digoreng, dipanggang, atau dijadikan sup.
  • Kandungan : protein, lemak, vitamin B1, B2, kalsium, fosfor, zat besi.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi dan darah : tidak ada tenaga, lutut dan kaki lemas, berkeringat spontan, kurus, badan lemah karena perdarahan banyak terutama sehabis melahirkan atau menstruasi ekstrim. 2) Defisiensi limpa lambung : kurang nafsu makan, letih, tidak ada tenaga, perut kembung, diare.
  • Kontra indikasi : 1) Konsumsi daging berlebihan menimbulkan panas-lembab. 2) Menahan diri (mengekang) menimbulkan panas di darah : kulit merah, kulit gatal, kulit berbisul.

Hati Sapi

  • Diutamakan dari peternaka organik.
  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, hati.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong hati, qi dan darah.
  • Cara menyajikan : digoreng atau direbus.
  • Indikasi :1) Khususnya defisiensi darah : muka pucat dan kusam, konsentrasi lemah, kesemutan, lelah, palpitasi jantung, tidak bertenaga. 2) Defisiensi darah hati : buta senja, hypomenorrhea atau amenorrhea, pandangan buram, pusing, insomnia.

Daging Ayam

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, lambung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong dan menghangatkan ciao tengah, menyokong qi dan darah, memperkaya yang, menyokong ying, menutrisi sumsum tulang, memperkaya yin dan yang ginjal.
  • Cara menyajikan : direbus, dikukus, digoreng, dipanggang, dibakar, dijadikan sup.
  • Kandungan : protein, rendah lemak dan asam lemak tak jenuh tinggi, kalsium, fosfor, zat besi.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi : muka pucat, pendiam, berkeringat sepanjang hari, tidak ada tenaga, gampang kelelahan. 2) Defisiensi darah (umumnya berkaitan dengan defisiensi qi) : muka pucat dan kusam; susah konsentrasi, amenorrhea, hypomenorrhea, lelah, emosi tidak stabil, depresi. 3) Defisiensi qi dan darah sehabis melahirkan : tidak ada tenaga, depresi postnatal, palpitasi jantung, pusing, ASI sedikit. 4) Defisiensi qi lambung dan limpa : tidak ada tenaga, hilang tenaga karena sakit berkepanjangan, diare, gangguan pencernaan, nafsu makan turun, lemah di usia tua. 5) Lambung dingin dan defisiensi yang limpa : rasa sensasi dingin di badan, khususnya lambung, kaki tangan dingin, kurang nafsu makan. 6) Defisiensi di organ ginjal : paha dan lutut lemah dan nyeri, ejakulasi dini, tinnitus, sering BAK.
  • Kontra indikasi : 1) Menahan/mengekang diri saat mulai pilek. 2) Menahan/mengekang diri dengan gejala panas, khususnya darah panas.

Hati Ayam

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : ginjal, hati.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong hati, ginjal, qi dan darah.
  • Cara menyajikan : dikukus, digoreng atau dipanggang.
  • Kandungan : protein, kaya akan vitamin dan mineral.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yang ginjal : lemah, pinggang sakit, impoten, berkemih saat malam hari, tangan kaki dingin. 2) Defisiensi darah ginjal : buta senja, insomnia, pandangan buram, pusing, tangan kaki kebas, otot lemah.

Daging Bebek

  • Sifat energi : netral ke sejuk.
  • Rasa : manis dan asin.
  • Organ : paru-paru, ginjal, lambung, limpa.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menutrisi yin, menyokong darah, menguatkan lambung, melembabkan paru-paru, membersihkan panas, diuretik, mengurangi bengkak.
  • Cara menyajikan : digoreng, dikukus, direbus, atau dijadikan sup.
  • Kandungan : protein, zat besi, lemak, vitamin B1 dan B2.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yin dengan gejala panas, khususnya defisiensi yin paru-paru : demam suhu rendah, haus, agitasi, berkeringat malam hari, mulut dan tenggorokan kering, batuk permanen dengan sedikit phlegm. 2) Defisiensi limpa dengan akumulasi cairan dan edema. 3) Defisiensi darah dan defisiensi yin dengan hiperaktivitas yang : kehilangan darah banyak (seperti sehabis melahirkan), pandangan kabur, palpitasi jantung, sakit kepala, vertigo, insomnia.
  • Kontra indikasi : stagnasi qi dan defisiensi limpa.

Daging Kambing, Domba

  • Sifat energi : hangat ke panas.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, ginjal.
  • Arah : naik ke atas/mengambang.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : Menghangatkan ciao tengah dan ginjal, menutrisi  qi dan darah, menyokong jing.
  • Cara menyajikan : dikukus, digoreng/dipanggang, dibakar, direbus.
  • Kandungan : protein, lemak, kalsium, fosfor.
  • Indikasi : 1) Daging kambing dan domba sangagt dianjurkan saat cuaca/musim dingin sebagai makanan penghangat. 2) Sangat baik untuk defisiensi yang ginjal : tubuh kedinginan, takut dingin; kaki, pinggang, lutut lemah; libido lemah, impoten, sering berkemih malam hari. 3) Defisiensi darah dengan gejala dingin setelah melahirkan : sakit perut, ASI sedikit, kaki dingin. 4) Defisiensi yang limpa dan lambung : kurang nafsu makan, lelah, menggigil terus menerus, kaki tangan dingin.
  • Kontra indikasi : Gejala panas : agitasi, insomnia, kulit merah gatal, perdarahan menstruasi berlebihan.

Kelinci

  • Sifat energi : sejuk, netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : hati, usus besar, limpa, lambung.
  • Arah : mengambang.
  • Unsur : tanah, tidak tetap tergantung sumber.
  • Efek : menyokong ciao tengah, menutrisi qi, mendinginkan darah.
  • Cara menyajikan :  dikukus, direbus, digoreng, dipanggang.
  • Kandungan : kaya akan protein, mineral dan sedikit lemak.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi limpa : lelah, tidak ada tenaga, kurang nafsu makan. 2) Panas di lambung dan usus besar : konstipasi, mual, muntah, nafsu makan besar. 3) Defisinsi yin lambung : konstipasi, kurang nafsu makan, mulut kering.
  • Kontra indikasi : gejala dingin di limpa dan lambung.

Rusa

  • Sifat energi : hangat, panas.
  • Rasa : pedas, manis.
  • Unsur : tanah, tidak tetap tergantung sumber.
  • Organ : ginjal.
  • Arah : naik ke atas/mengambang.
  • Efek : menguatkan qi, darah dan yang, khususnya yang ginjal; menggerakkan darah.
  • Cara menyajikan : digoreng, dipanggang, dimasak lama, direbus.
  • Kandungan : protein, lemak, mineral.
  • Indikasi : 1) Daging rusa sangat luar biasa untuk menguatkan ginjal terutama yang ginjal : daging rusa terutama sangat cocok saat musim dingin. 2) Defisiensi qi dan darah : khususnya tidak ada tenaga, lelah, kurus. 3) Defisiensi yang ginjal : takut dingin, menggigil terus menerus; pinggang, kaki dan lutut sakit dan lemah dan semakin parah saat cuaca dingin; libido lemah, impoten, sering berkemih malam hari.
  • Kontra indikasi : olahraga menyebabkan gejala panas khusus yang defisiensi yin untuk menghindari hiperaktivitas yang : agitasi, insomnia, hiperaktivitas seksual, berkeringat spontan, menorrhagia irregular dan kuat, migraine.