Ciri-Ciri Lidah yang Mengalami Gangguan Ginjal

Pada artikel ini, saya lebih membahas tentang defisiensi yin ginjal. Perlu dicatat bahwa otot lidah pucat, bengkak dan basah dapat terjadi pada pasien yang mengalami defisiensi yang limpa atau defisiensi yang ginjal.

  1. Karateristik Lidah yang Mengalami Defisiensi Yin

Kesehatan badan seseorang terlihat di muka, kualitas nadi dan lidah. Jika seseorang yang mengalami gangguan ekses yang, biasanya lidah akan merah, panjang dan besar; sementara jika pasien mengalami gangguan ekses yin, lidah akan pucat dan bengkak.

Ginjal adalah rumah dari yin dan yang. Yin terbentuk dalam cairan, substansi, dan elemen struktural. Cairan dan darah murni tergolong yin. Yin menutrisi dan melembabkan semua jaringan tubuh. Setiap organ yin mengontrol dan memelihara setiap aspek khusus yin. Qi nutrisi, menutrisi lima organ yin dan melembabkan enam organ yang ,berakar dari limpa. Darah disimpan di hati dan diproduksi oleh jantung. Paru-paru mengirimkan cairan, yang berasal dari limpa dan ginjal, menutrisi kulit dan rambut. Bagaimanapun, badan yin berakar dari ginjal.

Bersifat sejuk/dingin, yin mengontrol dan mencegah kenaikan patologis yang; juga membatasi penumpukan panas yang cepat. Bersama dengan darah, yin melabuhkan jiwa, menuntun tidur nyenyak dan pikiran seimbang.

Yin ginjal dan esensi cing menutrisi satu sama lain dan saling bergantung, khususnya dalam menjaga struktur badan dan kualitas cairan. Cairan dan darah bersifat yin. Keduanya, menyuplai ke lidah sehingga bentuk lidah normal, ukurannya normal, warnanya merah normal, dan lembab. Jika yin ekses, lidah akan menjadi bengkak.

Qi memerintah pergerakan darah dan cairan serta mengirimkan ke lidah. Sehingga warna, bentuk, volume dan kelembaban lidah mencerminkan kondisi qi dan yin dari setiap organ yin. Defisiensi yin memiliki banyak karakter/tanda lidah : lidah merah, ada retakan di otot lidah, lidah kering, kaku bahkan menciut.

Otot lidah merah dengan defisiensi yin ginjal

Hasil umum dari defisiensi yin ginjal adalah berkembangnya panas dari defisiensi, dan dalam jangka panjang mengeringkan cairan dan melukai darah. Di lidah, warna otot menjadi merah, kering dan sedikit selaput lidah. Semakin tinggi patogen panas, cairan dan darah semakin rusak dan menyebabkan lidah semakin merah dan kering. Simtom berkaitan dengan defisiensi yin ginjal adalah tinnitus, berkeringat malam, telapak tangan dan kaki panas, mulut kering dan muka merah.

Dalam kasus panas yang menjadi-jadi, api membara atau api toksin dapat berkembang, terbentuk dalam warna lidah yang sagnat merah dengan selaput lidah kuning. Gejala meliputi demam, gampang tersinggung, mulut dan tenggorokan kering, dan sariawan.

Panas dan api dapat melukai darah dan pembuluh darah, sehingga terjadi perdarahan spontan. Panas di darah ditandai dengan perdarahan menstruasi ekses; kulit merah, gatal, luka; dan badan berasa panas. Dalam kasus ini, otot lidah merah, merah tua atau merah terluka. Untuk mengetahui asal mula, tingkatan dan intensitas panas/api yang melukai cairan dan yin, sinshe bukan hanya saja melihat warna otot lidah tetapi jua bentuk dan selaput lidah.

Panas dihasilkan dari defisiensi yin yang membara dalam jangka waktu panjang dan menjadi tak terkontrol yang dapat melukai esensi cing. Defisiensi energi, yang berkembang dalam tahunan menjadi penyakit serius, dan dapat menghancurkan yin, sehingga yang naik tak terkontrol. Ekspresi paling ringan dari ketidakseimbangan energi adalah tiba-tiba tuli, dan paling parah adalah cerebral stroke. Dalam beberapa kasus, sindrom terbakar habis, biasanya diikuti gangguan saraf, dengan patologi sama. Perumpamaan seperti lilin yang sedang membakar di kedua ujung sisi. Lilin adalah substansi/bahan, yang bertanggung jawab terhadap yin dan esensi, sementara api lilin adalah yang. Terakhir, saat lilin terbakar habis, api lilin akan menyala berkobar, inilah yang ekses. Api yang menyala di atas ini dalam gangguan seperti myocardial infraction, stroke, krisis hipertensi, atau perdarahan tak terkontrol. Otot lidah umumnya berwarna merah, kering, mengerut, atau kaku. Panas melukai cairan dan yin sangat parah sehingga tendon, otot, urat –termasuk lidah menjadi malnutrisi. Kondisi ini menyebabkan pergerakan angin di dalam tubuh. Warna merah tua berkembang saat panas memasuki level nutrisi dan darah.

Mengejutkan, patologi ini juga dapat memproduksi otot lidah merah lembek, indikasi dari malnutrisi otot dan tendon karena panas ekstrim. Pasien dengan lidah ini sering menderita hemiplegia,, atau gangguan atrofi. Lidah merah lembek, menunjukkan tanda prognostik yang tidak baik.

Ada banyak tingkatan defisiensi yin ginjal. Diagnosis lidah dapat menjadi peran penting dalam menentukan prognosis untuk penyakit dan penanganan.

Otot Lidah Merah Tua

Otot lidah warna merah tua dengan sedikit pink. Jika lidah kkering atau tanpa selaput lidah, menandakan defisiensi yin ginjal dengan panas dalam hebat. Kadang-kadang hanya sebagian area lidah menunjukkan corak ini terutama di sepertiga lidah depan. Lidah ini menunjukkan defisiensi yin paru-paru dan yin lambung yang parah. Warna lidah merah tua dengan selaput lidah menunjukkan demam hangat.

 

Lidah Pucat

  1. Warna lidah pucat dan bengkak.

Warna otot lidah pucat dengan bentuk normal, selaput lidah normal menunjukkan defisiensi qi paru-paru dan limpa. Qi tidak kuat mengangkut darah ke lidah sehingga warnanya menjadi pucat. Warna lidah pucat menunjukkan tahap tingkatan defisiensi. Semakin pucat warnanya, semakin serius defisiensi qi dan yang.

Otot lidah pucat dan bengkak adalah sangat umum ditemukan. Warna pucat karena yang qi terlalu lemah untuk mengangkut darah ke lidah. Otot lidah bengkak karena hasil dari defisiensi qi dan yang, sehingga tidak mampu merubah cairan tubuh. Karena tidak mampu merubah, akhirnya cairan berkumpul dan menjadi lembab. Tingkatan otot lidah bengkak tergantung dari seberapa lemah yang dan qi. Bekerja fisik terlalu berat, olahraga berlebihan, konsumsi makanan mentah dan produk susu kebanyakan membuat defisiensi qi limpa dan yang.

Otot lidah pucat dan bengkak biasanya bergabung dengan adanya cetakan gigi. Semakin dalam bentuk cetatakn gigi, semakin lemah qi lambung dan limpa, serta yang ginjal dan limpa.

2. Otot lidah pucat dengan depresi/tekanan di akar lidah.

Dengan bantuan delapan prinsip dan diagnosis lidah, bentuk penyakit akut dan kronis dapat dianalisis secara akurat.Diagnosis lidah untuk menggali kondisi energi pasien saat ini dan masa lalu. Bentuknya berupa retakan dalam, cetakan gigi, rongga, kerutan atau celah di otot lidah. Bentuk, warna, selaput serta tanda spesifik paling utama disebabkan defisiensi  energi yang lama dan dalam, contoh : defisiensi qi kronis limpa dan lambung, atau yin lambung. Defisiensi, dalam jangka panjang, menyebabkan penipisan atau kekurangan nutrisi esensi.

Esensi jing sangat langka dan padat walaupun sifatnya cairan. Esensi memiliki potensi untuk membangun dan menutrisi tubuh, juga memasok bahan energi untuk pembangunan fisik dan mental saat masa anak-anak, serta perkembangan dan fungsi sistem reproduksi. Kualitas dan kekuatan esensi jing juga sangat penting dalam memproduksi sumsum tulang belakang dan mengontrol fungsi otak, sumsum tulang belakang dan saraf tulang belakang. Akhirnya, esensi jing keluar lebih banyak untuk mengimbangi trauma dan shock karena kecelakaan.

Jika seseorang gaya hidupnya teratur, esensi jing akan turun secara perlahan-lahan hingga umur tua; mula-mula pendengaran mulai bermasalah hingga gigi lepas. Saat umur mulai menua, akan menunjukkan tanda-tanda esensi jing melemah.

  • Nutrisi tidak memadai yang kronis
  • Bekerja berlebihan kronis
  • Kurang tidur kronis
  • Terlalu banyak hamil dan melahirkan
  • Jangka waktu melahirkan satu dan lainnya dekat.
  • Kehilangan sperma ekses.
  • Menstruasi terlalu banyak.
  • Penyakit serius kronis.
  • Sering demam dan flu.
  • Shock serius
  • Operasi terlalu banyak.
  • Badan lemah, baik penyakit fisik dan mental bawaan.
  • Pola makan tidak cocok dengan musim.
  • Makan tidak teratur.
  • Kurang istirahat sehabis operasi, infeksi atau penyakit lain.

Esensi jing bertanggung jawab terhadap penyimpanan dan kualitas “zat” dan defisiensi esensi berarti kehilangan “zat” dan ini terlihat dalam tulang rapuh dan tanggalnya gigi.

Ambil contoh : Seorang wanita menderita penyakit anorexia nervosa dalam jangka panjang. Gejalanya meliputi berhentinya menstruasi dan munculnya osteoporosis. Kecenderungan melaparkan diri menyebabkan pengurasan esensi postnatal, sehingga gagal mengisi kembali esensi jing. Hilangnya zat esensi terbentuk dalam tulang yang rapuh.

Terapis/sinshe diharuskan melihat sejarah pasien dan gejala yang terkait dengan defisiensi esensi jing, juga melihat nadi pasien. Untuk membuat diagnosis dan prognosis akurat, sangat penting untuk menilai kualitas dan kekuatan esensi jing, dengan menanyakan semua informasi termasuk diagnosis lidah dan nadi tangan serta pertanyaan lainnya.

Bersifat cairan dan berkualitas substansial, intinya adalah yin yang berhubungan dengan kekuatan dinamis dari qi dan yang; sehingga memiliki kesamaan dengan yin ginjal. Karena ini, defisiensi yin ginjal dapat menyebabkan defisieensi esensi jing. Semua proses tubuh mengakibatkan kehilangan cairan–diare kronis dan lama, berkeringat ekstrim, atau demam jangka panjang, yang membuat melukai yin. Dalam praktek, jenis lidah ini sering ditemukan pada pasien yang menderita sakit berat, pasien lansia, atau penyakit kanker. Termasuk juga pasien yang menderita HIV/AIDS.

Lidah merah dapat juga menunjukkan patogen panas yang meningkat, yang melukai yin. Semakin kuat warna merahnya, semakin hebat panasnya menyerang yin ginjal dan cairan.

Hubungan antara yin ginjal dan yang ginjal tergantung dari kekuatan dan kualitas esensi jing dan sumber qi. Esensi, melalui yang ginjal dan mingmen, menyediakan kebutuhan materi untuk mengubah dan menghangatkan dalam memproduksi qi ginjal. Selaput lidah sangat bergantung dari aksi ini. Jika cairan tidak diubah, karena defisiensi yin atau yang ginjal, maka qi ginjal tidak bisa naik ke atas melembabkan lidah. Dalam kasus ekstrim, otot lidah akan kelihatan sangat pucak, bengkak dan kering. Ini karena yang ginjal terlalu lemah untuk mengubah (otot bengkak) dan mengirimkan (lidah kering) cairan. Ini sangat jarang muncul dalam kasus. Umumnya, otot lidah kering karena defisiensi cairan, darah dan yin ginjal atau lambung.

Tidak adanya selaput lidah biasanya karena berhubungan dengan fungsi qi limpa dan lambung. Proses pencernaan makanan dan minuman oleh qi lambung; faktor lembab di lambung mempengaruhi uap keruh yang naik ke atas membentuk selaput lidah. Jika energi ciao tengah tidak bermasalah, maka akan terbentuk selaput lidah tipis. Defisiensi qi lambung, yin lambung dan khususnya yin ginjal menyebabkan selaput lidah tanpa akar. Ini ditandai dengan distribusi tidak merata, yang memberi tampilan tua, terkelupas, dan tergores.

Kurangnya selaput lidah biasanya bergabung dengan otot lidah pucat menunjukkan defisiensi qi lambung. Kombinasi ini ditambah adanya retakan di tengah lidah menunjukkan sinyal dari permulaan menurunnya cairan dan yin lambung.

Akar lidah berhubungan dengan ciao bawah, khususnya ginjal. Umumnya, selaput lidah di akar mencerminkan kondisi usus besar, usus kecil, dan kandung kemih. Interpretasi lengkap lidah lapisan pada akar membutuhkan pengetahuan tentang gejala pasien. Penafsiran lengkap tentang selaput lidah di akar membutuhkan pengetahuan tentang gejala pasien. Tidak adanya lapisan di akar lidah, atau akar lidah merah, mencerminkan defisiensi yin ginjal dan kelelahan cairan tubuh. Akar yang sangat merah dan kering menunjukkan api ginjal naik dari defisiensi yin ginjal.

Tekstur dan bentuk akar lidah juga cermin dari kondisi ginjal. Akar yang mengerut menunjukkan defisiensi esensi jing. Bentuk lidah ini adalah hasil dari hilangnya zat atau material sehingga volume lidah berkurang (kecil). Jika akar lidah berwarna normal, defisiensi ginjal belum sampai ke panas dalam.

Dfeisiensi esensi jing yang baru terjadi mungkin berkaitan dengan otot lidah pucat. Defisiensi esensi jing yang baru mulai terlihat dalam otot lidah dengan depresi di akar, seolah-olah ada kekurangan zat untuk mengisi akar lidah. Kondisi ini ditandai dengan kombinasi gejala defisiensi qi (lelah, kurang nafsu makan, berkeringat setelah keluar tenaga sedikit, mencret) dan juga gejala yang menunjukkan defisiensi esensi jing. Dengan demikian, lelah dapat berkembang menjadi kelelahan kronis yang tidak diimbangi dengan tidur teratur, yang menjadi kurang konsentrasi, pelupa, atau rambut menjadi uban. Dalam beberapa kasus, yang diperbaiki bukan hanya menguatkan qi, tetapi menutrisi yin dan yang ginjal (esensi jing) juga.

Kehidupan sibuk juga berkaitan dengan negara modren industrialisasi, juga konsumsi esensi dalam usia muda. Jika masih awal, defisiensi esensi cing dapat diobati.

Walau sama-sama berlidah pucat, defisiensi qi limpa/yang memiliki bentuk di akar lidah normal; tetapi defisiensi esensi jing, bentuk akar lidah mengecil.

3. Otot lidah pucat dan tipis (Lidah normal bentuk agak tebal)

Kurangnya darah dan cairan menyebabkan volume lidah berkurang yang terbentuk dalam otot lidah yang tipis, menyusut atau mengerut. Tergantung dari kondisi badang seseorang atau gaya hidup sehari-hari, defisiensi qi limpa menimbulkan akumulasi lembab atau kurang darah. Ini adalah aspek sekunder dari disharmoni qi limpa. Atau defisiensi yang lain dalam jangka panjang membuat gangguan transformasi makanan menjadi darah. Karenanya, setiap warna lidah pucat menunjukkan kurangnya darah. Defisiensi darah merupakan faktor penting dalam penyakit. Ini ditunjukkan dalam otot lidah pucat dan tipis. Dan khususnya terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi yang banyak, menyusui (ASI) dalam jangka panjang atau pola makan tidak teratur.

Otot lidah pucat dan tipis merupakan tanda penting bagi pasien yang mengalami anemia/kurang darah. Jika kondisi ini tidak diobati, defisiensi yin ginjal akan berkembang, karena darah menutrisi yin. Perkembangan patologi ini terlihat dalam otot lidah pucat dan bentuk lidah berubah atau warna menjadi merah atau bercak jingga. Jika otot lidah pucat kering, patologi ini belum parah, darah kehilangan fungsi melembabkan tetapi defisiensi belum signifikan. Gejala defisiensi darah adalah kering atau kulit gatal, rambut rontok, warna kulit pucat semburat, kaki tangan kesemutan, dan pusing.

4. Lidah pucat dan bentuk sempit (lidah normal bentuk agak lebar)

Otot lidah, agak bengkak dan sempit menunjukkan defisiensi darah dan sirkulasi qi hati tidak tepat. Dalam beberapa kasus, lidah sempit akan kelihatan sedikit mengerut. Tipe lidah ini muncul dari defisiensi qi limpa yang kurang tenaga untuk sirkulasi qi dan memproduksi darah. Akibatnya kekurangan qi dan darah untuk meridian, otot, jaringan sehingga anggota gerak lemah dan sakit.

Dalam kasus tertentu yang sangat jarang, hanya satu sisi otot lidah yang mengerut atau tertarik. Kemungkinan karena qi hati tegang dan kurangnya darah hati untuk mengalir, karena sisi lidah menunjukkan sirkulasi qi hati dan kandung empedu. Rasa nyeri dan lemah di meridian hati atau kandung empedu merupakan patologi. Biasanya ini terjadi pada wanita yang mengalami penyakit payudara. Sisi lidah yang mengerut tidak berarti menunjukkan sisi payudara yang sakit.

5. Sisi lidah yang tidak rata, atau bengkak di satu sisi lidah saja

Qi nutrisi mengalir bersama darah. Keduanya menutrisi organ, otot, tendon, dan urat; mengalir dan mengisi meridian dan kolateral. Defisiensi qi dan darah tidak hanya terbentuk dalam otot lidah pucat saja, tetapi juga bentuk lidah yang tidak simetris. Dalam pengalaman saya ini menunjukkan sirkulasi qi dan darah yang terganggu di satu sisi badan saja, kiri atau kanan. Sisi lidah yang tidak simetris tidak harus menunjukkan sisi badan yang sakit/rusak.

Sama dengan satu sisi lidah yang bengkak saja. Gejala ini berhubugan dengan satu sisi badan yang lemah, kurang tenaga di satu lengan atau kaki saja. Kadang-kadang, tipe lidah ini juga terlihat pada gangguan atrofi.

Catatan : Flu dan meriang yang sering muncul dalam konteks melemahkan esensi jing. Banyak yang lupa bahwa wei qi (qi pertahanan) bukan hanya bergantung kepada qi paru-paru tetapi juga yin dan yang ginjal, esensi jing dan sumber qi. Esensi cing bertanggung jawab dalam pembentukan tubuh sementara sumber qi adalah penting untuk menutrisi tubuh. Yang ginjal dan sumber qi menyuplai kandung kemih dengan qi untuk mengubah cairan menjadi murni dan keruh, di mana cairan murni diangkut ke kulit, otot dan secara tidak langsung berhubungan dengan wei qi. jika yang ginjal kurang/defisien, cairan tidak akan berubah sehingga terjadi malnutrisi terhadap wei qi. Distribusi wei qi melalui tubuh juga dipengaruhi delapan meridian istimewa terutama meridian GV, CV dan chong mai, yang merupakan lubuk penyimpanan esensi. Sehingga wei qi berakar dari ginjal, dinutrisi oleh esensi, dan disokong oleh sumber qi. Meriang dan flu yang sering muncul tidak hanya melemahkan wei qi tetapi juga esensi cing dan sumber qi.

 

 

 

Dasar Dari Diagnosis Lidah

Hubungan antara Lidah dengan Tubuh

Aspek luar seseorang dapat dilihat dari kekuatan, kesuburan, bentuk tubuh, dan kualitas rambut dan kulit, dimana merefleksikan kondisi energi di dalam tubuh. Tubuh didukung/dinutrisi oleh qi, darah dan cairan tubuh. Karena lidah berada antara “eksterior dan interior”, maka lidah sangat cocok sebagai alat diagnosis.

Lidah berhubungan dekat dengan organ limpa dan lambung. Makanan dan minuman diterima oleh lambung dan diubah oleh energi limpa. Lambung dianggap sebagai sumber cairan dan juga memiliki kemampuan memproduksi cairan, sehingga direfleksikan dalam bentuk kelembaban lidah. Kualitas qi nutrisi dan darah tergantung dari kekuatan qi limpa untuk menyuling sari makanan, direfleksikan dalam warna otot lidah.

Lidah berhubungan luar dengan organ jantung, sehingga qi jantung berkomunikasi dengan lidah. Organ jantung memerintah rasa makanan dan pengucapan. Qi jantung mengontrol sirkulasi darah dan menyokong lidah dengan darah sehingga berpengaruh dalam warna otot lidah.

Organ ginjal berhubugan dengan akar lidah. Organ hati dan kandung kemih, lambung, dan sanciao juga mencapai lidah. Hanya organ paru-paru , usus besar, usus kecil dan kandung kemih tidak memiliki koneksi langsung dengan lidah, hanya hubungan tidak langsung yang berkaitan dengan organ lainnya.

Topografi lidah :

Lidah dibagi menjadi tiga bagian :

  • Anterior lidah (sepertiga lidah) menggambarkan kondisi ciao atas, yaitu : organ jantung, paru-paru dan perikardium.
  • Lidah bagian tegnah menggambarkan kondisi ciao tengah, yaitu : organ limpa, lambung, hati dan kandung empedu.
  • Posterior lidah menggambarkan kondisi ciao bawah yaitu : organ ginjal, kandung kemih, usus kecil, usus besar, dan ming men.

Berlawanan dengan nadi tangan yang banyak dibahas di buku kedokteran tradisional Cina, topografi lidah jarang diperdebatkan.

Tiga cara prosedur memeriksa lidah :

  1. Pertama, sinshe harus memberi kesan umum. Dalam diangosis lidah, ini berarti mengamati kekuatan lidah.
  2. Kedua, mengumpulkan dan mengenali ciri-ciri lidah dari warna, bentuk dan selaput. Harus melihat peta topografi lidah.
  3. Ketiga, mengevaluasi kembali kesan umum dalam ciri-ciri lidah yang dikumpulkan. Maka diagnosis akan dihasilkan.

Saat memeriksa lidah pasien, pasien harus dalam keadaan santai. Jika pasien gugup atau ketakutan, umumnya lidah akan tegang dan sedikit terulur. Gunakan cahaya senter untuk melihat lebih jelas warna otot dan selaput lidah. Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang membuat warna lidah menjadi tidak jelas seperti kopi, teh hitam, rempah (kari), cabe atau alkohol dan obat-obatan.

Pasien yang sering merokok biasanya otot lidah kering dan warna selaputi lidah kuning. Kebiasaan suka minum teh/kopi membuat selaput lidah berwawrna coklat. Sedangkan makanan berminyak membuat selaput lidah berminyak. Jika sering minum air, otot lidah menjadi lembab dan basah. Dan pasien yang jarang minum air, otot lidah menjadi kering.

Warna otot lidah melihat kualitas darah, yin, yang dan qi. Defisiensi qi limpa menyebabkan otot lidah pucat, karena qi tidak mampu untuk membawa darah ke lidah. Dalam kasus lebih serius, defisiensi qi dan darah, darah tidak sanggup mengalir cukup, sehingga terjadi darah statis, warna otot lidah menjadi pucat kebiruan. Dalam kasus defisiensi yin, otot lidah berwarna merah. Gangguan panas dan dingin juga memberikan warna otot lidah yang berbeda. Jika pasien mengalami sindrom panas, otot lidah berwarna merah hingga merah tua. Jika dingin menghambat qi dan yang, otot lidah berwarna pucat. Pasien yang terkena demam tinggi, biasanya otot lidah berwarna merah.

Hubungan warna otot lidah dan bentuk otot lidah

Warna otot lidah dan bentuk otot lidah berhubungan sangat erat, keduanya menunjukkan kekuatan zheng qi. Umumnya, warna otot lidah menunjukkan, dengan pengecualian penyakit akut, yang mendasari ketidakharmonisan dalam tubuh pasien.

Warna otot lidah pucat menunjukkan defisiensi yang ginjal, jika otot lidah merah menunjukkan defisiensi yin ginjal. Jika warnanya sangat jauh dari warna lidah sehat, terlalu pucat atau merah, menunjukkan penyakit serius. Jika pasien mengalami sindrom defisiensi yin ginjal, tetapi merasa kedinginan (dingin palsu), lihatlah otot lidah sebagai indikator yang akurat.

Bentuk otot lidah akan berubah saat patologi berlangsung lama. Otot lidah pucat dan bengkak menunjukkan qi di tubuh berkurang dalam jangka waktu tertentu. Ini menunjukkan qi tidak hanya gagal membawa darah ke lidah tetapi juga gagal mengubah dan mengangkut cairan tubuh.

Warna otot lidah merah dengan bentuk normal menunjukkan awal dari defisiensi yin ginjal atau patogen panas masuk dalam level darah. Otot lidah merah , bentuk kecil, dan mengerut, menandakan defisiensi yin ginjal dengan kehilangan cairan tubuh yang parah. Kombinasi warna dan bentuk otot lidah  menunjukkan yin telah kelelahan dalam jangka waktu lama; defisiensi yin menaikkan panas, melukai cairan tubuh, sehingga otot lidah mengerut.

Gabungan warna otot dan bentuk lidah menyediakan informasi tepat tentang kondisi qi, darah, yin, yang dan cairan tubuh. Dalam delapan prinsip TCM (yin yang), warna dan bentuk otot lidah merefleksikan keadaan yin yang dalam hadirnya panas dan dingin. Defisiensi yin menimbulkan panas, berupa otot lidah merah, dan dalam kasus parah, otot lidah mengerut. Sebaliknya, defisiensi yang menghadirkan otot lidah pucat, dengan bentuk bengkak.

Retakan, depresi, dan bengkak di sisi tertentu menunjukkan ketidakharmonisan energi pada organ tubuh tertentu. Contoh : Jika lidah bagian depan bengkak, berarti adanya phlegm di paru-paru.

Membandingkan diagnosis antara nadi tangan dan lidah

Qi menggerakkan darah. Kualitas dan dinamika pergerakan qi terungkap dari nadi tangan. Nadi tangan menggambarkan kondisi energi pasien saat ini. Contoh : seorang nenek berumur 60 tahun, yang selalu mengutamakan orang lain sebelum dirinya, tetapi mengeluh tentang ketegangan batin. Setelah diperiksa, lidahnya normal. Nadinya tegang (xian) dan tipis (xi). Dari nadi ketahuan bahwa nenek ini mengalami ketegangan qi hati. Pengobatannya berupa memenuhi kebutuhan nenek terlebih dahulu daripada orang lain. Perlahan-lahan, nadi tegang berkurang dan rasa bahagia mulai muncul dalam dirinya.

Dalam kasus nadi, lebih menggambarkan keadaan energi sebenarnya daripada diagnosis lidah. Hanya nadi tidak bisa menggambarkan seberapa dalam stagnasi qi hati. Dalam beberapa kasus, menjelaskan bahwa diagnosis nadi bisa lebih akurat daripada diagnosis lidah. Lidah menggambarkan kondisi darah, cairan tubuh dan esensi lebih jelas daripada nadi.

Kadang-kadang tanda-tanda nadi dan lidah bisa berbeda satu sama lain. Contoh : jika otot lidah pucat dan bengkak, sinshe biasanya menebak nadi akan lambat atau tenggelam. Tetapi jika nadi cepat dan mengambang, ini bisa berarti tanda pasien ketakutan, shock, atau minum kopi, atau sedang berobat. Nadi berubah begitu cepat tergantung dari kegiatan sehari-hari pasien, sedangkan belum tentu berubah.

Lidah normal

Lidah normal menunjukkan keadaan yang, yin, qi, darah, dan cairan tubuh yang baik. Bentuk otot lidah, warna otot dan selaput lidah menunjukkan lidah normal atau tidak.

  1. Warna otot lidah normal adalah merah muda.

Warna merah muda menunjukkan bahwa qi dan yang cukup untuk membawa darah ke lidah. Ini menunjukkan kualitas dan kuantitas sirkulasi darah di tubuh. Warna merah muda karena sokongan cairan tubuh yang dibawa dari lambung ke lidah. Karena cairan tubuh membuat warna merah darah menjadi memudar. Jika terjadi defisiensi cairan, maka lidah menjadi lebih merah. Dalam tubuh yang sehat, warna lidah adalah campuran dari darah dan cairan.

2. Bentuk otot lidah adalah tidak terlalu tebal atau tipis.

Bentuk otot lidah tidak terlalu lembek, juga tidak terlalu kaku. Permukaan lidah haruslah halus mulus tanpa ada retakan. Ukurannya juga tidak terlalu kecil atau besear. Otot lidah juga tidak terlalu tebal atau tipis. Bentuk otot lidah menunjukan kondisi perkembangan energi dalam jangka waktu lama. Kadang bentuk lidah membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuat lidah menjadi sangat bengkak atau mengerut atau ada retakan.

  1. Selaput lidah normal adalah putih dan tipis.

Selaput lidah putih dan tipis menunjukkan kondisi badan  yang sehat, walaupun juga bisa menandakan penyakit akut, PPL angin dingin. Jika lidah tidak ada selaput, tetapi mulus dan warna normal, ini berarti lidah normal dan tidak ada patologi. Jika selaput lidah sedikit tebal, warna kuning pucat di akar lidah menunjukkan aktivitas fisiologis qi lambung karena proses pencernaan. Fermentasi makanan dan minuman menghasilkan “uap” yang membentuk selaput keruh mulus di lidah. Selaput lidah ini paling tebal di akar lidah dan dan paling tipis di ujung lidah. Karena keruh (kuning) muncul di lidah, ini adalah hal yang normal selama warnanya kuning pucat. Jika selaput lidah kuning hanya di ujung dan tengah lidah tapi tidak di ujung lidah, berarti ada penyakit. Ini disebut “tanpa akar” yang berasal dari defisiensi qi lambung, yin lambung dan yin ginjal.

  1. Pembuluh vena di bawah lidah tidak menonjol

Untuk lidah normal dan sehat, warna pembuluh vena sublingual harus terang, bukan biru tua atau ungu. Jika kelihatan atau tidak pembuluh vena, bukan merupakan penyakit. Saat memeriksa pasien, biarkanlah pasien istirahat. Terlalu banyak bicara, warna lidah menjadi kebiruan.

 

 

 

 

 

Minuman Alkohol, Kopi dan Teh

Minuman alkohol

  • Sifat energi : tergantung dari kandungan alkohol. Semakin tinggi kandungan alkohol, semakin hangat/panas. 1) Brandy : panas. 2) Wine : hangat. 3) Beer : sejuk, khususnya bir gandum.
  • Rasa : pedas, manis dan pahit.
  • Organ : jantung, hati, paru-paru, lambung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : logam.
  • Efek : menggerakkan qi, mengusir dingin, menghilangkan stagnasi qi hati.
  • Cara menyajikan : minum dalam jumlah sedikit, atau sebagai bumbu masakan.
  • Kandungan : ethanol, asam lemak, asam, mungkin gula.
  • Indikasi :  1) Defisiensi qi jangka pendek : kelelahan. 2) Darah statis dan kedinginan : kaki tangan dingin, menggigil, perut sakit. 3) Defisiensi darah : muka pucat, insomnia, pelupa, kelelahan. 4) Red wine dalam jumlah sedikit menguatkan energi ginjal, meringankan rasa nyeri dan tegang di pinggang. 5) Stagnasi qi hati : fisik dan mental tegang, depresi, melankolis, dysmenorrhea. 6) Serangan angin dingin : takut dingin, menggigil, kaki tangan sakit, dada dan punggung nyeri.
  • Alkohol menyeimbangkan qi, menguatkan paru-paru, limpa dan jantung. Dengan kombinasi yang tepat dengan herbal, alkohol memiliki efek menguatkan dan memperlancar. Saat musim dingin, minumlah sedikit alkohol.
  • Kontra indikasi : 1) Defisiensi yin hati. 2) Sindrom panas. 3) Panas lembab. 4) Minum alkohol secara rutin dalam jumlah banyak merusak qi, shen dan menghancurkan yin.

Kopi

  • Sifat energi : hangat ke panas
  • Rasa : pahit dan manis.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : api.
  • Efek : menghangatkan dan menguatkan jantung, merangsang kapasitas mental, diuretik, detoks setelah minum alkohol kebanyakan, mengeringkan cairan tubuh.
  • Cara menyajikan : diseduh dengan air panas, ditambah gula dan susu.
  • Kandungan : sukrosa, polisakarida, lemak, protein, kafein kalium.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi dan yang : kelelahan, sensasi dingin di dalam badan, sakit kepala, pusing khususnya jantung. 2) Setelah minum alkohol, mabuk. 3) Defisiensi yang limpa : kelelahan, gangguan pencernaan, kaki tangan dingin.
  • Kontra indikasi : kopi mengeringkan cairan tubuh, dapat menyebabkan defisiensi darah, dan saat minum kebanyakan, merusak organ ginjal.
  • Minum dalam jumlah sedikit (satu dua gelas) sebagai terapi. Efek negatif muncul saat minum kebanyakan (empat hingga lima gelas).

Teh

  • Reaksi teh tergantung dari jenis tenis, cara proses dan menyajikan. Perbedaan dasar dapat dibuat antara teh hitam fermentasi dan teh hijau/putih yang belum difermentasi. Teh hijauh dianjurkan untuk pengobatan di negara Cina.
  • Sifat energi : Teh hijau dan putih : sejuk ke dingin. Teh hitam : sejuk ke agak hangat.
  • Rasa : pahit dan manis.
  • Organ : jantung, ginjal, paru-paru, lambung.
  • Unsur : kayu, tanah, api (tidak jelas).
  • Efek : Membersihkan panas,khususnya kepala; menghilangkan haus, diuretik, menurunkan qi, menghilangkan hambatan pencernaan, menyegarkan otak, merubah phlegm dan lembab, detoks; menyelaraskan lambung (teh hitam).
  • Cara menyajikan : diseduh, sebagai bedak atau jamu.
  • Kandungan : kafein, tannin, minyak esensial, vitamin C dan karoten, vitamin B1 dan B2, mineral.
  • Indikasi : 1) Gangguan angin dingin : gatal, mata gatal; pandangan kabur, sakit kepala, sensasi panas dan kepala pusing. 2) Panas dalam dan sangat haus. 3) Gejala panas : haus, gugup, agitasi, setelah minum alkohol kebanyakan. 4) Gangguan panas lembab : diare atau disentri. 5) Panas lembab : kelelahan, kaki tangan berat. 6)Angin panas dalam (internal) : pusing, pandangan buram, mata gatal, kepala panas.
  • Kontra indikasi : 1) Dingin dan defisiensi lambung limpa. 2) Gangguan tidur. 3) Minum teh kebanyakan mengeringkan cairan tubuh, khususnya darah. Hati-hati khusus defisiensi darah.

Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian

Kacang dan biji mengandung nutrisi tinggi dan kebanyakan bersifat hangat. Kacang dan biji cocok untuk membentuk qi dan yang. Kacang dengan cepat mengembalikan defisiensi energi.

  • Untuk mengobati ekses : wijen putih.
  • Untuk mengobati defisiensi : kacang tanah, kacang kastanye, kacang pinus, kacang kenari.
  • Untuk mengobati sindrom panas : hindari kacang dan biji, pilihlah kecambah (tauge).
  • Untuk mengobati sindrom dingin : kacang kastanye, kacang kenari.
  • Untuk mengobati sindrom kering : biji bunga matahari.

Kacang Almond

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : paru-paru, usus besar, limpa.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : melembabkan paru-paru, mengobati batuk, menurunkan qi, mengubah phlegm, melembabkan usus besar.
  • Cara menyajikan : mentah, dipanggang, atau sebagai bahan jamu.
  • Kandungan : kaya akan protein, lemak, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, kayak akan vitamin A; vitamin B kompleks, C, enzim.
  • Indikasi : 1) Defisiensi paru-paru dan kering : batuk dengan masalah pernafasan, bersin, mulut dan tenggorokan kering. 2) Usus besar kering : konstipasi. 3) Defisiensi limpa : kurang nafsu makan, tidak ada tenaga.
  • Kontra indikasi : gangguan lembab dan phlegm.

Wijen Hitam

  • Sifat energi : netral ke sejuk; wijen yang digoreng sifatnya lebih hangat daripada mentah.
  • Rasa : manis.
  • Organ : hati, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong hati dan ginjal, melembabkan kering.
  • Cara menyajikan : mentah, diongseng, dimasak bersama bubur, sebagai bubum, atau menjadi minyak dan mentega.
  • Kandungan : kaya  akan asam lemak esensial, karbohidrat, protein, fosfor, vitamin E, kalsium, zat besi, selenium, asam silikat, lecithin.
  • Indikasi : 1) Defisiensi ginjal dan hati : tidak ada tenaga, lutut dan pinggang lemahh, nyeri otot, tangan kaki lemah, tinnitus, vertigo, impoten. 2) Defisiensi darah dan hilangnya cairan : masalah ASI, pusing, pelupa. 3) Hambatan angin : rematik (arthritis), batuk kering, usus besar kering (konstipasi). 4) Menyeimbangkan hati dan ginjal, menguatkan otot, urat dan tulang; untuk lengan, kaki dan pinggang yang lemah.
  • Kontra indikasi : untuk diare, dan gunakan hati-hati untuk gejala panas.

Kacang Kastanye

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : lambung, limpa, ginjal.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong ginjal, menyokong qi dan darah, menghilangkan stagnasi qi dan dingin, menguatkan otot dan urat, menyeimbangkan lambung dan limpa.
  • Cara menyajikan : mentah, dipanggang, sebagai bubur atau jamu.
  • Kandungan : sedikit lemak dan protein dibandingkan kacang lain; mengandung kalsium, fosfor, kalium, belerang, magnesium, besi, karoten, vitamin B1, B2, C dan E.
  • Indikasi : 1) Defisiensi ginjal : panggul, lutut dan pinggang lemah dan nyeri. 2) Defisiensi yang limpa dan ginjal : diare, tangan kaki dingin, kurang tenaga, impoten, pinggang sakit. 3) Penggunaan luar : untuk luka, bengkak karena aliran darah terhambat.
  • Kontra indikasi : Konsumsi berlebihan menyebabkan kentut dan perut kembung.

Kacang Kenari

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, lambung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyelaraskan ciao tengah, mengatur qi.
  • Cara menyajikan : mentah, diongseng, atau sebagai margarin kacang.
  • Kandungan : kaya akan lemak sehingga tinggi asam lemak tak jenuh, karbohidrat, protein, kalsium, besi, magnesium, belerang, kaya akan vitamin B, vitamin C, tannin, kaya akan lecithin.
  • Indikasi :  Defisiensi organ limpa pankreas : lelah, kurang nafsu makan.

Kacang Tanah

  • Sifat energi : netral. Mentah : sejuk. Diongseng atau direbus : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, paru-paru.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong ciao tengah, menyelaraskan lambung, melembabkan paru-paru, menghilangkan batuk, mendorong ASI, melembabkan usus besar.
  • Cara menyajikan : mentah, diongseng, direbus.
  • Kandungan : sangat kaya akan protein dan lemak; kaya akan vitamin B. Catatan : mengandung jumlah besar asam linoleat, vitamin E, kalium, fosfor, mangan, kalsium, seng, magnesium, asam amino esensial — tryptophane (penting untuk tidur).
  • Indikasi : 1)Defisiensi limpa : kurang nafsu makan, tidak ada tenaga. 2) Defisiensi paru-paru dan kering : batuk kering dengan reak sedikit, tenggorokan kering, batuk terus menerus. 3) Usus besar kering : konstipasi. 4) Defisiensi qi dan darah : Sehabis melahirkan dan aliran ASI sedikit.
  • Kontra indikasi : konsumsi kebanyakan menyebabkan lembab, phlegm dan diare.

Kacang Pinus

  • Sifat energi : netral, cenderung hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : paru-paru, hati, usus besar.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : melembabkan paru-paru dan usus besar, membentuk cairan tubuh, mengusir angin dingin.
  • Cara menyajikan : mentah, diongseng, sebagai pasta atau pil.
  • Kandungan : kaya akan asam lemak esensial, kalsium, fosfor, besi, paling tinggi vitamin B1 dari semua kacang.
  • Indikasi : 1) Defisiensi paru-paru dan kering : tenggorokan kering, batuk dengan sedikit atau tanpa reak, batuk yang sering kambuh. 2) Usus besar kering : konstipasi. 3) Patogen angin (feng bi) atau angin hati internal : rematik, pusing, mengantuk.
  • Kontra indikasi : konsumsi ekses menyebabkan lembab dan produksi phlegm.

Biji Bunga Matahari

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : paru-paru, usus besar.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong limpa, memperkaya yin, melembabkan usus besar.
  • Cara menyajikan : mentah, dipanggang, dijadikan minyak.
  • Indikasi : 1) Defisiensi organ limpa/pankreas : tidak ada tenaga, diare, kurangnya dorongan. 2) Hyperlipidemia (kolesterol tinggi), tekanan darah tinggi, arteriosclerosis.
  • Kontra indikasi : hati-hati dengan gejala panas.

 

Produk Olahan Susu, Telur, Minyak Dan Lemak

Susu dan turunannya tidak umum/jarang dikonsumsi dalam pola makan nutrisi Cina dibandingkan Barat. Susu dan turunannya memiliki rasa manis dan sifatnya netral hingga dingin, efeknya melembabkan kering dan memperkaya yin. Konsumsi berlebihan, dapat menimbulkan gangguan phlegm (pilek yang selalu berulang dengan produksi phlegm, sinusitis frontal, bronkitis; sakit kepala kronis dengan rasa berat dan tumpul).

Ciao tengah khususnya menderita “kekenyangan” produks susu dan memproduksi lembab dan akhirnya menjadi phlegm di tubuh. Anak-anak khususnya beresiko konsumsi produk susu berlebihan, ditambah buah “dingin” (jeruk, jus), dan berlemak serta makanan pembentuk phlegm (soda, junk food). Anak-anak di bawah usia delapan, ciao tengah belum terbentuk sempurna, sehingga kurang bisa mengimbangi/menahan beban dari makanan dingin, lembab dan phlegm.

Keju, atau keju keras, menghasilkan sedikit patogen lembab, dan sifat energinya hangat. Cottage cheese, sifatnya sejuk, sedangkan Parmesan sifatnya netral hingga hangat.

Lemak dan minyak umumnya suhu energinya netral saat mentah, tetapi menjadi hangat/panas ketika dipanaskan (digoreng). Minyak melembabkan kering (konstipasi) dan menutrisi yin. Konsumsi berlebihan menyebabkan lembab dan phlegm, atau phlegm panas jika minyak dipanaskan.

Perhatian : Hindari produk susu dan minyak dalam kasus defisiensi qi dan yang limpa.

  • Untuk mengobati sindrom ekses : yogurt.
  • Untuk mengobati sindrom defisiensi : mentega, krim, keju, susu, telur.
  • Untuk mengobati sindrom panas : hindari produk susu.
  • Untuk mengobati sindrom lembab : hindari produk susu.
  • Untuk mengobati sindrom kering : mentega, krim, minyak, keju, susu.

Susu yang dipasteurisasi sifatnya lebih hangat dari susu mentah, krim, atau keju dari susu mentah. Beberapa komponen nutrisi susu hilang saat susu dipanaskan melebihi suhu ruangan.

Mentega dan Krim

  • Sifat energi : hangat, netral
  • Rasa : manis
  • Organ : limpa, hati, paru-paru, ginjal, usus besar.
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi, yin, darah; melembabkan kering; menghilangkan darah statis.
  • Cara menyajikan : mentah atau dimasak.
  • Kandungan : kaya akan protein, lemak, karbohidrat, mineral
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi : lelah fisik, lelah mental. 2) Defisiensi yin : tenggorokan dan mulut kering, batuk kering, kulit kering, konstipasi, gugup.
  • Kontra indikasi : 1) Hindari sindrom darah panas : kulit gatal. 2) Ekses dapat melemahkan limpa dan menyebabkan lembab dan phlegm : Dalam bentuk krim.

Susu Sapi

  • Sifat energi : netral, sejuk.
  • Rasa : manis.
  • Organ : paru-paru, lambung, jantung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : Menyokong qi, darah dan yin; menyokong paru-paru, lambung dan jantung; membentuk cairan tubuh, melembabkan usus dan kulit, detoksifikasi.
  • Cara menyajikan : mentah, direbus atau sebagai bubur.
  • Kandungan : kaya akan protein, mineral, vitamin, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B1, B2, B6 dan C.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi dan darah : fisik lelah, mental lelah, pusing, akit paru-paru (khususnya umur lansia), overexertion. 2 Defisiensi yin lambung : tenggorokan dan mulut kering, kurang nafsu makan, konstipasi.
  • Kontra indikasi : Konsumsi susu berlebihan gampang melemahkan organ limpa lambung dan sering menimbulkan lembab dan phlegm khususnya pada anak-anak: jenuh, kepala berat, konsentrasi kurang, lelah kronis, diare, feses hancur, infeksi yang berulang-ulang : pilek, sinusitis, bronkitis, infeksi telinga.

Keju Susu Sapi

  • Sifat : netral, sejuk (keju biru : hangat)
  • Rasa : manis, asam
  • Organ : limpa, lambung, paru-paru, hati.
  • Arah : naik ke atas dan turun ke bawah.
  • Unsur : tanah, kayu.
  • Efek : menyokong dan menggerakkan qi, menutrisi yin, melembabkan, obat pencahar.
  • Cara menyajikan : mentah atau dilelehkan.
  • Kandungan : kaya akan lemak dan protein, mineral
  • Indikasi : 1) Defisiensi yin, khususnya defisiensi yin paru-paru : batuk kering, suara serak, kulit kering, tenggorokan sakit, berkeringat malam. 2) Usus besar kering : konstipasi.
  • Kontra indikasi : keju, khususnya keju biru dapat menyebabkan lembab dan phlegm saat makan berlebihan.

Telur Ayam

  • Sifat energi : mentah : netral, sejuk; masak : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : putih telur : paru-paru; kuning telur : ginjal, jantung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi dan darah, menutrisi yin, melembabkan; menenangkan janin. Putih telur: melembabkan paru-paru, membersihkan panas. Kuning telur : memperkaya yin dan darah, melembabkan.
  • Cara menyajikan : mentah, direbus, digoreng, dikocok.
  • Kandungan : kaya akan protein, lemak khususnya lecithin, kolesterol dan triglycerides; juga vitamin A, D, zat besi dan fosfor.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi : (kuning telur) –> kelelahan, lemah karena habis penyembuhan, malnutrisi. 2) Defisiensi yin dan darah : gugup, gangguan tidur, palpitasi jantung, pusing, buta senja. 3) Defisiensi yin paru-paru : tenggorokan sakit, suara parau, batuk kering, suara hilang. 4) Defisiensi yin lambung : kurang nafsu makan. 5) Gejala panas : (putih telur) –> mata merah, gerakan kuat dari janin, haus sehabis melahirkan.
  • Kontra indikasi : 1) Gangguan angin : kulit ruam. 2) Stagnasi qi. 3) Panas-lembab

Susu Kambing dan Domba

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : paru-paru, lambung, sebagian ginjal dan jantung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menghangatkan dan melembabkan limpa dan lambung.
  • Cara menyajikan : mentah atau direbus.
  • Kandungan : kaya akan protein, lemak, mineral, khususnya kalsium dan fosfor.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi : lelah, lemah, gangguan pencernaan, kurus. 2) Defisiensi yin lambung : mulut dan tenggorokan kering, kurang nafsu makan, konstipasi.

Keju Susu Kambing dan Domba

  • Sifat energi : hangat, netral.
  • Rasa : asam, asin, manis.
  • Organ : lambung, limpa, paru-paru , hati, jantung, ginjal.
  • Arah : naik ke atas dan turun ke bawah.
  • Unsur : tanah, kayu.
  • Efek : menyokong dan menggerakkan qi, menghangatkan limpa dan lambung, menutrisi yin.
  • Cara menyajikan : mentah atau dilelehkan.
  • Kandungan : kaya akan protein dan lemak, mineral.
  • Indikasi : 1) Defisiensi limpa dan lambung : gangguan pencernaan. 2) Unsur kering di usus besar : konstipasi.
  • Kontra indikasi : konsumsi kebanyakan akan menyebabkan lembab dan phlegm.

Minyak Kacang Tanah

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : usus besar, paru-paru, lambung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong ciao tengah, melembabkan paru-paru dan usus besar, anti parasit.
  • Cara menyajikan : untuk menggoreng.
  • Kandungan : kualitas tinggi atas asam lemak esensial, khususnya asam linoleat, vitamin B
  • Indikasi : 1) Defisiensi limpa lambung : kurang nafsu makan. 2) Unsur panas di paru-paru atau usus besar : batuk kering dengan sedikit reak , konstipasi.
  • Kontra indikasi : Konsumsi berlebihan menyebabkan pembentukan phlegm.

Minyak Wijen

  • Sifat energi : sejuk.
  • Rasa : manis.
  • Organ : usus besar, hati, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : melembabkan usus, obat pencahar, detoks.
  • Cara menyajikan : sebagai bumbu atau  untuk salad, kadang kala sebagai minyak goreng.
  • Kandungan : Tinggi akan asam lemak tak jenuh, lecithin, vitamin E.
  • Indikasi : 1) Usus kering : konstipasi, gangguan pencernaan. 2) Defisiensi qi dan darah hati dan ginjal : otot, urat dan tulang lemah.
  • Kontra indikasi : Konsumsi ekses –> Melemahkan limpa/pankreas, menyebabkan diare.

Minyak Kacang Kedelai

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : pedas, manis.
  • Organ : usus besar.
  • Unsur : tanah, logam.
  • Arah : naik ke atas.
  • Efek : melembabkan usus, menghilangkan darah statis, laxative, antiparasit.
  • Cara menyajikan : untuk digoreng.
  • Kandungan : tinggi akan asam lemak tak jenuh, asam linoleat, asam oleat, kaya akan vitamin E; minyak kedelai dingin-ditekan mirip minyak gandum dalam potensi dan kualitas.
  • Indikasi : konstipasi.

Yogurt

  • Sifat energi : sejuk, dingin.
  • Rasa : manis, asam.
  • Organ : hati, paru-paru, usus besar (tergantung sumbernya).
  • Unsur : tanah, kayu.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Efek : Menutrisi yin, membersihkan panas, mengendurkan hati, melembabkan paru-paru, menghilangkan rasa haus.
  • Cara menyajikan : mentah.
  • Kandungan : protein, lemak, karbohidrat, mineral.
  • Indikasi : 1) Gejala panas : gelisah, gugup, gangguan tidur, haus. 2) Panas lambung : sakit di epigastrium, gastritis, radang lambung, mulas. 3) Panas di hati, yang hati naik ke atas : gelisah, pemarah, sakit kepala tiba-tiba, pusing, mata merah gatal. 4) Usus besar panas dan kering : konstipasi. 5) Penggunaan luar : Erupsi kulit dengan rasa gatal, kasar; kulit kering karena terbakar matahari.
  • Kontra indikasi : 1) Gejala dingin di ciao tengah. 2) Diare. 3) Jika makan kebanyakan, membentuk gejala lembab dan phlegm.

 

Ikan/ Hewan Laut

Ikan (air tawar) umumnya memiliki rasa manis/asin dan suhu energinya netral hingga hangat. Ikan air tawar gampang dicerna dan menguatkan qi, darah dan yang khususnya ciao tengah (limpa, lambung) dan ginjal.

Ikan air laut biasanya memiliki rasa asin dan sifatnya sejuk hingga dingin. Ikan air laut mempengaruhi organ ginjal, haiti serta menutrisi yin.

  • Untuk mengobati sindrom ekses : gurita/ cumi-cumi.
  • Untuk mengobati sindrom defisiensi : belut, ikan sarden, remis, tiram.
  • Untuk mengobati sindrom panas : cumi-cumi, gurita.
  • Untuk mengobati sindrom dingin : ikan salmon, udang, ikan forel, udang karang.
  • Untuk mengobati sindrom lembab : ikan karper, ikan kembung.
  • Untuk mengobati sindrom kering : tiram.

Ikan Teri

  • Suhu energi : netral.
  • Rasa : manis, asin.
  • Organ : lambung, limpa.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : Menutrisi qi  dan darah, menghangatkan limpa dan lambung.
  • Cara menyajikan : digoreng, dipanggang, dikukus.
  • Kandungan : protein, lemak, vitamin B1 dan B2.
  • Indikasi : Defisiensi qi dan yang lambung limpa : kurang nafsu makan, tidak ada tenaga, gangguan pencernaan.
  • Kontra indikasi : kondisi panas ==> khususnya gangguan kulit.

Ikan Karper

  • Suhu energi : netral
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong limpa dan lambung, menyokong qi dan darah, mengusir lembab, menurunkan qi, mengurangi bengkak.
  • Cara memasak : dikukus, direbus.
  • Kandungan : kaya akan vitamin D dan vitamin.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi limpa dan yang limpa : edema, bengkak. 2) Defisiensi qi dan darah : ASI sedikit, masa penyembuhan (dari penyakit), tidak ada tenaga. 3) Defisiensi paru-paru : batuk kronis, rasa penuh di dada, nafas pendek.
  • Kontra indikasi : gangguan kulit.

Kepiting

  • Sifat energi : dingin.
  • Rasa : asin
  • Organ : hati, lambung.
  • Unsur : air.
  • Efek : membersihkan panas, menggerakkan darah, menguatkan otot, urat dan tulang.
  • Indikasi : 1) Stagnasi darah : Nyeri setelah terluka di otot, urat dan tulang (bengkak, patah/retak tulang, kesedihan). 2) Sakit perut setelah melahirkan, untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  • K0ntra indikasi : Saat hamil dan gangguan kulit.

Belut

  • Sifat energi : netral, hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, hati, ginjal.
  • Unsur : air.
  • Arah : naik ke atas.
  • Efek : menyokong qi dan yang, mengatur angin dan lembab.
  • Cara menyajikan : digoreng, direbus atau dijadikan sup.
  • Kandungan : protein, tinggi lemak, kalsium, fosfor
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi dan yang : lemah, lelah, nafas pendek. 2) Gangguan angin lembab : anggota gerak tubuh bengkak dan sakit, kaki dan paha lemah (rematik disebabkan angin lembab).
  • Kontra indikasi :  Gangguan phlegm, diare disebabkan defisiensi limpa lambung.

Ikan Haring

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, paru-paru.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi lambung, limpa dan paru-paru.
  • Cara memasak : digoreng, dipanggang, dibakar, direbus.
  • Kandungan : protein, lemak, mineral.
  • Indikasi : 1)Defisiensi qi lambung dan limpa : kurang nafsu makan, lemah, gangguan pencernaan kronis. 2) Defisiensi qi paru-paru : nafas pendek, gampang berkeringat, cepat lelah.
  • Kontra indikasi : gangguan kulit.

Ikan Kembung

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : lambung, hati.
  • Arah : mengambang.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi dan darah, menghilangkan lembab.
  • Indikasi : bengkak, edema, rematik (shi bi)

Remis

  • Sifat energi : hangat, netral.
  • Rasa : asin.
  • Organ : hati, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : air.
  • Efek : memperkaya yin dan yang ginjal dan hati, menutrisi jing dan darah.
  • Indikasi : 1)Defisiensi yang ginjal : impoten, nyeri pinggang, pinggang lemah. 2)Defisiensi yin : Berkeringat malam dan pusing.

Tiram

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : asin, manis.
  • Organ : ginjal, hati.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah, air.
  • Efek : menyokong qi dan darah, menutrisi darah, memperkaya yin dan yang ginjal, melembabkan kering, mendinginkan darah.
  • Cara menyajikan : mentah, digoreng, direbus.
  • Kandungan : kaya akan mineral.
  • Indikasi : 1)Defisiensi yin : gangguan tidur, gugup, defisiensi cairan, defisiensi darah, keringat berlebihan, berkeringat malam, konsumsi alkohol berlebihan. 2) Defisiensi organ ginjal : kelelahan, ejakulasi dini, spermatorrhea.
  • Kontra indikasi : gangguan kulit.

Udang/Lobster

  • Sifat energi : hangat
  • Rasa : manis.
  • Organ : hati, ginjal.
  • Arah : mengambang.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : Memperkaya yang, khususnya yang ginjal; menyokong qi dan darah; mengusir dingin, menghilangkan darah statis, mengusir angin dan lembab.
  • Cara menyajikan : digoreng, dibakar, dipanggang, direbus.
  • Kandungan : protein, mineral.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yang ginjal : impoten, ejakulasi dini, libido lemah, tidak ada tenaga, sakit pinggang. 2) Defisiensi qi dan darah : sehabis melahirkan, merangsang keluarnya ASI.
  • Kontra indikasi : Darah panas –> dapat menimbulkan bercak merah di kulit.

Ikan Sarden

  • Sifat energi : netral, hangat.
  • Rasa : manis, asin.
  • Organ : ginjal, limpa, lambung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah, air.
  • Efek : menyokong qi, yang dan darah; menghangatkan lambung dan limpa; menyokong ginjal.
  • Cara menyajikan : digoreng, dipanggang, direbus.
  • Kandungan : protein, lemak, mineral.
  • Indikasi : 1)Defisiensi limpa dan lambung : kurang nafsu makan, tidak ada tenaga, gangguan pencernaan, edema. 2) Defisiensi organ ginjal : impotensi, libido kurang, pinggang sakit dan lemah, sendi dan tulang lemah.
  • Kontra indikasi : gangguan panas, gangguan kulit.

Cumi-cumi / Gurita

  • Sifat energi : dingin.
  • Rasa : manis, asin.
  • Organ : ginjal, kandung kemih, hati.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : air.
  • Efek : menutrisi yin, menguatkan qi dan darah, membersihkan panas.
  • Cara menyajikan : digoreng, dipanggang, direbus.
  • Kandungan : protein, lemak, mineral.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yang dan panas berakar dari defisiensi yin hati atau ginjal : pusing, tinnitus, menorrhargia yang banyak, sakit menstruasi yang kuat dengan darah terang. 2) Darah panas : kulit gatal. 3) Panas lambung disebabkan ekses hati : mulas, gastritis, radang lambung dan usus.
  • Kontra indikasi : Hindari gangguan panas dengan tidak menggoreng, membakar, memanggang cumi-cumi.

Ikan Forel

  • Sifat energi : hangat, panas.
  • Rasa : manis.
  • Organ : lambung, limpa.
  • Arah : naik ke atas/mengambang.
  • Unsur : kayu.
  • Efek : memperkaya yang, mengatur qi, mengusiri dingin, menghangatkan lambung limpa.
  • Cara menyajikan : direbus, digoreng, dibakar, dipanggang.
  • Kandungan : protein, mineral.
  • Indikasi : 1) Defisiensi lambung dan limpa : kurang nafsu makan, lelah, perut kembung, diare. 2) Defisiensi yang dan qi : lelah, lemah, tangan kaki dingin, nafas pendek.
  • Kontra indikasi : gangguan angin-panas, ruam kulit.

Tuna

  • Karena mengandung unsur racun logam tinggi, tuna direkomendasikan dalam terapi nutrisi.