Ikan/ Hewan Laut

Ikan (air tawar) umumnya memiliki rasa manis/asin dan suhu energinya netral hingga hangat. Ikan air tawar gampang dicerna dan menguatkan qi, darah dan yang khususnya ciao tengah (limpa, lambung) dan ginjal.

Ikan air laut biasanya memiliki rasa asin dan sifatnya sejuk hingga dingin. Ikan air laut mempengaruhi organ ginjal, haiti serta menutrisi yin.

  • Untuk mengobati sindrom ekses : gurita/ cumi-cumi.
  • Untuk mengobati sindrom defisiensi : belut, ikan sarden, remis, tiram.
  • Untuk mengobati sindrom panas : cumi-cumi, gurita.
  • Untuk mengobati sindrom dingin : ikan salmon, udang, ikan forel, udang karang.
  • Untuk mengobati sindrom lembab : ikan karper, ikan kembung.
  • Untuk mengobati sindrom kering : tiram.

Ikan Teri

  • Suhu energi : netral.
  • Rasa : manis, asin.
  • Organ : lambung, limpa.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : Menutrisi qi  dan darah, menghangatkan limpa dan lambung.
  • Cara menyajikan : digoreng, dipanggang, dikukus.
  • Kandungan : protein, lemak, vitamin B1 dan B2.
  • Indikasi : Defisiensi qi dan yang lambung limpa : kurang nafsu makan, tidak ada tenaga, gangguan pencernaan.
  • Kontra indikasi : kondisi panas ==> khususnya gangguan kulit.

Ikan Karper

  • Suhu energi : netral
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong limpa dan lambung, menyokong qi dan darah, mengusir lembab, menurunkan qi, mengurangi bengkak.
  • Cara memasak : dikukus, direbus.
  • Kandungan : kaya akan vitamin D dan vitamin.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi limpa dan yang limpa : edema, bengkak. 2) Defisiensi qi dan darah : ASI sedikit, masa penyembuhan (dari penyakit), tidak ada tenaga. 3) Defisiensi paru-paru : batuk kronis, rasa penuh di dada, nafas pendek.
  • Kontra indikasi : gangguan kulit.

Kepiting

  • Sifat energi : dingin.
  • Rasa : asin
  • Organ : hati, lambung.
  • Unsur : air.
  • Efek : membersihkan panas, menggerakkan darah, menguatkan otot, urat dan tulang.
  • Indikasi : 1) Stagnasi darah : Nyeri setelah terluka di otot, urat dan tulang (bengkak, patah/retak tulang, kesedihan). 2) Sakit perut setelah melahirkan, untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  • K0ntra indikasi : Saat hamil dan gangguan kulit.

Belut

  • Sifat energi : netral, hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, hati, ginjal.
  • Unsur : air.
  • Arah : naik ke atas.
  • Efek : menyokong qi dan yang, mengatur angin dan lembab.
  • Cara menyajikan : digoreng, direbus atau dijadikan sup.
  • Kandungan : protein, tinggi lemak, kalsium, fosfor
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi dan yang : lemah, lelah, nafas pendek. 2) Gangguan angin lembab : anggota gerak tubuh bengkak dan sakit, kaki dan paha lemah (rematik disebabkan angin lembab).
  • Kontra indikasi :  Gangguan phlegm, diare disebabkan defisiensi limpa lambung.

Ikan Haring

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, paru-paru.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi lambung, limpa dan paru-paru.
  • Cara memasak : digoreng, dipanggang, dibakar, direbus.
  • Kandungan : protein, lemak, mineral.
  • Indikasi : 1)Defisiensi qi lambung dan limpa : kurang nafsu makan, lemah, gangguan pencernaan kronis. 2) Defisiensi qi paru-paru : nafas pendek, gampang berkeringat, cepat lelah.
  • Kontra indikasi : gangguan kulit.

Daging

Kebanyakan suhu energi jenis daging adalah hangat ke panas, dan luar biasa dalam menambah qi dan yang. Daging harus dikonsumsi terutama saat cuaca dingin. Daging memperkuat energi tubuh dan memberikan “tingkat agresivitas” pada tubuh. Daging sangat cocok untuk mengembalikan energi yang defisit (sehabis kerja fisik berat, melahirkan, atau masa penyembuhan). Konsumsi daging berlebihan akan mengotori tubuh dengan racun dan mendukung gangguan phlegm.

  • Untuk mengobati ekses (orang yang kuat, suara kuat, kolerik, sifat choleric, extrovert, lidah merah, selaput tebal) : Hindari daging, tidak konsumsi daging selama 4-6 minggu; tingkatkan padi-padian, buah dan sayur.
  • Untuk mengobati defisiensi/kosong (orang yang lemah, suara lemah, nadi lemah) : Daging sapi, ayam, rusa.
  • Untuk mengobati panas (lidah merah, nadi cepat, muka merah, mata merah, gugup) : Tidak ada daging untuk empat hingga enam minggu; tingkatkan padi-padian, buah dan sayur.
  • Untuk mengobati dingin (lidah bengkak, pucat; nadi lemah, lambat; takut dingin) : Semua daging rusa, kambing, juga ayam, sapi.
  • Untuk mengobati lembab (edema, gangguan phlegm) : Hindari daging selama empat hingga enam minggu; tingkatkan biji-bijian/padi-padian yang sifatnya kering.
  • Untuk mengobati kering (bibir kering, kulit kering, konstipasi) : tingkatkan padi-padian, buah dan sayur.

Daging Sapi

  • Sifat energi : hangat, netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, lambung, bagian tertentu juga ginjal.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi dan darah, menyokong limpa lambung, menguatkan yang, menguatkan otot, urat dan tulang.
  • Cara menyajikan : dikukus, direbus, digoreng, dipanggang, atau dijadikan sup.
  • Kandungan : protein, lemak, vitamin B1, B2, kalsium, fosfor, zat besi.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi dan darah : tidak ada tenaga, lutut dan kaki lemas, berkeringat spontan, kurus, badan lemah karena perdarahan banyak terutama sehabis melahirkan atau menstruasi ekstrim. 2) Defisiensi limpa lambung : kurang nafsu makan, letih, tidak ada tenaga, perut kembung, diare.
  • Kontra indikasi : 1) Konsumsi daging berlebihan menimbulkan panas-lembab. 2) Menahan diri (mengekang) menimbulkan panas di darah : kulit merah, kulit gatal, kulit berbisul.

Hati Sapi

  • Diutamakan dari peternaka organik.
  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, hati.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong hati, qi dan darah.
  • Cara menyajikan : digoreng atau direbus.
  • Indikasi :1) Khususnya defisiensi darah : muka pucat dan kusam, konsentrasi lemah, kesemutan, lelah, palpitasi jantung, tidak bertenaga. 2) Defisiensi darah hati : buta senja, hypomenorrhea atau amenorrhea, pandangan buram, pusing, insomnia.

Daging Ayam

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, lambung.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong dan menghangatkan ciao tengah, menyokong qi dan darah, memperkaya yang, menyokong ying, menutrisi sumsum tulang, memperkaya yin dan yang ginjal.
  • Cara menyajikan : direbus, dikukus, digoreng, dipanggang, dibakar, dijadikan sup.
  • Kandungan : protein, rendah lemak dan asam lemak tak jenuh tinggi, kalsium, fosfor, zat besi.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi : muka pucat, pendiam, berkeringat sepanjang hari, tidak ada tenaga, gampang kelelahan. 2) Defisiensi darah (umumnya berkaitan dengan defisiensi qi) : muka pucat dan kusam; susah konsentrasi, amenorrhea, hypomenorrhea, lelah, emosi tidak stabil, depresi. 3) Defisiensi qi dan darah sehabis melahirkan : tidak ada tenaga, depresi postnatal, palpitasi jantung, pusing, ASI sedikit. 4) Defisiensi qi lambung dan limpa : tidak ada tenaga, hilang tenaga karena sakit berkepanjangan, diare, gangguan pencernaan, nafsu makan turun, lemah di usia tua. 5) Lambung dingin dan defisiensi yang limpa : rasa sensasi dingin di badan, khususnya lambung, kaki tangan dingin, kurang nafsu makan. 6) Defisiensi di organ ginjal : paha dan lutut lemah dan nyeri, ejakulasi dini, tinnitus, sering BAK.
  • Kontra indikasi : 1) Menahan/mengekang diri saat mulai pilek. 2) Menahan/mengekang diri dengan gejala panas, khususnya darah panas.

Hati Ayam

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : ginjal, hati.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong hati, ginjal, qi dan darah.
  • Cara menyajikan : dikukus, digoreng atau dipanggang.
  • Kandungan : protein, kaya akan vitamin dan mineral.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yang ginjal : lemah, pinggang sakit, impoten, berkemih saat malam hari, tangan kaki dingin. 2) Defisiensi darah ginjal : buta senja, insomnia, pandangan buram, pusing, tangan kaki kebas, otot lemah.

Daging Bebek

  • Sifat energi : netral ke sejuk.
  • Rasa : manis dan asin.
  • Organ : paru-paru, ginjal, lambung, limpa.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menutrisi yin, menyokong darah, menguatkan lambung, melembabkan paru-paru, membersihkan panas, diuretik, mengurangi bengkak.
  • Cara menyajikan : digoreng, dikukus, direbus, atau dijadikan sup.
  • Kandungan : protein, zat besi, lemak, vitamin B1 dan B2.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yin dengan gejala panas, khususnya defisiensi yin paru-paru : demam suhu rendah, haus, agitasi, berkeringat malam hari, mulut dan tenggorokan kering, batuk permanen dengan sedikit phlegm. 2) Defisiensi limpa dengan akumulasi cairan dan edema. 3) Defisiensi darah dan defisiensi yin dengan hiperaktivitas yang : kehilangan darah banyak (seperti sehabis melahirkan), pandangan kabur, palpitasi jantung, sakit kepala, vertigo, insomnia.
  • Kontra indikasi : stagnasi qi dan defisiensi limpa.

Daging Kambing, Domba

  • Sifat energi : hangat ke panas.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, ginjal.
  • Arah : naik ke atas/mengambang.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : Menghangatkan ciao tengah dan ginjal, menutrisi  qi dan darah, menyokong jing.
  • Cara menyajikan : dikukus, digoreng/dipanggang, dibakar, direbus.
  • Kandungan : protein, lemak, kalsium, fosfor.
  • Indikasi : 1) Daging kambing dan domba sangagt dianjurkan saat cuaca/musim dingin sebagai makanan penghangat. 2) Sangat baik untuk defisiensi yang ginjal : tubuh kedinginan, takut dingin; kaki, pinggang, lutut lemah; libido lemah, impoten, sering berkemih malam hari. 3) Defisiensi darah dengan gejala dingin setelah melahirkan : sakit perut, ASI sedikit, kaki dingin. 4) Defisiensi yang limpa dan lambung : kurang nafsu makan, lelah, menggigil terus menerus, kaki tangan dingin.
  • Kontra indikasi : Gejala panas : agitasi, insomnia, kulit merah gatal, perdarahan menstruasi berlebihan.

Kelinci

  • Sifat energi : sejuk, netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : hati, usus besar, limpa, lambung.
  • Arah : mengambang.
  • Unsur : tanah, tidak tetap tergantung sumber.
  • Efek : menyokong ciao tengah, menutrisi qi, mendinginkan darah.
  • Cara menyajikan :  dikukus, direbus, digoreng, dipanggang.
  • Kandungan : kaya akan protein, mineral dan sedikit lemak.
  • Indikasi : 1) Defisiensi qi limpa : lelah, tidak ada tenaga, kurang nafsu makan. 2) Panas di lambung dan usus besar : konstipasi, mual, muntah, nafsu makan besar. 3) Defisinsi yin lambung : konstipasi, kurang nafsu makan, mulut kering.
  • Kontra indikasi : gejala dingin di limpa dan lambung.

Rusa

  • Sifat energi : hangat, panas.
  • Rasa : pedas, manis.
  • Unsur : tanah, tidak tetap tergantung sumber.
  • Organ : ginjal.
  • Arah : naik ke atas/mengambang.
  • Efek : menguatkan qi, darah dan yang, khususnya yang ginjal; menggerakkan darah.
  • Cara menyajikan : digoreng, dipanggang, dimasak lama, direbus.
  • Kandungan : protein, lemak, mineral.
  • Indikasi : 1) Daging rusa sangat luar biasa untuk menguatkan ginjal terutama yang ginjal : daging rusa terutama sangat cocok saat musim dingin. 2) Defisiensi qi dan darah : khususnya tidak ada tenaga, lelah, kurus. 3) Defisiensi yang ginjal : takut dingin, menggigil terus menerus; pinggang, kaki dan lutut sakit dan lemah dan semakin parah saat cuaca dingin; libido lemah, impoten, sering berkemih malam hari.
  • Kontra indikasi : olahraga menyebabkan gejala panas khusus yang defisiensi yin untuk menghindari hiperaktivitas yang : agitasi, insomnia, hiperaktivitas seksual, berkeringat spontan, menorrhagia irregular dan kuat, migraine.

Buah-Buahan

Buah memiliki rasa manis, asam dan terkadang rasa pahit. Sifat energi buah-buahan umumnya sejuk hingga dingin. Beberapa jenis yang memiliki sifat hangat dan netral. Buah harus dikonsumsi saat cuaca panas karena sifatnya mendinginkan, memproduksi cairan tubuh dan melembabkan badan. Menurut TCM, buah adalah nutrisi pelengkap dari padi-padian dan menyokong pembentukan dan pelestarian cairan tubuh. Saat cuaca dingin, buah seperti pisang, jeruk dan lemon harus dihindari untuk mencegah pembentukan patogen dingin di tubuh.

  • Untuk mengobati ekses/penuh (orang kuat, suara kuat, sensasi panas, hiperaktif, kolera, extrovert, lidah dengan selaput tebal, nadi penuh) : apel, buah citrus, nenas, jeruk keprok.
  • Untuk mengobati defisiensi/kosong (orang lemah, suarah lemah, gemetar, sering capek dan kelelahan, introvert, lidah bengkak, nadi lemah) : ceri, anggur.
  • Untuk mengobati panas (muka merah, haus akan minuman dingin, kondisi makin parah saat patogen panas, lidah merah, nadi cepat) : buah citrus, kiwi, apel, nenas, semangka.
  • Untuk mengobati kering (bibir kering, mulut kering, tangan pecah-pecah, selaput lendir kering) : pir, pisang, kiwi.

Apel

  • Sifat energi : manis
  • Rasa : manis dan asam
  • Organ : lambung, limpa, paru-paru.
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : tanah/kayu
  • Efek : membersihkan panas, meringankan agitasi, mengurangi panas dalam, membentuk cairan tubuh, melembabkan paru-paru, mengurangi diare, mendorong nafsu makan.
  • Cara menyajikan : mentah, dimasak, sebagai jus, jamu, sirup, manisan, bubuk.
  • Kandungan : kalsium, kalium, besi, sodium, belerang, vitamin A, B1, B2, C, niacin, flavon, asam malat, asam sitrun, pektin, tanin.
  • Indikasi : 1) Gejala panas : gelisah, haus, atau konsumsi ekses alkohol. 2) Defisiensi yin : kurang nafsu makan, gangguan pencernaan.

Aprikot

  • Sifat energi : netral ke hangat.
  • Rasa : manis dan asam.
  • Organ : lambung, paru-paru
  • Unsur : tanah, kayu.
  • Efek : membentuk cairan tubuh, melembabkan paru-paru, menghilangkan rasa haus, meredakan batuk.
  • Cara menyajikan : mentah, dikeringkan, sebagai sirup atau jamu.
  • Kandungan : kaya akan mineral dan trace elemen, besi, kalium, beta karoten, asam silikat.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yin lambung : haus, mulut kering. 2) Panas dan paru-paru kering dengan qi naik ke atas : batuk, nafas pendek, tenggorokan kering, batuk kering dengan dahak kental, asma.
  • Kontra indikasi : 1) Gejala panas dan diare. 2) Konsumsi ekses dapat merusak gigi khususnya anak-anak
  • Karena mengandung zat besi tinggi dan bersifat hangat, aprikot dianjurkan selama hamil.

Pisang

  • Sifat energi : dingin.
  • Rasa : manis
  • Organ : lambung, usus besar
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : tanah
  • Efek : membersihkan panas, memperkaya yin, melembabkan dan detoks usus, membentuk cairan tubuh, melembabkan lambung.
  • Cara menyajikan : mentah atau dikukus.
  • Kandungan : 10 macam vitamin dan 18 macam mineral dan trace element, khususnya kalium, magnesium, kalsium; kaya akan asam pantotenat dan asam folat; mengandung serotonin.
  • Indikasi : 1) Patogen panas yang menghancurkan yin, khususnya yin lambung : haus, tenggorokan kering, gelisah, batuk kering kronis, feses kering. 2) Usus besar dan kecil kering : konstipasi, wasir berdarah.
  • Kontra indikasi : 1) gangguan phlegm. 2) Simtom dingin dan kosong di ciao tengah.

Ceri

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : manis
  • Organ : lambung, limpa (hati dan ginjal).
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong ciao tengah, qi, dan darah; menyokong dan melembabkan hati dan limpa, menghentikan darah statis, menghilangkan dingin, mengusir angin-lembab.
  • Cara menyajikan : mentah, sebagai jamu, sirup, atau diawetkan dalam alkohol.
  • Kandungan : beta-karoten,, vitamin B1, B2, B3, C; kalium, kalsium, besi, asam buah, fruktosa.
  • Indikasi : 1) Defisiensi lambung limpa, defisiensi yin lambung : kelelahan, kurang nafsu makan, kulit kering dan bibir kering. 2) Defisiensi hati dan ginjal : paha dan lutut nyeri dan lemah, lengan dan kaki lemas dan kesemutan. 3) Angin-lembab : nyeri arthritis di tubuh bagian bawah, rematik, asam urat, arthritis. 4) Defisiensi hati dan ginjal atau stagnasi bercampur dengan otot, urat dan tulang lemah : anggota gerak lemah dan sendi kaku. 5) Defisiensi darah : vertigo, pelupa, palpitasi jantung, insomnia, gelisah, anemia saat mengandung. 6) Patogen dingin,, khususnya pasien yang merasa kendinginan
  • Kontra indikasi : penahanan latihan diri dengan gejala panas yang kuat.

Jeruk Bali

  • Sifat energi : sejuk ke dingin (kulit jeruk : hangat).
  • Rasa : manis dan asam (kulit : manis dan pahit).
  • Organ : lambung, paru-paru (kulit : lambung-ginjal-kandung empedu).
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : Daging: membentuk cairan tubuh, menghilangkan haus. Kulit : mengubah phlegm, menurunkan qi dan menghilangkan obstruksi pencernaan.
  • Kandungan : vitamin C, beta karoten, kalium, kalsium, amaroids.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yin lambung : gelisah, haus, konsumsi alkohol berlebihan. 2) Qi lambung naik berlawanan : mual, muntah, nyeri ulu hati, diare, obstruksi pencernaan. 3) Gangguan phlegm, khususnya di paru-paru : bronkitis dengan phlegm kental dan kuning.

Anggur

  • Sifat energi : netral.
  • Rasa : manis dan asam.
  • Organ : limpa, paru-paru, ginjal (hati).
  • Arah : naik ke atas dan turun ke bawah.
  • Unsur : kayu dan tanah.
  • Efek : menyokong ginjal dan hati, menyokong qi, mendorong pembentukan darah, membentuk cairan tubuh; menguatkan otot, urat dan tulang; obat diuretik.
  • Cara menyajikan : mentah, sebagai jus, jamu, atau direndam dalam alkohol.
  • Kandungan : kaya akan glukosa, bermacam asam buah-buahan, kandungan kalium tertinggi di antara semua buah, zat besi, tembaga, bioflavonodis.
  • Catatan : Kismis mengandung karbohidrat , zat besi dan kalsium lebih tinggi dari anggur segar.
  • Indikasi : Defisiensi hati dan ginjal : paha dan lutut lemah dan sakit; sendi rematik karena angin-lembab dan stagnasi qi. 2) Tulang belakang lemah, nyeri dan ringkih. 3) Defisiensi yin lambung dan ginjal : mulut kering, haus, agitasi, kurang nafsu makan dengan kekurangan cairan tubuh.  4) Defisiensi qi dan darah : agitasi, pusing, pelupa, keringat malam, palpitasi jantung.
  • Kismis memiliki efek lebih kuat pada ginjal, hati dan membentuk qi dan darah. Sementara anggur segar terutama membentuk cairan tubuh.

Kiwi

  • Sifat energi : dingin.
  • Rasa : asam dan manis.
  • Organ : lambung, kandung empedu (ginjal).
  • Arah: turun ke bawah.
  • Unsur : tanah, kayu.
  • Efek : membersihkan panas, membentuk cairan tubuh, menyelaraskan lambung, menurunkan qi yang naik ke atas, diuretik.
  • Kandungan : Kaya akan vitamin C (dua kali lebih banyak dari buah citrus), zat besi, magnesium, proteopeptic enzyme actinidine.
  • Kiwi dipercaya mampu menurunkan efek karsinogenik nitrosamines di tubuh, juga menurunkan kolesterol dan glycerides.
  • Indikasi : 1) Gejala panas : haus dan mulut kering. 2) Diabetes, gelisah. 3) Ketidakharmonisan lambung dan qi lambung naik ke atas. 4) Susah berkemih dengan patogen panas-lembab : Jarang berkemih, sakit berkemih, sekresi concrement (batu atau kristal di saluran kemih).
  • Kontra indikasi : gangguan dingin di lambung dan limpa.

Lemon

  • Sifat energi : sejuk ke dingin.
  • Rasa : asam.
  • Organ : lambung, hati, paru-paru.
  • Arah : mengerut (astringent), turun ke bawah.
  • Unsur : kayu.
  • Efek : membersihkan panas, menghilangkan haus, menghilangkan panas dalam, menyelaraskan lambung, menenangkan fetus, mengubah phlegm, meredakan batuk.
  • Cara menyiapkan : mentah, sebagai jus, diasinkan atau dimaniskan sebagai jamu; lemon asin menghilangkan phlegm.
  • Kandungan : kaya akan vitamin C, asam sitrat, asam malat, sakarida, vitamin B1, B2, kalsium, fosfor, kalium.
  • Indikasi : 1) Gejala panas atau panas di lambung : agitasi, haus, berkeringat, gugup. 2) Qi lambung naik ke atas : mual, muntah, sendawa, kurang nafsu makan, (lemon diasinkan). 3) Gangguan phlegm panas : bronkitis, sinusitis. 4) Stagnasi qi hati : mudah tersinggung, moody, intercostal neuralgia, konstipasi, ketegangan batin, sakit kepala temporal, gejala menopause.
  • Kontra indikasi : asam lambung hiperaktif, ulkus lambung.
  • Lemon lebih asam 4-6 kali lipat dari jeruk.

Jeruk

  • Sifat energi : sejuk ke dingin.
  • Rasa : asam dan manis.
  • Organ : lambung, kandung empedu.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : kayu.
  • Efek : mendinginkan, membentuk cairan tubuh, menghilangkan haus, menurunkan qi.
  • Cara menyajikan : mentah, sebagai jus atau jamu.
  • Kandungan : vitamin C, beta karoten, bioflavonoids sangat tinggi, kalium, magnesiium, kalsium, besi, sakarida, asam sitrat.
  • Indikasi : 1)Defisiensi yin lambung dan panas lambung : haus, gelisah, setelah konsumsi alkohol berlebihan. 2) Qi lambung yang berlawanan karena panas : mual, muntah. 3) Akumulasi panas di ciao bawah dengan rasa nyeri berkemih, demam dan panas dalam. 4) Memproduksi keringat setelah kerja fisik berat.
  • Kontra indikasi : 1) Sindrom dingin umum : khususnya defisiensi qi atau yang di lambung dan limpa. 2) Gangguan dingin di paru-paru. 3) Akumulasi phlegm tinggi.

Persik

  • Sifat energi : hangat ke panas.
  • Rasa : asam manis.
  • Organ : lambung, usus besar (hati).
  • Arah : turun ke bawah, naik ke atas (tidak tentu).
  • Unsur : tanah.
  • Efek : membentuk cairan tubuh, melembabkan usus, menggerakkan darah, menghilangkan darah statis, dapat melunakkan yang keras.
  • Cara menyajikan : mentah, dikukus atau dikeringkan.
  • Kandungan : Perssik matang kaya akan vitamin A, B dan C beta karoten; juga bioflavonoids, kalium, kalsium, magnesium, besi, seng. Paling menguntungkan perbandingan sodium-kalium : menguatkan ginjal.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yin lambung : haus, tenggorokan kering, konstipasi. 2) Panas dan kering di usus besar : konstipasi, khususnya konstipasi kronis pada lansia. 3) Darah statis : menstuasi berdarah.
  • Kontra indikasi : Gejala panas : khususnya simtom panas pada gangguan kulit dan darah.

Pir

  • Sifat energi : sejuk.
  • Rasa : manis.
  • Organ : lambung, paru-paru.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : kayu, tanah.
  • Efek : membersihkan panas, melembabkan kering, membentuk cairan tubuh, mengubah reak.
  • Kandungan : beta karoten, vitamin B1, B2, B3 (niacin), B6; asam folat, vitamin C, kaya akan kalium; mengandung zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, asam buah, tannin, zat hormon.
  • Indikasi : 1) Sindrom panas dengan kekurangan cairan : gelisah, tidak dapat tidur, mulut kering. 2) Gejala panas di paru-paru dan usus kecil : susah menelan, tenggorokan sakit. 3) Mudah tersinggung, suara parau, suara hilang, dysphagia, batuk kering. 4) Feses kering dan padat; konstipasi. 5) Gangguan phlegm panas di paru-paru : bronkitis, sinusitis dengan phlegm kuning kental. 6) Gejala angin panas di jantung : haus, gelisah, gugup, dan cemas.

Nenas

  • Sifat energi : netral ke sejuk.
  • Rasa : manis dan asam.
  • Organ : lambung, kandung empedu.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menghilangkan panas dalam, membentuk cairan tubuh, menghilangkan haus, diuretik, mendorong pencernaan.
  • Cara menyajikan : mentah, sebagai jus atau jamu.
  • Kandungan : kaya akan air, sedikit kalori; zat kalium, kalsium, fosfor, besi, tembaga, seng, asam buah berharga, vitamin C, enzim bromelain (mendorong pencernaan protein).
  • Indikasi : 1) Gejala panas dan defisiensi yin lambung : haus, mulut kering, mual, kurang nafsu makan, gelisah. 2) Gangguan perkemihan, lembab di tubuh, demam.
  • Kontra indikasi : kulit bisul dan eksim.
  • Buah nanas tidak matang dapat merusak gigi.

Prem (Plum)

  • Sifat energi : netral ke hangat.
  • Rasa : manis dan asam.
  • Organ : hati, ginjal, lambung.
  • Arah : naik ke atas dan turun ke bawah.
  • Unsur : tanah, kayu, air.
  • Efek : membersihkan panas hati, menghilangkan stagnasi qi dan darah statis, membentuk cairan tubuh, diuretik.
  • Cara menyajikan : mentah, dikeringkan, jus atau dicelupkan dalam alkohol.
  • Kandungan : sangat kaya akan kalium-sodium; kaya akan zat besi; mengandung kalsium/fosfor, vitamin B1, B2 dan C, sedikit protein dan lemak.
  • Indikasi : 1) Stagnasi hati dan panas di hati : gelisah, gampang tersinggung, konstipasi, cenderung emosi meledak, subfebrile (suhu tubuh rendah saat sore hari), berkeringat malam. 2) Defisiensi yin lambung : haus, mulut kering. 3) Pembentukan ascites (cairan di perut) karena gangguan hati.
  • Kontra indikasi : konsumsi ekses : 1) melemahkan lambung dan limpa. 2) menurunkan nafsu makan. 3) menyebabkan diare. 4) Membentuk phlegm.

Semangka

  • Sifat energi : dingin
  • Rasa : manis
  • Organ : lambung, jantung, kandung kemih.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Efek : membersihkan panas, menghilangkan panas dalam, menghilangkan rasa haus, meredakan agitasi, diuretik.
  • Cara menyajikan : mentah, jus, jamu atau sirup.
  • Kandungan : 95% air, kaya akan kalium; mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, seng, nikel, vitamin A, C, juga gula dan amaroids.
  • Indikasi : 1) Gejala panas dan panas dalam, gangguan cairan tubuh karena panas : haus, gelisah, berkeringat. Panas dalam : berkeringat, sakit kepala, bibir kering. 2) Panas atau api jantung menyala ke atas : haus, sariawan di mulut atau lidah, gelisah, susah tidur, urin kuning, palpitasi jantung. 3) Panas-lembab di ciao bawah : BAK sedikit, urin gelap, sakit berkemih.
  • Kontra indikasi : 1) Defisiensi dan gejala dingin di limpa dan lambung. 2) Akumulasi lembab.

Rempah, Herbal, Bumbu dan Pemanis

Pemanis memiliki sifat suhu hangat dan rasa manis. Rempah umumnya bersifat hangat hingga panas dan rasanya pedas.

Karena sifatnya menghangatkan, pemanis dan rempah menyokong ciao tengah dan mengaktifkan organ pencernaan. Rempah sangat cocok untuk “menghangatkan” makanan yang sifatnya sejuk atau dingin. Ini membuat rempah sangat berharga saawt musim atau cuaca dingin, atau untuk defisiensi yang atau qi dari organ pencernaan.

Konsumsi terlalu banyak rempah dapat dengan mudah menimbulkan gejala panas, dan jika terjadi dalam jangka panjang, dapat menimbulkan defisiensi yin.

  • Untuk mengobati ekses (orang yang kuat : suara keras, bertenaga; hiperaktif, sensasi panas, mudah tersinggung, ekstrovert; selaput lidah tebal, nadi penuh) : hindari rempah pedas, atau gunakan sangat sedikit (hati hati dengan jahe, bawang putih, kayu manis).
  • Untuk mengobati defisiensi (orang yang lemah : suara lemah, diam; gemetar, sering capek dan kelelahan, introvert, lidah bengkak, nadi lemah): campurkan makanan dengan remaph hangat : adas, bawang putih, jahe, kayu manis.
  • Untuk mengobati sindrom panas (muka panas, haus akan minuman dingin, penyakit makin parah saat cuaca panas, lidah merah, nadi cepat) : hindari semua rempah hangat dan panas.
  • Untuk mengobati sindrom dingin (gemetar, tidak suka dingin, kondisi makin parah jika cuaca dingin, nadi lambat dan lemah, lidah bengkak) : Gunakan rempah hangat dan panash : merica, ketumbar, bawang putih, cabe, jahe, adas.
  • Untuk mengobati patogen lembab (rasa berat di tubuh, edema, badan bengkak, gangguan phlegm kronis, seperti sinusitis) : jahe segar.
  • Untuk mengobati patogen kering (mulut kering, bibir kering, tangan pecah-pecah, kulit kering, selaput lendir kering) : hindari semua rempah hangat dan panas.

Cabe

  • Sifat energi : panas
  • Rasa : pedas
  • Organ : lambung, limpa, jantung
  • Arah : naik ke atas
  • Efek : mengusir dingin, menghangatkan ciao tengah, menghilangkan stagnasi makanan, memproduksi keringat, mengeringkan lembab.
  • Cara memasak : terutama sebagai bumbu: mentah, digoreng atau jadi sop
  • Kandungan : kaya akan capsaicim, minyak esensi, vitamin A, C dan E, zat fosfor, kalsium.
  • Indikasi : 1) gangguan angin dingin : flu, demam, takut dingin, gemetar. 2) PPL angin dingin dan pengaruh basah, gangguan dingin : rematik, arthrosis yang makin parah jika terkenal PPL angin dingin. 3) Stagnasi basah dingin di ciao tengah : kurang nafsu makan, lelah dan lesu, rasa berat dan nyeri otot di tangan dan kaki. 4) Lambung dan limpa dingin : nafsu makan turun, sensasi dingin di lambung, diare, mual, muntah.
  • Kontra indikasi : 1) Umumnya, semua jenis cabai dan merica sebaiknya digunakan sedikit saja, walaupun keduanya sebagai bumbu masak dan fungsinya menghangatkan. 2) Dilarang untuk pasien yang mengalami sindrom defisiensi yin dan gejala panas seperti mata kering, sariawan, organ pencernaan luka bisul, dan hemorrhoids.

Kayu Manis

  • Sifat energi : hangat ke panas.
  • Rasa : pedas.
  • Organ : lambung, limpa, hati, ginjal.
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : tanah, logam (tergantung sumber).
  • Efek : Menghangatkan ciao tengah, menghilangkan dingin, menggerakan darah, menghilangkan stagnasi, medorong sekresi cairan lambung dan menghilangkan kembung.
  • Cara menyiapkan : sebagai bumbum, bubuk, jamu atau pil.
  • Kandungan : sekitar 2% minyak kayu manis dan 90% adehyde kayu manis dan resin.
  • Indikasi : 1) Defisiensi limpa dan lambung : kurang nafsu makan. 2) Gejala dingin, dingin di lambung dan limpa: takut dingin, sakit perut, mual, muntah, diare. 3) Nyeri disebabkan stagnasi karena dingin atau nyeri karena angin dingin atau stagnasi darah : sakit perut (contoh: sehabis melahirkan), rematik (disebabkan angin dingin atau lembab). 4) Gangguan angin dingin : demam, flu. 5) Defisiensi yang, yang limpa, yang ginjal : anggota gerak dingin, takut dingin, gemetar, tubuh bagian bawah dingin, impoten, sakit pinggang dan dengkul, sakit perut yang semakin parah saat dingin.
  • Kontra indikasi : 1) Gejala panas karena defisiensi yin. 2)Hindari saat hamil.

Ketumbar

  • Daun hijau, batang, akar dan biji kiring.
  • Sifat energi : Hangat
  • Rasa : pedas
  • Organ : paru-paru, limpa
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : logam
  • Efek : cocok untuk menghangatkan makanan, mengusir dingin, memproduksi keringat, menyeimbangkan qi, menghentikan darah statis, menghilangkan obstruksi pencernaan, menghentikan qi yang berlawanan.
  • Cara menyiapkan : gunakan akar, batang, daun atau biji kering untuk sup; sebagai salad, atau bumbu;  jangan dimasak terlalu lama karena dapat mengurangi efek menghangatkan.
  • Kandungan : minyak esensi, bioflavonoids, protein, vitamin C dan kalsium.
  • Indikasi : 1) Limpa lambunng dingin dan  tidak harmonis : kurang nafsu makan, mual, gangguan pencernaan, stagnasi pencernaan karena pengaruh dingin di perut. 2) Gangguan angin dingin : demam, flu dan tidak suka dingin, menggigil,, demam tingkat rendah, berkeringat sedikit.
  • Kontra indikasi : Gunakan hati-hati pada kasus defisiensi qi atau bau keringat.

Jahe (Segar atau Kering)

  • Sifat energi : hangat (jahe kering lebih hangat)
  • Rasa : pedas (jahe kering lebih pedas).
  • Organ : paru-paru, lambung, limpa.
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : logam
  • Efek : menguatkan ciao tengah, mengontrol mual, mengusir angin dingin (menyokong qi lambung di meridian tai yang), memproduksi keringat, menghilangkan rasa muntah, mengubah phlegm, menyokong paru-paru, menghilangkan batuk, detoks, merangsang aliran darah, meningkatkan nafsu makan, mendorong sekresi asam lambung.
  • Cara menyiapkan : Jahe segar sebagai sayur; jahe kering sebagai flakes, keripik, bubuk, atau jus atau jamu.
  • Kandungan : kaya akan minyak esensi, pati, asam amino, amaroids, gingerol= agen tonik cardio (mengaktifkan kalsium dan pompa ATPase di skeletal dan cardiac sarcoplasmic reticulum).
  • Jahe kering (bubuk, keripik, manisan) diklasifikan lebih panas dari jahe segar.
  • Indikasi : 1) Defisiensi lambung dan limpa, disharmoni qi lambung (wei qi bu he), qi lambung naik ke atas (wei qi shang ni) : mual dan muuntah. 2) Demam, flu karena angin dingin : menggigil, tidak suka dingin, arthritis/nyeri sendi, sakit kepala, hidung tersumbat. 3) Paru-paru dingin dan phlegm dingin : batuk, nafas pendek, phlegm putih dan encer. 4) Gangguan pencernaan : muntah dan diare setelah konsumsi makanan basi. 5) Simtom dingin : tangan kaki dingin, rematik.
  • Kontra indikasi : defisiensi yin dan gejala panas; hipertensi.
  • Konsumsi jahe dalam jumlah besar dan jangka panjang harus dihindari. Ekses dapat menimbulkan gangguan phlegm panas.

Bawang Putih

  • Sifat energi : Dimasak : hangat. Mentah : panas.
  • Rasa : Mentah –> pedas; Dimasak –> manis-pedas.
  • Organ : paru-paru, lambung, limpa.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menghangatkan ciao tengah, menguatkan lambung, menggerakan qi; menghilangkan stagnasi darah dan qi, stagnasi di lambung; mengusir dingin, detoks, antiparasit, menyembuhkan batuk.
  • Cara memasak : mentah, sebagai jus atau jamu; diongseng (api kecil).
  • Kandungan : kaya akan minyak esensi, terutama allicin (antibiotik); protein, kalsium, vitamin B1, C, dan karoten.
  • Bawang putih mentah terasa pedas sehingga dimasukkan dalam suhu energi panas, sedangkan saat diongseng berubah menjadi rasa manis sehingga diklasifikasikan dalam suhu hangat/panas.
  • Indikasi : 1) Gejala dingin dan obstruksi pencernaan di ciao tengah : sakit perut dan area epigastrium. 2) Mual, muntah, diare, disentri karena makanan yang tidak bersih : diare cairan terus menerus. 3) Batuk, kedinginan, bronkitis akut atau kronis. 4) Kutu parasit, terutama cacing tambang dan cacing kerawit (enterobiasis, oxyuriasis). 5) Prophylaxis pada flu, hipertensi dan hyperlipidemia.
  • Kontra indikasi : gejala panas, defisiensi yin dan sariawan.
  • Dalam pengobatan Barat, konsumsi bawang putih rutin menunjukkan efek positif pada gerakan peristaltis dan sekresi lambung. Glycosides bawang putih dapat menurunkan tekanan darah lipid darah dan juga bagus untuk mencegah arteriosclerosis. Bawang putih juga memiliki efek anti bakteri dan anti parasit.

Jamur

  • Sifat energi : sejuk  ke dingin
  • Rasa : manis
  • Organ : lambung, limpa, paru-paru
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : tanah
  • Efek :menyokong ciao tengah, menyeimbangkan qi, melembabkan kering, mengubah phlegm.
  • Cara memasak : direbus, dikukus atau jadi bubuk
  • Kandungan : protein, lemak, kalsium, kalium, fosfor, besi, seng, magnesium, vitamin A, B1, B2, C, E dan K, asam amino esensi, serat makanan, konsentrasi purin tinggi (kontra indikasi untuk pasien asam urat)
  • Indikasi : 1) defisiensi qi lambung dan limpa : kurang nafsu makan,lelah, mual, muntah, ASI sedikit. 2) Defisiensi yin paru-paru : nafas pendek, batuk kering dengan dahak kental.
  • Kontra indikasi : Konsumsi ekses dapat menyebabkan terpapar logam berat.

Merica (Bumbu)

  • Sifat energi : panas
  • Rasa : pedas
  • Organ : lambung, limpa, usus besar, paru-paru.
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : logam
  • Efek : menghangatkan ciao tengah, mengatur qi, mengusir dingin, menghilangkan darah statis, mengurangi qi yang berlawanan, menghilangkan phlegm, mengurangi nyeri, memproduksi keringat, mengusir angin dingin, menghilangkan stagnasi qi,. Dalam jumlah sedikit, merica mendorong sekresi asam lambung, meningkatkan nafsu makan dan menghilangkan kembung.
  • Cara memasak : sebagai bumbu, pil, bubuk atau direbus.
  • Kandungan : Minyak esensi, piperine, piperonal, kalsium, besi.
  • Indikasi : 1) Defisiensi limpa dan lambung : kurang nafsu makan, gangguan pencernaan, perut kembung. 2) Patogen dingin di limpa lambung : sensasi dingin dan nyeri di perut; dan semakin parah jika cuaca dingin. 3) Gangguan phlegm dingin : dahak encer dan putih.  4) Patogen angin dingin : pilek dan batuk, suara serak, anggota gerak dingin, arthritis rematik karena pengaruh angin dingin.
  • Kontra indikasi : 1) Gejala panas karena defisiensi yin. 2) Komsumsi ekses dapat merusak cairan tubuh (dehidrasi).

Garam

  • Sifat energi : dingin
  • Rasa : asin
  • Organ : lambung, ginjal, usus kecil, usus besar.
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : air
  • Efek : Membersihkan panas, menguatkan ginjal, mengurangi phlegm, mendinginkan darah, melembabkan kering, menurunkan qi.
  • Cara menyiapkan : sebagai bumbu, larut dalam air panas.
  • Indikasi : 1) Defisiensi yin dan yang ginjal : menyokong organ ginjal dengan penggunaan secukupnya. 2) Api berkobar karena defisiensi yin : Pusing, sakit kepala, sariawan, mata bernanah, konstipasi, gusi berdarah, suara serak, tenggorokan sakit. 3) Akumulasi phlegm di tubuh.
  • Kontra indikasi : edema, diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, nafas pendek.

Rumput Laut

  • Sifat energi : dingin
  • Rasa : asin
  • Organ : hati, paru-paru, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah.
  • Unsur : air
  • Efek : membersihkan panas, mengubah phlegm, melunakkan yang kras, memperkaya yin, obat diuretik.
  • Cara menyiapkan : segar atau kering, direbus atau jadi sup, jamu, bubuk, pil atau salad.
  • Kandungan : 41 mineral, sumber yodium, vitamin A, B1, B6, B12, C, D, E dan K.
  • Indikasi : 1) Panas dan phlegm di paru-paru, bronkitis atau batuk dengan phlegm kuning kental. 2) Konsumsi ekses alkohol dengan gejala panas. 3) Edema.
  • Kontra indikasi : Rumput laut tidak boleh dikonsumsi berlebihan (yodium!)

Kecap Asin

  • Sifat energi : dingin.
  • Rasa : asin dan manis.
  • Organ : limpa, lambung, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : air
  • Efek : membersihkan panas, menyelaraskan ciao tengah, detoks.
  • Kandungan : protein, lemak, glukosa, kalsium, fosfor, vitamin B1, B2, niacin, besi.
  • Indikasi : 1) Ketidakharmonisan qi lambung : kurang nafsu makan, mual. 2) Gejala panas : agitasi, gugup. 3) Keracunan makanan
  • Kontra indikasi : pembentukan phlegm jika dikonsumsi berlebihan.

Gula Merah

  • Terbuat dari jus tebu asli (tanpa campuran air). Sebaiknya murni, mentah dan supaya molase tidak hilang.
  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : manis
  • Organ : limpa, lambung, hati
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : tanah
  • Efek : menyokong ciao tengah, menyokong qi, menghilangkan darah statiss, menenangkan hati, menggerakkan dan menyelaraskan darah, meredakan kejang, dan nyeri akut.
  • Cara menyiapkan : dilarutkan dalam air hangat, minuman alkohol atau rebusan.
  • Kandungan : sukrosa, kalsium, vitamin B2, besi.
  • Indikasi : 1) Defisiensi lambung dan limpa : sakit perut, contoh dengan darah statis; mual dan muntah. 2) Darah statis karena dingin : nyeri menstruasi.
  • Kontra indikasi : gangguan phelgm dan lembab, panas lembab, gigi berlubang dan busuk.

Madu

  • Sifat energi : netral
  • Rasa : manis
  • Organ : limpa, paru-paru, usus besar.
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : tanah
  • Efek : menyokong ciao tengah, melembabkan kering, melembabkan paru-paru, menyembuhkan batuk, mengurangi nyeri, melembabkan usus besar, detoksifikasi.
  • Cara menyiapkan : mentah, sebagai bumbu, dilarutkan di air hangat.
  • Kandungan : 70% fruktosa dan glukosa, juga protein; sedikit vitamin A, B1, B2, B6, C dan D, magnesium, kalsium, kalium, sodium, fosfor, besi, tembaga, mangan.
  • Indikasi : 1) Defisiensi limpa dan lambung : kurang nafsu makan, lelah, kurang tenaga, nafas pendek, diare dengan sakit perut. 2) Paru-paru kering : batuk kering dengan reak dikit atau kental, suara parau, batuk kering dan lelah kronis. 3) Usus besar kering dengan kekurangan cairan karena panas : konstipasi, khususnya konstipasi pada orang lanjut usia. 4) Panas lambung : gastritis, radang usus dan lambung. 5) Penggunaan luar : bibir kering dan pecah-pecah, sariawan, radang dingin, luka bakar.
  • Kontra indikasi : gangguan phlegm dan lembab, stagnasi di ciao tengah, diare.

Malt (Sirup Malt -gula-maltose)

  • Dibentuk dari enzim atau hidrolisis asam dari pati (padi-padian atau umbi). Pemanis alami biasanya terbuat dari padi-padian (contoh : jagung dan barley). Berbentuk sederhana, rasa penuh 75-80% seperti manisnya madu. Sirup malt juga disebut sebagai ekstrak malt.
  • Sifat energi : hangat
  • Rasa : manis
  • Organ : limpa, lambung, paru-paru.
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : tanah
  • Efek : Menghangatkan dan menutrisi ciao tengah, melembabkan paru-paru, menghilangkan batuk, menyembuhkan kram dan nyeri akut, membentuk cairan tubuh, detoksifikasi.
  • Cara menyiapkan : sirup atau bubuk, dilarutkan dalam air, atau jamu.
  • Kandungan : maltose, vitamin B, zat besi.
  • Indikasi : 1) Defisiensi limpa dan lambung : lelah, kurang nafsu makan, kurang tenaga, diare. 2) Defisiensi paru-paru dan patogen kering : sakit tenggorokan, suara parau, batuk dengan dahak sedikit, nafas pendek.
  • Kontra indikasi : lembab, panas-lembab, perut kembung dan cenderung mual muntah.

Gula Putih

  • Dibuat dari tanaman tebu, bit, sorghum atau maple.
  • Sifat energi : hangat ke netral.
  • Rasa : manis.
  • Organ : limpa, lambung, paru-paru.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong ciao tengah, melembabkan paru-paru, membentuk cairan tubuh, mengurangi nyeri akut.
  • Cara menyiapkan : dilarutkan dalam air.
  • Kandungan : sukrosa.
  • Indikasi : 1) paru-paru kering : batuk kering, suara parau. 2) Defisiensi yin lambung : haus, tenggorokan kering. 3) Defisiensi limpa lambung : nyeri epigastrium, atau konsumsi alkohol berlebihan.
  • Kontra indikasi : 1) Melemahkan organ ginjal (karies gigi, tulang rapuh). 2) Mudah membentuk kondisi lembab dan phlegm, panas-lembab.

Cuka

  • Sifat energi : hangat.
  • Rasa : asam dan pahit.
  • Organ : lambung, hati.
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : kayu
  • Efek : menghentikan perdarahan, menghentikan stagnasi qi dan darah, detoksifikasi, mendorong pencernaan.
  • Cara menyiapkan : sebagai bumbu, dilarutkan dalam air, sebagai jamu.
  • Kandungan : asam asetat, asam oksalat, alkohol berkualitas tinggi, mineral, asetal, acetaldehyde.
  • Indikasi : 1) Darah statis : sakit perut, perut keras saat diraba. 2) Qi dan darah statis : obstruksi pencernaan karena terlalu banyak makan berlemak, berminyak, daging dan ikan. 3) Perdarahan : mimisan, tinja berdarah, dahak berdarah.
  • Kontra indikasi : stagnasi di ciao tengah karena lembab.

Padi-Padian dan Biji-Bijian

Menurut TCM, padi-padian dan biji-bijian harus menjadi bagian pola menu makan utama harian. Padi-padian menyokong kekuatan dan daya tahan tubuh, dan mendorong kestabilan emosi, ketenangan mental, dan keseimbangan (khususnya gandum).

Padi-padian umumnya manis dan terutama mempengaruhi limpa/pankreas dan lambung. Sifatnya hangat, netral, atau sejuk, tergantung jenis padinya.

Pola makan yang kaya akan padi-padian memastikan keseimbangan baik antara pembentukan qi, yin dan yang.

Saat gejala dingin di musim dingin, atau seorang vegetarian, padi-padian yang sifatnya hangat seperti oat atau buckwheat harus diutamakan. Dalam kasus tersebut, energi normal dari padi-padian biasanya ditingkatkan dengan menambah rempah pedas/panas seperti kayu manis, jahe, kismis, dan adas.

Kacang kedelai juga termasuk padi-padian walaupun menurut kedokteran barat dihitung sebagai kelas kacang-kacangan/polong-polongan. Karena kacang kedelai memainkan peranan nutrisi dalam TCM.

  • Untuk mengobati sindrom “penuh/ekses” (orang kuat, suara besar, berenergi, lidah merah dan kadang selaput lidah tebal, mudah tersinggung, ekstrovert) :  terigu/gandum, beras, barley.
  • Untuk mengobati sindrom “kosong/defisiensi” (orang lemah, suara lemah, pendiam, cenderung lelah dan lesu; lidah bengkak, pucat; nadi lemah) : oat, beras, spelt, jagung, millet.
  • Untuk mengobati sindrom “panas” (lidah merah, nadi cepat, muka merah, mata merah, gugup) : gandum, barley, amaranth.
  • Untuk mengobati sindrom “dingin” (lidah pucat, bengkak dan lemah; nadi lambat, takut dingin, penyakit tambah parah jika cuaca dingin) : oat, beras, jagung.
  • Untuk mengobati sindrom “lembab” (bengkak, edema; gangguan phlegm parah: sinusitis, bronkitis) : millet, gandum hitam, buckwheat, barley
  • Untuk mengobati sindrom “kering” (mulut, bibir, kulit kering; konstipasi) : gandumg, spelt.

Tips menyiapkan padi-padian

Dalam nutrisi Cina, padi-padian selalu ditanak atau sebagai jamu, tidak pernah mentah. Padi-padian dapat dimakan seluruhnya, digiling kasar atau halus (sebaiknya digiling sebelum dimakan), atau diratakan menjadi serpihan/gepeng.

  • Jika memungkinkan, gunakan padi-padian yang ditanam organik dan diproses menjadi biji-bijian. Selalu cuci bersih sebelum ditanak.
  • Untuk mudah dicerna dan dimasak dalam waktu pendek, rendamlah selama 3-10 jam sebelum memasak. Ini menurunkan phytin (asam fitat, mineral yang merugikan) dan membuat mineral yang baik menjadi lebih berharga.
  • Tanaklah bersama air rendaman
  • Air rendaman tidak perlu untuk millet, buckwheat, beras atau jagung tanah (polenta).
  • Untuk memasak biji-bijian, guanakan air sebanyak dua sampai dua setengah kali lipat dari jumlah biji-bijian. Untuk barley, grunkern, dan polenta, gunakan hingga empat kali lipat dari jumlah biji-bijian.
  • Masak selama 20-25 menit untuk millet, beras putih, buckwheat, padi-padian yang digiling kasar.
  • Masaklah 45 menit untuk beras coklat, spelt kernels, grunkern
  • Masaklah gandum, baerly dan oat selama satu jam.
  • Untuk hasil terbaik, setelah memasak, pindahkan dari panci/rice cooker dan dinginkan selama 30 menit.
  • Garam, herbal, rempah, boleh ditambah sehabis ditanak.
  • Rempah yang membuat mudah dicerna : jinten, adas, adas manis, ketumbar.

Barley

  • Sifat energi : sejuk
  • Rasa : asin, manis
  • Organ : limpa, lambung
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : tanah, air
  • Efek : membersihkan panas, melembabkan kekeringan, menutrisi yin, menyelaraskan lambung, menghilangkan gangguan pencernaan, jamu, meningkatkan diuresis (pembentukan dan sekresi urine).
  • Cara menyiapkan : ditanak, dijadikan flakes (gepeng), atau direbus, jadi bubur.
  • Kandungan : protein, pati, lemak, kalsium, vitamin B1, B2, dan B6, asam pantetonat, asam folat, kalium, magnesium, besi, tembaga, seng, asam silikat, mucin.
  • Indikasi :1) Gejala panas : agitasi, gugup, insomnia, mulut kering. 2) Ketidakharmonisan di ciao tengah (khususnya lambung) : mual, muntah, kurang nafsu makan, sakit perut karena kentut dan stagnasi makanan; menyokong fungsi pencernaan. 3) Akumulasi air di tubuh (edema)

Buckwheat

  • Sifat energi : tergantung dari sumbernya, umumnya sejuk, beberapa tipe hangat.
  • Rasa : manis.
  • Organ : lambung, limpa, usus besar.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menurunkan qi, menyokong limpa, meregangkan yang keras dan kaku, menghilangkan lembab.
  • Cara menyiapkan : ditanak, sebagai bubur, jamu, atau sebagai bunga.
  • Kandungan : lemah,, protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, kalium, tembaga, vitamin B1, B2, B3 dan E, lesitin, iysine, tryptophane.
  • Indikasi: stagnasi dan qi lambung yang berlawanan : mual, muntah, sakit dan perut kembung.
  • Kontra indikasi (Tergantung klasifikasi suhu) : 1) Klasifikasi hangat : Terlalu banyak konsumsi buckwheat dapat memproduksi gejala panas dan merangsang internal muncul sindrom panas, pusing, gelisah, sakit kepala, dll. 2) Klasifikasi sejuk : Bataskan konsumsi untuk defisiensi limpa lambung.

Jagung

  • Sifat energi : netral
  • Rasa : manis
  • Organ : lambung, usus besar, ginjal.
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong ciao tengah, qi, ginjal dan darah; menyeimbangkan cairan tubuh, menguatkan diuresis (produksi dan sekresi urine).
  • Cara menyiapkan : direbus, sebagai bubur atau jamu
  • Kandungan : protein, lemak, pati, zat besi, fosfor, vitamin B1, B2, B6 dan E, asam lemak tak jenuh tinggi, kalsium, kalium, selenium. Cocok untuk diet bebas gula.
  • Indikasi : 1) Defisiensi ciao tengah : kurang nafsu makan, penceranaan, dan diare. 2) Defisiensi yin ginjal : Kurang kekuatan,  lemah, sensasi lemah di kaki, impoten. 3) Akumulasi air di tubuh : edema dan kentut.

Millet

  • Sifat energi : netral dan sedikit hangat (tergantung sumber, beberapa jenis sifatnya sejuk).
  • Rasa : manis dan asin
  • Organ : lambung, limpa, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : tanah, air
  • Efek : menyokong, menguatkan dan menyelaraskan ciao tengah (biji terbaik disamping beras untuk organ), menguatkan ginjal (sangat bagus selama hamil), menyokong darah dan qi, menghilangkan lembab, mengubah phlegm, menurunkan qi lambung yang berlawanan, obat diuresis, sebagai detoks.
  • Cara menyiapkan : dimasak sebagaii bubur, jamur atau dikukus.
  • Kandungan : karbohidrat, protein, pati, lemak (tinggi asam linoleat), kalsium, fosfor, kaya akan zat besi, flour, magnesium, vitamin B1, B6, lecithin, asam silikat sangat tinggi.
  • Indikasi : 1) defisiensi ciao tengah : kurang nafsu makan, lelah, lesu, diare. 2) Lembab dan phlegm karena defisiensi limpa. 3) Gangguan phlegm yang sering muncul (sinusitis, bronkitis); rasa jenuh, bosan dan berat di kepala; anggota gerak berat, mual, gangguan pencernaan. 4) Qi lambung yang berlawanan : mual akut dan kronis, muntah, morning sickness. 5) Infeksi lambung dan usus : makan sedikit langsung mual dan muntah. 6) Lelah, lesu, tidak bertenaga, kedinginan, dan kaki lemah.

Oat

  • Sifat energi : netral ke hangat
  • Rasa : manis
  • Organ : lambung, limpa, ginjal.
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : tanah, air
  • Efek : menyokong qi dan darah, menggerakkan qi, menguatkan saraf, otot dan urat; menghilangkan lembab.
  • Cara menyiapkan : sebagai jamu, bubur.
  • Kandungan : mengandung protein yang penting (semua inti asam amino), lemak, vitamin B1, B2, kalsium, zat besi, mangan, silikat dan seng.
  • Indikasi : 1) defisiensi qi, darah dan yang. 2) kelelahan. 3) Penyembuhan setelah sakit parah, kronis dan panjang. 4) Kurangnya kekuatan fisik (pucat), khususnya anak-anak yang lemah dan orang lanjut usia.
  • Kontra indikasi : 1) Gunakan hati-hati pada gejala panas. 2) Konsumsi ekses, oat dapat memproduksi rasa cemas, gugup dan gangguan tidur.

Beras (Putih dan Coklat)

  • Sifat energi : netral
  • Rasa : manis
  • Organ : limpa, lambung, paru-paru.
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : tanah.
  • Efek : menyokong qi dan darah, menyelaraskan lambung, menguatkan limpa, mengatur dan memproduksi cairan tubuh, menyembuhkan diare, obat diuresis.
  • Cara menyiapkan : dimasak sebagai bubur, dikukus atau sebagai jamu.
  • Kandungan : karbohidrat, protein, lemak. Beras coklat mengandung vitamin B1, B2, B3 dan E, zat besi, kalium, semua asam amino esensi, asam linoleat.
  • Indikasi : 1) Defisiensi limpa dan lambung: kurang kekuatan, kurang nafsu makan, mual, muntah, morning sickness. 2) Gejala panas karena defisiensi yin lambung : haus, mulut kering, gelisah, insomnia.
  • Beras (bersama dengan millet) direkomendasikan untuk menguatkan lambung dan limpa (beras ketan-pendek, khususnya menyokong qi). Beras tipe pendek (ketan, manis, atau lengket) dengan sifat hangat, sangat cocok untuk menyokong qi dan darah. Contoh : 1) bubur kacang hijau : sejuk, menurunkan demam, khususnya musim panas. 2) Bubur kastanye : menguatkan organ ginjal. 3) Bubur gandum : menguatkan yin hati, menyejukkan dan menurunkan demam.

Rye (Gandum Hitam)

  • Sifat energi : netral ke sejuk
  • Rasa : pahit
  • Organ : kandung empedu, hati, limpa, jantung.
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : api
  • Efek : menghilangkan lembab, menyokong sekresi cairan paling utama dan pertama (diuresis).
  • Cara menyiapkan : sebagai jamu, bubur atau tepung.
  • Kandungan : protein, pati, lemak, kalsium, fosfor, kalium, seng, kaya akan lysine; vitamin B
  • Indikasi : akumulasi phlegm dan cairan.

Spelt

  • Sifat energi : netral ke sejuk
  • Rasa : manis
  • Organ : limpa, lambung, hati.
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : tanah
  • Efek : sama dengan gandum (menurut TCM), dengan sifat sedikit hangat (agak kurang membentuk phlegm dan lembab). Lebih kuat budidayanya (tumbuh tanpa bahan kimia), berharga dalam kemurniannya.
  • Cara menyiapkan : digiling kasar, jadi tepung, jadi bubur, flakes, dan jamu.
  • Kandungan : karbohidrat, protein, pati, lemak, lecithin, vitamin B1, B2, seng, asam silikat, asam lemak tak jenuh.
  • Indikasi : sama dengan gandum. Karena kemurniannya, spelt cocok untuk pola diet yang cocok untuk alergi dan gangguan kulit.

Kacang Kedelai Hitam

  • Sifat energi : netral
  • Rasa : manis
  • Organ : limpa, ginjal.
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : tanah (air).
  • Efek : menyokong limpa dan ginjal, menutrisi yin ginjal, menggerakkan darah, mengusir angin, lembab; detoksifikasi, menguatkan limpa, menyokong darah dan qi, membersihkan panas dan mengeringkan yang, melembabkan kering dan menyokong ekskresi air; digunakan untuk mengobati kembung di perut, diare, malnutrisi pada anak-anak, kurus parah, alergi dan ruam kulit.
  • Car menyiapkan : direbus, dijadikan alkohol, dijadikan jamu rebusan.
  • Kandungan : kaya akan protein, lemak dan karbohidrat, fosfor, zat besi, vitamin B1 dan B2.
  • Indikasi : 1) Defisiensi limpa : akumulasi air, edema, merasa tertekan, anggota badan berat, kembung. 2) Defisiensi ginjal, khususnya defisiensi yin ginjal : tungkai kaki lemah, pendengaran hilang, rambut uban di usia muda, haus, mata kering, pandangan buram, berkeringat malam, nyeri pinggang. 3) Gangguan angin lembab (shi bi) : rematik (arthritis), sendi sakit, nyeri otot yang diperparah dengan PPL lembab dan angin.
  • Kontra indikasi : Konsumsi terlalu banyak melemahkan limpa dan dapat menyebabkan gangguan phlegm.

Kacang Kedelai Kuning

  • Sifat energi : netral, cenderung hangat. Jika dipanggang : panas.
  • Rasa : manis
  • Organ : lambung, limpa, usus besar.
  • Arah : turun ke bawah
  • Efek : menyokong limpa, qi, darah; menurunkan qi, melembabkan kekeringan, mengeluarkan cairan, detoksifikasi.
  • Cara menyiapkan : direbus, jadi tepung, atau sebagai jamu.
  • Kandungan : kaya akan protein, sangat cocok untuk mengobati malnutrisi. Lemak, asam lemak tak jenuh, zat fosfor, besi, kalsium, karoten, vitamin B1, B2, dan B12, asam folat, lysine, lecithin.
  • Indikasi : 1) Organ lambung dan limpa lemah degan defisiensi qi dan darah : lelah, kurang tenaga, anggota gerak dingin, kurang nafsu makan. 2) akumulasi air, edema, perut kembung karena limpa lemah. 3) Disharmoni di usus besar : gangguan pencernaan akut dan kronis, diare, perut bengkak, perut kembung khususnya balita. 4) Setelah mengonsumsi makanan basi.
  • Kacang kedelai kuning kaya akan protein yang berharga dengan semua asam amino dan asam lemak kualitas tinggi. Susu kedelai dan produk turunan kacang kedelai sangat cocok untuk mengobati gangguan kulit dan alergi, di mana pasien tidak memiliki alergi terhadap kacang kedelai.
  • Kontra indikasi : Terlalu banyak konsumsi kacang kedelai menimbulkan : stagnasi qi di perut, perut kembung dan kemungkinan pembentukan lembab dan phlegm.

Gandum

  • Sifat energi : sejuk, cenderung dingin
  • Rasa : manis
  • Organ : jantung, hati, limpa, ginjal.
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : tanah.
  • Efek : membersihkan panas, menyokong limpa dan ginjal, menutrisi yin jantung; membangun qi dan darah saat dikombinasikan dengan makanan hangat; menghilangkan haus, obat diuretik.
  • Cara menyiapkan : sebagai bubur, jamu, jadi tepung halus atau biji kasar.
  • Kandungan : karbohidrat, protein, pati, lemak, lecithin, vitamin B kompleks, E, beta karoten, biotin, asam folat, selenium, estrogen alami.
  • Indikasi : 1) gejala panas umum : mulut kering, demam, berkeringat. Cocok untuk demam rendah paada bayi dan balita. 2) Panas dalam dengan gejala emosi dan psikologi : agitasi, cemas, histeris, gelisah, mudah tersinggung, insomnia, emosi tidak stabil, cenderung sedih. 3) Panas hati, contoh karena yang hati naik atau api hati membakar ke atas : mudah tersinggung, gangguan tidur, gelisah, sakit kepala, pusing, tinnitus, mata merah dan gatal. 4) Defisiensi darah hati dan darah panas : kulit gatal, alergi. 5) menopause : keringat malam atau muka merah.
  • Kontra indikasi : konsumsi kebanyakan produk gandum menimbulkan lembab dan phlegm.
  • Tepung terigu, dedak gandum, gandum kasar memliki perbedaan signifikan dalam suhu energi : 1) tepung terigu : hangat, dapat menyebabkan gejala panas jika dikonsumsi ekses. 2) gandum kasar : dingin. 3) dedak gandum : sejuk ke dingin.
  • Gandum menyokong daya tahan dan kekuatan tubuh.

Sayuran

Sayur-sayuran menyajikan semua rasa dan sifat energi. Kepercayaan Cina percaya bahwa sayur-sayuran adalah pelengkap yang ideal untuk padi-padian. Buku Suwen klasik menyatakan, “Lima tipe padi-padian menutrisi, lima jenis sayur-sayuran melengkapi.”

  • Untuk mengobati ekses (orang yang kuat: suaranya keras, bertenaga; sensasi panas, hiperaktif, orang gampang tersinggung, ekstrovert, lidah dengan selaput tebal, nadi penuh) —> akar seledri, selada, bayam, terong, dan tomat.
  • Untuk mengobati defisiensi/kekosongan (orang yang lemah: suara lemah, gemetaran, sering lelah, introvert, lidah bengkak, nadi lemah) —> ubi, kentang, wortel, adas, kubis.
  • Untuk mengobati panas (muka merah, haus akan minuman dingin, kondisi makin parah saat panas, lidah merah, nadi cepat) —> tomat, timun, rebung, tauge, kacang hijau, dan dandelion.
  • Untuk mengobati dingin (gemetar, takut dingin, kondisi makin parah saat dingin, muka pucat, lidah bengkak, nadi lemah dan lambat) —> daun bawang, bawang merah, bawang bombay, adas, dan wortel.
  • Untuk mengobati lembab (badan terasa berat, edema, badan bengkak, sinusitis, bronkitis, tumor, kista)—> belgian endive hearts (mirip selada)
  • Untuk mengobati kering (bibir dan mulut kering, kulit pecah-pecah, selaput lendir kering) —> tomat, timun.

Rebung (Bambu Muda)

  •  Rasa : manis
  • Organ : lambung, paru-paru
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : tanah
  • Efek : membersihkan panas, memperkaya yin, menenangkan gelisah, mengubah phlegm, menurunkan qi ke bawah, memperlancar kencing, obat pencahar perut.
  • Cara menyiapkan : sebagai salad, direbus, didinginkan, digoreng, dan sebagai jamu.
  • Kandungan : mengandung air banyak, protein, lemak, kalsium, fosfor, kalium, vitamin B1, B2, dan niacin.
  • Indikasi : 1. Panas di lambung : perut panas, gastritis, lambung dan usus bernanah, haus, mulut kering. 2. Panas phlegm di paru-paru : bronkitis, sinusitis dengan lendir kental, phlegm kuning.
  • Rebus rebung dan makan saat dingin, campurkan dengan sedikit jahe, garam, dan cuka.

Kol

  • Sifat energi : netral
  • Rasa : manis
  • Organ : usus besar, lambung
  • Arah : naik ke atas
  • Unsur : tanah
  • Efek : menyokong ciao tengah, mengurangi nyeri akut mendorong pencernaan.
  • Cara menyiapkan : mentah sebagai salad, atau jus (bagus untuk usus  tukak usus).
  • Kandungan : Kaya akan vitamin B1, B2, C dan A, beta carotene, flavonodis, kalsium, fosfor, kalium, besi dan seng.
  • Indikasi : 1) Ketidakharmonisan lambung dan limpa serta stagnasi : Perut kram dan sakit di abdomen tengah, konstipasi. 2) Tukak lambung dan usus dua belas jari.

Timun

  • Sifat : sejuk
  • Rasa : manis
  • Organ : lambung, limpa, usus besar
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : tanah
  • Efek : membersihkan panas, menurunkan yang, melancarkan BAK, mengurangi bengkak, detoksifikasi, membersihkan kulit.
  • Cara menyiapkan : sebagai salad; mentah, dikukus, digoreng, atau sebagai jamu
  • Kandungan : air, vitamin B1, B2, niacin, beta karoten, rutin, kalium tinggi, magnesium, amaroids (pahit).
  • Indikasi : 1) gejala panas umum : haus, cemas, tenggorokan sakit dan bengkak, suara serak, mata merah dan bengkak, jerawat, kulit meradang. 2) Panas musim panas : bagus dikonsumsi saat musim panas khususnya PPL panas. 3) PPL panas : mata merah, bengka, kering dan radang; untuk regenerasi kulit (di Arab, jus timun adalah bahan umum untuk sabun muka), untuk kulit terbakar matahari tahap pertama. 4) Panas lembab di usus besar : diare saat berwisata.
  • Kontra indikasi :Gejala dingin dan kosong di ciao tengah : perut sakit dan diare, semakin parah jika dingin.

Terong

  • Sifat energi : sejuk
  • Rasa : manis
  • Organ : lambung, limpa, usus besar
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : tanah
  • Efek : membersihkan panas, menggerakkan dan mendinginkan darah, menyebarkan stagnasi darah, mengurangi bengkak, mengurangi nyeri, menyelaraskan hati dan rahim, khususnya saat emosi tertekan.
  • Cara menyiapkan : direbus, digoreng, dipanggang, diblender jadi jus,, jamu atau diawetkan dalam arak.
  • Kandungan : air, karbohidrat, vitamin C, kalsium, niacin, fosfor, besi, kalium tinggi, amaroids, minyak esensial.
  • Indikasi : Panas di darah : gangguan kulit merah meradang, kulit bernanah dan kutil, radang payudara (mastitis), bisul, tinja berdarah, hemorrhoids.

Daun Bawang Prei

  • Sifat energi : hangat
  • Rasa : pedas
  • Organ : paru-paru, lambung, hati, ginjal.
  • Arah : naik ke atas dan turun ke bawah
  • Unsur : kayu, logam
  • Efek : mengatur dan menggerakkan qi, menghilangkan stagnasi darah, menyokong dan menturisi yang ginjal, menghangatkan ciao tengah, mengusir dingin, mengusir angin-dingin, detoks.
  • Kandungan : vitamin B, kaya akan vitamin C, zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, amaroids.
  • Indikasi : 1) gejala dingin di ciao tengah : dysphagia, sakit perut,  nafsu makan kurang, diare. 2) defisiensi yang ginjal : hilang libido, impoten, ejakulasi dini, nyeri lumbar, urorrhea, kaki dan pinggang lemah. 3) Darah statis : perut bengkak dan sakit. 4) PPL angin dingin : tanda pertama meriang, flu meriang, tidak suka dingin.

Kontra indikasi : 1) gejala panas, 2) defisiensi yin umum.

Selada

  • Sifat energi : sejuk
  • Rasa : manis, pahit
  • Organ : usus besar, lambung
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : api, tanah
  • Efek : membersihkan panas, obat pencahar, merangsang ASI
  • Cara menyiapkan : mentah, direbus, atau jadi jamu.
  • Kandungan : kalsium, vitamin A dan C, klorofil.
  • Indikasi : 1) gangguan aliran ASI sehabis melahirkan, 2) gejala panas umum dan panas di kandung kemih : gelisah, haus, gugup, masalah perkemihan, rasa panas sehabis BAK, jarang BAK dan urin berwarna kuning tua.

Bawang Bombay

  • Sifat energi : hangat
  • Rasa : pedas dan manis
  • Organ : paru-paru, lambung, usus besar.
  • Arah : naik ke atas
  • Efek : menutrisi lambung, mengatur qi, menyebarkan stagnasi darah, mengeluarkan dingin, memproduksi keringat, menambah nafsu makan, mengurangi stagnasi qi, dan menutrisi ciao tengah saat perut tegang dan nafsu makan kurang.
  • Cara menyiapkan : sebagai jus, digoreng, dikeringkan. Bawang bombay hilang pengaruh jika dimasak terlalu lama
  • Kandungan : kaya akan minyak esensial belerang (isothiocyanate), kaya akan fitonutrien khususnya flavonoid quercetin, kalsium, yodium, selenium, fosfor, fluor, kalium, vitamin B1, B2, C, prostaglandin A, minyak mustard.
  • Indikasi : 1) hipertensi, hiperlipidemia, jantung koroner. 2) bronkitis. 3) PPL angin dingin dan phlegm : pilek dan meriang, bronkitis, sinusitis, dada dan tenggorokan dingin. 4)Penggunaan luar untuk gigitan serangga, bengkak dan nyeri : bawang mentah/ jus bawang dikompres.
  • Kontra indikasi : Gejala panas, defisiensi yin umum.

Bayam

  • Sifat energi : sejuk/adem
  • Rasa : manis
  • Organ : lambung, hati, usus besar, usus kecil
  • Efek : membersihkan npanas, melembabkan kering, mendorong pembentukan cairan tubuh, menutrisi darah, menutrisi hati, mendorong yin, menurunkan qi (khususnya hati dan lambung)
  • Cara memasak : dikukus sebagai salad atau direbus.
  • Kandungan : kaya akan vitamin A dan C, beta karoten, asam folat, asam amino, vitamin B1, fosfor, asam oksalat, kalsium, besi.
  • Indikasi : 1) panas di lambung : mulas, gastritis, ulkus gastrointestinal, haus, mulut kering, gelisah. 2) gejala panas dan defisiensi yin hati : sakit kepala, pandangan buram, buta senja, insomnia. 3) indikasi Barat : tinntius, hipertensi, konsumsi alkohol berlebihan. 4) panas di darah : mimisan, gangguan kulit dengan gatal, kemerahan. 5) Panas dan kering di usus besar : konstipasi, anal fistula, hemorrhoids, tinja berdarah, konstipasi kronis pada orang lanjut usia.
  • Kontra indikasi : defisiensi ciao tengah dan cenderung diare

Ubi

  • Sifat energi : netral cenderung hangat
  • Rasa : manis
  • Organ : lambung, limpa, ginjal
  • Arah : naik ke atas.
  • Unsur : tanah.
  • Kandungan : asam pantotenat, vitamin A dan C, kalium, magnesium
  • Efek : menutrisi ciao tengah dan menyokong formasi qi dan darah, menghilangkan stagnasi qi, menyelaraskan darah, memproduksi cairan tubuh, menguatukan yin ginjal, obat pencahar dalam bentuk mentah.
  • Indikasi : defisiensi qi lambung, qi limpa atau defisiensi yang : diare dengan gejala dingin dan lemah; konstipasi.
  • Kontraindikasi : konsumsi terlalu banyak menyebabkan stagnasi di ciao tengah (kembung dan kentut).

Tomat

  • Sifat energi : dingin
  • Rasa : manis dan asam
  • Organ : lambung, hati
  • Arah : turun ke bawah
  • Unsur : tanah, kayu
  • Efek : membersihkan panas, memperkaya yin (yin hati), memproduksi cairan dan menghilangkan kekeringan, menyejukkan dan membersihkan darah, menguatkan lambung, mendorong aktivitas organ hati.
  • Cara menyiapkan : mentah sebagai jus, dikukus, ditumis, sebagai jamu.
  • Kandungan : kaya akan vitamin A, B1, B2, dan C, seng, kobalt, magnesium, kalsium, fosfor, kalium, besi, minyak esensial, hormon alami, asam oksalat (peringatan untuk yang mempunyai batu ginjal).
  • Indikasi : 1) darah panas : mimisan; kulit gatal, kemerahan dan mekar; alergi matahari, alergi musiman. 2) panas di hati dan defisiensi yin hati : sakit kepala, mata merah dan gatal, pandangan buram, hipertensi, buta senja, vertigo. 3) Gejala panas dan defisiensi yin di lambung : haus, tenggorokan kering, kurang nafsu makan, gelisah. 4) Gejala panas dan kurang cairan tubuh : gelisah, gugup.
  • Kontra indikasi : ciao tengah dingin dan kosong.
  • Makan tomat terus menerus dan berlebihan di musim dingin dapat menyebabkan tubuh menjadi dingin dan lemah. Dosis sehari adalah satu sampai dua biji. Tomat yang belum matang, masih hijau dapat melemahkan organ ginjal.

Sindrom Jantung dan Nutrisi

Sindrom Jantung :

  • Defisiensi qi jantung (xin qi xu)
  • Defisiensi yang jantung (xin yan xu)
  • Defisiensi darah jantung (xin xue xu)
  • Defisiensi yin jantung (xin jin xu)
  • Api jantung berkorbar ke atas (xin huo shang yan)

Defisiensi yang jantung (xin yang xu)

Defisiensi qi dan yang jantung diobati dengan terapi nutrisi yang sama. Defisiensi yang jantung, dengan tambahan komponen dingin, yang membedakan gejala dari defisiensi qi jantung.

Diagnosis Kedokteran Barat : kondisi autonomic jantung, masa pemulihan dari penyakit, cardiac arrthymia, kelelahan.

Gejala : lesu, lelah, capek, anggota gerak dingin, muka pucat, nafas pendek, dada ketat di aera jantung, kadang jantung berdebar kencang, berkeringat spontan.

  • Lidah : pucat, agak bengkak
  • Nadi : lemah.

Penyebab :

  • Umum : Ketegangan emosi ekstrim, khususnya sedih, dapat menyebabkan defisiensi qi jantung dan kemudian defisiensi yang jantung. Defisiensi yang jantung dapat juga sebagian disebabkan oleh defisiensi yang ginjal, karena ginjal adalah akar dari semua yang di tubuh. Gejala muncul di seluruh tubuh, kepala, kaki, tangan, karena tubuh tidak memiliki energi yang cukup untuk menyokong tubuh.

Terapi : Menguatkan dan menyokong yang jantung : HT-8, BL-15, CV-4, CV-6, moksa.

Hindari : Semua makanan yang mengurangi dan melemahkan yang.

  • Sifat energi : semua makanan sejuk dan dingin.
  • Cara memasak : mendinginkan.
  • Rasa : pahit-sejuk, pahit-dingin.
  • Sayuran : sayuran mentah/lalapan.
  • Buah : citrus (jeruk)
  • Produk susu : yogurt
  • Lainnya : es krim, minuman dingin, makanan beku yang dipanaskan di microwave.

Dianjurkan :

  • Sifat energi : hangat-netral, panas dalam jumlah sedikit.
  • Cara memasak : menghangatkan
  • Rasa : pahit-hangat, pahit-panas (sedikit), asam-panas/hangat, pedas-panas/hangat, manis-hangat/panas.
  • Daging : kambing, sapi
  • Biji-bijian : jagung, beras ketan, gandum, buckwheat
  • Minuman : teh yogi, kopi, kakao, bir gandum hangat.
  • Lainnya : adas manis, cabe

Kopi mengeringkan darah dan harus dikonsumsi tidak berlebihan, walaupun rasanya pahit-panas; jika bisa, tambahkan rempah hangat seperti kapulaga atau kayu manis untuk mengurangi stagnasi–akibat dari efek kopi.

Komentar/prognosis : Perubahan gaya hidup seperti tidur sebelum jam 11 malam dan tidur yang cukup adalah sangat penting. Yang jantung dan qi jantung dapat diperbaharui dalam hitungan mingguan sampai bulanan dengan periode istirahat yang lebih panjang ditambah asupan makan yang dianjurkan.

Defisiensi Darah Jantung (Xin Xue Xu)

Diagnosis Kedokteran Barat : anemia, kelelahan, masa pemulihan dari penyakit, kondisi jantung autonomic.

Gejala : muka pucat, bibir pucat, palpitasi jantung, lelah, lemah, gelisah, pelupa, mata sering berkedip, gangguan tidur dengan banyak mimpi, vertigo, mimpi buruk, depresi, agitasi.

  • Lidah : pucat, ada retakan di tengah, kadang ujung lidah bengkak.
  • Nadi : tipis.

Penyebab :

  • Pola makan : terlalu banyak makanan pedas yang merusak yin. Terlalu banyak konsumsi makanan yang mengeringkan tubuh seperti kopi atau alkohol. Pola makan yang salah dapat menyebabkan defisiensi liimpa dan mencegah pembentukan darah yang cukup.
  • Umum : Defisiensi darah jantung umumnya memiliki penyebab yang sama dengan defisiensi darah atau defisiensi darah hati. Kehilangan darah, seperti habis melahirkan, terlalu stress, aktivitas fisik yang ekstrim (berkeringat melemahkan qi dan yang), masalah emosi seperti sedih dan marah, semua merusak yin.

Terapi :

  • Menguatkan darah jantung : BL-15, CV-14, CV-15
  • Menyokong limpa : SP-6, BL-20, ST-36, SP-3
  • Memperkaya yin tubuh : SP-6, KI-6, KI-3, CV-4

Hindari :

  • Sifat energi : makanan yang terlalu panas atau hangat.
  • Cara memasak : goreng, panggang, bakar.
  • Makanan : makanan yang mengeringkan cairan tubuh seperti kopi, red wine and rempah pedas.

Dianjurkan :

  • Sifat energi : hangat-netral, sejuk
  • Rasa : manis-hangat, manis-netral, asam-netral
  • Daging : daging ayam, sapi, burung pegar, sosis darah (usus)
  • Ikan : tiram
  • Buah : ceri, lengkeng, anggur merah
  • Biji : beras ketan, gandum, oat
  • Minuman : susu kambing, susu domba, susu sapi.
  • Juga makanan yang secara umum menguatkan darah.

Defisiensi Yin Jantung (Xin Yin Xu)

Diagnosis Kedokteran Barat : anemia, kelelahan kronis, hipertensi, menopause, gangguan tidur kronis.

Gejala : Gelisah, cemas, tidur dengan banyak mimpi, haus, mulut kering, agitasi, pipi merah, demam dengan temperatur tubuh rendah. Gejala penting yang membedakan : berkeringat malam, muka panas, kaki dan telapak kaki panas.

  • Nadi : kosong, mengambang, cepat
  • Lidah : merah, tidak ada selaput, titik-titik merah di ujung lidah, retakan di ujung lidah

Penyebab : Umum : demam, terlalu banyak bicara, stress, selalu “merasa berlari”, gaya hidup sibuk, aktivitas seksuasl berlebihan saat malam.

Perbedaan diagnosis antara defisiensi yang jantung dengan defisiensi yin jantung : Masalah tidur meningkat saat malam pada defisiensi yin jantung; umumnya terjadi pada orang berusia lanjut.

Terapi :

  • Menguatkan yin jantung : HT-6
  • Menenangkan shen : GV-20, CV-15
  • Memperkaya yin tubuh : SP-6, KI-6, KI-3

Hindari :

  • Sifat energi : makanan hangat dan panas
  • Cara memasak : goreng, panggang, bakar
  • Rasa : pedas-panas, pedas-hangat, pahit-panas, pahit-hangat.
  • Makanan : semua makanan kering dan hangat

Dianjurkan :

  • Sifat energi : netral, sejuk, boleh sedikit hangat.
  • Rasa : manis-netral, manis-hangat, manis-sejuk, pahit-netral, asam-netral, asam-sejuk
  • Daging : sapi
  • Buah : anggur merah
  • Biji : gandum (pasta)
  • Produk susu : susu keju kambing, susu keju domba
  • Kacang :  wijen hitam

Api Jantung Berkobar ke Atas (Xin Huo Shang Yan)

Diagnosis Kedokteran Barat : hipertensi, autonomic heart condition, glossitis.

Gejala : gejala emosional meningkat seperti gelisah, cemas, gangguan tidur dengan banyak mimpi buruk, emosi tidak stabil, impulsif, muka merah, area mulut erosi dan bernanah (sariawan), rasa pahit di mulut, urin kuning tua.

  • Lidah : ujung lidah merah, selaput kuning, titik-titik merah.
  • Nadi : cepat, kuat.

Penyebab :

  • Pola makan : terlalu banyak makanan pedas dan hangat.
  • Umum : agitasi dan ketegangan emosi yang kuat seperti ketakutan yang tertekan lama, cemas yang tiba-tiba berubah menjadi api jantung yang berkobar-kobar.

Api jantung berkobar ke atas umumnya dikaitkan dengan defisiensi yin jantung dan yin ginjal, menghilangkan kepemimpinan yang jantung.

Terapi :

  • Mendinginkan api jantung : HT-7, HT-8, PC-5
  • Menenangkan shen : GV-20, HT-9

Hindari :

  • Sifat energi : makanan hangat dan cara memasak dengan bakar, goreng, panggang.
  • Rasa : panas-pahit, pedas-panas.
  • Makanan : Alkohol berkadar tinggi, rempah pedas.

Dianjurkan :

  • Sifat energi : makanan sejuk dan dingin
  • Rasa : pahit-sejuk, pahit-dingin, asam-sejuk, asam-dingin.
  • Buah : rhubarb, semangka, melon.
  • Sayuran : salad, tomat, dandelion
  • Minuman : teh hitam.
  • Produk susu : susu asam
  • Lainnya : gentian, teh hijau, anggur vermouth.

Komentar/prognosis : Dalam tahap akut, sindrom ini dapat disembuhkan dengan terapi pola makan yang baik. Pengobatan harus difokuskan dengan akupunktur dan herbal cina.