Filosofi dan Teori Yin Yang

* Pengenalan Yin dan Yang adalah salah satu hal yang paling mendasar di TCM, sebagadi dasar dari diagnosis dan pengobatan. Referensi paling awal tentang Yin dan Yang adalah buku I Ching (Book of Changes) sekitar tahun 700 SM. Dalam hal ini, semua fenomena dikerucutkan menjadi Yin dan Yang.

YIN YANG
wanita, pasif, sifat negatif positif, pria, aktif
bulan matahari
selatan sungai utara sungai
dingin panas
gelap terang
lemah kuat

Empat aspek utama hubungan Yin dan Yang. 1. Yin dan Yang adalah berlawanan. Keduanya saling berlawanan tanpa ada akhir, seperti musim (tahunan). Berlawanan ini adalah relatif, yang hanya dapat dibicarakan dalam hubungan. Contoh: air adalah Yin tetapi arus air adalah Yang. Yin dan Yang tidak pernah statis/kaku tetapi terus berubah keseimbangan. 2. Yin dan Yang saling bergantungan. Keduanya tidak dapat hidup tanpa lainnya. Diagram Tai Ji (puncak tertinggi) menunjukkan hubungan yin yang dan menggambarkan ketergantungan yin yang. Tidak ada yang semuanya yin penuh atau yang penuh. Saat keadaan yin penuh diraih, yang mulai tumbuh. Yin mengandung benih yang dan sebaliknya. Keduanya selalu berubah menjadi lainnya. Contoh: tidak ada energi tanpa unsur. Ungkapan kuno : “Yin membentuk yang dan yang mengaktifkan yin”. 3. Saling menkonsumsi yin dan yang. Tingkat relatif yin dan yang akan terus menerus berubah. Umumnya keduanya akan berubah dalam keharmonisan. Tetapi jika yin atau yang keluar dari keseimbangan, mempengaruhi lainnya, salah satunya menjadi terlalu banyak yang akhirnya melemahkan lainnya. Empat kondisi dari ketidakseimbangan :

  1. Ekses yin
  2. Ekses yang
  3. Defisiensi yin
  4. Defisiensi yang

4. Transformasi antar yin yang. Satu dapat berubah menjadi lainnya, tetapi tidak dalam kejadian sembarangan, terjadi pada saat yang tepat. Contoh: musim semi hanya datang saat musim dingin berakhir. Sejarah dan teori Yin Yang Yin dan Yang adalah prinsip dasar, teori paling penting di TCM, pokok dari semua fisiologis, patologis dan pengobatan. YANG                                                    YIN —–                                                        —  — * Saat keduanya digabungkan, terdapat empat jenis yin yang.

  1. Yin ekses
  2. Yang dengan yin
  3. yin dengan yang
  4. Yang ekses

* Dengan tambahan satu garis, trigrams delapan (bagua) muncul, menggambarkan semua arah.

  1. yang yang yang
  2. yin yang yang
  3. yang yin yang
  4. yin yin yang
  5. yang yang yin
  6. yin yang yin
  7. yang yin yin
  8. yin yin yin

* Bagua (triagram delapan) digabungkan membentuk 64 hexagrams, simbol dari semua fenomena universal.

Yin dan Yang dipahami ratusan tahun, tapi dijabarkan dan ditulis secara sistematis  oleh Tsou yen dari sekolah yin yang  pada periode negara perang (476-221 SM).

Teori lima unsur berkembang di waktu yang sama. Sekolah naturalis mengembangkan ide tentang kehidupan harmonis dengan hukum alam. Para pelajar di sekolah ini menafsirkan fenomena alam dan mengamati bagaimana terbentuk di dalam tubuh manusia sebagai penyembuhan dan penyakit. Teori yin yang dan lima unsur merupakan bagian penting dari filosofi China.

Pada zaman dahulu, cendekiawan mengamati dua fase dari perubahan siklus konstan. Yin terus menerus berubah menjadi Yang dan berubah kembali menjadi Yin. Ini bisa terlihat dari perubahan empat musim, dan sikus 24 jam sehari, seperti sistem di bawah ini :

Kualitas dari Yin Yang secara umum :

yin yang
dingin panas
gelap terang
bulan matahari
pasif aktif
diam bergerak
barat timur
utara selatan
bumi surga
kanan kiri
bahan energi

Semuanya berubah satu sama lain. Ini adalah dua rangkaian kesatuan. Contoh : cairan air (yin) dipanaskan — menguap (yang) — didinginkan menjadi cairan (yin).

YIN YANG
menghasilkan bentuk menghasilkan energi
tumbuh panen
berwujud tak berwujud
zat energi
menyusut meluas
turun naik
di bawah di atas
air api

* Yin Yang dalam pengobatan

Semua proses fiisiologis, tanda dan gejala dapat dikurangi dengan Yin Yang. Secara umum, setiap pengobatan bertujuan untuk :

  1. Menguatkan Yang
  2. Menguatkan Yin
  3. Mengurangi ekses Yang
  4. Mengurangi ekses Yin

(Dalam praktek, tergantung kondisi, strategi yang digabungkan. Contoh: mengurangi ekses Yin dan menguatkan Yang).

Yin dan Yang dalam enam PPL

YIN YANG
angin
dingin panas
lembab kering
api

Yin dan Yang dalam tubuh manusia :

Sistem Kekebalan Modren

Imunologi adalah pelajaran tentang tubuh mengenali benda asing di tubuh dan bereaksi terhadapnya. Pada dasarnya ini adalah pelajaran tentang mekanisme daya tahan tubuh. Kata “imunologi” dari latin “immunis”, yang aslinya berasal dari konsep hukum, berarti “tidak ada kewajiban seseorang yang dibebankan kepada orang lain”, seperti kebal terhadap pajak. Pertamanya, imunologi  berkonsentrasi pada mempelajari aspek anti infeksi saja, yang merupakan cabang mikrobiologi. Pada tahun 1960-an, kemajuan pesat imunologi berkembang sampai aspek non-infeksi, seperti auto-immune, alergi dan immuno-deficiency, sehingga menjadi cabang ilmu tersendiri.

Menurut teori modren, tubuh tergantung kepada sistem imun untuk melawan berbagai infeksi dari bakteri, mikroba, virus, racun dan toksin. Juga membersihkan material berbahaya di dalam tubuh kita. Seluruh proses dapat dimengerti sebagai pemisahan dan pengeluaran benda asing dalam upaya menciptakan keseimbangan internal dan memberikan perlindungan fisiologis tubuh. Sehingga, saat sistem imun normal, kesehatan dapat terjaga. Di sisi lain, saat sistem imun tidak berfungsi, disharmonis terjadi dan menimbulkan penyakit. Fungsi di atas dilakukan oleh sistem badan terpadu, termasuk organ (timus, limpa dan kelenjar getah bening), jaringan (kulit dan lapisan mukosa), sel (sel getah bening dan makrofag) dan produk sel (immunoglobulin, antibodi dan komplemen).

Untuk jumlah tersebut, sistem imun manusia memiliki tiga fungsi dasar: pertahanan, pengawasan dan homeostasis.

TCM : teori dan kekebalan

Dalam sejarah TCM, catatan dokumenter untuk huruf cina “imun” pertama kali terlihat di abad ke-18 di dalam buku Mian Yi Lei Feng (Formulas ofr the Immunity from Plague). “Wabah” telah menjadi istilah umum yang digunakan oleh Cina kuno merujuk pada penyakit infeksi yang menular pada populasi banyak. Walaupun istilah tersebut muncul di Kedokteran Barat kemudian, memiliki konteks yang berbeda. TCM (Kedokteran Cina) telah mengenal teori dan praktek imunologi dan penyakit infeksi dari dinasti sebelumnya. Di bab 72 Suwen (The Book of Plain Questions), saat Kaisar Kuning bertanya tentang penyakit wabah musiman, penasehat utamanya Qi Bo menjawab bahwa untuk melawan penyakit tersebut, pasien harus menjaga kesehatan dengan energi berlimpah, dan virus penyakit tidak akan menyerang. Dialog ini sangat jelas menyatakan bahwa TCM menganggap “energi sehat” sebagai mekanisme pertahanan umum untuk melawan penyakit infeksi. Semenjak itu, banyak pengalaman banyak terkait studi tentang wenbing, shanghan, liqi (wabah jahat), langkah-langkah dari cacar (vaksinasi melawan cacar) di abad 16 yang sangat progresif di zaman tersebut.

Imunologi TCM memiliki ciri-ciri unik yaitu :

Konsep holisme adalah ciri utama dari imunologi TCM

Dari awal, TCM telah melakukann pendekatan holistik, karena TCM melihat tubuh manusia sebagai keseluruhan yang seimbang dan teratur. Hubungan antara organ dan jaringan, sama dengan kehidupan manusia dan lingkungan tempat tinggalnya, diatur sesuai dengan perintah khusus, yang memberikan keseimbangan antara fungsi fisiologis. Kestabilan utuh dan harmonis adalah akar dari pertahanan dari penyakit dan pemeliharaan kesehatan. Setiap gangguan dalam keseimbangan ini akan menyebabkan penyakit. Setiap bagian tubuh seperti qi, darah, cairan, organ dan meridian memiliki fungsi tertentu. Semuanya saling membangun menbentuk sistem pertahanan tubuh dan saling membawa kekuatan pelindung. Menurut konsep TCM, daya tahan tubuh melawan penyakit dan memperbaiki kemampuan seperti aliran energi yang mengalir di tubuh, yang disebut energi sehat (zheng qi).

Energi sehat (zheng qi) adalah manifestasi integral dari fungsi kekebalan tubuh manusia

Dalam keadaan normal, tubuh bergantung kepada sistem imun untuk melawan berbagai infeksi dan membersihkan materi berbahaya untuk menjaga kebersihkan lingkungan internal badan. Saat fungsi imun normal, kesehatan dapat terjaga; saat disharmonis, akan menimbulkan penyakit.

Sama dengan kedokteran Barat, TCM juga menyatakan bahwa tubuh memiliki daya tahan terhadap penyakit karena adanya energi sehat (zheng qi). Di bab 72 Suwen (The Book of Plain Questions), menyatakan :”Saat zheng qi tersimpan baik di tubuh, penyakit tidak dapat masuk dan mengganggu.” Dalam bab 33 menyatakan :”Saat penyakit ada di tubuh, pasti terjadi defisiensi zheng qi.” Pernyataan ini berarti bahwa zheng qi adalah pertahanan tubuh alami untuk melawan penyakit, dan penyakit terlihat sebagai hasil dari disharmonis zhengqi. Kadang-kadang, qi lain seperti qi murni, qi primordial atau wei qi juga termasuk jenis daya tahan tubuh. Semua ini mewujudkan fungsi kekebalan tubuh yang komprehensif.

Efek modulasi imun adalah bagian penting dari fungsi kekebalan tubuh

TCM menyatakan saat zheng qi penuh, virus/bakteri/penyakit tidak dapat menyerang masuk. Menurut teori yin yang, yin yang tubuh akan diatur dan disesuaikan terus menerus; menjaga yin dan yang dalam keseimbangan adalah faktor penting untuk menjaga aktivitas tubuh normal. Jika keseimbangan ini terganggu, penyakit akan muncul.

Melanjuti keharmonisan yin dan yang adalah tujuan pengobatan universal dari TCM. Strategi keseluruhan terapi adalah untuk mengisi defisiensi dan menghilangkan ekses Yin atau Yang. Pendekatan biasanya difokuskan pada regulasi holistik dan efek modulasi ganda, di mana untuk menghilangkan ekses dan mengisi defisiensi. Karateristik ini mirip dengan pengertian Kedokteran Barat tentang efek modulasi imun tubuh. Efek modulasi ganda ( atau modulasi imun) TCM memiliki karakter :

1. TCM berfokus pada mobilisasi kekuatan daya imun tubuh sendiri; umumnya bekerja pada seluruh tubuh, bukan hanya pada sistem tertentu. Kekuatan penyembuhan jauh melampaui level fisik, dapat juga bekerja di level qi yang menguatkan kita. Bahkan saat tubuh terlihat sehat dan tidak ada gejala luar, fungsi imun dapat dipengaruhi gejala dari dalam tubuh. Obat hermal dapat menemukan dan memperbaiki ketidakseimbangan walaupun tidak terlihat kasat mata.

2. Untuk mendukung proses keseimbangan, TCM menggunakan metode modulasi yang berbeda. Coontoh: Menyesuaikan Yin dan Yang di tubuh, qi, darah dan fungsi organ. Sistem imun dapat merehabilitasi tubuh dari fungsi hiper (ekses) ke situasi normal atau dari hipo (defisiensi) kembali normal. TCM memiliki teori unik tentang ini, menggolongkan sifat ini menjadi empat: “untuk menekan saat naik, untuk menaikkan saat koleps, untuk mengurangi saat ekses, untuk menutrisi saat defisien.”

3. Dalam beberapa hal, fungsi normal imun adalah menguatkan dan faktor patogen internal dibersihkan dengan efek modulasi rangkap. Hubungan komplementer yang terbentuk menguatkan energi sehat dan menyingkirkan patogen.

Material dasar dari imunologi TCM : organ zang

Organ zang meliputi paru-paru, limpa, ginjal, hati dan jantung (disebut juga lima organ padat) adalah intisari dari aktivitas imun. Organ zang meliputi jaringan, organ, meridian,, qi, darah dan cairan tubuh membentuk kesatuan. Tidak seperti kedokteran barat, organ zang adalah bagian dari proses energi dinamis keseluruhan tubuh. Energi sehat berkaitan erat dengan aktivitas fisiologis. Organ-organ zang adalah pusat dari seluruh proses imunisasi. Tugas kolaboratif organ-organ zang adalah sebagai kurir, bertanggung jawab terhadap transportasi dan penyimpanan, berurusan dengan limbah dan ekses, mengontrol komunikasi internal, membuat keputusan dan mengaktifkan fungsi tubuh.

1. Paru-paru adalah perisai kekebalan

Paru-paru memimpin qi. Paru-paru berhubungan luar dengan kulit dan rambut dan menyebarkan wei qi ke seluruh permukaan tubuh. Wei qi paru-paru merupakan bagian dari zheng qi; karena membentuk pertahanan pertama melawan serangan PPL. Wei qi menyediakan kehangatan dan nutrisi ke kulit, jaringan kulit, dan otot; juga mengontrol buka tutupnya pori-pori kulit. Saat wei qi penuh, otot mulut, kulit halus lembab dan jaringan kulit kencang, serta kemampuan menahan serangan PPL kuat. Sehingga, paru-paru menjaga integritas pertahanan badan luar. Aksinya mirip dengan anatomi kulit dan lapisan mukosa seperti yang terdapat di mulut, yang berperan sebagai pertahanan imun alami.

2. Limpa mendorong fungsi imun.

Menurut fisiologi kedokteran Barat, limpa adalah besar, vaskular, organ lemah. Namun, menurut TCM, limpa sebagai “landasan kehidupan yang diperoleh”, sumber produksi qi dan darah. Sebenarnya, limpa memiliki multi-fungsi, yang meliputi fungsi dalam anatomi kedokteran barat dan pankreas, serta mendorong aksi pencernaan, endokrin, sistem saraf dan darah. Limpa memerintah fungsi transportasi dan transformasi cairan tubuh dan nutrisi esensi dan juga mengontrol aliran darah. Walau dalam tingkat tertentu, kekuatan energi sehat tergantung dari faktor bawaan/keturunan, tapi paling utama tergantung dari nutrisi ke limpa untuk menjaga pasokan yang cukup. Sehingga, limpa menentukan kelimpahan dan kehabisan energi sehat. Pada gilirannya, limpa menjamin perlindungan tubuh melawan penyakit.

3. Ginjal adalah basis fungsi imun.

TCM melihat ginjal sebagai “basis kehidupan yang dibawa dari lahir (keturunan)”, akar dari energi sehat. Ginjal memerintah keadaan fisik turunan (bawaan) dan kesuburan dari energi sehat. Esensi cing yang disimpan adalah material dasar dari yin dan yang seluruh tubuh, yang membentuk fisik tubuh dan fungsi saling membatasi dan tergantung satu sama lain. Sehingga, ginjal memainkan peranan penting dalam menjaga keseimbangan normal. Selain itu, kelimpahan esensi cing ginjal mendorong vitalitas dan fungsi wei qi, yang menguatkan pertahanan tubuh. Menurut pengertian modren TCM, ginjal bukan hanya mengatur sistem urin, ginjal juga menjalankan kontrol atas sistem reproduksi, hematologi, endokrin dan sistem saraf. Ginjal bekerja dekat dengan jaringan neuro-endokrin untuk mengatur jaringan.

4. Hati membantu menjaga aktivitas imun normal.

Dari sudut pandang TCM (traditional chinese medicine), liver/hati bertangung jawab terhadap bagian fungsi sistem endrokin, pencernaan, sirkulasi dan imun. Hati mendorong pergerakan dan penyebaran. Dengan merangsang aliran, hati menyesuaikan dan memastikan aliran qi, darah dan cairan lancar serta menyebarkan zat ke seluruh tubuh. TCM percaya bahwa aktivitas emosi adalah manifestasi yang keluar dari keadaan fisiologis sistem organ internal, yang dianggap sebagai penyebab internal utama dari penyakit ( yang dianggap sebagai penyebab penyakit endogen dalam kondisi ekstrim). Kesehatan emosi normal tergantung dari harmonisasi aliran qi dan darah, dan hati terutama bertanggung jawab dalam aspek ini. Saat hati menjaga segala sesuatu mengalir lancar, lingkugan internal yang teratur mengusir penyakit.

5. Jantung mengatur aktivitas imun.

Jantung mengatur dan mengontrol aliran darah lewat pembuluh darah. Jantung juga memerintah jiwa. Menurut TCM, jantung sebagai kepala pimpinan semua aktivitas mental dan fisiologis. Normalnya, jantung menggunakan pengaruhnya ke organ lain melalui raja api (api jantung) yang bekerjasama dengan menteri api untuk mendorong fungsi aktivitas organ lain. Saat jantung memerintah dengan baik, sistem kerja organ-organ lain juga harmonis, dan tubuh dapat melawan penyakit dengan efektif. Selain memompa darah, jantung juga mengatur peran otak, fungsi sarah, kardiovaskular, endokrin; karena jantung adalah rumah shen. Karena jantung berperan dalam mengatur fungsi saraf dan endorkin, jantung juga memainkan peran dalam mengatur daya imun.

Lebih jauh, meridian adalah bagian dari sirkulasi qi dan darah di mana fungsi imun ikut berpengaruh. Sanciao mengarahkan berbagai jenis qi, bertindak sebagai stasiun saluran untuk cairan tubuh mengalir. Semuanya memiliki efek penting dalam aktivitas imunisasi.

Feses Dan Urin Menurut TCM (Traditional Chinese Medicine)

Bab 21 Huang Di Nei Jing menyatakan :”Saat cairan masuk ke lambung, cairan akan dibawa ke limpa dan mengalami fungsi transformasi dan transportasi. Cairan berubah menjadi sari nutrisi dan dikirim ke paru-paru; kemudian paru-paru merubah dan menyesuaikan di saluran air, di mana cairan lagnsung turun ke ginjal dan kandung kemih. Hasilnya, seluruh proses memungkinkan air menguap dan menyebar ke seluruh pori-pori kulit dan mengairi semua meridian organ. Pernyataan ini tercermin dari cairan tubuh yang terbuat dari sari nutrisi yang diserap oleh lambung dan limpa dan disebarkan oleh paru-paru ke seluruh tubuh. Terakhir, ginjal mengumpulkan “air kotor”  atau cairan tubuh yang tersisa. Jika tubuh tidak bisa menggunkan ulang cairan ini lagi, cairan tubuh akan dibawa ke kandung kemih sebagai gudang, dikeluarkan sebagai urin. TCM (Traditional Chinese Medicine) menjelaskan pembentukan urin di ginjal dan kandung kemih sebagai proses penguapan.

Proses pembentukan feses juga sama. Setelah makanan diolah dan diubah oleh lambung, akan dikirim oleh limpa. Sari nutrisi murni pergi dari limpa ke jantung dan paru-paru untuk didistribusikan ke seluruh tubuh; sari (yang kotor) akan menuju ke usus halus untuk memisahkan anatra sari murni dan tidak murni (kotor). Terakhir, sari kotor menuju ke usus besar. Usus besar akan menerima buangan sari kotor dan menyerap air. Akhir proses, feses terbentuk dan dibuang melalui anus.

Segala sesuatu saling bergantungan dan berinteraksi menurut teori TCM. Pembentukan dan ekskresi urin dan feses didukung oleh setiap bagian dari seluruh sistem internal. Di antara organ-organ, ginjal dan liver secara aktif terlibat satu sama lain. Fungsi penguapan ginjal memastikan distribusi cairan tubuh dengan tepat dan ekskresi urin oleh kandung kemih; bahkan, ginjal mendorong dan menghangatkan, menguatkan fungsi limpa, lambung dan usus. Karena liver mengatur pergerakan qi, fungsi mengalir dan menyebarkan adalah sangat penting bagi kesehatan limpa.

Periksa Feses Anda

Normalnya, seseorang mampu buang air besar satu sampai dua kali sehari tanpa ngeden (memaksa). Feses juga tidak terlalu keras atau lembek dan tidak berbau. Feses juga tidak mengandung nanah, lendir, darahatau sisa makanan yang tidak tercerna. Sinshe biasanya mencatat frekuensi, bentuk dan warna feses serta perasaan sebelum BAB.

Ciri-ciri feses :

  1. Jika feses berbau busuk biasanya menandakan akumulasi panas.
  2. Feses kering dan coklat tua menandakan panas ekses muncul di usus besar.
  3. Feses yang lembek dan sedikit hancur  dengan bau busuk berarti dingin ekses di usus.
  4. Feses yang sangat kering dan keras biasanya menandakan defisiensi darah atau cairan tubuh.
  5. Feses yang hancur tanpa bentuk biasanya karena defisiensi dingin di limpa dan lambung.
  6. Awal keluar feses keras kemudian feses hancur menandakan akumulasi lembab karena defisiensi limpa.
  7. Keluarnya feses kering dan hancur berselang seling karena disharmoni hati dan limpa.
  8. Feses dengan sebagian sisa makanan yang tidak terurai beserta bau busuk disebabkan oleh asupan makanan yang salah, yang menyebabkan retensi makanan. Pasien juga akan mengeluarkan gas kentut.
  9. Feses yang mengandung sisa makanan yang tidak terurai karena Yang ginjal lelah.
  10. Feses dengan mukus kuning dan tenemus berarti panas lembab sudah terakumulasi di usus besar.
  11. Feses jika mengandung darah dan nanah berarti disentri.
  12. Feses asam pada anak-anak karena retensi makanan tanpa mencerna dengan tepat.

Konstipasi 

Konstipasi merujuk kepada susah defekasi atau tidak sering BAB dan kemungkinan fesesnya kering atau keras. Menurut TCM, konstipasi biasanya karena panas berakumulasi di usus atau kekurangan cairan tubuh. Ini menyebabkan usus tidak bisa membuat gerak peristaltik. TCm membedakan konstipasi dalam empat kategori :

1) Tipe panas : Ini dikarenakan panas ekses menghisap cairan tubuh membuat feses tidak bisa mengalir lancar, feses kering atau keras. Bergabung gejala pipi memerah, demam tipe rendah, haus, nafas bau, perut penuh dan sakit perut yang tidak hilang walau sudah ditekan.  Dalam pemeriksaan, otot lidah merah, selaput lidah kuning kering, nadi cepat.

2) Tipe dingin : Pasien susah defekasi dengan feses normal atau kering. Gejala lainnya meliputi sakit perut yang tidak kunjung reda walau sudah dipencet/ditekan di area perut,, muka pucat, kaki tangan dingin, tidak suka cuaca dingin dan suka minum air hangat. Pada pemeriksaan, otot lidah pucat; nadi dalam dan lambat. Ini adalah serangan dingin yang menghasilkan depresi Yang Qi dan sembelit qi usus.

3) Tipe qi : Pasien merasakan konstipasi atau susah defekasi walau mendesak. Biasanya bergabung gejala rasa penuh di dada dan iga, sering bersendawa dan tidak nafsu makan. Dalam pemeriksaan, selaput lidah tipis dan berminyak, nadi tegang.

4) Tipe defisiensi : Pasien mendesak ingin buang air besar, tetapi susah walalupun mencoba sekuat tenaga untuk melepaskan feses. Dalam beberapa kasus, feses sangat keras dan kering seperti feses domba. Gejala lainnya biasanya muka pucat, pusing dan lelah. Dalam pemeriksaan, otot lidah pucat,nadi lemah dan ragu-ragu. Ini adalah bentuk kekurangan darah dan cairan tubuh; atau karena defisiensi yin dan qi. Ini sering terjadi pada penyakit kronis, orang tua dan wanita yang baru melahirkan.

Diare

Diare berarti sering defekasi dengan feses cair atau hancur. TCM percaya gejala ini terutama disebabkan oleh serangan PPL, makan tidak benar, atau defisiensi Yang di limpa dan ginjal, yang membuat air turun dan disfungsi di usus. TCM membagi kondisi ini menjadi 6 tipe :

1) Tipe lembab dingin : Pasien merasakan diare dengan ciri-ciri feses berair dan hancur. Warna feses kuning pucat dan berbau busuk. Gejala lain adalah rasa lembek di mulut, rasa penuh di epigastrium, sakit perut, usus bersuara, dan kurang nafsu makan. Mungkin juga terdapat demam dan meriang bergantian disertai sakit kepala, hidung tersumbat dan nyeri umum. Dalam pemeriksaan, selaput lidah putih tebal, nadi lambat dan ragu-ragu.

2) Tipe panas lembab : Biasanya dimulai dari sakit perut disertai diare, dan feses hancur dan berbau busuk dengan frekuensi sangat sering. Gejala lain: usus berbunyi, lelah, haus dan rasa terbakar di anus. Dalam pemeriksaan, otot lidah merah, selaput kuning tebal dan berminyak, nadi cepat.

3) Tipe retensi makanan : Pasien dengan diare berbau busuk, muntah dengan rasa asam dan busuk, epigastrium penuh, usus berbunyi, sakit perut hilang setelah defekasi, kurang nafsu makan dan demam. Dalam pemeriksaan, selaput lidah tebal dan berminyak, nadi tergelincir. Ini disebabkan konsumsi makanan tidak higienis dan tidak tepat.

4) Tipe defisiensi Yang limpa : Pasien diare atau melepaskan feses hancur dan lembek; ada sisa makanan di tinja. Gejala lain meliputi nafsu makan kurang, sering BAB setelah konsumsi makanan berlemak, sakit perut, rasa begah di atas pusar perut, muka pucat, lelah dan lemas.

5) Hiperaktif qi liver menyerang limpa : Pasien sakit perut dan diare disertai gangguan emosional. Perut tidak nyaman dan berkurang setelah defekasi. Gejala lain meliputi : rasa penuh di dada dan iga, nafsu makan hilang, rasa pahit di mulut, muntah rasa asam, muka pucat dan lelah. Dalam pemeriksaan, otot lidah pucat dan besar; nadi dalam dan lemah.

Darah di tinja

  • Tinja bercampur darah segar dan berbau busuk biasanya karena serangan panas di meridian dan pembuluh darah.
  • Disentri : Darah dan lendir muncul di feses. INi adalah hasil panas lembab di usus besar. Gejala lain meliputi sakit perut, demam, tenesmus dan perut mules.
  • Hitam karena darah statis, mengindikasikan perdarahan di sistem pencernaan bagian atas.
  • Merah, berdarah mengindikasikan perdarahan di sistem pencernaan bagian bawah.
  • Darah di tinja harus dievaluasi oleh terapis/dokter karena bisa menunjukkan gejala penyakit serius.

Tidak bisa menahan feses : Ini terjadi di saat pasien tidak dapat mengontrol defekasi dan feses keluar spontan. Ini menandakan defisiensi Yang di limpa dan ginjal.

Memeriksa Urine 

Dalam kondisi normal, seseorang seharusnya buang air kecil sebanyak 4-6 kali per hari, dan dianggap normal jika terbangun malam hari untuk kencing sekali per hari. Banyaknya urin yang keluar adalah 1,5 – 2 liter per hari. Frekuensi dan banyaknya urin tergantung dari kebiasaan minum kita, suhu udara, banyaknya keringat, dan umur. Dengan memeriksa urin kita setiap hari, kita dapat mengetahui kondisi cairan tubuh kita dan juga keadaan organ yang terkait. Mari kita lihat bagaimana TCM menerjemahkan kualitas urin.

Sifat urin

  • Urin kuning tua berarti akumulasi panas.
  • Bau urin yang kuat karena hiperaktif panas di jantung dan kandung kemih.
  • Urin kuning keruh dan bau busuk berarti panas lembab turun ke kandung kemih.
  • Warna jernih, banyak dan tidak berbau berarti sindrom defisiensi dingin.
  • Urin banyak dan jernih berarti penyakit PPL yang belum masuk ke tubuh dalam.
  • Saat urin menjadi jernih pada penyakit demam,, berarti pasien akan segera sembuh.
  • Urin merah mengandung aliran darah dan meridian tergganggu oleh panas.

Volume urin :

  • Banyak, jernih dan polyuria di malam hari karena insufiensi Yang ginjal.
  • Diabetes ditandai dengan ekses haus dan polyuria.
  • Sedikit, kuning tua dapat disebabkan panas ekses, berkeringat berlebihan, muntah dan diare karena terlalu banyak konsumsi cairan tubuh.
  • Urin sedikit bergabung dengan oedema (bengkak umum) dapat dilihat sebagai defisiensi Yang di paru-paru, limpa atau ginjal; karena organ tidak mampu menguapkan cairan tubuh dan retensi air dan lembab.

Frekuensi Perkemihan :

  • Sering berkemih dengan jumlah banyak dan warna jernih karena qi ginjal gagal mengikat urin di kandung kemih.
  • Sering berkemih, terburu-buru dan jumlah sedikit dengan warna kuning tua atau berdarah atau nyeri berarti panas lembab di kandung kemih.
  • Peningkatan berkemih saat malam hari dengan warna jernih sering terlihat pada penyakit ginjal stadium akhir atau orang berumur karena Yang ginjal gagal mengontrol ekskresi urin.

Susah Berkemih

Perkemihan ditandai oleh urin yang menetes karena susah berkemih disebut dysuria di TCM. Masalah ini disebabkan oleh beberapa hal:

  • Panas lembab di kandung kemih : Kondisi ini ditandai dengan urin sedikit dan warna kuning tua, tergesa-gesa, rasa nyeri dan menusuk selama berkemih. Gejala lain meliputi rasa pahit di mulut, haus tapi tidak ingin minum, perut bawah kembung dan konstipasi. Dalam pemeriksaan,otot lidah merah, selaput lidah kuning dan berminyak; nadi cepat.
  • Panas ekses di paru-paru : Pasien susah berkemih atau berkemih menetes dalam jumlah sedikit dengan warna urin kuning tua. Gejala lain tenggorokan kering, gampang marah, hasu dan minum banyak, nafas pendek dan cepat, atau batuk. Dalam pemeriksaan, selaput lidah kungin tipis; nadi cepat.
  • Stagnasi qi di hati: Pasien susah berkemih muncul dari gaangguan emosi; gejala lain perut dan sisi iga kembung, gampang tersinggung dan mudah marah. Dalam pemeriksaan, otot lidah merah dengan selaput kuning tipis dan nadi tegang.
  • Defisiensi qi di ciao tengah : Pasien tergesa-gesa untuk berkemih tetapi tidak bisa buang air atau hanya sedikit yang keluar. Gejala lain adalah rasa berat dan kembung di perut bawah, nafsu makan kurang, capek,nafas pendek, dan bicara lemah dengan suara pelan. Dalam pemeriksaan, otot lidah pucat dengan selaput tipis, nadi tipis seperti benang dan lemah.
  • Kelelahan Yang ginjal : Pasien susah berkemih atau menetes setelah berkemih, tapi berkemih tanpa tenaga. Gejala lain punggung dan lutut lemah dan sakit, muka pucat kusam dan tidak suka dingin serta capek. Dalam pemeriksaan, otot lidah pucat dan tebal, nadi dalam dan lemah.
  • Perkemihan tersumbat: Pasien berkemih dengan aliran kecil atau menetes. Dalam kasus paarah, tidak  berkemih. Gejala lain : nyeri punggung dan perut bawah kembung. Dalam pemeriksaan, otot lidah ungu tua, titik-titik memar mungkin muncul di otot lidah; nadi bimbang. Batu atau bercak darah mungkin terdapat dalam jalur perkemihan. Ini adalah kondisi serius yang harus dibawa ke dokter khususnya jika tidak terjadi perkemihan.

Retensi Urine

Tidak adanya pengeluaran urin walaupun ingin berkemih, ini disebut anuria.

  • Pada orang tua, jika kandung kemih terisi penuh tapi tidak bisa keluar atau hanya sedikit, ini karena defisiensi qi ginjal.
  • Pada wanita hamil, perkemihan terhambat umumnya karena defisiensi qi di ciao tengah, menyebabkan fetus turun ke bawah ke kandung kemih (terletak di ciao bawah) sehingga menyebabkan susah berkemih.
  • Perkemihan terhambat setelah melahirkan biasanya hasil dari darah statis atau bengkak di uterus, menyebakan kandung kemih dan urethra tertekan.

Perkemihan yang tidak dapat ditahan

Perkemihan yang tidak dapat ditahan mengacu pada urin yang keluar yang tidak dapat ditahan dan tidak disadari. Ini menunjukkan kegagalan qi ginjal mengikat atau disfungsi kandung kemih.

Enuresis

Enuresis mengacu pada urin yang keluar selama tidur (ngompol). Pada anak-anak, ini karena ketidakmatangan atau kurangnya qi ginjal. Pada orang dewasa karena qi ginjal gagal mengikat kandung kemih, defisiensi dingin di ciao bawah atau kekurangan qi primordial.

KI-21 (Youmen/ Hidden Gate/ Gerbang Neraka)

Letak : Setengah cun bagian luar meridian CV, setinggi titik CV-14.

Cara menusuk : tegak lurus sedalam 0.5- 1 cun.

Keistimewaan : Titik pertemuan meridian ginjal dan chong.

Aksi :

  • Menguatkan limpa, menyelaraskan lambung dan pemberontakan di ciao bawah.
  • Menyebarkan qi hati, bermanfaat untuk dada dan payudara serta mengurangi nyeri.

Indikasi :

  • Sakit perut dan perut bawah, urgensi perut, muntah, mual dan qi memberontak; muntah busa, air liur dan muntah saat hamil, muntah tanpa nafsu makan, susah menelan, gangguan api di bawah jantung, rasa penuh dan agitasi di bawah jantung, darah dalam tinja, disentri, diare.
  • Nyeri dada, nyeri area iga lateral, nyeri dada dan iga menyebar ke punggung, batuk berdarah.
  • ASI tidak mengalir, payudara bernanah.
  • Nyeri jantung pada wanita, ingatan lemah, mata merah berasal dari inner canthus.

Pengobatan :

  • Muntah : KI-21, SP-5 shangqiu, BL-66 zutonggu
  • Ingatan lemah : KI-21, DU-11 shendao, LU-7 lieque, BL-43 gaohuangshu.

Penjelasan :

Menurut Classic of Difficulties, “Saat meridian chong sakit, qi akan berbalik arah dan perut urgensi”. Seperti banyak titik meridian ginjal di perut, KI-21 (titik terakhir meridian chong di meridian ginjal) berindikasi untuk qi yang berbalik arah seperti mual, muntah, dan batuk. Urgensi perut merujuk pada sensasi akut kram di perut, biasanya bergabung dengan disentri.

Seperti pada umumnya titik meridian chong di meridian ginjal, KI-21 berindikasi untuk mata merah yang berasal dari inner canthus. Tidak ada penjelasan sederhana tentang gejala ini; perlu dicatat meskiupun beberapa deskripsi dari meridian chong menerangkan bahwa meridian ini berakhir di bibir, ilustrasi dan catatan dari jalannya meridian umumnya menunjukkan berakhir di mata bagian dalam.

KI-13 (Qixue/ Qi Cave/ Sumber Energi )

Lokasi : setengah cun bagian luar meridian CV, 3 cun di atas KI-11. Teknik menusuk : tegak lurus sedalam 0.3-1 cun. Keistimewaan : titik pertemuan meridian ginjal dan chong. Catatan : Penusukan dalam akan menembus kandung kemih sehingga pasien disarankan BAK terlebih dahulu sebelum terapi. Aksi :

  • Mengatur meridian CV dan chong.
  • Mengatur ciao bawah.

Pengobatan :

  • Menstruasi tidak teratur dan mandul : KI-13 qixue, BL-23 shenshu, CV-6 qihai, SP-6 sanyinjiao, SP-5 shangqiu.

Indikasi :

  • Amenorrhea, menstruasi tidak teratur, perdarahan rahim, leukorrhea, mandul (wanita).
  • Susah BAK, diare terus menerus, sakit perut, running piglet qi, sakit pinggang, mata merah di canthus dalam, sensasi naik turun di tulang belakang.

Penjelasan : KI-13 (seperti KI-14 siman dan KI-15 zhongzhu) adalah titik penting dalam mengobati running piglet qi. Menurut Zhang Zhong Jing di “Essential From The Golden Cabinet”, bahwa gangguan running piglet qi muncul dari perut bawah, kemudian naik cepat ke tenggorokan dengan ganas sehingga pasien merasa dekat dengan kematian. Sifatnya menyerang kemudian mengirimkkan. Running piglet qi membawa ketakutan. Di buku “Classic of Difficulties”, running piglet qi dikelompokkan salah satu dalam ‘lima akumulasi’ yang berkaitan dengan ginjal.

Running piglet qi terutama muncul saat qi hati stagnan berubah menjadi panas, atau defisiensi Yang ginjal menyebabkan akumulasi dingin di ciao bawah. Dalam kedua kasus ini, qi habis terpakai dengan hebat dan bergerak ke atas dengan cepat sepanjang meridian chong. Dalam praktek, running piglet qi mungkin ditemukan dalam berbagai jenis, semua yang melibatkan sensasi bergerak tergesa-gesa (cepat) umumnya ke atas, sepanjang tubuh depan, punggung atau tangan dan kaki. Menurut Classic of Difficulties, “Saat meridian chong sakit, qi akan mengalir berlawanan arah.” Penerapan KI-13 , KI-14 siman dan KI-15 zhongzhu, dalam pengobatan ini tercermin dalam lokasi ketiganya di meridian ginjal dan status mereka juga sebagai titik meridian chong; yang naik ke abdomen dan menyebar di dada, masuk ke tulang belakang dan mengalir di punggung. Banyak daftar sumber kuno Baomen (Gate of Uterus) dan Zhu (Child’s Door) sebagai nama alternatif dari titik ini. Menurut ‘The  Supplement To The Thousand Ducat Formulas’, cukup jelas bahwa nama-nama ini mirip dengan ST-28 shuidao, mengacu pada titik ini yang terletak 2 cun di sisi kiri dan kanan CV-4 guanyuan.

KI-12 (Dahe/ Great Luminance/ Tulang Melintang)

Lokasi  : 1/2 cun bagian luar meridian CV, 1 cun di atas KI-11 Cara menusuk : Tegak lurus sedalam 0.5-1 cun. Catatan : Penusukan dalam akan menembus ke kandung kemih sehingga pasien disarankan BAK terlebih dahulu. Keistimewaan : Titik pertemuan meridian KI dan meridian chong. Aksi : Menguatkan ginjal dan menajamkan esensi jing Indikasi :

  • Alat kelamin sakit, penis nyeri, retraksi penis, impoten, mani emisi, leukorhea, leukorhea merah, prolaps rahim, mata merah berasal dari inner canthus.

Pengobatan :

  • Mani emisi dan retraksi penis : KI-12 dahe dan KI-2 rangu.

Penjelasan : Aksi KI-12 dalam menajamkan esensi tercermin dalam penggunaan KI-12 untuk mani emisi dan leukorhea. Mani emisi (Kehilangan sperma tanpa kendali) dapat terjadi karena berbagai sebab.. Fungsi ejakulasi adalah aspek dari aliran liver yang lancar dan bebas, sementara ginjal menguasai “gerbang esensi”. Jika ada panas yang tidak semestinya (contoh : api liver, api jantung, panas dari defisiensi yin ginjal), ini akan menyerang air mani muncrat sembarangan. Kemungkinan lain, defisiensi ginjal menciutkan fungsi melemahkan gerbang esensi sehingga air mani bocor. Menurut Zhu Dan Xi, mani emisi dengan mimpi basah (erotis) secara khusus dikuasai oleh panas; sementara pepatah tradisional jika karena dingin dan defisiensi, tidak akan terjadi mimpi basah. Apapun penyebabnya, KI-12 (seperti titik-titik meridian ginjal lainnya di perut bawah) adalah titik penting untuk mengobati mani emisi.

Meninjau masalah leukorrhea, perlu dicatat walaupun terutama penyebabnya karena lembab, panas lembab, atau panas racun, leurkorrhea dapat juga terjadi karena defisiensi qi ginjal atau Yang ginjal; dan jenis leukorrhea ini menyebabkan hilangnya esensi jing pada wanita di mana sama banyaknya dengan pria yang kehilangan mani emisi.

KI-10 (Yingu/ Yin Valley/ Jurang Yin)

Keistimewaan : titik he dan titik air meridian ginjal.

Lokasi : sisi dalam, setinggi BL-40 (weizhong)

Teknik menusuk : tegak lurus sedalam 0.8-0.9 cun.

Aksi :

  • Membersihkan panas lembab di ciao bawah.
  • Bermanfaat untuk ginjal.
  • Mengaktifkan meridian dan mengurangi nyeri.

Indikasi :

  • Susah BAK, Kebelet BAK dengan rasa nyeri menjalar ke paha, sakit saat BAK, warna urin tua, diare.
  • Impoten, alat kelamin gatal, skrotum gatal
  • Gangguan shan, nyeri hipogastrium menjalar ke alat kelamin dan paha dalam, gangguan perut, sakit perut, periumbilical nyeri.
  • Perdarahan rahim, leukorrhea, susah hamil.
  • Gangguan mania, depresi mania, lidah menjulur dengan air liur menetes.
  • Nyeri lutut dan tidak bisa bergerak, paha dalam sakit.

Pengobatan :

  • Ereksi tidak tertahankan dengan susah BAK : KI-10 Yingu, LR-1 dadun, LR-15 qimen, BL-40 weizhong, BL-39 weiyang.
  • Perdarahan rahim banyak dan tidak berhenti : KI-10 yingu, KI-8 jiaoxin, SP-6 sanyinjiao, LR-3 taichong.
  • Nyeri panggul : KI-10 yingu, GB-30 huantiao, BL-65 shugu, KI-8 jiaoxin, SP-6 sanyinjiao.
  • Suara hilang : KI-10 yingu, KI-2 rangu, CV-22 tiantu, HT-4 lingdao, KI-7 fuliu, ST-40 fenglong.

Penjelasan :

KI-10 adalah titik he dan titik air meridian ginjal. KI-10 berbagi dengan titik he meridian yin kaki lainnya. LR-8 ququan terutama beraksi di sistem alat kelamin (didominasi oleh meridian liver) dan SP-9 yinlingquan berdasarkan hubungan intim antara limpa dan lembab, mampu mengobati semua gangguan lembab di ciao bawah. KI-10 terutama membersihkan panas lembab dari sistem urogenital dan berindikasi unuk sulit atau sering BAK, warna urin tua, leukorrhea, dan alat kelamin gatal. Akumulasi panas lembab dapat menghambat aliran lancar qi dan menimbulkan rasa nyeri; ini tercermin dalam pepatah kuno :”Tanpa pergerakan muncul rasa nyeri; adanya pergerakan, tidak timbul nyeri”. KI-10 berindikasi untuk nyeri saat BAK, alat kelamin sakit, sakit periumbilical (sekitar pusar), dan nyeri hipogastrium menjalar ke paha dalam dan alat kelamin. Sementara impoten paling umum disebabkan menurunnya api mingmen, atau juga dapat disebabkan oleh akumulasi panas lembab yang menimbulkan kelemahan. Panas lembab impoten bisa timbul dari panas lembab meridian liver atau organ limpa yang turun ke alat kelamin, atau serangan berulang-ulang PPL panas lembab di kandung empedu. KI-10 terutama berindikasi untuk impoten panas lembab tipe ekses. Pada wanita, panas lembab menyebabkan perdarahan rahim dan susah hamil.

Ada hubungan dekat antara panas lembab ciao bawah dengan defisiensi ginjal. Jika defisiensi yin ginjal menimbulkan panas, ini dapat bergabung dengan lembab membentuk panas lembab; sementara panas lembab berkepenjangan akan menghisap yin ginjal (pertama) dan Yang ginjal. Bentuk ganda dari defisiensi ginjal dan panas lembab biasanya ditemukan pada pasien dengan gangguan perkemihan (BAK) berulang-ulang. Karena aksi kedua dari KI-10 yang bermanfaat untuk ginjal, KI-10 berindikasi untuk kedua jenis penyakit ini.

Tingkat kemampuan KI-10 untuk menutrisi Yin ginjal sering dijadikan subyek diskusi. Walaupun dianggap menutrisi yin secara signifikan oleh para ahli modren, tetapi pemeriksaan/pengujian terhadap indikasi kuno KI-10 tidak menunjukkan pandangan/hasil luas secara historis.